MEWUJUDKAI\ MASYARAKAT ANTI KORUPSI MELALUI PENDEKATAN PREVENTIF DAN KURATIF DI INDONESIA
Oleh
:HM. Ali Mansyurl
Abstract
Indonesia to
create a society without corruption, it takes the
mental
ntitutde
of tke
leaders, who have argued the
morality and valuesof conscience,
hortesty, trust andfoir
and brave the
risk. In
addition it
must have a
mindset
the
mentalntitutde
oftke
leaders, who have arguedthe
morality and valuesof conscience, hortesty, trustandfoir
and bravethe
risk.In
additionit
must havea
mindsetrhat
clear,rational and accountable. Thinking oriented
ina
momentof tleasure
and to kosherall of
the way is the toughest challengein
combating :orcuption.Kata
Kunci: Anti
Korupsi, PreventrtKuratif
PEND,{HULUAN
Korupsi merupakan penyakit jiwa nnemiliki / menguasai harta yang
tidak
Dengan istilah lain,
upaya meraih sesuatu
irdak memperhatikan halal dan haram.
Perilaku korupsi
bertentangan dengannorrna
apapundan
dimanapun, -torupsiboleh
dikatakan sebagai penyakit, yang akan menjalar dan merasuki :ubuh manusia apabilatidak
dicegah ataudiobati,
membuattubuh
rnenjadi rusak, sakit, kurus danakhirnyamati,
karena digerogoti oleh penyakit tersebut.uang
negarayang
semestinya ditasyarufkanuntuk
kepentingan rakyat mervujudkan Keadilan dan Kemakmuran rukyat yang rnerata, dengan korupsiuang Negara tersebut
d.iselewengkanoleh orang yang punya jabatan /
,:ev'enangan untuk
memperkayadiri sendiri, atau
kroninya/jamaahnya,sehingga porsi untuk kemakmuran dan keadilan rakyat tidak
dapatdi*ujudkan.
Jrka
perilaku korupsi bukan lagi
sebagai perbuatan dosatetapi
sudah ,dianggapsebagai
sesuatuperbuatan yang lumrah, tidak berdasa,
ticlakiilarang
agamq,tidak
bertentangan hukum ntaka korupsi alcan menjadi suaturzdaya
"nauzubillah mindzalik".
Guru Besar Fakuitas Hukum LTNISSULA
yang berupa keinginan
untukdibenarkan oleh norma I abxan.
dengan menghalalkan segala cara,
-iurnal Hukum Khaira Ummah Vo! V No. 2, September
20j0
214Jika demikian keadaannya, maka sudah terjadi degradasi nilai
kemanusiaan, merosotjiwa
kemanusiaanya dan kernungkaran akan merajalela serta manusia tidak memperdulikan laginilai
ketuhanan.Korupsi dapat digolongkan sebagai perbuatan dholim,
karenamengambil
hak
orangiain
dan perbuatan semacamitu
sangat ditentang olehAllah
dan RosulNya, bahkan diancam dengan hukuman berat dihari kiamat.Rosul bersabda :
Artinya .' Barang siapa mendzalimi (mengambil) tanah orang
satujengkal,
maka padahari
kiamatAllah
akan menimpakan kepadanya 7xlipat dari tanah yang diambilnya.
(H.R.Buchori &
Muslim).Perbuatan
dholim terjadi
karena orangtidak
menempatkan sesuatu pada tempatnya(dislocation, disfunction),
memunculkan eksesnegative
adanya ketidakadilan, dan menyengsarakan orang lain.Allah
berfirman dalam S.Ibrahim ayat.42:
Artinya
: Dan janganlah kamu sekalikali
(Muhammad) mengira, bahwaAllah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang
dzahm, SesungguhnyaAllah
memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktuitu
mata mereka terbelalak.Korupsi menyengsarakan orang lain, memakan hak orang
lain,melakukan khianat terhadap orang lain
selamanyarnereka tidak
akanmendapatkan
ketenangan dan
keamanandi dunia, dan di akhirat akan
mendapat azab yang berat. Oleh karena itu korupsi harus
diberantas dan
masing -
masing kita
ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan hal ini.
Ahli
sejarah Inggris, Lord Acton mengatakan bahwa pemerintahan selalu diselenggarakanoleh manusia dan manusia tanpa kecuali
mempunyai kelemahan.Dia terkenal
dengan ucapannya"Power tends to corrupt,
but absolutepower
conuptsabsolutellf'
B. PEMBAHASAN
Upaya Pemberantasan
Korupsi Vlelalui
Pendekatan Preventif danKuratif
Rosulullah bersabda :
"Siapa saja diantara kamu melihat kemungkaran, hendaklah
dia mengubahnya dengan tangannya, kalautidak
sanggup (dengan tangan)dengan lisan,
jika tidak
sanggup denganlisan, ubahlah
dengan hati.Yang demikian
itu
adalah selemah-lemahnya Iman".Untuk
mengoperasionalkanHadist
diatas,dapat ditempuh melalui
2 (dua) carayaitu
: Pendekatan Preventif, dan PendekatanKuratif.
Pendekatan
Preventif
:1. Menyentuh Qolbu/Hati Nurani.
Penyadaran
hati nuranl manusia,
mengapahati?. Karena
hati merupakan" Al-Lathaif
al-
rabbaniyah "(Sesuatu yang halus yangmempunyai sifat ketuhanan) yang mampu
memberikan pertimbangan kepadaakal untuk bertindak
apakah perbuatanitu merugikan orang lain atau tidak, atau apakh suatu
perbuatan merendahkannilai
kemanusiaanatau tidak. Hati akan
selalu menunjukkan kepada jalan yang baik.H.R. Imam Ahmad.
Artinya.' Mintalah
fatwa pada dirimu, mintalah fatwa pada hatimuwahai wasibah (ibn Ma'ad al aswadi) nabi mengulangi
3x.Kebaikan adalah sesuatu yang membuat
jiwa
tenang dan membuathati tenang dan dosa adalah
sesuatuyang
terasatidak
karuan dalamjiwa
(rasa) dan bimbang dalam dada.2. Kejujuran
Jujur
adalahlawan dari
bohong.Jujur
yang dimaksud mencakupjujur dalam
perkataaan,sikap dan perbuatn. Kejujuran
selain mendatangkan-,ketenangan dalam hati, juga
mendatangkan kepercayaanorang lain
kepadasi pelaku kejujuran.
Sebaliknyakebohongan hanya akan mendatangkan kegusaran
dan ketidakpercayaanorang lain, sekali
berbohongmaka kita
akanberbohong terus
menerus. Sebabuntuk menutupi
kebohonganyang telah kita lakukan, kita harus melakukan
kebohongan berikutnya,begitu
seterusnya sampainanti
akandikenal
sebagai pembohong.Dalam
hal ini
syarat dalam pemilihan pemimpin harusjujur.
Jikapemimpin
jujur,
InsyaAllah rakyatnya jugajujur.
Jurnal Hukum Khaira Ummah VolV No. 2, September 2010 216
3. Jabatan sebagai Amanah
Hakekatnya jabatan
itu
adalahujian
(Amanah) bukan semata-mata"I{ikmqt"
merupakan beban yang disarnpirkan di pundaknya untukdipikul,
ditunaikan dengan sebaik-baiknya.Rosulullak berssbda : Apabila amanah disia-siakan
maka tunggulah saat kehancurannya. Pada saatitu
salah seorang sahabat bertanya pada R.osul apa tanda-tandanyamenyia-nyiakan
amanatdatrarn mernegang jabatan. Rosul menjawab : Jika
suatu urusan/perkara diserahkan kepadabukan ahlinya funggulah
saat kehancurannya (H.R. Imam Buchori).Melakukan korupsi dalam kapasitas sebagai pejabat
adalahmengingkari amanah clan menciderai arnanah serta
menyia-nyiakan
amanahtidak
mustahil kalau akan hancur kehidupan dan tidak barokah.4. Keadilan
Menegakkan keadilan
merupakansyarat mutlak menuju
bebaskorupsi,
bentukkeadilan
dapatdiartikan
penegakanhukum
yangadil
dengan menegakkanamar ma'ruf nahi rnungkar
(tegaknya hukum dan keadilan),juga
menempatkan sesuatu pada tempatnya denganprinsip "The Right man in the right place" jika hal ini
tidak dilakukan tunggulah saat kehancurannya.
"
Apabila
sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah s aat kehancur annya"
Fendekatan
Kuratif
Pemberantasan korupsi dilakukan melalui pendekatan
kuratif
yaitu ditempuhmelalui
penegakanhukum (law
inforcementproces)
dengan penerapansanksi hukum bagi yang melakukan perbuatan
Korupsi(melanggar lru No.20 tahun. 20u tentang
pemberantasan Tindak Pidana Korupsi).Dilihat dari
segi pemberantasankuratif, perlu dilakukan
rangkah aksi (tindakan) untuk memberantas korupsi yang telah terjadimelalui
:a.
Menghentikan sikappermisif
terhadap praktek korupsimulai
dari lingkungan terkecil(diri
sendiri, keluarga, lingkungan dst.)217 Mewujudkanutasyara*@
b. Melakukan kampanye (sosialisasi) bahaya korupsi terhadap kehidupan kepada masyarakat luas.
c. Melaporkan berbagai tindakan korupsi kepada pihak yang berwajib.
d. Memberi tekanan /dorongan kepada pihak berwajib untuk
segera
mengusut dengan cepat dan tuntas
segala kasus korupsi
serta
memberikan hukuman yang
seberat-beratnya,jika
memang terbukti bersalah.Mewujudkan
Negara tanpakorupsi tidaklah
semudah membaliktelapak
tanganbutuh
perjuangan, prosesdan
semangat semua pihak terutama dimulai dari mentalitas, moral, tatanilai dan polapikir
dari parapejabat teristimewa adalah para pemimpin, kemudian diikuti
oleh anggatahalryatnya.selanjutnya
ingin
saya kemukakan cuplikan paperyasri
sulaimandalarn acara
Koalisi Antar umat
BeragamaAnti Korupsi di yogyakatta,
yang mengutip pemberitaan tentang Presiden RRCZhu
Rongiie sebagaiberikut
:l. Ketika dilantik sebagai Presiden RRC pada tahun
1998, Zhu
Rongjie
menghadapi penyakit
besar yang
melanda ra$rat
cina,
baik
dalam pemerintahan maupunditubuh partai Komunis cina.
Penyakit
itu tidak lain
adalahKorupsi
yang menyebar bagai virusdi
Negara dengan penduduk terbesardi
dunia. Danzhu
bertekad memberantaskorupsi darilapis atas sampai bawah : sampai -
sampai
Zhu
berucap:" Berikan
kepadasaya
100peti mati;
99unfuk koruptor dan I lagi untuk
sayajika
melakukanhai
yang sama".2.
UcapanZhu tidak main-main,
selama3 tahun
pemerintahannya(2001), tidak kurang dari 4000 orang langsung ditembak
matididepan umum karena korupsi. Bahkan dalam kuartal
pertamatahun 2003 lalu
sebanyak33.76I polisi Cina dipecat,
karenabeberapa alsan : menerima suap, mabuk-mabukan,
berjudi, membawa senjataapi diluar
tugas,dan kualitas SDI\{
dibawah Standard.3. Sejak Korupsi diberantas, Cina berhasil mendongkrak laju
pertumbuhan ekonomi hingga I0.7% pertahun.
Angka
Jurnal Hukum Khaira Ummah VoiV Na. 2, September 2a10 218
pertumbuhan ekonomi yang spektakuler dan belurn pernah dicapai oleh Negara manapun
di
dunia.Menjauhkan Diri Dari Kemungkaran
Mengapa kemungkaran kian hari semakin merajalela
danbagaimana usaha kita untuk menjauhinya?. Kemungkaran
adalah perbuatanyang dilarang oleh Allah SWT,
bertentangan dengan aturanAllah dan norna-nofina kehidupan
bermasyarakat,berbangsa
dan bernegara,jika dilakukan
akan merugikan oranglain
danjuga diri kita
sendiri, namun sama sekali tidak akan merugikanAllah
sedikitpun.Manusia
mengetahuidan
memahamikalau
perbuatan mungkar, fakhsya ', tidak terpuji merugikandiri
sendiri, iatapi anehnya kebanyakankita
terkadangtidak
menyadari perbuatan tersebut dilarang oleh Agama,bahkan lebih ngeri lagi melakukan
pembenaran perbuatan mungkarseolah-olah rnerupakan perbuatan baik. Untuk itu dibutuhkan
kesungguhan diri untuk menumbuhkan kesadaran
menjauhkan kemungkaran (korupsi) pada setiap medan kesempatan, lingkungan yang akan membuat terjerumusnyadiri
kita kepada kemungkaran.Firman Allah dalam Alqur'an Surat Ali-Imron ayat 104,
yangartinya : "Hendaknya
ada diantara kamu golongan umat yang menyerukepada kabajikan, menyuruh kepada yang makruf dan
mencegah perbuatan mungkar dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."Dari ayat tersebut diatas, Allah menyebut ciri orang
yang beruntung antaralain
:1.
Orang yang mau menyeru kepada kebaikan2.
Orang yang mau menyuruh kepada yangma'ruf
3.
Orang yang mau mencegah kepada kemungkaran.Kriteria
diatas, terdapat3
ungkapankata yang perlu
mendapat perhatianyakni:
menyeru, menyuruh dan mencegah, Untuk mewujudkan3
ungkapan diatas,tidak
akanmungkin
dapat dilaksanakanjika
tidakdibarengi dengan 3 hal pula yakni: kemauan, kemampuan
dan persanguan.Di samping itu harus berani menanggung resiko,
dan
sebagian manusia takut resiko.
Kemauan hanya muncui
jika
orang tersebut mempunyai mental, moral, kemampuan berani bertindak, yang tentu harus dilandasi oleh tatanilai
yangdiyakini
danmemiliki
jangkauanberpikir
yang sistematis dan219 Mewujudkan Masyarakat Anti Korupsi .... (Ali Mansyu)
rasional. Itulah
sebabnyatidak
heranjika
kemungkarandari
waktu kewaktu semakin rnenjadi-jadi dan susah untuk memberantasnya. Ibaratpenyakit, dokter yang memberi obat kepada pasien yang
tidak didiagnosis dulu penyebab penyakitnya (thesa). Sehingga penyakit tidakkunjung sembuh. Dengan istilah lain karau ingin
mencegah kemungkaran(korupsi) terlebih dahuru, harus dicari
penyebab darimunculnya korupsi itu. Korupsi yang merupakan antithesa,
untukmencari
pemberantasankorupsi, yang merupakan
synthesa, terlebih dahulu harus diketahui thesanya.Adapun
thesanyaadalah
:1.
Kesempatan / Peluang lKeadaan.-
Kesempatan merupakanbiang kerok munculnya
perilaku korupsi.-
Pada awalnya orangtidak punya
niatuntuk
korupsi, tetapi karena ada peluang dan tidak diketahui oleh orang lain, makanafsunya tergoda. Hati tidak mampu menangkal,
tidak mampu melawan,jadilah
perbuatan jahatitu
dilakukan.- Tidak ada kesempatan/ peluang'untuk
rnelakukan korupsi
tidak jadi
dilakukan.
2. Niat
Niat
dalam arti umum dapat diartikan rencana/
program yang adadalam hatinya untuk melakukan
sesuatu perbuatan, doronganuntuk
melakukan perbuatan. Kesempatanada namun tidak
adaniat,
perbuatantidak
akanjadi
terlaksana. Bagaimana membatasi niat agar tidak mengembara menuju yang tidak berguna, dalam halini
kontrol hati manusia sendiri yang dapatmenjawabnya.3.
Iman kepadaAllah
SwtIman yang
rendah kepadaAllah hampir pasti
membuat manusiahilang rasa takutnya kepada Allah s\ 4, manusia
tidak membayangkanakan
adanya dosa,jika ia berbuat salah
danmelanggar larangan Allah swt. Dia lupa kalau
dipundaknya terdapat 2 (dua) malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatatseluruh amal perbuatannya, sehingga ia berani
melakukan kejahatan dan penyimpangan sebabtidak
adalagi
yang ditakutiJurnal Hukurn Khaira LJmmah VotV No.
2,
September Z0t0 220t"
l
dan
merasatidak ada yang
mengawasi.Karena itu,
disiniiahIman/Agama menjadi power yang
diharapkanmampu
menjadi penangkal setiap godaan hawa nafsu.4.
Pengendaliandiri
/Kontrol diri
Pangkal
tolak dari
setiap kesuksesan dan kegagalanhidup
adalah terletak pada pengendaliandiri
sendiri, setiap usaha untuk mengatasi masalah tergantung pada sejauh mana usaha yang kita lakukan untuk membedah masalah.Jika
masing-masingkita tidak
ada kemauan besar untuk keluar dari masalah, maka tidak ada satu ukuranpun yang dapat dipakai untuk menentukan orangitu
hebat atau tidak, kecuali sejauhmana kemampuan dirinya untuk mengendalikan diri.Rosul bersabda :
"Tidak
disebut sebagai orang kuat, sesungguhnya orang yang kuat dan hebat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika gejolak hawa nafsu membara mengajak kepada kemungkaran".Dengan demikian
untuk
mewujudkan masyarakat lndonesia tanpa korupsi, diperlukan sikapmental
da1' para pemimpin, yang mempunyaimoralitas
sefta mengemukaknnnilai-nilai hati
nurani, kejujuran, arnanat danadil
dan berani menghadapi resika.Di
sampingitu
harus mempunyai pola pikir yang jernih, rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.Pemikiran yang berorienasi pada kenikmatan sesaat dan menghalakan secara cara merupakan tantangan terberat dalam memberantas korupsi.
C"
PenutupMelalui doa dan usaha semoga menyertai
kesuksesankita
dalammewujudkan
Indonesia tanpakorupsi,
tercapai masyarakat Indonesia yang baldatun thoyyibatun wa rabbul Shofur.Amin.
221 Mewujudkan Masyarakat Anti Korupsi ..". (Ali Mansyur)