Metoda Penelitian
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian merupakan perusahaan pertambangan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini memilih metode purposive sampling melalui kriteria sebagai berikut: (1) Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016- 2018; (2) Perusahaan yang membagikan laporan keuangan selama 3 tahun berturut-turut di Bursa Efek Indonesia; (3) Perusahaan yang tidak rugi selama tahun 2016-2018. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan yang mengalami kerugian akan membuat Effective Tax Rate (ETR) menjadi negatif.
Variabel Penelitian Variabel Dependen
Penelitian ini menerapkan agresivitas pajak sebagai variabel dependen. Yang menjadi proksi dalam penelitian ini adalah ETR. ETR merupakan proksi yang paling banyak digunakan pada penelitian terdahulu untuk mengetahui seberapa besar perusahaan melakukan agresivitas pajak (Lanis & Richardson, 2012). ETR merupakan proksi negatif, yang mana jika ETR tinggi maka agresivitas pajak rendah dan jika ETR rendah maka agresivitas pajak tinggi. Proksi ETR dapat dihitung menggunakan:
Effective Tax Rates = π΅ππππ πππππ ππππ
ππππππππ‘ππ π πππππ’π πππππ ππππ’ππ’π‘ πππ’ππ‘πππ π
Indikasi agresivitas pajak yang tinggi muncul akibat beban pajak penghasilan lebih rendah dari pendapatan sebelum kena pajak. Sebaliknya, jika beban pajak penghasilan lebih besar dari pendapatan sebelum pajak, maka ETR dikatakan tinggi sehingga indikasi adanya aktivitas agresivitas pajak rendah (Ratmono & Sagala, 2015).
Variabel Independen
Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu pengungkapan CSR dan Corporate Governance. Pengungkapan CSR menerapkan standar pengungkapan Global Reporting Initiative
(GRI)-G4. Tujuan menggunakan standar GRI-G4 karena berguna dalam peningkatan kualitas dan pemanfaatan sustainable reporting. Dalam GRI-G4 terdapat 3 kategori utama yaitu kategori ekonomi, lingkungan, dan sosial. GRI G4 juga mempunyai 91 indikator pengungkapan yang terkandung dalam bidang ekonomi, lingkungan, sosial, hak asasi manusia, masyarakat, serta kesehatan dan keselamatan pelanggan (Global Reporting Initiative, 2018). Rumus yang digunakan dalam menghitung CSRDIj seperti penelitian Ratmono & Sagala (2015) adalah sebagai berikut:
CSRDIj = Ξ£ Xyi
π
Keterangan:
CSRDIj : Indeks pengungkapan CSR
Ξ£Xyi : Bernilai 1 = item y diungkapkan; bernilai 0 = item y tidak diungkapkan n : Jumlah item untuk perusahaan
Sedangkan rumus yang digunakan dalam menghitung Corporate Governance adalah sebagai berikut:
a. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan Manajerial menggambarkan baik buruknya keputusan yang diambil oleh manajer. Menurut penelitian Shafira (2018), berikut rumus yang digunakan untuk mengukur kepemilikan managerial:
Kepemilikan Managerial = π½π’πππβ π πβππ π¦πππ ππππππππ πππππππ
πππ‘ππ π πβππ π¦πππ πππππππ x 100%
b. Komisaris Independen
Komisaris independen diperoleh dari hasil bagi jumlah komisaris independen dengan seluruh jumlah dewan komisaris perusahaan tersebut (Shafira, 2018).
Komisaris Independen = π½π’πππβ πΎππππ ππππ πΌπππππππππ
πππ‘ππ π·ππ€ππ πΎππππ ππππ Γ 100%
Variabel Kontrol
Intensitas modal digunakan di dalam penelitian ini sebagai variabel kontrol. Menurut Yoehana (2013), intensitas modal menentukan seberapa aset perusahaan yang dapat diinvestasikan menjadi aset tetap. Aset tetap dalam hal ini terdiri dari bangunan, pabrik, mesin, peralatan, dan berbagai properti lainnya yang penggunaannya untuk jangka panjang. Perputaran harta mencerminkan kemahiran perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan.
Menurut Yoehana (2013), intensitas modal dapat dihitung menggunakan rumus:
Intensitas modal = Rasio total aset tetap bersih πππ‘ππ ππ ππ‘ ππππ’π πβπππ
Model dan Teknik Analisis
Penelitian ini menerapkan teknik analisis regresi berganda (multiple regression) untuk mengetahui bagaimana hubungan antara pengungkapan CSR dan corporate governance terhadap tingkat agresivitas pajak. Berikut model persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini:
ππ΄πΊππ‘ = Ξ±0 + Ξ²1πΆππ πΌππ‘ + Ξ²2πΊπΆπΊππ‘+ Ξ²3πΆπΌππππ‘ + e
Keterangan:
ππ΄πΊππ‘ : Agresivitas pajak yang dihitung menggunakan proksi ETR
Ξ±0 : Konstanta
Ξ²1β5 : Koefisien
πΆππ πΌππ‘ : Pengungkapan CSR perusahaan i tahun ke-t πΊπΆπΊππ‘ : Corporate Governance
πΆπΌππππ‘ : Capital Intensity
e : error
Berdasarkan pengujian di atas, maka hipotesis bisa dikatakan diterima apabila nilai CSR, Corporate Governance, dan tingkat agresivitas pajak yang dihitung memakai ETR menunjukkan hasil yang tinggi atau menunjukkann nilai diatas 0,25. ETR dikatakan tinggi jika beban pajak lebih
besar dibanding pendapatan sebelum pajak sehingga indikasi adanya aktivitas agresivitas pajak rendah. Selain itu, hipotesis akan diterima jika koefisien CSR dan Corporate Governance menghasilkan nilai positif. Penjelasan yang diuraikan diatas akan selaras dengan penelitian yang membahas bahwa CSR dan Corporate Governance berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak.