• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode vektor dan grafting

N/A
N/A
Andra Sahab

Academic year: 2024

Membagikan "Metode vektor dan grafting"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

METODE

2.1 Lokasi dan Waktu

Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Praktikum dilaksanakan pada 6 September 2023.

2.2 Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada praktikum penularan menggunakan kutu daun adalah cawan petri, kapas, kertas saring, kuas kecil, dan kurungan tanaman.

Bahan yang digunakan yakni daun talas muda sehat, kutu daun (Aphis craccivora), tanaman kacang panjang sehat, dan tanaman kacang panjang sakit (terinfeksi Bean common mosaic virus).

Alat yang digunakan pada praktikum penularan virus melalui penyambungan antara lain, kantung plastik, kapas, pisau silet, tali raffia/benang/selotip. Bahan yang digunakan antara lain tanaman kacang tanah dan tomat sehat, Tanaman kacang tanah terinfeksi virus belang kacang tanah (Peanut mottle virus).

2.3 Memperoleh kutu daun yang bebas virus

Sehelai daun talas muda sehat diletakkan dalam cawan petri; tangkai daun talas dibalut dengan kapas basah untuk menjaga kelembapan. Kutu daun dewasa tanpa sayap, yang diperoleh dari lapangan, dipindahkan ke atas permukaan daun talas yang berada dalam cawan petri dengan kuas gambar no.1. Kuas gambar dapat dibasahi sedikit dengan air untuk memudahkan pemindahan. Cawan petri ditutup dan disimpan pada suhu ruang. Setelah satu malam kutudaun yang baru lahir dipindahkan ke tanaman kacang panjang sehat. Kutudaun akan berkembang biak pada tanaman tersebut dan siap digunakan untuk penularan virus.

2.4 Penularan virus secara persisten dan non persisten

Dua perlakuan periode makan akuisisi akan digunakan untuk menentukan apakah virus bersifat persisten atau nonpersisten. Berhasilnya penularan setelah periode makan akuisisi yang singkat menunjukkan bahwa virus yang ditularkan bersifat nonpersisten; sedangkan virus yang berhasil ditularkan setelah periode makan akuisisi yang panjang tetapi tidak ditularkan setelah periode akuisisi yang singkat menunjukkan kemungkinan sifat virus yang persisten.

2.5 Periode makan akuisisi 3 jam

Kutudaun tidak bersayap dipindahkan, dengan bantuan kuas gambar, ke dalam gelas piala. Kutudaun tersebut kemudian dipindahkan ke tanaman kacang panjang yang terinfeksi BCMV. Biarkan kutudaun tersebut berada pada tanaman sakit selama 3 jam. Setelah 3 jam kutudaun dipindahkan dari tanaman yang terinfeksi ke tanaman kacang panjang sehat, sebanyak 5 kutudaun per tanaman. Tanaman dengan kutudaun

(2)

sebaiknya disungkup untuk mencegah kutudaun berpindah ke tanaman lain.

Kutudaun dibiarkan berada pada tanaman tersebut selama 1 hari, kemudian kutudaun dapat dimusnahkan dan sungkup plastik dibuka. Selanjutnya tanaman dipindahkan ke kurungan kedap serangga dan dipelihara sampai gejala muncul.

2.6 Periode makan akuisisi 3 menit

Kutu daun tidak bersayap dipindahkan, dengan bantuan kuas gambar, ke dalam gelas piala. Puasakan kutudaun tersebut selama 1 jam. Setelah 1 jam kutudaun tersebut kemudian dipindahkan ke tanaman kacang panjang yang terinfeksi BCMV.

Biarkan kutudaun tersebut berada pada tanaman sakit selama 3 menit. Setelah 3 menit kutudaun dipindahkan dari tanaman yang terinfeksi ke tanaman kacang panjang sehat, sebanyak 5 kutudaun per tanaman. Tanaman dengan kutudaun sebaiknya disungkup untuk mencegah kutudaun berpindah ke tanaman lain. Kutudaun dibiarkan berada pada tanaman tersebut selama 1 hari, kemudian kutudaun dapat dimusnahkan dan sungkup plastik dibuka. Selanjutnya tanaman dipindahkan ke kurungan kedap serangga dan dipelihara sampai gejala muncul.

2.7 Pengamatan

Setelah kutudaun pada tanaman uji dimusnahkan, amati tanaman setiap hari.

Bila masih ditemukan kutudaun segera dimusnahkan, karena kutudaun tersebut dapat menjadi sumber kontaminasi. Amati dan berikan deskripsi gejala yang muncul, serta hitung periode inkubasinya. Hitung jumlah tanaman yang terinfeksi setelah 3 minggu untuk masing-masing perlakuan. Tentukan apakah penularan virus bersifat persisten atau nonpersisten.

I.1 2.8 Penyambungan tanaman sakit ke tanaman sehat

Pilih tanaman kacang tanah sehat yang masih tumbuh aktif yang akan berperan sebagai tanaman resipien atau STOCK. Batang tanaman kacang tanah stock dibelah sedalam lebih kurang 1 cm pada bagian ketiak daunnya. Untuk bahan sambungan (tanaman donor atau SCION) dipilih cabang atau petiol dari tanaman kacang tanah terinfeksi virus dengan daun yang menunjukkan gejala yang jelas, yang

(3)

diameternya lebih kurang sama dengan stock. Petiol dipotong sepanjang kurang lebih 3 cm, kemudian pada bagian bawahnya dibuat irisan tipis berbentuk kerucut. Petiol ini kemudian disisipkan kedalam belahan atau sayatan tanaman stock. Bagian sambungan dibalut dengan kapas basah atau dapat pula menggunakan parafilm.

Untuk menghindari banyaknya penguapan selama proses penyambungan, 2 – 3 helai daun tanaman stock di atas dan di bawah bagian yang disambung dapat dibuang dan tanaman disungkup dengan kantung plastik selama 3-7 hari. Sebagai kontrol dengan cara yang sama dilakukan penyambungan menggunakan petiol daun sehat sebagai scion.Gunakan teknik yang sama untuk tanaman tomat. Buat perbedaan untuk metode penyambungannya: side grafting untuk kacang tanah, top grafting untuk tomat.

Referensi

Dokumen terkait

Hama kutu daun ( Aphis gossypii Glover) merupakan hama yang menyerang tanaman cabai pada bagian bawah daun. Salah satu cara alternatif yang dapat digunakan untuk

Penyakit kerdil pada tanaman lada ditularkan oleh serangga dari jenis kutu putih, F.. virgata dan Planococcus sp., dan sejenis aphid, Aphis

Parameter yang diamati adalah populasi Aphis craccivora, kumbang daun Chrysomelidae (langsung pada tanaman dan sticky trap) serta Empoasca sp., persentase kerusakan

Perlakuan untuk tanaman kontrol sama dengan tanaman yang diuji, tetapi kutudaun yang digunakan diberikan periode makan akuisisi pada tanaman kacang panjang sehat atau

Penggunaan Ekstrak Daun Paitan (Tithonia diversifolia Grey) untuk Mengendalikan Hama Kutu Daun (Aphis gossypii Glover) pada Tanaman Cabai (Capsicum annum

Agroteknologi menyatakan bahwa dalam skripsi saya yang berjudul “POPULASI APHIS CRACCIVORA KOCH DAN INSIDENSI PENYAKIT VIRUS PADA KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L.)” ini

Pemberian beberapa konsentrasi ekstrak daun paitan pada tanaman kedelai berpengaruh nyata terhadap rerata waktu awal kematian, LT50 dan mortalitas kutu daun Aphis

Data dalam penelitian ini merupakan data dari hasil pengukuran tinggi tanaman kacang panjang, diameter batang tanaman kacang panjang dan perhitungan jumlah daun tanaman kacang panjang,