• Tidak ada hasil yang ditemukan

metode dan praktik dzikir tauhid - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "metode dan praktik dzikir tauhid - Digilib UIN SUKA"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

METODE DAN PRAKTIK NIM TAWID DZIKIR TAREKAT QODIRIYAH WA NAQSABANDIYAH DI CANDI DESA MERDIKOREJO SLEMAN YOGYAKARTA. Maka perlu diketahui tata cara melaksanakan Dzikir Tauhid setiap hari dan setiap detik dalam Tarekat Qodariyah wa Naqsbandiyah di Desa Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini adalah cara dan amalan dzikir tauhid adalah di dalam hati terucap bacaan Allah kemudian mata hati mengingat Allah hingga mimpi menyentuh hakikat Allah dengan aqidahnya isra mi' raja Nabi Muhammad SAW yang dipanggil Allah untuk menerima perintah shalat dalam kedudukan Nabi Muhammad SAW. perjalanan menanjak untuk mencapai Allah di 'arsy dengan kendaraan buraq sedangkan kita berada di Tauhid.

Dzikir Tauhid disini tidak ada angka sasarannya, namun hendaknya dilakukan setiap hari, ingat Allah diatas takhta, dilakukan dalam segala keadaan, dan dianjurkan Dzikir Tauhid mengiringi segala amal ibadah. Dalam melaksanakan zikir Tauhid sebaiknya dilakukan di bawah bimbingan guru mursyid, karena guru mursyid dapat membimbing jalan zikir tersebut dengan baik. Mereka yang mengamalkan dzikir tauhid lebih tenang karena selalu mengingat Allah setiap saat dan juga lebih sabar.

Namun dalam transliterasi ini artikel dibedakan menjadi artikel yang diikuti huruf syamsiyah dan artikel yang diikuti huruf qamariyah. Kata sandang yang diikuti huruf syamsiyah ditransliterasi menurut bunyinya yaitu “ال” diganti dengan huruf yang sama dengan huruf setelah kata sandang. Artikel yang diikuti huruf qamariyah ditransliterasi menurut kaidah yang digariskan di depannya dan juga menurut bunyinya.

Aturan ini berlaku untuk artikel yang diikuti huruf syamsiyah, maupun artikel yang diikuti huruf qamariyah.

Huruf Kapital

Lafẓ al-Jalālah (الله)

Penulisan kata-kata arab yang sering digunakan dalam bahasa indonesia. Kata, ungkapan, dan kalimat bahasa Arab yang ditransliterasi adalah kata, ungkapan.

Penulisan Kata Arab yang Lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia Kata, istilah, dan kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah

Penulis mengucapkan puji dan syukur yang setulus-tulusnya hanya kepada Allah SWT. karena penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul : “METODE DAN. Badrijah yang selalu memberikan dorongan moril dan materil yang dapat menemani perjalanan hidupku, sehingga atas rahmat Allah SWT dan atas dorongannya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang selalu menjadi teman diskusi setiap saat dan selalu memberikan ilmu-ilmu baru dan menyegarkan bagi kami.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Kemudian penulis menyadari bahwa barangkali dari segi objek yaitu Dzikir banyak persamaannya dengan penelitian terdahulu khususnya mengenai Dzikir tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, namun disini akan penulis jelaskan perbedaannya walaupun tidak banyak. Sedangkan dari segi pendidikan, penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat (luas) pada umumnya, para pelajar di kalangan akademisi pada khususnya sebagai referensi untuk mempelajari konsep dzikir sehari-hari dan kedua dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Kegiatan Tarekat Qadiriyah wa Naqsbandiyah di Kabupaten Sleman merupakan acara lokal, kajian terhadapnya dipandang dapat menambah dan memperkaya khasanah ulama yang ada di Indonesia, dimana metode Dzikir harian dan per detik Tarekat Qadiriyah wa Naqsbandiyah dapat bermanfaat. dijelaskan dalam diskusi ini.

Penelitian ini diharapkan juga bermanfaat dalam memahami perkembangan dan pertumbuhan ilmu agama aliran Tarekat dan gerakan Islam di negeri ini. Pemahaman dan pemahaman terhadap konsep Dzikir Tarekat Qadiriyah wa Naqsabaandiyah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan nasional khususnya dalam bidang pendidikan kerohanian dan keagamaan. Dengan adanya pembahasan ini, kami berharap para pembaca maupun yang sudah memahaminya dapat lebih bersungguh-sungguh dalam berdzikir.

Kajian Pustaka

Buku ini juga tidak jauh berbeda dengan buku-buku yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu sejauh pemahaman penulis, buku ini masih menjelaskan gambaran umum tentang teknik dzikir secara detail. Sri Mulyati, MA (et.al) dengan judul Mengenal dan Memahami Muktabarah Tarekat di Indonesia. Buku ini juga membahas tentang dzikir dalam tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah dan juga menyajikan berbagai Tarekat yang beredar di Indonesia, namun peneliti berpendapat belum sesuai dengan keinginan peneliti.9. Shubekan, S.Ag dengan judul Tarekat Qadiriyah Wa Naqsbandiyah Mrenggen Demak Jawa Tengah (kajian sejarah dan pendidikan). Penelitian ini banyak bercerita tentang ajaran, metode pengajaran dan juga amalan Tarekat Qodiriyan Wa Naqsbandiyah.10.

Berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber di atas, nampaknya pembahasan konsep Dzikir per hari per detik dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiah masih memiliki potensi yang besar.

Kerangka Teoritis

  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Sementara itu, Anda tidak akan bisa bermain-main dan berpikir sepanjang waktu jika Anda tidak memisahkan diri dari dunia dan keinginannya serta puas dengan apa yang Anda butuhkan. Namun semua itu tidak akan tercapai bila kita tidak mengoptimalkan waktu siang dan malam dalam tugas-tugas dzikir dan kontemplasi.11 Karena sifat nafsu yang mudah bosan dan pesimis, maka tidak dapat bertahan dalam seni aktivitas yang mampu membantu berdzikir dan merenung, sehingga mengharuskan manusia menjamin kesegaran dengan cara berpindah dari seni yang satu ke seni yang lain, dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, sesuai waktu masing-masing, sehingga dengan perubahan itu mereka dapat merasakan manisnya, dan dengan manisnya itu mereka dapat menjaga semangat dan kesinambungannya. Maka dzikir dan berpikir harus menyita seluruh atau sebagian besar waktu karena hakikat jiwa cenderung pada kesenangan dunia.

Berdasarkan teori tersebut, penulis ingin melihat secara utuh bagaimana konsep dzikir per hari per detik dalam Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah. Dalam penelitian ini penulis melakukan pendekatan kualitatif yaitu penelitian berdasarkan teori yang dipadukan dengan kondisi aktual di lapangan. Sifat penelitian jenis ini adalah penelitian dan pendalaman terhadap Tarekat Qadiriyah wa Naqsbadiayah dengan cara mewawancarai beberapa anggotanya secara mendalam kemudian disesuaikan dengan teori yang peneliti gunakan.

Maka dalam hal ini penulis mengumpulkan data-data yang ada dan serupa dalam Tarekat Kadiriyah wa Naqsbandiyah di daerah Sleman yaitu konsep Dzikir per hari dan per detik (Dzikir Tewhid). Dalam penelitian ini, data akan dikumpulkan dengan menggunakan teknik yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif. a) Wawancara. Oleh karena itu peneliti mewawancarai K.H Muhamed Jasin selaku guru Mursyid di Tarikoh sebagai sumber data yang berkaitan dengan penelitian ini dan mewawancarai beberapa muridnya yang telah belajar bertahun-tahun di desa Merdikorejo (Pon.

Secara umum penelitian ini akan mencari buku-buku yang berkaitan dengan dzikir dan ajaran Tarekat Qadiriyah Wa Naqsbandiyah dalam berbagai literatur, selain panduan dari Tarekat Qadiriyah Wa Naqsbandiyah itu sendiri. Maka kajian Qadiriyah Wa Naqsabandiyah akan meminta untuk meminjam dari kitab dzikir yang dijadikan referensi di tarekat tarekat dan juga amalan tarekat yang dilakukan oleh jamaah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah, serta mempelajari dan memahaminya, agar penulis dapat menggambarkannya dengan jelas dan mengacu pada fakta yang ada. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data dan sesudahnya. Jadi analisisnya tidak ditempatkan pada bab, melainkan dicantumkan pada setiap data yang disajikan, artinya setiap penyajian data langsung disertai dengan analisis.

Analisis data adalah usaha mengolah data atau menafsirkan data Analisis data adalah kegiatan memeriksa, mengelompokkan, dan memverifikasi data secara sistematis sehingga data yang dikumpulkan mempunyai nilai ilmiah. Oleh karena itu analisis data sangat diperlukan, dimulai dari seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber. Fungsi analisis deskriptif adalah untuk memberikan gambaran umum mengenai konsep Dzikir per hari per detik yang diajarkan di Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah wilayah Sleman dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan fenomenologis yang merupakan salah satu cabang ilmu filsafat.

Sistematika Penulisan

Bab pertama, Pendahuluan, secara khusus menguraikan gambaran umum tentang latar belakang masalah, yang berfungsi sebagai pendahuluan untuk memudahkan pemahaman pada pembahasan selanjutnya. Bagian ini memuat sub-bab yang meliputi: latar belakang masalah, letak masalah, rumusan masalah, alasan pemilihan judul tujuan penelitian, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Karena subjudul pada bab pertama ini menunjukkan kemana arah penelitian kita.

Jadi kalau kita membaca bab pertama ini, pembaca pasti sudah tahu kemana tujuan penelitian ini. Bab kedua secara umum menguraikan pokok bahasan penelitian, yang terdiri atas letak geografis wilayah yang menjadi lokasi penelitian, dan keadaan jemaah, yang meliputi mata pencaharian, tingkat pendidikan, agama di lingkungan sekitar lokasi penelitian, dan membahas tentang lembaga sosial keagamaan yang berada di daerah ini, penelitian. Jika kita melihat pengaruh dan perkembangannya, kita akan mengetahui siapa yang membawa ajaran Tarekat Qadiriyah wa Nasabandiyah ke daerah Sleman.

Selain itu, Anda juga bisa mengetahui apakah penelitian ini benar-benar dilakukan di wilayah Sleman. Bab ketiga menyajikan beberapa pembahasan terkait makna sebenarnya dari konsep dzikir per hari per detik dari sudut pandang ilmiah. Dengan melihatnya dari sudut pandang ini maka akan diketahui esensi (sebenarnya) penerapan konsep ini.

Bab empat, penelitian ini akan menganalisis secara sistematis dan spesifik konsep dzikir harian per detik dalam Tarekat Kadiriyah wa Nasabandiyah di daerah Sleman. Sebab dengan melihat langsung dan menjelaskan pengertian konsep dzikir maka kita akan mengetahui secara sistematis proses pelaksanaan konsep dzikir setiap hari setiap detiknya dalam Tarekat Kadiriyah wa Naqsabandiyah. Bab kelima merupakan penutup makalah dalam penelitian ini yang berisi kesimpulan dan saran.

Dalam skripsi ini penulis mengumpulkan data berdasarkan penelitian terhadap objek penelitian atau dapat dikatakan sebagai penelitian di lapangan dari berbagai aspek, mulai dari letak geografis objek penelitian, dari konsep dzikir, dari tarekat, dari guru mursyid Berbagai kesimpulan dapat diambil dari pendapat pemerintah kota, yaitu: sebagai berikut.

Kesimpulan

Yang bisa kita simpulkan adalah, setelah kita menunaikan shalat, kita harus selalu mengingat Allah dalam berbagai situasi. Dalam melakukan dzikir Tauhid sebaiknya dengan mengambil bimbingan dari guru mursyid, karena guru mursyid dapat mengarahkan dengan baik perjalanan dzikir tersebut. Manfaat dan perubahan yang dialami parajam'ah dari dzikir tauhid sangat baik, mereka merasa semakin tenang dan khusyuk ketika menjalankan ibadah apapun dan juga berdampak baik pada tingkat hati yaitu ketika menghadapi masalah. . ketika mereka berusaha, mereka akan lebih mengandalkan Allah untuk semua masalah mereka.

Mereka yang mengamalkan dzikir tauhid lebih memilih ketenangan pikiran karena selalu mengingat Allah setiap saat dan juga lebih sabar.

Saran-saran

Referensi

Dokumen terkait

dari Iran. Beliau membawa tarekat Naqsabandiyah pertama di Pulau Jawa, Beliau juga yang telah menyebarkan ajaran agama Islam dengan membawa bendera tarekat yang paling