• Tidak ada hasil yang ditemukan

Merencanakan Masa Depan Remaja dengan HIV/AIDS

N/A
N/A
aulya

Academic year: 2023

Membagikan "Merencanakan Masa Depan Remaja dengan HIV/AIDS"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Merencanakan Masa Depan Remaja dengan HIV/AIDS

Merancang masa depan adalah hal yang sangat penting bagi semua remaja, termasuk mereka yang hidup dengan HIV/AIDS. Merancang masa depan dapat memberikan remaja dengan HIV/AIDS harapan, motivasi, dan tujuan yang akan membantu mereka menjalani hidup yang seimbang dan bermakna (Kimera, 2020).

Menurut (Yanti, 2023) Rencana masa depan akan memberikan manfaat bagi remaja untuk dapat:

a. Memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang ia pilih dan pelajari.

b. Menumbuhkan sikap optimis bagi remaja dalam mencapai impiannya.

c. Membentuk kebiasaan baik dan produktif yang konsisten hingga dewasa nanti.

Merancang masa depan adalah suatu proses yang individual dan personal. Penting bagi remaja dengan HIV/AIDS untuk bekerja sama dengan profesional kesehatan dan konselor yang berpengalaman untuk merencanakan masa depan mereka dengan cara yang memperhitungkan kebutuhan kesehatan mereka. Dengan perencanaan yang baik, remaja dengan HIV/AIDS dapat mencapai tujuan mereka, menjalani hidup yang memuaskan, dan mengelola kondisi mereka dengan lebih efektif (Kimera, 2020).

Berikut adalah beberapa alasan mengapa merancanakan masa depan sangat penting bagi remaja dengan HIV/AIDS:

1. Tujuan dan Harapan

Merancang masa depan membantu remaja memiliki tujuan dan harapan yang jelas. Ini dapat membantu mereka fokus pada apa yang ingin dicapai dalam hidup mereka, seperti menyelesaikan pendidikan, mengejar karier, atau mencapai pencapaian pribadi (Allenidekania, 2022).

Remaja dengan HIV/AIDS memiliki keinginan dan kesempatan yang sama dalam mengejar tujuan hidupnya dengan remaja tanpa HIV/AIDS. Mereka memiliki tujuan hidup seperti ingin melanjutkan pendidikan di universitas yang mereka mau, bekerja dibidang yang sesuai dengan keinginannya, memiliki pasangan, dan lain sebagainya (Citra, 2021)

Sebagai konselor bagi remaja dengan HIV/AIDS perlu menggali tujuan dan harapan remaja yang ingin dicapai, sehingga nantinya akan menjadi lebih mudah dalam merencanakan masa depan mereka.

(2)

2. Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Merencanakan masa depan dapat membantu remaja dengan HIV/AIDS menjaga kualitas hidup yang lebih baik. Ini termasuk merencanakan perawatan medis yang tepat, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menghindari perilaku berisiko yang dapat memperburuk kondisi mereka (Allenidekania, 2022).

Dengan kualitas hidup yang baik, maka akan memberikan dampak positif bagi remaja yang akan mencapai tujuan dan harapannya. Memiliki kondisi fisik, mental dan sosial yang baik tentunya akan mendukung mereka untuk bisa mengejar impiannya tanpa ada hambatan yang bermakna (Allenidekania, 2022).

Sebagai konselor, perlu menghadirkan individu remaja itu sendiri dalam menentukan rencana perawatan agar mereka berhak untuk mengetahui dan menentukan rencana perawatan seperti apa yang mereka inginkan. Berikan reminder pada remaja terkait hal yang berhubungan dengan kondisi penyakit mereka saat ini seperti menghindari perilaku yang berisiko yang memiliki peluang untuk memperburuk kondisi mereka (Citra, 2021).

3. Dukungan Sosial

Masa depan yang direncanakan dengan baik dapat menginspirasi remaja untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, dan komunitas. Dukungan sosial adalah kunci untuk mengatasi tantangan dan meraih impian mereka. Melalui dukungan sosial, remaja tidak akan merasa sendiri dan pesimis dengan kondisinya, dimana dalam komunitas ia akan menemukan orang lain yang juga memiliki kondisi yang sama dengan dirinya, sehingga remaja akan mendapatkan pembelajaran dari pengalaman orang lain (Allenidekania, 2022).

Peran konselor adalah memberikan arahan pada remaja untuk dapat menemukan komunitasnya yang cocok. Tidak semua komunitas akan memberikan dampak positif bagi individu tersebut.

4. Kemandirian

Merancang masa depan juga dapat membantu remaja dengan HIV/AIDS mengembangkan kemandirian. Mereka belajar mengambil tanggung jawab atas keputusan kesehatan mereka sendiri, mengelola perawatan, dan membuat keputusan yang bijak tentang perilaku yang berisiko (Citra, 2021).

(3)

Peran konselor memberikan remaja kesempatan untuk ikut membuat keputusan terkait perawatan yang mereka butuhkan.

5. Pencegahan Penularan

Merancang masa depan yang sehat juga dapat membantu mencegah penularan HIV kepada orang lain. Dengan merencanakan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, remaja dapat meminimalkan risiko penularan HIV kepada pasangan mereka.

Peran konselor adalah memberikan arahan dan berdiskusi dengan remaja untuk membahas terkait apa saja yang dapat remaja lakukan untuk memperkecil risiko memburuknya kondisi mereka.

6. Pembangunan Karier dan Pendidikan

Merancang masa depan melibatkan perencanaan karier dan pendidikan. Ini membantu remaja dengan HIV/AIDS mengejar pekerjaan yang mereka impikan dan mencapai potensi penuh mereka dalam bidang yang mereka minati (Citra, 2021).

7. Motivasi untuk Hidup Sehat

Merencanakan masa depan yang cerah dapat menjadi motivasi tambahan untuk menjalani gaya hidup sehat. Ini termasuk menjaga pola makan sehat, berolahraga, dan menghindari penggunaan narkoba atau perilaku berisiko lainnya.

8. Rasa Diri dan Kepuasan

Ketika remaja melihat perkembangan dan pencapaian dalam merencanakan masa depan mereka, ini dapat meningkatkan rasa diri dan memberikan perasaan kepuasan.

Dengan adanya rasa puas dalam diri mereka atas pencapaiannya, akan timbul perasaan kualitas hidup yang baik. Sehingga akan menumbuhkan sikap optimis dan percaya diri bagi remaja dengan HIV/AIDS untuk melanjutkan hidupnya (Allenidekania, 2022)

References

Allenidekania, W. P. (2022). Efektivitas Pemberian Dukungan Pada Remaja ODHA terhadap Dampak Kualitas Hidup : Systematic Review. Jurnal Endurance, 7(2), 236-388.

doi:https://doi.org/10.22216/jen.v7i2.1046

Citra, D. S. (2021). Pengalaman Hidup Pada Remaja Dengan HIV/AIDS di Kota Bandung.

Risenologi Jurnal, 6(1), 103-118. doi:https://doi.org/10.47028/j.risenologi.2021.61a.213

(4)

Yanti Rubiyanti, H. A. (2023). Eksplorasi dan Edukasi Pentingnya Orientasi Masa Depan Remaja di Kaki Gunung Haruman, Kecamatan Cimaung. Jurnal Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 01-09.

Kimera, E.,. (2020). Experiences and effects of HIV-related stigma among youth living with HIV/AIDS in Western Uganda: A photovoice study. PloS one, 15(4), e0232359.

https://doi.org/10.1371/journal.pone.0232359

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Payuk dkk (2012) menunjukkan dari 52 responden yang mendapatkan dukungan keluarga, sebanyak 90,4% memiliki kualitas hidup baik dan hanya 9,6% memiliki kualitas hidup

Tujuan untuk mengetahui perbedaan antara jenis kelamin, bidang ilmu, tingkat pendidikan karyawan edukatif Universitas Surabaya terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku

Dari survei yang sama juga terungkap bahwa hanya 19,2% remaja menyadari peningkatan resiko untuk tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) bila memiliki pasangan lebih dari satu.

Posyandu Remaja memiliki tujuan yaitu meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi posyandu remaja, meningkatkan Pendidikan Keterampilan

Sedangkan secara psikis, antara lain Odha mempunyai perasaan hampa, inisiatifnya kurang, merasa tidak berarti, apatis, serba bosan, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas,

PNS tersebut sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya karena sesuai dengan passionnya, maka yang bersangkutan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang D-4/S-1 jurusan komputer

Riwayat Pendidikan/Pelatihan/Kursus Tambahan... Riwayat

Sedangkan secara psikis, antara lain Odha mempunyai perasaan hampa, inisiatifnya kurang, merasa tidak berarti, apatis, serba bosan, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, muncul