• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Proses dan Analisis Hasil Pelibatan Masyarakat Rais Sonaji 13 Juni 2023

N/A
N/A
Rudy Yunianto

Academic year: 2025

Membagikan "1. Proses dan Analisis Hasil Pelibatan Masyarakat Rais Sonaji 13 Juni 2023"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

Proses dan Analisis Hasil Pelibatan Masyarakat

Rais Sonaji

Diklat Penyusun Amdal (Savero Style, 13 Juni 2023)

KERJASAMA ANTARA PUSAT PENELITIAN LINGKUNGAN HIDUP, INSTITUT PERTANIAN BOGOR (PPLH-IPB University) DAN KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

REPUBLIK INDONESIA (KLHK-RI)

(2)

Pokok Materi

 Pengertian

 Landasan Hukum

 Maksud dan Tujuan

 Prinsip Dasar Pelaksanaan

 Pengertian

 Masyarakat berkepentingan

 Keterlibatan masyarakat dalam AMDAL

 Hak & Kewajiban [masyarakat, pemrakarsa, pemerintah]

 Mekanisme dan Teknik Pelibatan Masyarakat

(3)

Gambaran masalah sosial…..

Sumber Gambar : Indra Shalihim

http://store.tempo.co/ http://tempophoto.com

(4)

Sumber : rimanews.com

Sumber : kabarbisnis.com

http://walhibangkabelitung.blogspot.com

Sumber : radarbangka.com

(5)

Sumber : http://romeltea.wordpress.com/tolak-pltsa/

(6)

Sumber : http://newsliputan6.com

Sumber : http://cityseru.com

(7)

Sumber : sosialnews.com

Sumber : liputan6.com Sumber : lplasa.msn.com

Sumber www.mongabay.com

(8)

Sumber : merdeka.com Sumber : smartedutainment.com

(9)

Sindrom NIMBY

 Wanted Facilities

 Unwanted Facilities

- Contoh : Sampah B3, PLTN, Proyek Uranium, Kawawan Industri

NIMBY → Not In My Back Yard !

(10)

Pradigma Pembangunan Masyarakat

 Paradigma pembangunan masyarakat (community

development) → tuntutan publik bukan pengambilan keputusan yg rasional, tapi transparan/terbuka.

 Issu pokok → nilai dan etik (apa yg baik), dan keadilan (siapa memperoleh apa).

 Fokus kepada kebutuhan, sikap, kepercayaan & nilai dari warga masyarakat yg scr potensial terkena

dampak.

Sumber : Lang & Armour, 1980.

(11)

Tiga Pilar Partisipasi Publik

1. Hak untuk mengetahui (right to know)

2. Hak untuk berperan serta (right to participate)

3. Akses untuk memperoleh keadilan (acces to justice)

Perencanaan Transaktif → perencanaan yg menyangkut kepentingan publik → proses politik yg melibatkan

masyarakat melalui proses DIALOG.

(12)

Pengertian

Public participation may be defined as the involvement of individuals and groups that are positively or negatively affected by a proposed intervention (e.g., a project, a program, a plan, a policy) subject to a decision-making process or are interested in it. Levels of participationin IA vary, from passive participation or information reception (a unidirectional form of

participation), to participation through consultation (such as public hearings and open-houses), to interactive participation (such as workshops,

negotiation, mediation and even co-management). Different levels of PP may be relevant to the different phases of an IA process, from initial

community analysis and notice of the proposed intervention, to approval decision making, to monitoring and follow-up.

(André, P., B. Enserink, D. Connor and P. Croal, 2006)

(13)

PENGELOLAAN LINGKUNGAN

(Ps 10 UU 32/2009)

Pengelolaan LH harus memperhatikan:

 Keragaman karakter dan fungsi ekologis

 Sebaran penduduk

 Sebaran potensi sumber daya alam

 Kearifan lokal

 Aspirasi masyarakat

 Perubahan iklim

(14)

Landasan Hukum

 UU No.32 Tahun 2009

 Pasal 2 huruf k :

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

dilaksanakan berdasarkan asas : ……….. k. partisipatif.

Penjelasan huruf k pasal 2 UU 32/2009:

“...setiap anggota masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dan

pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung”

Pasal 25 UU 32/2009 huruf c:

“Dokumen amdal memuat...c. Saran masukan serta

tanggapan masyarakat terhadap rencana usaha dan/atau

kegiatan....”

(15)

Landasan Hukum

 UU No.32 Tahun 2009

 Pasal 26: (1) Disusun oleh pemrakarsa dgn melibatkan masyarakat

 Pasal 26: (2) pemberian informasi scr tranparan & lengkap sebelum kegiatan dimulai

 Pasal 26: (3) masyarakat yg dimaksud adalah masyarakat : 1. terkena dampak langsung,

2. pemerhati lingkungan hidup dan/atau,

3. terpengaruh atas segala bentuk keputusan yg dalam

proses AMDAL.

(16)

Landasan Hukum

 Peraturan Pemerintah 27/2012 :

 Pasal 9: ayat 1 : masyarakat yg dimaksud adalah masyarakat :

1. terkena dampak langsung,

2. pemerhati lingkungan hidup dan/atau,

3. terpengaruh atas segala bentuk keputusan yg dalam proses AMDAL.

 Pasal 9 ayat 2 : pengikutsertaan masyarakat → pengumuman & konsultasi publik

 Pasal 9 ayat 3 :dilakukan sebelum penyusunan Dok. KA- ANDAL

 Pasal 9 ayat 4 : SPT jangka waktu 10 hari.

 Pasal 9 ayat 5 : SPT secara tertulis kepada Menteri,

Gubernur, Bupati/Walikota.

(17)

Landasan Hukum

Permen LH No. 17/2012 : Pelibatan Masyarakat dalam :

❑ Proses penyusunan AMDAL

❑ Proses Izin Lingkungan

Tujuan Pelibatan Masyarakat :

1. Masyarakat memperoleh informasi ttg Rencana Kegiatan

2. Masyarakat dpt menyampaikan SPT

3. Masyarakat terlibat dalam pengambilan keputusan kelayakan lingkungan

4. Menyampaikan SPT atas proses Izin Lingkungan

(18)

1. Masyarakat terkena dampak adalah masyarakat yang berada

dalam batas wilayah studi amdal (yang menjadi batas sosial) yang akan merasakan dampak dari adanya rencana usaha dan/atau

kegiatan, terdiri dari masyarakat yang akan mendapatkan manfaat dan masyarakat yang akan mengalami kerugian;

2. Masyarakat pemerhati lingkungan adalah masyarakat yang tidak terkena dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, tetapi mempunyai perhatian terhadap rencana usaha dan/atau

kegiatan tersebut, maupun dampak-dampak lingkungan yang akan ditimbulkannya.

3. Masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses Amdal adalah masyarakat yang berada di luar

dan/atau berbatasan langsung dengan batas wilayah studi amdal yang terkait dengan dampak rencana usaha dan/atau kegiatan;

Masyarakat yang dilibatkan :

(19)

Pemangku kepentingan AMDAL :

❑ Pemerintah

❑ LSM/Ornop

❑ Masyarakat

❑ Pemrakarsa

Peran Masing - Masing Pemangku

Kepentingan AMDAL

(20)

Prinsip Dasar Pelaksanaan

1. Kesetaraan posisi diantara pihak-pihak yang terkait 2. Transparasi informasi rencana usaha kegiatan

3. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan

3. Penyelesaian masalah dengan pendekatan musyawarah yang bersifat adil dan bijaksana

4. Koordinasi, komunikasi, dan kerjasama dikalangan pihak- pihak yang terkait

5. Melibatkan perwakilan semua golongan laki-laki, perempuan 6. Bersifat mendidik dan membangun kesepahaman dengan

menghormati nilai-nilai, norma dan hukum yg berlaku di masyarakat

7. Proses pelibatan masyarakat terdokumentasi dengan baik

utk perbaikan studi dan pengambilan keputusan

(21)

Tujuan Pelibatan Masyarakat dalam Proses AMDAL

& Izin Lingkungan :

1. Masyarakat mendapatkan informasi mengenai rencana usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting

terhadap lingkungan;

2. Masyarakat dapat menyampaikan saran, pendapat

dan/atau tanggapan atas rencana usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan;

3. Masyarakat dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan rekomendasi kelayakan atau

ketidaklayakan atas rencana usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan;

4. Masyarakat dapat menyampaikan saran, pendapat

dan/atau tanggapan atas proses izin lingkungan;

(22)

MULAI

PENGUMUMAN PENAPISAN

PELINGKUPAN KONSULTASI

MASYARAKAT

SELESAI PENYUSUNAN ANDAL, RKL dan RPL

PARTISIPASI MASYARAKAT (melalui Wakil-nya)

KESEPAKATAN KA-ANDAL

KEPUTUSAN KELAYAKAN atas ANDAL, RKL

dan RPL

Keterlibatan Masyarakat dalam Proses AMDAL

Informasi &

SPT

Anggota Komisi

Kepka BAPEDAL No. 08 Tahun 2000

(23)

MULAI

PENGUMUMAN PENAPISAN

PELINGKUPAN KONSULTASI

MASYARAKAT

SELESAI PENYUSUNAN ANDAL, RKL dan RPL

PARTISIPASI MASYARAKAT (melalui Wakil-nya)

KESEPAKATAN KA-ANDAL

KEPUTUSAN KELAYAKAN ANDAL, RKL-RPL

Keterlibatan Masyarakat dalam Proses AMDAL

Informasi &

SPT

Anggota Komisi

PP No. 22 Tahun 2021

(24)

Warga yang Berkepentingan

Warga masyarakat pemerhati lingkungan Warga masyarakat yang

terkena dampak

• Bermukim dekat proyek

• Terkena pencemaran lingkungan

• Proses sosial, kepen- tingan & manfaat sosek- bud mengalami peru- bahan (dampak sosial)

Batas sosial dapat digambar di peta

• Bermukim dekat proyek

• Tidak terkena pencema- ran lingkungan, dan/atau

• Proses sosial, kepen- tingan & manfaat sosek- bud mengalami peru- bahan (dampak sosial)

• Bermukim jauh dari proyek

• Tidak terkena pencema- ran lingkungan

• Berkepentingan dgn perubahan ekologi/

lingkungan hidup

Batas sosial tidak dapat digambar di peta

Batas Sosial

Kepka BAPEDAL No. 08 Tahun 2000

(25)

Masyarakat Yang Dilibatkan

Warga masyarakat yang terkena dampak

Masyarakat yang berada dalam batas wilayah studi amdal (yang menjadi batas sosial) yang akan merasakan dampak dari adanya rencana usaha dan/atau kegiatan, terdiri dari masyarakat yang akan mendapatkan manfaat dan masyarakat yang akan mengalami kerugian;

Masyarakat Pemerhati Lingkungan

masyarakat yang tidak terkena dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, tetapi mempunyai perhatian terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan

tersebut, maupun dampak-dampak

lingkungan yang akan ditimbulkannya.

Masyarakat yang Terpengaruh Atas Segala Bentuk Keputusan Dalam

Proses AMDAL masyarakat yang berada di luar

dan/atau berbatasan langsung dengan batas wilayah studi amdal yang terkait dengan dampak rencana usaha dan/atau kegiatan

Batas sosial dapat

digambar di peta Batas sosial tidak dapat digambar di peta

Permen LH No.17 Tahun 2012

(26)

PELAKU USAHA

Konsultasi Publik

(Lokakarya, Seminar, FGD, temu warga, dengar pendapat, dialog

interaktif, metoda lain)

MASYARAKAT TERKENA DAMPAK LANGSUNG 1. Mendapat manfaat

(dampak +)

2. Mengalami Kerugian (dampak -)

BATAS WILAYAH STUDI

3. Pemerhati Lingkungan

Masyarakat yang rentan (vulnerable group)

Masyarakat adat (indigenous people)

Kesetaraan gender

Sebelum mendapat IL

Setelah mendapat IL

Sebelum, bersamaan atau sesudah pengumuman

PENGISIAN FORMULIR KA

SPT

Tertulis

OSS

Dokumentasi

KETENTUAN PASAL 8-14

P.26 Tahun 2018

(27)
(28)
(29)

Penilaian Dokumen Addendum Andal dan RKL-RPL Tipe A Wajib

Melibatkan Masyarakat (Lampiran V PP No. 22 Tahun 2021)

(30)

Pengumuman Rencana Usaha dan/atau kegiatan

1. Pihak yang akan melakukan pengumuman: Pemrakarsa 2. Muatan, Media dan Durasi Pengumuman (10 hari kerja);

3. Penyampaian, penerimaan dan dokumentasi SPT masyarakat

Muatan Pengumuman

1. Nama dan alamat pemrakarsa;

2. Lokasi dan luas rencana usaha dan/atau kegiatan,

3. Jenis usaha dan/atau kegiatan;

4. Produk yang dihasilkan

5. Dampak potensial yang akan timbul

6. Tanggal pengumuman tersebut mulai dipasang dan batas waktu pemberian saran, pendapat, dan tanggapan (SPT) dari masyarakat

7. Nama dan alamat pemraksarsa dan instansi lingkungan hidup yang menerima saran, pendapat, dan tanggapan dari warga masyarakat

Media Pengumuman

Media cetak antara lain berupa surat kabar lokal dan/atau surat kabar

nasiona, lbrosur, pamflet,;

Papan pengumuman kantor

instansi yang bertanggung jawab di tingkat; pusat dan/atau daerah;

Media elektronik antara lain melalui televisi, website, jejaring sosial, sms dan/atau radio;

Pusat dan/atau tempat pengumuman resmi yang

ditetapkan dan diatur oleh instansi lingkungan hidup; dan/atau

Media lain yang dapat digunakan

Sumber : KLH, 2012

(31)

No Ketentuan Kepka BAPEDAL No. 08/2000 Permen LH. N0.17 Tahun 2012 1. Ruang lingkup

pengaturan

Keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi dalam Proses Amdal

• Pengumuman

• Konsultasi publik

• Wakil masyarakat terkena dampak

1) Keterlibatan masyarakat dalam Amdal

• Pengumuman

• Konsultasi publik

• Wakil masyarakat terkena dampak

2) Keterlibatan masyarakat dalam izin lingkungan

• Pengumuman 2. Kelompok

Masyarakat

Masyarakat yang

berkepentingan adalah

masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam Amdal terdiri dari:

1. Masyarakat terkena dampak 2. Masyarakat pemerhati

1. Masyarakat terkena dampak 2. Masyarakat pemerhati

3. Masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam Amdal

Perbandingan antara Keputusan Kepala BAPEDAL No. 08/2000

dan Permen LH No.17 Tahun 2012

(32)

No Ketentuan Kepka BAPEDAL No. 08/2000 Permen LH No.17 Tahun 2012

3 Struktur Peraturan

1. Pendahuluan

Maksud dan Tujuan;

Prinsip Dasar Pelaksanaan

Pengertian 2. Hak dan Kewajiban

Hak-hak warga masyarakat

Kewajiban Instansi yang bertanggung jawab

Kewajiban Pemrakarsa

3. Tata Cara Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Amdal

Tahap Persiapan Penyusunan AMDAL;

Tahap Penyusunan KA- ANDAL

Tahap Penilaian KA-ANDAL;

Tahap Penilaian ANDAL, RKL dan RPL

1. Pendahuluan

Latar Belakang

Tujuan

Pengertian Umum

2. Tata Cara Pengikursertaan Masyarakat dalam Proses Amdal

Masyarakat yang diikutsertakan dalam Proses Amdal

Pengumuman

Pelaksanan Konsultasi Publik

Penetapan wakil masyarakat terkena dampak

3. Tata Cara Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Permohonan dan Penerbitan izin Lingkungan

Umum

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan;

Pengumuman terhadap Izin Lingkungan yang sudah Diterbitkan

Perbandingan antara Keputusan Kepala BAPEDAL No. 08/2000 dan Permen LH No.17 Tahun 2012

Sumber : KLH, 2012

(33)

No Ketentuan Kepka BAPEDAL No. 08/2000 Permen LH No.17 Tahun 2012 4. Pengumuman

dalam Proses Amdal

Pihak yang bertanggung jawab : Pemerintah dan Pemrakrasa

Muatan: hampir sama

Media:

Pemerintah: Surat kabar, papan pengumuman, media elektronik dan Pusat

pengumuman resmi

Pemrakarsa: Papan

pengumuman dan media lain yang relevan

Bahasa: Bahasa Indonesia;

Durasu: 30 hari

Penyampian SPT: Ke

Pemrakarsa dan Pemerintah

Pihak yang bertanggung jawab : Pemrakarsa;

Muatan: hampir sama

Media: Wajib: surat kabar nasional dan/atau lokal dan Papan Pengumuman di

sekitar lokasi, Pilihan: brosur, media elektronik dan media lainnya;

Bahasa: Bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang mudah dipahami oleh masyarakat lokal.

Durasi: 10 hari;

Penyampaian SPT: ke

Pemrakarsa dan Pemerintah

Perbandingan antara Keputusan Kepala BAPEDAL No. 08/2000

dan Permen LH No.17 Tahun 2012

(34)

No Ketentuan Kepka BAPEDAL No.

08/2000

Permen LH No.17 Tahun 2012 5. Konsultasi

Publik dalam Proses Amdal

Pihak yang bertanggung jawab: Pemrakarsa;

• Persiapan: Memberikan informasi kepada

masyarakat

Pelaksanaan

Konsulatasi Publik:

muatan informasi yang disampaikan

Pihak yang bertanggung jawab:

Pemrakarsa

Persiapan: Pemrakarsa

berkoordinasi dengan pihak terkait dan tokoh masyakat, informasi kepada publik;

Pelaksanaan Konsultasi Publik:

secara jelas dan sistematis

dijuraikan metode konsultasi publik, muatan informasi yang disampaikan, hak masyarakat untuk

menyampaikan SPT dan tindak lanjut konsultasi publik;

Konsultasi Publik: forum untuk mememilih dan menetapkan wakil masyarakat terkena dampak yang akan duduk dalam KPA

Perbandingan antara Keputusan Kepala BAPEDAL No. 08/2000 dan Permen LH N0.17 Tahun 2012

Sumber : KLH, 2012

(35)

No Ketentuan Kepka BAPEDAL No.

08/2000

Permen LH No.17 Tahun 2012 6. Penetapan

Masyarakat terkena dampak yang akan

duduk dalam KPA

Prosedur:

Proses pemilihan:

Masyarakat terkena dampak memilih sendiri wakil-wakil mereka yang akan duduk dalam KPA;

• Jumlah wakil masyarakat terkena dampak: tidak disebutkan;

• Surat persetujuan;

• Peran wakil masyarakat terjkena dampak

Prosedur:

Proses pemilihan: Masyarakat terkena dampak memilih sendiri

wakil-wakil mereka yang akan duduk dalam KPA. Pemilihan dilakukan pada saat konsultasi publik;

• Jumlah wakil masyarakat terkena dampak: ditetapkan secara

proporsional dengan sesuai dengan aspirasi atau jumlah, atau ditetapkan secara musyawarah;

• Surat persetujuan

• Pemrakarsa mengkomunikasikan hasil pemilihan dan penetapan wakil masyarakat terkena dampak kepada KPA;

• Peranan wakil masyarakat terkena dampak

Sumber : KLH, 2012

Perbandingan antara Keputusan Kepala BAPEDAL No. 08/2000

dan Permen LH No.17 Tahun 2012

(36)

No Ketentuan Kepka BAPEDAL No. 08/2000

Permen LH No.17 Tahun 2012 7. Pengumuman

permohonan izin lingkungan

tidak ada ketentuan yang mengatur (Izin lingkungan belum ada/dikenal)

• Pihak yang bertanggung jawab: Pemerintah (Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota) &

delegasinya;

• Muatan pengumuman (Rencana usaha dan/atau kegiatan wajib Amdal atau UKL- UPL);

• Media:: multimedia dan papan pengumuman di dekat lokasi;

• Bahasa: Bahasa Indonesia dan bahasa daerah;

• Waktu dan durasui: untuk wajib Amdal dan wajib UKL-UPL;

• Proses penyampaian SPT 8. Pengumuman

izin lingkungan yang diterbitkan

Tidak ada ketentuan yang mengatur (Izin lingkungan belum dikenal/ada)

• Pihak yang bertanggung Pemerintah

(Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota) &

delegasinya

• Media: mass media dan/atau multimedia;

• Masyarakat dapat mengajukan

keberatan/gugatan terhadap izin lingkungan melalui PTUN sesuai dengan PUU PTUN.

Sumber : KLH, 2012

Perbandingan antara Keputusan Kepala BAPEDAL No. 08/2000

dan Permen LH No.17 Tahun 2012

(37)

Pengumuman Rencana Usaha dan/atau kegiatan

1. Pihak yang akan melakukan pengumuman: Pemrakarsa 2. Muatan, Media dan Durasi Pengumuman (10 hari kerja);

3. Penyampaian, penerimaan dan dokumentasi SPT masyarakat

Muatan Pengumuman

1. Nama dan alamat pemrakarsa;

2. Lokasi dan luas rencana usaha dan/atau kegiatan,

3. Jenis usaha dan/atau kegiatan;

4. Produk yang dihasilkan

5. Dampak potensial yang akan timbul

6. Tanggal pengumuman tersebut mulai dipasang dan batas waktu pemberian saran, pendapat, dan tanggapan (SPT) dari masyarakat

7. Nama dan alamat pemraksarsa dan instansi lingkungan hidup yang menerima saran, pendapat, dan tanggapan dari warga masyarakat

Media Pengumuman

Media cetak antara lain berupa surat kabar lokal dan/atau surat kabar

nasiona, lbrosur, pamflet,;

Papan pengumuman kantor

instansi yang bertanggung jawab di tingkat; pusat dan/atau daerah;

Media elektronik antara lain melalui televisi, website, jejaring sosial, sms dan/atau radio;

Pusat dan/atau tempat pengumuman resmi yang

ditetapkan dan diatur oleh instansi lingkungan hidup; dan/atau

Media lain yang dapat digunakan

Sumber : KLH, 2012

(38)

HASIL KONSULTASI MASYARAKAT YANG PERLU DILAMPIRKAN DALAM DOKUMEN KA-ANDAL

 Pengumuman di Media Massa (Surat Kabar, Pamflet, Papan Pengumuman, dsb).

 Daftar hadir konsultasi publik

 Berita acara konsultasi publik

 Notulensi hasil konsultasi publik.

 Surat persetujuan warga ttg wakil masy. yg duduk di KPA.

 Dokumentasi kegiatan konsultasi publik (Photo,

rekaman audio dan/atau video).

(39)

Keterlibatan Masyarakat dalam Amdal

Pemrakarsa, dalam menyusun dokumen Amdal melibatkan masyarakat:

• Masyarakat terkena dampak;

• Pemerhati lingkungan hidup

• Yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses Amdal

Pengumuman Konsultasi Publik

10 HARI KERJA

• Pelibatan masyarakat dilakukan sebelum penyusunan Dok. KA- ANDAL

1 2

• Saran, pendapat, dan tanggapan (SPT) disampaikan secara tertulis kepada Pemrakarsa, Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota

Sumber : KLH, 2012

(40)
(41)

Pengumuman di Media Massa& Konsultasi Publik

41

(42)

Media Pengumuman : Pamflet

(43)

Pelaksanaan Konsultasi Publik

1. Pihak yang melakukan konsultasi publik:

• Pemrakarsa

• Targetnya 3 kelompok masyarakat

2. Muatan informasi dan bentuk Konsultasi Publik Muatan Informasi Konsultasi Publik

1. Nama dan alamat pemrakarsa;

2. Jenis rencana usaha dan/atau Kegiatan;

3. Skala/besaran rencana usaha dan/atau kegiatan 4. Lokasi dan luas rencana usaha dan/atau kegiatan

dilengkapi dengan Informasi Perihal Batas

Administratif Terkecil Dari Lokasi Tapak Proyek dan peta tapak proyek

5. dampak lingkungan yang berpotensi akan timbul (catatan: dampak potensial dari judgement awal pemrakarsa) dengan adanya rencana usaha dan/atau kegiatan;

6. Komponen lingkungan yang sangat penting diperhatikan (i.e. nilai budaya, ekologis, social ekonomi, pertahanan dll) karena akan terkena dampak;

Bentuk Konsultasi Publik

Konsultasi publik dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dengan

mengunakan cara dan metode yang dapat secara efektif dan efisien

menjaring SPT masyarakat seperti:

1. Lokakarya, 2. Seminar,

3. Focus group discussion, dan 4. Temu warga,

5. Forum dengar pendapat, 6. Dialog interaktif

7. Metode lain yang dapat dipergunakan untuk

berkomunikasi secara dua arah

(44)

Penetapan Wakil Masyarakat Terkena Dampak dalam Komisi Penilai Amdal

1. Masyarakat terkena dampak memilih dan menetapkan sendiri wakilnya yang duduk sebagai anggota komisi penilai Amdal;

2. Pemilihan dan penetapan wakil masyarakat tersebut dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan konsultasi publik;

3. Jumlah wakil masyarakat terkena dampak yang dipilih dan ditetapkan untuk duduk sebagai anggota komisi penilai amdal ditetapkan secara proporsional dan mewakili aspirasi masyarakat yang diwakilinya dalam persoalan lingkungan hidup;

4. Hasil penetapan wakil masyarakat tersebut dituangkan dalam bentuk surat persetujuan/surat kuasa yang ditandatangani oleh masyarakat yang diwakili berupa penetapan wakil masyarakat yang akan duduk sebagai anggota komisi penilai Amdal;

5. Pemrakarsa mengomunikasikan hasil penetapan wakil masyarakat sebagaimana dimaksud dalam angka 4 kepada sekretariat komisi penilai Amdal sesuai dengan kewenangannya;

6. Wakil masyarakat terkena dampak wajib:

• melakukan komunikasi dan konsultasi rutin dengan masyarakat terkena dampak yang diwakilinya; dan

• menyampaikan aspirasi masyarakat terkena dampak yang diwakilinya dalam

rapat komisi penilai Amdal

(45)

1. Nama dan alamat pemohon izin lingkungan;

2. Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan;

3. Skala/besaran dari rencana usaha dan atau kegiatan;

4. Lokasi rencana dan usaha dan atau kegiatan;

5. Informasi mengenai cara mendapatkan dokumen Amdal (Kerangka

Acuan yang telah diberikan persetujuan, draft Andal dan RKL-RPL) yang berupa:

a. Informasi perihal tempat dimana masyarakat dapat memperloleh dokumen amdal yang akan diajukan

b. Tautan (link) dokumen Amdal (KA, Andal dan RKL-RPL) yang dapat diunduh (download) oleh masyarakat atau informasi Dokumen

Amdal lengkap yang dapat diakses oleh masyarakat;

6. Tanggal pengumuman tersebut mulai dipasang dan batas waktu pemberian saran, pendapat, dan tanggapan (SPT) dari masyarakat 7. Nama dan alamat instansi lingkungan hidup yang menerima saran,

pendapat, dan tanggapan dari warga masyarakat

8. Nama dan Alamat wakil masyarakat dan organisasai lingkungan hidup yang akan duduk sebagai wakil anggota Komisi Penilai AMDAL.

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan untuk Rencana

Usaha dan/atau Kegiatan wajib Amdal

(46)

Muatan Pengumuman

1. nama dan alamat pemohon izin lingkungan;

2. jenis rencana usaha dan/atau kegiatan;

3. skala/besaran dari rencana usaha dan/atau kegiatan;

4. lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan;

5. informasi mengenai cara mendapatkan formulir UKL- UPL yang telah diisi oleh pemrakarsa yang berupa:

a) informasi perihal tempat dimana masyarakat dapat memperoleh formulir UKL-UPL yang telah diisi oleh pemrakarsa yang akan diajukan untuk dilakukan penilaian atas permohonan izin

lingkungannya; dan/atau

b) tautan (link) formulir UKL-UPL yang telah diisi oleh pemrakarsa yang dapat diunduh (download) oleh masyarakat;

6. tanggal pengumuman tersebut mulai dipasang dan batas waktu pemberian saran, pendapat, dan

tanggapan (SPT) dari masyarakat;

7. nama dan alamat instansi lingkungan hidup yang

menerima saran, pendapat, dan tanggapan dari warga masyarakat.

Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Wajib UKL-UPL

MEDIA PENGUMUMAN

• multimedia yang secara efektif dan efisien dapat menjangkau masyarakat, antara lain website; dan

• papan pengumuman di lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat terkena dampak

Penerimaan

SPT: 3 Hari

(47)

MENGAPA HARUS KONSULTASI DENGAN MASYARAKAT ?

 Masyarakat memang patut berkesempatan turut berpartisipasi dlm kegiatan yg dpt mempengaruhi nasibnya.

 Masyarakat adalah tetangga bagi rencana usaha dan atau kegiatan.

 Masyarakat berhak tahu tentang perubahan lingkungannya.

 Masyarakat paling tahu tentang kondisi

lingkungannya.

(48)

Permasalahan yang dihadapi dalam

Implementasi Permen LH No.17 tahun 2012

 Ketidaksesuaian harapan dan kenyataan

 Sulitnya menentukan wakil masyarakat yang representatif

 Tuntutan masyarakat yang berlebihan

 Pemrakarsa membatasi informasi

 Peningkatan biaya proses penyusunan Amdal

 Menghambat investasi

 Spekulasi tanah

(49)

Teknik Konsultasi Publik

 Konsultasi tatap muka

 Seminar dan lokakarya (workshop)

 Temu warga (public meeting) dan temu kelompok (group meeting)

 Wawancara (interview)

 Konsultasi lewat media

 Media masa (cetak dan elektronik)

 Media lain (surat, telpon, kuisioner, e-mail)

(50)

Konsultasi Publik

(51)

Konsultasi Publik

(52)

Konsultasi Publik Lanjutan

(53)

Konsultasi Publik Lanjutan

(54)

Tingkat Pelibatan Masyarakat

Pelibatan masyarakat dapat dijelaskan dalam delapan tingkat (tahap) partisipasi masyarakat dari yang dibagi dalam tiga kelompok yang lebih besar, yaitu

(Arnstein,1969) :

❑ Non-participation

❑ Tokenism

❑ Empowerment of Individuals

(55)

Tingkat Partisipasi Berdasarkan Tingkat Kewenangan Partisipan (Arstein, 1967)

7 Kontrol

6 Delegasi

Kewenangan 5 Partnership

4 Placation

3 Konsultasi

2 Informasi

1 Terapi

Manipulasi

8

(56)

❖ Manipulasi dan Terapi disebut juga level non-participation, inisiatif pembangunan tidak bertujuan untuk memberdayakan masyarakat tetapi membuat pemegang kekuasaan untuk

“menyembuhkan” atau “mendidik” komunitas

❖ Informasi dan Konsultasi (tokenism), komunitas bisa mendapatkan informasi dan menyuarakan pendapat tetapi tidak ada jaminan kalau pendapat komunitas akan diakomodasi

❖ Placation (level tertinggi tokenism), komunitas bisa memberikan saran kepada pemegang kekuasaan, tetapi kewenangan

menentukan tetap ada pada pemegang kekuasaan

❖ Partnership, membuat komunitas dapat bernegosiasi dan terlibat dalam pengambilan keputusan

❖ Pendelegasian kewenangan dan kontrol, komunitas memegang

mayoritas pengambilan keputusan dan kekuasaan pengelolaan

(57)

Antisipasi Implikasi Pelibatan Masyarakat

 Rencana proyek akan ditolak:

Ingatkan lingkup permasalahan

Pelajari kelompok yang menolak dan keberatannya

 Proyek tidak bisa memenuhi harapan masyarakat:

Utarakan pada masy. bahwa usul/saran akan

dipertimbangkan &

dibicarakan dg PEMDA

Jelaskan keterbatasan- keterbatasan proyek

 Proyek anda akan terhambat:

Konsultasi masyarakat persiapan survey sosial

Penjadwalan yang cermat

 Rencana proyek berhadapan sendiri dengan masyarakat:

Minta bantuan PEMDA untuk menyelenggarakan forum pertemuan

Pastikan aparat paham tujuan konsultasi

 Anggaran proyek membengkak:

Perencanaan yang baik

(58)

Mekanisme konsultasi

Simpulkan Dan Laporkan Pahami

Konsultasi Masyarakat

Persiapan Administrasi

& Teknis

Pilih Teknik Konsultasi

Terjun Berkonsultasi Lakukan

Proses Pelingkupan

Awal

Tentukan Sasaran Konsultasi

Siapkan Rencana Pertukaran

Informasi

Kenali

Wilayah

Konsultasi

(59)

Bentuk Komunikasi

Langsung

 Dialog melalui pertemuan, diskusi atau wawancara

Tidak Langsung

 Memasang pengumuman baik di media cetak maupun elektronik

 Memberikan tanggapan, saran atau masukan secara

tertulis

(60)

Kelemahan Teknik Konsultasi Publik

 Konsultasi tatap muka

Jangkauan terbatas pada yang hadir

Membutuhkan banyak waktu dan biaya

Perlu banyak sumber daya manusia sebagai fasilitator

Respons yang beragam dan mungkin tidak semuanya relevan

 Konsultasi lewat media

Terkesan membuat jarak

Tidak langsung memberi response atas tanggapan

Tidak dapat menangkap ungkapan non-verbal dari penanggap

(61)

Teknik Konsultasi Publik

Sumber: Qipra, WB, KLH (2003)

(62)

Hambatan dalam Pelibatan Masyarakat

 Faktor Sosial dan Budaya

- Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah

- Susah merumuskan budaya Indonesia → “Orientasi ke atas” (Koentjaraningrat)

 Politik dan Birokrasi

 Akses terhadap media massa (elitis & not accessible)

 Informasi yang lengkap dan benar

 Kesadaran masyarakat akan aspek kelestarian lingkungan masih rendah

Sumber: S. P. Hadi (2009)

(63)

Kunci keberhasilan pelibatan masyarakat

 Permen LH No. 17 Tahun 2012 merupakan syarat minimum

 Tentukan tujuan dan batasan partisipasi

 Perwakilan pemrakarsa yang hadir memiliki wewenang utk mengambil keputusan

 Tepat & cermat memilih wakil masyarakat yg

dilibatkan → hindari hanya memilih masyarakat yang pro proyek, pahami budaya orientasi ke atas dan

patron-client

 Konsultasi publik dan sosialisasi kegiatan yg benar dan tidak memberikan janji-janji yang berlebihan

 Informasi yang lengkap dan benar

(64)

 Menggunakan media/alat komunikasi yang sesuai dengan kondisi lapangan

 Jangan paksakan pemrakarsa melakukan pelibatan masy. di luar kemampuan

 Bantu dan fasilitasi masyarakat dalam proses

menentukan wakil masyarakat yang duduk dalam anggota komisi

 Berperan sebagai pemberi klarifikasi

 Dokumentasikan semua proses pelibatan masyarakat dengan baik.

Lanjutan :

(65)

ANALISIS KETERLIBATAN MASYARAKAT

Kuantitatif :

 Analisis Isi (Content Analysis )

 Analisis kecenderungan

 Tabel Frekwensi, Tabulasi Silang

 Persentase (tabel, gambar/grafik)

Kualitatif :

 Dokumentasikan → catat → notulensi, reduksi info yg

tidak relevan, pengelompokan (jenis SPT dan prioritas),

narasi dan eksplanasi.

(66)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS PENGARUH PEMEKARAN WILAYAH INDUK TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS: KABUPATEN

Peningkatan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sebagai dampak usaha kerajinan eceng gondok, selanjutnya berpengaruh terhadap pengembangan wilayah, khususnya Desa

Hasil penelitian Masyarakat pedesaan yang terkena dampak negatif terlibat dalam perencanaan pembangunan Waduk Banyuripan adalah Desa Beji dengan luas wilayah 4275,805

Faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan mutu sekolah ini diantaranya adalah kesadaran warga sekolah bahwa sekolah berada di lingkungan masyarakat

1) Untuk pelayanan sosial, masyarakat nelayan di Keluarahan Bantaya tidak harus menempuh jarak yang jauh, karena berada di wilayah ibukota kabupaten, pelayanan

Sementara dalam penyusunan Perda Perbaikan Gizi ini belum melibatkan partisipasi masyarakat terutama yang terkena dampak langsung (misal, ibu-ibu yang menyusui, masyarakat

Konflik-konflik sosial yang terjadi, pertama, bersumber pada konflik horizontal antara warga masyarakat, dan konflik vertikal antara warga masyarakat setempat dengan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar wilayah Pabrik Semen Puger Jaya Raya Sentosa di Kabupaten