Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. atas perlindungan dan rahmatnya sehingga para penulis dari berbagai universitas dapat kembali menyelesaikan naskah bersama dengan judul tersebut. Buku berjudul Metodologi Penelitian Pedagogis ini merupakan buku ajar yang disusun sebagai media pengajaran, sumber referensi dan pedoman belajar bagi mahasiswa.Buku ajar dalam buku ini meliputi :. Paradigma penelitian pada tataran metodologis dimulai pada awal perkembangan dan pertumbuhan ilmu-ilmu sosial.
Pengertian paradigma telah banyak dikemukakan oleh para ilmuwan, berikut beberapa pengertian paradigma yang dikemukakan oleh para ilmuwan. Menurut Harmon (dalam Moleong, paradigma adalah cara dasar dalam mempersepsi, berpikir, mengevaluasi dan melakukan sesuatu terhadap realitas. Sedangkan Bogdan & Biklen (dalam Mackenzie & Knipe) menyatakan bahwa paradigma adalah kumpulan lepas dari sejumlah hal yang saling berhubungan secara logis. asumsi, konsep, atau proposisi yang memandu pemikiran dan penyelidikan.
Cohenn & Manion (dalam Mackenzie & Knipe mendefinisikan paradigma sebagai tujuan atau motif filosofis dalam melakukan penelitian. Menurut Guba dan Lincoln yang dikutip oleh Indriantoro dan Supomo, paradigma penelitian, khususnya dalam ilmu-ilmu sosial, merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana peneliti memandang fakta kehidupan sosial dan pengobatannya.
DESIGN PENELITIAN TEKS
LATAR BELAKANG
Lebih spesifiknya Imran (2015) memandang penelitian kualitatif berdasarkan sumber data dimana penelitian kualitatif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu penelitian yang datanya diperoleh dari lapangan dan penelitian yang datanya diperoleh dari teks (Imran, 2015). Lebih lanjut Imran (2015) menjelaskan bahwa data penelitian lapangan berasal dari hasil interaksi atau dokumentasi dengan subjek penelitian, baik secara individu maupun kelompok. Berbeda sekali dengan penelitian tekstual yang sumber datanya tidak diperoleh langsung melalui sumber primer, melainkan hasil mempelajari atau menganalisis kumpulan teks.
Oleh karena itu, salah satu keunggulan penelitian, yang datanya diperoleh berdasarkan hasil analisis atau pengkajian teks, adalah keaslian dan keluasan penafsirannya, sehingga menjadi menarik bagi para peneliti di bidang ilmu-ilmu sosial (Rahardjo , 2018). Sumber data dalam penelitian kualitatif umumnya dapat berasal dari subjek, informan, dokumen tertulis, dokumen tidak tertulis, atau literatur tertulis (Fadhli & et al., 2016). Dalam meneliti teks tentunya sumber data utamanya berasal dari sumber tertulis berupa buku, surat kabar, majalah dan sumber lainnya, baik online maupun cetak (print out).
Artikel ini akan membahas tentang pentingnya penelitian tekstual atau kajian tekstual, tujuan dan manfaat penelitian tekstual, serta model analisis dalam penelitian tekstual. Seiring dengan semakin populernya penelitian, khususnya di kalangan ilmu sosial, maka penelitian tekstual perlu dikaji baik secara teoritis maupun praktis dengan menjelaskan definisi dan sistematikanya secara rinci. Kami berharap artikel ini dapat menjadi sumber tambahan atau panduan bagi para peneliti yang berminat.
Merancang penelitian teks │ 157 penelitian teks, baik dalam penelitian tesis, tesis, disertasi maupun penulisan artikel ilmiah lainnya.
PENGERTIAN PENELITIAN TEKS
Analisis teks atau studi teks adalah istilah yang agak luas dalam metodologi penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan, menafsirkan, dan memahami teks. Banyak hal yang dapat digali dari sebuah teks, mulai dari makna literal teks tersebut, simbol-simbol, asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks tersebut, yang cenderung dikaitkan dengan konteks yang lebih luas, baik sosial, politik, budaya atau artistik. (Caulfield, 2019). Analisis data dalam penelitian tekstual tidak hanya mengenai isi dan makna, tetapi juga struktur dan wacana.
Penelitian teks akan sangat bergantung pada bagaimana, kapan, dimana dan siapa yang membaca atau menganalisis. Oleh karena itu, metode penelitian teks sering kali digabungkan dengan metode penelitian lain seperti etnografi, observasi, wawancara atau analisis data sekunder yang berkaitan dengan teks. Ketiga, analisis teks sangat erat kaitannya dengan analisis linguistik, yang mana fokus analisisnya adalah pada bahasa dan makna kebahasaan.
Keempat, analisis tekstual pada umumnya tidak mementingkan kuantifikasi atau kuantitas, melainkan lebih menekankan pada kedalaman makna. Ketujuh, analisis teks, baik implisit maupun eksplisit, mengandung unsur semiotika yang menjadi tempat penafsiran simbol dan tanda. Kedelapan, analisis teks berbeda dengan analisis isi, sebaliknya analisis isi merupakan bagian dari analisis teks.
Dari delapan ciri di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa analisis teks atau kajian teks lebih dari sekadar mempelajari tema-tema teks. Analisis teks merupakan hal yang kompleks dan merupakan bagian dari metodologi penelitian kualitatif di bidang geografi dan ilmu-ilmu sosial lainnya, yang kajiannya harus diperdalam dengan landasan teori yang kuat dan konsep-konsep yang terorganisir dengan baik. Ada beberapa jenis metode yang digunakan untuk mempelajari teks dan struktur wacana, yaitu: (1) analisis gaya teks, (2) analisis naratif, (3) analisis wacana, (4) analisis struktural, (5) analisis poststruktural, dan (6) Analisis teks postmodernis.
Sebelum kita menguraikan jenis-jenis penelitian tekstual, ada yang menarik tentang bagaimana berbagai paradigma penelitian memandang analisis tekstual sebagai metodologi penelitian. Pendekatan positivis menganggap bahasa sebagai objek realitas, dimana makna bahasa menjadi subjek penelitiannya. Penafsiran ini semakin memperkuat asumsi bahwa penelitian tekstual pada dasarnya sangat kompleks, karena akan mengeksplorasi makna suatu teks dalam konteks tertentu.
MODEL ANALISIS DALAM PENELITIAN TEKS
- Analisis Isi (Content Analysis)
- Analisis Wacana (Discourse Analysis)
- Analisis Semiotika (Semiotics Analysis)
- Analisis Hermeneutika (Hermeneutics Analysis)
Desain Penelitian Teks │ 161 Analisis teks dengan pendekatan kuantitatif selalu bersifat deduktif dimana terlebih dahulu dijelaskan landasan teorinya, kemudian analisisnya disesuaikan dengan landasan teori tersebut apakah hasilnya sesuai dengan teori atau tidak. Namun kelemahan pendekatan kuantitatif dalam penelitian teks adalah peneliti hanya berfokus pada apa yang nampak di permukaan, apa yang dipahami dari teks. Metode kualitatif dalam penelitian tekstual, khususnya di bidang komunikasi, dimulai pada akhir tahun 1970-an berdasarkan paradigma interpretatif.
Tentu saja teks tersebut berkaitan dengan suatu konteks, dimana konteks tersebut berkaitan dengan nilai-nilai budaya, nilai-nilai sosial atau dimensi lainnya. Namun salah satu kritik terhadap penelitian teks dengan pendekatan kualitatif adalah penelitian teks kualitatif berpotensi menimbulkan bias. Selain itu, mungkin terdapat unsur subjektivitas untuk memberi nilai atau makna pada teks.
Beberapa di antaranya adalah analisis isi, analisis wacana, analisis semiotika, analisis hermeneutika, dan fenomenologi. Desain Penelitian Teks │ 163 secara sistematis, obyektif dan kuantitatif dengan memperhatikan pesan yang terlihat (Berelson & Kerlinger). Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa analisis isi adalah penyelidikan terhadap suatu teks dengan memahami makna teks, penafsirannya, dan memberikan kesimpulan.
Dalam proses analisis, teks tidak lepas dari konteksnya, namun peneliti menghubungkan teks tersebut dengan berbagai kemungkinan konteks yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi yang bertujuan untuk menyelidiki dimensi budaya dalam buku teks bahasa Inggris SMA di Indonesia, dimana buku teks tersebut resmi diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017. Sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan dengan memahami dan memberi makna pada teks menggunakan teori Bajram sebagai referensi.
Konteks mencakup segala situasi dan hal di luar teks yang mempengaruhi penggunaan bahasa, misalnya partisipan dalam bahasa tersebut, situasi di mana teks itu dihasilkan. Merancang Penelitian Tekstual │ 165 dan ideologi, yang bersumber dari internal penulis atau dapat bersumber dari luar seperti budaya, pengaruh sosial, kepentingan kelompok, dan sebagainya. Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa desain penelitian teks dengan metode analisis semiotika melakukan analisis wacana dengan memfokuskan kajian pada simbol-simbol atau tanda-tanda yang terkandung dalam teks atau wacana.
Langkah-langkah dalam melakukan analisis semiotik sebagaimana dijelaskan Christomy dalam Sobur (2006) adalah: a) mencari topik yang menarik perhatian, b) membuat pertanyaan penelitian yang menarik, c) menentukan alasan penelitian, d) merumuskan penelitian dengan tiga pertimbangan langkah sebelumnya, e) menentukan metode pengolahan data. Dalam pengklasifikasian data diperlukan beberapa langkah sebagai berikut: a) mengidentifikasi teks, b) memberikan alasan mengapa teks tersebut dipilih dan harus diidentifikasi, c) menentukan pola semiotik umum, d) menentukan rincian wacana dalam analisis data. Interpretasi dapat mencakup berbagai bentuk seperti resensi, komentar, analisis teks, literatur, analisis atau kritik sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengungkap makna teks sehingga seolah-olah teks tersebut dapat berbicara sendiri, tidak sekadar menjelaskan. maknanya tetapi bahkan hubungannya dengan pergeseran historis atau psikologis (Todorov, 1985).
DAFTAR PUSTAKA
PROFIL PENULIS