• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Metode dan Analisis Data (Sosial) Rais Sonaji 13 Juni 2023

N/A
N/A
Rudy Yunianto

Academic year: 2025

Membagikan "2. Metode dan Analisis Data (Sosial) Rais Sonaji 13 Juni 2023"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PENGUMPULAN &

ANALISIS DATA SOSIAL

Rais Sonaji

Diklat Penyusun AMDAL (Hotel Savero Style, 13 Juni 2023)

KERJASAMA ANTARA PUSAT PENELITIAN LINGKUNGAN HIDUP, INSTITUT PERTANIAN BOGOR (PPLH-IPB University) DAN KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

REPUBLIK INDONESIA (KLHK-RI)

(2)

AMDAL DI INDONESIA (ESHIA)

Environmental Impact Asessement (EIA)

Social and Health Impact Asessement (SHIA)

ESHIA

Eco-System Social & Health System

Human Ecology

(3)

KA ANDAL RKL-RPL

❖ Proses Pelibatan Masyarakat Dalam Proses AMDAL → SPT Pengumuman & Konsultasi Publik.

❖Pelingkupan (DP, DPH, BWS, BWK dan Metode Studi)

❖Rona Awal → Focus pada DPH

❖Pengumpulan dan Analisis Data Sosial

❖Prakiraan Besar dan Sifat Penting Dampak Sosial

❖Evaluasi Dampak Penting Secara Holistik

❖Arahan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Sosial

❖Rencana

Pengelolaan

Lingkungan Hidup Aspek Sosial

❖Rencana

Pemantauan

Lingkungan Hidup Aspek Sosial

Muatan Aspek Sosial dalam Dokumen AMDAL

(4)

Aspek Sosial dalam AMDAL

❖ Aspek Demografi

❖ Aspek Sosial Ekonomi

❖ Aspek Sosial Budaya

(5)

▪ Komponen Demografi

▪ Struktur (komposisi & densitas),

▪ Perkembangan (pertumbuhan & mobilitas),

▪ Angkatan kerja (tkt partisipasi angkatan kerja (TPAK),

▪ Penduduk menurut tingkat pendidikan

▪ Tingkat Angka Pengangguran.

▪ Komponen Sosial – Ekonomi

▪ Ekonomi Rumah Tangga

▪ Ekonomi Sumber Daya Alam

▪ Ekonomi Lokal dan Regional

Aspek Sosial dalam AMDAL

(6)

▪ Komponen Sosial Budaya

▪ Budaya/ Adat Istiadat → perubahan nilai budaya, → kegalauan, atau

“gegar” budaya

▪ Proses Sosial → interaksi sosial (kerjasama, gotong royong, persaingan, konflik), akulturasi, kohesi

▪ Pranata Sosial → Kelembagaan sosial & ekonomi

▪ Warisan Budaya → terganggunya nilai-nilai budaya, terancamnya warisan budaya

▪ Pelapisan Sosial → Pendidikan, Pekerjaan, Ekonomi, Kekuasaan

▪ Kekuasaan dan Wewenang → Kepemimpinan Formal & Informal, kewenangan Formal & Informal, Sistem Pengambilan Keputusan dlm Masy., Pergeseran Pola Kepimpinan.

▪ Sikap dan persepsi masyarakat terhadap kegiatan pembangunan

▪ Pola Adaptasi Ekologi dan mekanisme Cooping

Aspek Sosial dalam AMDAL

(7)

- Karakteristik rencana/usaha dan/atau kegiatan → apakah rencana usaha dan/atau kegiatan beresiko tinggi ?

- Karakteristik lokasi (kota, desa, ekosistem rawa, hutan, pegunungan, pantai, gambut, kars, dll)

- Karakteristik sosial masyarakat (masyarakat urban, sub urban, desa, adat atau bukan, buruh, petani atau nelayan, mata pencaharian, tingkat pendapatan,

pendidikan, dll)

Hal-Hal Penting pada Kajian Aspek Sosial

dalam Studi AMDAL :

(8)

Hal-Hal Penting pada Kajian Aspek Sosial dalam Studi AMDAL :

Metode Pengumpulan Data

- Dampak sosial tidak tersebar secara merata → perlu metode yg kuat dalam penentuan & pengambilan

sampel.

- Mun (1979) sistematika pengumpulan data ekonomi terdiri dari : 1). pendekatan analisis data demografi, 2). analisis data ekonomi, 3). baseline survey, 4).

wawancara terstruktur, 5). RRA, 6). Pengamatan

Langsung, public hearing, dan oral history.

(9)

Hal-Hal Penting pada Kajian Aspek Sosial dalam AMDAL :

❑ Pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan kondisi lokal

Terutama untuk mencari alternatif & rekomendasi → apakah kegiatan dapat dilaksanakan atau tidak)

❑ Pemahaman terhadap permasalahan sosial yang akan muncul

Ketidakmampuan peneliti dalam menangkap “Isu Pokok”

dari suatu rencana usaha → kegagalan rekomendasi utk mitigasi permasalahan sosial yg akan timbul.

❑ Kesulitan dalam memberikan pembobotan dan tolok

ukur aspek sosial

(10)

Pendekatan Metode Sosial

Aspek Kajian Rona Lingkungan Prakiraan Dampak

Sosial Budaya Pendekatan Kualitatif Pendekatan Kualitatif

Kependudukan dan

Aspek Sosial Ekonomi Pendekatan Kuantitatif Pendekatan Kuantitatif

(11)

Metode Pengumpulan Data Sosial

Dalam studi AMDAL dibutuhkan:

“ Kecepatan ”

“ Fleksibelitas ”

“ Interdiciplinary-Transdiciplinary team ”

“ Evaluatif ” dan “ Proyektif ”

Dengan demikian studi AMDAL memerlukan metode:

Relevan, Timely, Cukup Teliti, Useable

“ Cost-effective ”

“ Triangulation ”

(12)

Kriteria Kuantitatif Pendekatan Kualitatif Jenis Data Primer & Sekunder Primer & Sekunder

Sumber Data Primer &

Sasaran Pengamatan Responden Informan

Teknik Sampling Random

Stratified Random

Systematic

Cluster

Multi Stages

(Syarat: Sampling Frame)

Purposive

Snowballing

Instrumen Pengumpulan Data Kuesioner (Daftar Pertanyaan) Peneliti & Panduan Wawancara

Metode Pengumpulan Data Wawancara dan Pengamatan Berstruktur

Indepth Interview FGD

Pengamatan Berpartisipasi

Pengumpulan Data

(13)

Tipe & Metode

Tipe Data Enumerasi

dan Sampel

Pengamatan Wawancara mendalam Distribusi

Frekuensi

Terbaik Tak memadai, tak efisien

Tidak

memadai, efisien

Kejadian, sejarah

Tak memadai, tak efisien

Terbaik Memadai, efisien

Norma dan Status

Memadai tak efisien

Memadai, tak efisien

Terbaik

(14)

Penggunaan Teknik & Proses Studi AMDAL

Proses Studi

Teknik Pelingkupan Rona Awal Prakiraan Evaluasi RKL-RPL Brainstorming X

Check List

Kunj. Lapang X X

Wawancara X X X X X

Penilaian Ahli X X X X

Argument by

Analogy X X X X

Skenario X

Survai X

Literatur X

Review X

FGD X X X X

Triangulasi X X X X X

Observasi X

Ethnography X X

(15)

Besar Sampling ?

Tergantung:

❑ Besar dan variasi populasi

❑ Teknik pengolahan data

❑ Presisi yg dikehendaki

❑ Ketersediaan waktu, dana, dan daya

(16)

Pemilihan Metode Sampling

Metode sampling yang sering digunakan dalam pelaksanaan penelitian berdasarkan sifat dan keberadaan populasi adalah:

❑ Sampling random yakni sampling acak atau bebas, metode random digunakan untuk penelitian sampling kalau keadaan atau ciri populasi bersifat seragam (homogen)

❑ Sampling strata yakni sampling bertingkat/lapis, metode ini digunakan untuk penelitian sampling , apabila kondisi populasi bervariasi/berlapis atau tidak seragam (heterogen)

❑ Sampling kuota yakni sampling terbatas atau dibatasi, metoda kuota

digunakan untuk penelitian , apabila jumlah populasi tidak diketahui (sifat populasi diabaikan)

❑ Non-sampling yakni dengan cara sensus, metode ini digunakan untuk meneliti bagi seluruh anggota populasi yang ditentukan.

(17)

RUMUS SLOVIN :

N n =

N (

2

) + 1

n = sample N = populasi

= nilai kritis (batas ketelitian) atau galat error (%)

17

Sumber : Seviilla, Consuello G., dkk (1993)

(18)

Populasi Batas – Batas Kesalahan (Margin Error)

± 1% ± 2% ± 3% ± 4% ± 5% ± 10%

500 * * * * 222 83

1500 * * 638 441 316 94

2500 * 1250 769 500 345 96

3000 * 1364 811 517 353 97

4000 * 1538 870 541 364 98

5000 * 1667 909 556 370 98

6000 * 1765 938 566 375 98

7000 * 1842 959 574 378 99

8000 * 1905 976 580 381 99

90000 * 1957 989 584 383 99

10000 5000 2000 1000 588 385 99

50000 8333 2381 1087 617 387 100

Ukuran Sampling & Batas Kesalahan

Keterangan : * Perlu selalu diingat bahwa asumsi distribusi normal dari populasi harus diketahui.

Bila perkiraan distribusi normal populasi kecil, maka rumus tersebut tidak dapat digunakan.

(19)

Ukuran Minimum Sampel yg Dapat Diterima Berdasarkan Tipe Penelitian

(Gay, L.R., 1976)

• Penelitian deskriptif → 10% dari populasi. Untuk populasi yg kecil minimal 20%.

• Penelitian korelasi → 30 subjek

• Penelitian ex post facto atau penelitian kausal komparatif → 15 subjek per kelompok

• Penelitian eksperimen → 15 subjek per kelompok.

Beberapa ahli percaya 30 subjek per kelompok

dapat dipertimbangkan sebagai ukuran minimum.

(20)

Stratifikasi (Pelapisan) Sosial

Atas

Menengah

Bawah

Stratifikasi berdasarkan : Tingkat Pendidikan, Mata Pencaharian, Tingkat Pendapatan, Kepemimpinan/Ketokohan, Kekuasaan,

(21)

Kriteria Penetapan Sampel Dalam Kajian AMDAL

• Lokasi

• Rencana proyek

• Warga yg akan terkena dampak → BS

• Warga yg sudah mengikuti konsultasi publik

• Potensi SDA dan lingkungan potensial yg terkena dampak → BE

• Sensitivitas respons masyarakat

• dll

(22)

Triangulasi

Triangulasi: kombinasi sumber data, tenaga peneliti, teori, dan metode.

Tipe Triangulasi:

❖ Triangulasi data: ragam sumber data

❖ Triangulasi peneliti: ragam latar belakang peneliti

❖ Triangulasi teori: ragam perspektif tafsir

❖ Trianguasi metode: ragam metode

(23)

“Triangulation”

Pendekatan/

Metode Data Sekunder

Kuantitatif

FGD

Indepth- Interview Pengamatan

Berpartisipasi Pengamatan

Terstruktur Wawancara

Terstruktur

Pengamatan Kelompok

Data

Statistik Laporan Riset

Dokumen Administratif

Sumber : Tonny F. (2011)

Kualitatif

(24)

“Triangulation”

Metode Analisis Analog – Penilaian Ahli

Statistik Matematik

Sumber : Tonny F. (2011)

(25)

“Triangulation”

Teknik Sampling

Cluster

Multi-stage Purposive

Sumber : Tonny F. (2011)

(26)

“Triangulation”

Sasaran Wawancara Responden

Kelompok Informan

Sumber : Tonny F. (2011)

(27)

Pengamatan

Pengumpulan data yang mengandalkan interaksi antara peneliti dan tineliti pada lingkungan

sosial yang diteliti:

a. Peneliti melihat, merasa, dan memaknai ragam peristiwa dan gejala sosial

b. Intersubyektivitas (peneliti dan tineliti

membentuk pengetahuan bersama-sama)

(28)

Pengamatan

(29)

Wawancara Terstrukur

a. Mengajukan pertanyaan yang sama kepada

sejumlah responden dengan jawaban yang sudah terkategori

b. Pewawancara tidak berhak memodifikasi pertanyaan c. Responden tak berhak

menjawab panjang lebar

➔ Diperlukan kuesioner → tipe pertanyaan

cenderung “tertutup”

(30)

Wawancara Mendalam

Lebih baik untuk:

a. Fokus penelitian sudah jelas

b. Peristiwa tidak terjangkau oleh peneliti (orang, waktu, tempat)

c. Kendala waktu, tak mungkin observasi

d. Pengalaman subyektif: riwayat hidup, pandangan Diperlukan panduan wawancara yg bersifat umum

& tipe pertanyaan terbuka → fokus pada aspek

apa yang ingin diketahui peneliti

(31)

Wawancara Mendalam

(32)
(33)

Diskusi Grup Terarah (Focus Group Discussion)

Perbandingan FGD dan In-Depth Interview

Lebih Cocok untuk : Keunggulan metode

FGD Mengidentifikasi norma kelompok

Mendapatkan informasi norma dan opini secara cepat

Mendapatkan opini tentang norma kelompok

Dinamika kelompok menstimulasi setiap anggota untuk aktif dalam pembahasan, reaksi.

Mengetahui keberagaman dalam sebuah populasi

In-depth Mendapatkan informasi tentang pengalaman individu atau

sejarah hidup, opini, perasaan

Mendapatkan informasi mendalam dengan ekspresi/perasaan dan kontradiksi

Topik yang sensitif Mendapatkan penjelasan pandangan.

Seseorang memandang melalui particular event, phenomena, dan kepercayaan (belief)

(34)

FGD Hak Ulayat Masy. Adat Papua

(35)

FGD Dengan Nelayan

(36)

FGD Dengan Tokoh Formal & Informal

(37)

FGD Dengan Pemerhati Lingkungan (LSM)

(38)

FGD dengan Nelayan & HNSI

(39)

Data Skunder

a. Bersumber dari berbagai instansi:

BPS --Monografi Desa, Kecamatan/Kabupaten dalam Angka dan sebagainya, Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja.

a. Perlu memeriksa mutu/validitas data

b. Perlu memeriksa definisi operasional masing-

masing variabel

(40)

Data Rona Awal

Komponen Lingkungan

Indikator Parameter Satuan Metode Pengumpulan Alat

Tingkat Pendapatan

Tingkat

Pendapatan Rumah Tangga per bulan.

- Pendapatan rumah tangga

- Tingkat upah

- Curahan tenaga kerja proyek

Rp/Kapita/tahun Rp/bulan

HOK

Studi

pustaka/wawancara/studi kasus.

Kuesioner

Tingkat Pengeluaran

Tingkat

Pengeluaran Rumah Tangga per bulan.

- Tingkat pengeluaran rumah tangga/tahun - Tingkat investasi - Tingkat konsumsi - Tabungan/ Saving

Rp/bulan/tahun Studi

pustaka/wawancara/studi kasus.

Kuesioner

Ketenagakerjaan - Kesempatan kerja - Tingkat

Pengangguran

- Tingkat kesempatan kerja

- Struktur tenaga kerja - Mobilitas tenaga kerja

Persentase (%) Studi pustaka/wawancara Kuesioner

Kependudukan - Karakteristik Penduduk

- Jumlah Penduduk - Komposisi Penduduk - Mobilitas Penduduk - Mata pencaharian

Jiwa/

Persentase (%)

Studi pustaka/wawancara Kuesioner

Persepsi Masyarakat

- Persepsi masyarakat terhadap proyek dan lingkungan

- Sikap dan tanggapan masyarakat terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan.

Persentase (%) Studi pustaka/konsultasi publik/wawancara

Kuesioner

Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)

- Jumlah/ angka potensi gangguan Kamtibmas di sekitar Pelabuhan di Utara Kalibaru.

- Tingkat kriminalitas - Tingkat pencurian - Jumlah & jenis Sengketa - Jumlah Konflik

Jumlah/Angka/

tahun

Studi pustaka/konsultasi publik/wawancara

Kuesioner

(41)

TABEL SKALA PENILAIAN PARAMETER SOSIO DEMOGRAFI

No Parameter Sosio Demografi Sangat Baik

(Skala 5)

Baik (Skala 4)

Sedang (Skala 3)

Buruk (Skala 2)

Sangat Jelek (Skala 1 ) 1 Crude Birt Rate(CBR) < 05/000 05 - 10/000 11 - 15/000 16 - 20/000 > 20/000 2 Crude Death Rate(CDR) < 04/000 04 - 06/000 07 - 09/000 10 - 12/000 > 12/000

3 Keseimbangan Sektor Pekerjaan < 20 20 - 40 41 - 60 61 - 80 81 - 100

4 Persentase Angkatan Kerja Menganggur (%) < 02 .02 - 04 .05 - 07 .08 - 10 > 10 5 Persentase Penduduk Lokal Menganggur (%) 0 - 20 21 - 40 41 - 60 61 - 80 81 - 100 6 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) (%) 81 - 100 61 - 80 41-60 21 - 40 0 - 20 7 Persentase Penduduk Umur > 10 Lulus SD (%) > 40 31 - 40 21 -30 .10 - 20 0 - 20 8 Persentase Kepadatan Penduduk

(Standar BPS 300 jiwa/ha) (%) 0 - 20 20 - 40 41 -60 61 - 80 81 -100

Sumber : BPS dan Handbook of Variabel of EIA

(42)

Analisis Data

a. Metode Formal

b. Metode Non- Formal

(43)

Proses Sirkuler Analisis Data

ANALISIS DATA

MENJELASKAN

KLASIFIKASI KETERKAITAN

(44)

Metode Formal

Model Matematik

Model dibangun berdasarkan model matematik yang dikonstruksikan secara induktif dari teori dan asumsi bekerjanya suatu kondisi sosial tertentu. Misal,

Model proyeksi

Model simulasi

Model analisa input–output (input-output analysis)

Model empiris (black box)

Umumnya untuk prakiraan: ekonomi & demografi.

(45)

Metode Formal

Contoh Prakiraan Dampak secara Formal

Prakiraan terhadap demografi

▪ Prakiraan kenaikan kepadatan penduduk

▪ Prakiraan penggusuran penduduk

Prakiraan terhadap perubahan produksi pertanian

Prakiraan terhadap peluang bekerja & berusaha

(46)

Contoh Metode Formal

Rumus Laju Pertumbuhan Penduduk :

(47)

Rasio Beban ketergantungan (Dependency Ratio ) (Mantra, 2000) P (0-14) + P (65+)

Rd = --- X 100 % P ( 15 – 64)

Dimana :

Rd = rasio beban ketergantungan (%)

P (0-14) = jumlah penduduk usia 0 – 14 tahun (jiwa) P (15-64)= jumlah penduduk usia 15 – 64 tahun (jiwa P (65+)= jumlah penduduk usia 65 tahun keatas (jiwa)

Contoh Metode Formal

(48)

Pendapatan dari sudut penerimaan:

I = TR = PUT + NPUT Dimana:

I = Pendapatan (Rp/tahun) TR = Total penerimaan

PUT = Penerimaan dari usahatani/nelayan

NPUT = Penerimaan dari luar usahatani/nelayan

Contoh Metode Formal

(49)

• Pendapatan dari sisi pengeluaran:

E = C + I + S Dimana:

E = Pengeluaran (Rp/tahun) I = Investasi

C = Konsumsi S = Tabungan

Contoh Metode Formal

Kesempatan Kerja (%) =

Kesempatan kerja yang tersedia dengan proyek tahap operasi

∑ Angkatan Tenaga kerja lokal yang tersedia di wilayah studi X 100%

(50)

• Estimasi kesejahteraan dari sisi pendapatan menggunakan pendekatan dari kriteria kemiskinan Sayogyo (1977) :

Psb = Pkt/Hbs

Dimana:

Psb = Pendapatan setara beras (Kg/kapita/tahun) Hbs = Harga beras setempat (Rp/kg)

Pkt = Pendapatan perkapita pertahun (Rp/kapita/tahun)

Sayogyo (1977) membangun kriteria kemiskinan yang dibagi menjadi 4 (empat) kriteria yaitu : 1). Sangat Miskin, jika pendapatan perkapita/tahun seseorang kurang dari 240 Kg setara beras, 2). Miskin, jika pendapatan perkapita/tahun seseorang antara 241 – 360 Kg setara beras, 3).

Kekurangan, jika pendapatan perkapita/tahun seseorang antara 361 – 480 Kg setara beras, dan 4). Tidak Miskin, jika pendapatan perkapita/tahun seseorang lebih dari 480 Kg setara beras.

Contoh Metode Formal

(51)

Metode Non Formal

Teknik memprakirakan dampak yang mengandalkan pada kemampuan profesional pakar ilmu-ilmu sosial. Kehandalan metode ini banyak ditentukan oleh:

Pengalaman empiris yang terhimpun pada pakar bersangkutan

Kemampuan analisis-sintesis secara logis dari pakar bersangkutan

Hasil prakiraan dapat bersifat kuantitatif

(52)

Metode Non-Formal

Metode ini digunakan manakala tidak ada metode

formal yang representatif dan atau tidak tersedia data yang dipersyaratkan oleh metode formal yang akan

digunakan.

Kesahihan metode non formal sangat tergantung pada kemampuan ahli/pakar yang menggunakannya.

Sehingga hasilnya tidak selalu lebih rendah dari

metode formal.

(53)

Penilaian Ahli

Meminta kepada seorang ahli

Meminta pendapat kepada lebih dari 1 (satu) orang ahli

Meminta pendapat kepada group para ahli/asosiasi pakar

Meminta kepada group para ahli untuk

menyepakati dan melembagakan konsensus yang dicapai

Metode Non-Formal

(54)

Prinsip Dasar Prakiraan Dampak

1. Dua macam kajian

Besar dampak lingkungan (magnitude of impact) → dimuat dalam Bab Prakiraan Dampak

Sifat penting dampak lingkungan (importance of

impact) → dimuat dalam Bab Prakiraan Dampak

(55)

Prakiraan Dampak Sosial

1. Harus dapat memprakirakan siapa yang terkena dampak.

“Berapa banyak” yang akan terkena dampak dan siapa kelompok/ golongan masyarakat yang terkena dampak.

2. Dalam bentuk apa terkena dampak → media transportasi limbah/emisi, media biologi

3. Berapa lama dampak berlangsung dan seberapa dalam intensitas dampak yang ditimbulkan

4. Apakah dampak dapat berbalik atau tidak ? 5. Apakah dampak dapat terakumulasi

6. Bila pelingkupan terfokus baik (isu pokok, potensi dam-ting

& batas sosial) serta pengumpulan dan analisis data

terarah; maka prakiraan dampak akan tajam dan analitis.

(56)

Pendekatan Prakiraan Besar Dampak

Besar Dampak diprakirakan menggunakan pendekatan

“Dengan dan Tanpa Proyek” (with & without project)

Kondisi lingkungan Kondisi lingkungan Prakiraan dampak = tanpa proyek di waktu dengan proyek di mendatang waktu mendatang

(57)

Prakiraan Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk ( jiwa/ Km ²)

Umur Proyek ( tahun )

T 1 T n

Kondisi Dgn Proyek

Kondisi Tanpa Proyek Area Besar

Dampak

(58)

Tahun Sawah irigasi

Teknis Tanam/ tahun Sawah tadah hujan

Tanam/

tahun

Produksi (ton/tahun)

Laju kenaikian

produksi/tahun Pangkat

Total Produksi

(Ton)

Tahun 1985 400 2 200 1 3 3000

Tahun 1986 400 2 200 1 3 1.03 1 3090

Tahun 1987 400 2 200 1 3 1.03 2 3183

Tahun 1988 400 2 200 1 3 1.03 3 3278

Tahun 1989 400 2 200 1 3 1.03 4 3377

Tahun 1990 400 2 200 1 3 1.03 5 3478

Tahun 1991 400 2 200 1 3 1.03 6 3582

Tahun 1992 400 2 200 1 3 1.03 7 3690

Tahun 1993 400 2 200 1 3 1.03 8 3800

Tahun 1994 400 2 200 1 3 1.03 9 3914

Tahun 1995 400 2 200 1 3 1.03 10 4032

Produksi Pertanian Padi Tanpa Proyek

PRAKIRAAN DAMPAK RENCANA PEMBANGUNAN INDUSTRI KERTAS

Sumber : Otto Soemarwoto, 2009

(59)

Tahun Sawah irigasi

Teknis Tanam/ tahun Sawah tadah hujan

Tanam/

tahun

Produksi (ton/tahun)

Laju kenaikian

produksi/tahun Pangkat

Total Produksi

(Ton)

Tahun 1985 400 2 200 1 3 3000

Tahun 1986 300 2 175 1 3 1.03 1 2395

Tahun 1987 300 2 175 1 3 1.03 2 2467

Tahun 1988 300 2 175 1 3 1.03 3 2541

Tahun 1989 300 2 175 1 3 1.03 4 2617

Tahun 1990 300 2 175 1 3 1.03 5 2695

Tahun 1991 300 2 175 1 3 1.03 6 2776

Tahun 1992 300 2 175 1 3 1.03 7 2859

Tahun 1993 300 2 175 1 3 1.03 8 2945

Tahun 1994 300 2 175 1 3 1.03 9 3034

Tahun 1995 300 2 175 1 3 1.03 10 3125

Produksi Pertanian Padi Dengan Proyek

Sumber : Otto Soemarwoto, 2009

(60)

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500

Produksi Pertanian (ton)

Prakiraan Dampak Pembangunan Industri Kertas Terhadap Produksi Pertanian

Produksi TP Produksi DP

Luas Proyek Industri Kertas = 150 ha, dan akan menempati lahan pertanian sbb;

1. Sawah Irigasi Teknis = 100 ha, sehingga luas sawah berkurang menjadi 300 hektar (ditanam padi 2x setahun);

2. Sawah tadah hujan = 25 ha, sehingga luas sawah berkurang menjadi 175 ha (ditanam padi 1x setiap tahun)

(61)

Prakiraan Besar Dampak Tingkat Kesempatan Kerja

(Tahap Konstruksi)

(62)

Prakiraan Besar Dampak Pengangguran

(Tahap Konstruksi dan Operasi )

(63)

Prakiraan Besar Dampak Tingkat Kesempatan Kerja

(Tahap Konstruksi & Operasi)

(64)

Contoh Perhitungan Prakiraan Dampak dengan Excel

Diolah dari Otto Soemarwoto, 1999 (Halaman 183-211)

(65)

Prakiraan (Besar) Dampak

Umur Proyek Pendapatan

setara beras (kg/jiwa/thn)

Kondisi dengan proyek

Area Besar Dampak

Proyek B Dimulai

O4 A

Kondisi tanpa proyek

250 320

O5 B

C

0 T1 T3

350

T2 O1

O2 O3

Area Besar Dampak

(66)

Selisih “dengan”

& “tanpa proyek”

Masyarakat Xp pada kondisi tanpa proyek P

Masyarakat Xp

dengan proyek P

Proyek P

Masyarakat Xp pada kondisi tanpa proyek P

Masyarakat Xp pada kondisi tanpa proyek P

Saat lalu Saat penyusunan ANDAL

Masyarakat Xp dgn proyek P

Prakiraan Dampak

Masa mendatang

Proyek serupa yang sedang berjalan

(67)

Kriteria Sifat Penting (SK Ka Bapedal No. 056/1994) : 1. Jumlah Manusia Yg Terkena Dampak :

Penting : tidak Menerima manfat ≥ Penerima manfaat 2. Luas Wilayah Persebaran dampak

Penting : adanya wilayah yg mengalami perubahan mendasar dari segi intensitas, tidak berbaliknya, kumulatif dampak.

3. Intensitas dan Lamanya Dampak Berlangsung

Intensitas : perubahan yg timbul bersifat hebat/ drastis, serta berlangsung di areal yg relatif luas dan dalam kurun waktu yg singkat.

Penting : - merusak/ memusnahkan benda bersejarah bernilai tinggi - menimbulkan konflik dengan masyarakat/ pemerintah, atau konflik di kalangan masyarakat

Lamanya Dampak Berlangsung

Penting : - jika dampak bersifat penting dari segi intensitas, berbalik atau tidak berbaliknya dampak, kumulatif dampak, berlangsung dalam satu tahapan atau lebih.

Prakiraan Sifat Penting Dampak

(68)

4. Banyaknya Komponen Lingkungan Lain Yang Terkena Dampak

Penting : menimbulkan dampak sekunder/ lanjutan ≥ dampak primer

5. Sifat Kumulatif Dampak Penting :

- Dampak berulang kali, terus menerus, bertumpuk pada suatu ruang, dan dalam waktu tertentu tidak dapat diasimilasi oleh lingkungan sosial

- Dampak dari berbagai sumber kegiatan saling memperkuat (sinergik)

6. Berbalik atau Tidak Berbaliknya Dampak Penting : Perubahan tidak dapat dipulihkan

Prakiraan Sifat Penting Dampak

(69)

Kegiatan Pembangunan Terminal Penerimaan LNG Terapung (FSRU) Lampung

Tahap Pra Konstruksi Tahap Pra Konstruksi

Proses Perijinan Sosialisasi Kegiatan Pengadaan Lahan Penerimaan & Pelepasan Tenaga Kerja Mobilisasi & Demobilisasi Alat Berat & Material Penyiapan Lahan (Offshore & Onshore) Konstruksi Tempat Penambatan FSRU Konstruksi Pipa Offshore Konstruksi Pipa Onshore Konstruksi Penunjang di Darat

Tahap Operasi

Operaional & Pemeliharaan FSRU Operaional & Pemeliharaan Pipa Operaional & Pemeliharaan Fasilitas Penunjang

Tahap Pasca Operasi

Penonaktifan FSRU & Jaringan Pipa Demobilisasi Tenaga Kerja

Perubahan Persepsi Masyarakat Gangguan Aktivitas Nelayan Perubahan Kesempatan

Kerja & Peluang Berusaha

Perubahan Tingkat Pendapatan Potensi Timbulnya

Keresahan Sosial

Peningkatan Kebisingan Dampak Primer

Dampak Skunder

Dampak Tertiers (+/- P)

(+/- P) ( - P)

( + P)

( - P)

( - P)

(70)

Terima Kasih

Gambar

TABEL  SKALA PENILAIAN                                PARAMETER  SOSIO  DEMOGRAFI

Referensi

Dokumen terkait