• Tidak ada hasil yang ditemukan

model kolaborasi pengelolaan zakat berbasis ict - Unissula

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "model kolaborasi pengelolaan zakat berbasis ict - Unissula"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

KONSEP DASAR MANAJEMEN ZAKAT

Pengertian Zakat

Ibadah yang bersifat horizontal artinya zakat merupakan sarana pendistribusian harta kepada pihak yang membutuhkan yaitu 8 asnaf : fakir, fakir, amil, mualaf, riqab, gharim, fii sabilillah dan ibnu sabil. Kewajiban membayar zakat sesuai dengan rukun Islam yang ketiga dan diperkuat oleh ayat Al-Quran, surat at-Taubah [9] Ayat 103.

Dasar Hukum Zakat

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menerbitkan peraturan pengelolaan zakat yang status peraturannya sangat tinggi yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Manajemen Zakat

BAZNAS Kabupaten/Kota dibentuk oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk atas usul bupati atau walikota setelah mendapat pertimbangan BAZNAS. BAZNAS Provinsi atau Kabupaten/Kota melaksanakan tugas dan fungsi BAZNAS di provinsi atau kabupaten/kota masing-masing.

Macam-macam Zakat

Dalam hal Gubernur atau Bupati/Walikota tidak mengusulkan pembentukan BAZNAS provinsi atau BAZNAS kabupaten/kota, menteri atau pejabat yang ditunjuk dapat membentuk BAZNAS provinsi atau BAZNAS kabupaten/kota, menteri atau pejabat dapat membentuk BAZNAS provinsi atau BAZNAS kabupaten/kota, menteri atau pejabat dapat membentuk BAZNAS provinsi atau BAZNAS kabupaten/kota. BAZNAS kabupaten/kota setelah mendapat pertimbangan BAZNAS. Jelas dari ayat dan hadis di atas bahwa wajib mengeluarkan zakat emas dan perak, sehingga siapa yang mengabaikannya akan mendapat siksa yang sangat pedih di akhirat.

Pihak-Pihak yang Wajib Mengeluarkan Zakat

Tidak ada perbedaan antara barang tambang padat dan barang tambang cair, baik diolah maupun tidak. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, besar atau kecil, merdeka atau budak, muda atau tua, pada awal bulan Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri.

Pihak-pihak yang Berhak Menerima Zakat

Seseorang yang berhutang pada dirinya sendiri untuk tujuan yang halal dan haram, maka ia telah bertaubat. 15 - Seseorang yang berhutang uang sebagai jaminan atas hutang orang lain, sedangkan dia dan jaminannya tidak dapat membayar hutang tersebut.

Pihak-pihak yang Dilarang Menerima Zakat

Edward (2016), “Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Zakat”, Jurnal Sistem dan Informatika Vol. 2012), “Zakat dan Pengentasan Kemiskinan: Peran Lembaga Zakat di Malaysia”, International Journal of Arts and Commerce Vol. Sri Fadilah, Rini Lesatari dan Yuni Rosdiana Organisasi Pengelola Zakat (Opz): Deskripsi Pengelolaan Zakat dari Aspek Lembaga Zakat", Review Akuntansi, Universitas Islam Bandung PP 60 - 74.

ZAKAT DAN KEMISKINAN

Kemiskinan Menurut Islam

Abdullah bin Musawir berkata: "Saya mendengar Ibnu Abbas menyebut Ibnu Zubair lalu menuduhnya kikir. Kemudian dia berkata: 'Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Dia tidak dipanggil mukmin yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan di sebelahnya.” (HR al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (112), Hakim (4.167).

Kemiskinan di Negara Mayoritas Muslim

Aset rumah tangga tidak lebih dari 1 buah radio, televisi, sepeda, sepeda motor, lemari es, dan tidak memiliki mobil atau truk. Selain itu, menurut Bank Islam Dunia, angka kemiskinan di negara-negara OKI masih tinggi jika diukur secara absolut.

Tabel 2.1. Dimensi dan Indikator Kemiskinan MPI  Dimensi  Indikator  Sangat kekurangan
Tabel 2.1. Dimensi dan Indikator Kemiskinan MPI Dimensi Indikator Sangat kekurangan

Kemiskinan di Indonesia

Sedangkan tingkat kemiskinan relatif adalah persentase penduduk yang mempunyai pendapatan di bawah nilai median pendapatan, membandingkan kelompok terendah dengan kelompok atas. Berdasarkan survei tahun 2017, tingkat kemiskinan di Indonesia cukup rendah dibandingkan rata-rata dunia, dimana MPI Indonesia sebesar 0,066, sedangkan MPI global sebesar 0,167.

Tabel 2.5. Kemiskinan Relatif, Absolut, dan Rasio Gini 2007-2016
Tabel 2.5. Kemiskinan Relatif, Absolut, dan Rasio Gini 2007-2016

Zakat dan Kemiskinan

Pengelolaan zakat pada masa Umar bin Khattab berbeda dengan pada masa khilafah Abu Bakar ra dan Nabi Muhammad SAW. Undang-undang ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan zakat di Pakistan bersifat terpusat yang disebut Central Zakat Fund (CSF).

Tabel 2.7. Penghimpunan dan Penyaluran Dana Berdasarkan  Organisasi Pengelola Zakat (OPZ)
Tabel 2.7. Penghimpunan dan Penyaluran Dana Berdasarkan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ)

MANAJEMEN ZAKAT PADA MASA RASULULLAH 36

Manajemen Zakat pada Masa Rasulullah

Pada masa itu, Rasulullah membuat tempat pengumpulan dan pengurusan zakat bernama Baitul Maal (rumah perbendaharaan), yang terletak di dalam masjid Nabawi. Sebaliknya, pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, zakat dikenakan ke atas kuda, kerana kuda dikembangkan melalui penternakan.

Peran Zakat di Zaman Rasulullah

Hal ini berlaku hingga tahun kesembilan Hijriah, kemudian Allah menurunkan Surat Tawbah Ayat 60 yang menetapkan ketentuan baru bahwa kelompok Mustahik tidak terbatas pada fakir miskin dan fakir miskin, melainkan ada enam kelompok lainnya. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya zakat hanya untuk orang-orang yang membutuhkan, orang-orang miskin, para pengelola zakat, para mualaf yang taat hatinya, para tawanan (yang merdeka), orang-orang yang berhutang, karena Allah, dan orang-orang yang dalam suatu perjalanan, sebagai suatu keputusan yang diwajibkan oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. at-Taubah: 60).

Manajemen Zakat pada Masa Abu Bakar ash-Sidiq r.a. (11-

Jika seorang khalifah membiarkan hal itu terjadi tanpa mengambil tindakan, maka sama saja dengan membiarkan keburukan itu dan dia akan mempertanggungjawabkan kepada Allah di dunia dan di akhirat. Artinya kekayaan Baitul Maal tidak pernah terakumulasi dan kesenjangan antara kaya dan miskin semakin mengecil.

Manajemen Zakat Pada Masa Umar bin Khattab r.a. (13-23

Pada masa Umar r.a., seluruh dana zakat tidak langsung disalurkan hingga tidak ada yang tersisa, melainkan sebagian dana disimpan sebagai cadangan negara. Soal pengelolaan dana zakat, sahabat seperti Umar bin Khattab dikenal sangat bijak dan amanah dalam pelaksanaannya.

Manajemen Zakat pada Masa Usman bin Affan r.a. (23H-35

Pada masa Khilafah Usman r.a. beliau membuat kebijakan memperkirakan besarnya biaya zakat bagi setiap orang yang wajib membayar zakat. Beliau juga menerapkan kebijakan membolehkan zakat dibayarkan dengan nilai moneter sebesar 2,5% dari harta yang dizakati, mengurangi zakat dari dana pensiun yang dibiayai pemerintah dan menyalurkan zakat dengan sistem prioritas yang sama seperti pada masa Umar bin. Khattab r.a.

Manajemen Zakat pada Masa Ali bin Abi Thalib r.a. (35-40

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Kerja sama ini dapat meningkatkan kinerja pengelolaan zakat dan mengatasi permasalahan tumpang tindih pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan zakat.

MANAJEMEN ZAKAT DI NEGARA-NEGARA

Manajemen Zakat di Arab Saudi

Dengan adanya fenomena tersebut, warga negara non-Arab Saudi melakukan protes kepada pemerintah Arab Saudi karena membayar pajak penghasilan. Akhirnya raja mengambil keputusan untuk mewajibkan zakat baik bagi warga negara Saudi maupun warga negara non-Saudi (mukimin).

Manajemen Zakat di Sudan

55 orang yang berdomisili di Sudan dan mempunyai harta benda wajib membayar zakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Sudan. Di Sudan, terdapat peraturan yang memberikan sanksi bagi mustahika yang tidak mau membayar zakat.

Manajemen Zakat di Pakistan

Bank dan lembaga keuangan berwenang memotong zakat di Pakistan, yang kemudian didistribusikan ke CSF. Dana zakat yang telah terkumpul dipisahkan dalam rekening tersendiri dengan rekening dana yang dikelola oleh pemerintah dan pengelolaannya hanya berada di CSF. Sesuai dengan kaidah Al-Quran, penyaluran zakat di Pakistan tetap kepada 8 asnaf yang berhak menerima zakat, namun ada prioritas baru bagi Mustahik mengenai hal tersebut.

Manajemen Zakat di Yordania

Manajemen Zakat di Kuwait

Lembaga amil zakat di Kuwait berada di bawah dua kementerian, yaitu Menteri Wakaf dan Urusan Islam yang mempunyai kewenangan mengelola Baituz Zakat Kuwait dan Kementerian Sosial dan Tenaga Kerja yang mempunyai kewenangan mengelola lembaga amil zakat swasta milik kepada lembaga-lembaga sosial. . Baituz Zakat mempunyai dewan redaksi yang dipimpin oleh Menteri Wakaf dan Islam dan Wakil Kementerian Wakaf dan Islam, Wakil Kementerian Sosial dan Ketenagakerjaan, Direktur Utama Jaminan Sosial, serta Kepala Istana. sebagai ahli zakat di Kuwait.

Manajemen Zakat di Singapura

Selain zakat, dana sosial lainnya juga dihimpun untuk pembangunan masjid, madrasah, dan lembaga sosial lainnya. Pemerintah Singapura sangat mendukung pengelolaan zakat di Singapura meskipun pemerintah tidak ikut campur dalam pengelolaan zakat.

Manajemen Zakat di Malaysia

Perbedaan pendapat mayoritas dilatarbelakangi oleh perbedaan pengelolaan zakat dan pajak yang dianggap berbeda unsur. Untuk mengetahui keandalan model pengelolaan zakat kolaboratif jika diterapkan dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan zakat. B).

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ZAKAT DI

Zakat Masa Kerajaan Islam

Yang menarik saat itu adalah zakat merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kerajaan. Semangat pengelolaan zakat pada masa kerajaan adalah pembayaran zakat dilakukan di pasar, di.

Zakat Pada Masa Awal Kemerdekaan

Pada tahun 1968 diterbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 4 tentang pembentukan Badan Amil Zakat dan Nomor 5 Tahun 1968 tentang pembentukan Baitul Mal (Balai Kekayaan) di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Namun pada tahun itu Menteri Keuangan menyatakan Zakat tidak perlu ada dalam undang-undang, cukup dengan peraturan Menteri Agama.

Zakat Pada Masa Reformasi

Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 dan 47 Tahun 1991 tentang Pembinaan BAZNAS tertuang dalam Instruksi Menteri Agama Nomor 5 Tahun 1991 tentang Pedoman Teknis Pembinaan BAZNAS dan Instruksi Menteri. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1988 tentang Perkembangan Umum BAZNAS di Indonesia.

Pengelolaan Zakat dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun

Undang-undang nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat, pengelolaan zakat dilakukan oleh suatu wadah yaitu Badan Amil Zakat yang dibentuk oleh Pemerintah bersama masyarakat dan Lembaga Amil Zakat yang dibentuk seluruhnya oleh swasta. dikumpulkan secara terukur. organisasi dan yayasan keagamaan. . Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah mengeluarkan peraturan pengelolaan zakat yang status peraturannya sangat tinggi yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Zakat Para Era Digital

99 yaitu: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ)/Mitra Pengumpul Zakat (MPZ). Harus ada kerjasama antar lembaga Amil Zakat dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia penanganan pemberdayaan zakat.

ZAKAT DAN PAJAK

Zakat dan Pajak

Kemudian, ketika tanah tersebut dibeli oleh umat Islam atau pemiliknya atau ahli warisnya yang kemudian masuk Islam, tetap dikenakan zakat dan pajak. Oleh karena itu, zakat dan pajak seharusnya mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai penerimaan negara (budget) dan instrumen transfer kekayaan (regulator).

Persamaan dan Perbedaan antara Zakat dan Pajak

Berdasarkan grafik tersebut, kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan, namun angka yang masih ada hingga saat ini terbilang masih sangat tinggi karena masih terdapat sekitar 26,58 juta penduduk miskin di Indonesia. Dari segi tujuan, terdapat kesamaan antara keduanya, yaitu sama-sama bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan.

Sinergi Zakat dan Pajak

Perlu adanya komunikasi antar lembaga Amil Zakat untuk saling berbagi ilmu dalam hal pemberdayaan zakat. Lembaga Amil Zakat harus berkoordinasi dengan sesama pengelola zakat dalam pendistribusian wilayah pemberdayaan zakat agar tidak terjadi tumpang tindih.

IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Konsep Dasar Good Corporate Governance

Forum Tata Kelola Perusahaan untuk Tata Kelola Perusahaan di Indonesia (FCGI) sebagai seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengelola perusahaan, kreditor, pemerintah, karyawan, serta pemangku kepentingan internal dan eksternal dengan memperhatikan hak dan kewajibannya. Adanya informasi asimetris; Secara umum informasi mengenai pengelolaan zakat Muzaki lebih sedikit dibandingkan dengan informasi organisasi pengelola zakat, sehingga mendorong munculnya moral hazard berupa pengelolaan zakat yang tidak transparan, tidak kredibel dan sebagainya. penyelenggaraan zakat yang baik, baik dan profesional atau dikenal juga dengan istilah tata kelola perusahaan yang baik.

Prinsip-prinsip Good Corporate Governance

Implementasi Good Corporate Governance pada Lembaga

Lembaga Amil Zakat harus berkoordinasi dengan sesama pengelola zakat dalam pendistribusian wilayah pengumpulan zakat agar tidak terjadi tumpang tindih. Perlu adanya kerjasama antar lembaga Amil Zakat dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola penyaluran zakat.

ZAKAT DAN SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi

Dari data yang terintegrasi, dapat diteliti berbagai jenis laporan manajemen yang akan menjadi dasar bagi manajer untuk merencanakan, mengatur, dan mengendalikan kinerja perusahaan atau departemen. Tuntutan akan tersedianya laporan manajemen yang standar seringkali menimbulkan tekanan psikologis yang sangat tinggi bagi manajer lini menengah.

Sistem Informasi Zakat

Melalui sistem informasi manajemen, seluruh departemen dalam perusahaan akan menerima aliran informasi yang diperlukan secara tepat waktu, sehingga kualitas produksi dan layanan pelanggan dapat ditingkatkan. Pelayanan terhadap pelanggan akan semakin cepat sehingga kepercayaan masyarakat akan meningkat dan akan timbul aliran simpati yang besar untuk mendorong tingkat pembelian produk dari perusahaan.

Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Sistem Informasi Zakat . 93

Anggota atau Muzaki mentransfer sejumlah uang ke bank yang dipilih untuk metode pembayaran.

Gambar 9.1. Flow Chart Diagram Rancangan Sistem  Informasi Zakat
Gambar 9.1. Flow Chart Diagram Rancangan Sistem Informasi Zakat

ZAKAT DAN ICT COLLABORRATION

  • Konsep Dasar Kolaborasi
  • Manfaat Kolaborasi
  • Kolaborasi Zakat
  • Pihak-Pihak yang Terlibat pada Kolaborasi Zakat
  • Kolaborasi Zakat Berbasis ICT

Berdasarkan pendataan, kegiatan kerjasama yang ada antar organisasi pengelola zakat dalam model 3C ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Selama ini organisasi pengelola zakat baik Baznas maupun LAZ sebenarnya sudah memanfaatkan ICT dalam mengelola zakat.

Gambar 10.1. Segitiga kolaborasi terkait komunikasi, koordinasi,  dan kerja sama
Gambar 10.1. Segitiga kolaborasi terkait komunikasi, koordinasi, dan kerja sama

PENGUJIAN MODEL KOLABORASI PENGELOLAAN

Harus ada komunikasi antar lembaga Amil Zakat untuk saling berbagi ilmu terkait penyaluran zakat. 113 Lembaga Amil Zakat harus berkoordinasi dengan sesama pengelola zakat dalam membagi wilayah penyaluran zakat agar tidak terjadi tumpang tindih.

Gambar

Tabel 2.1. Dimensi dan Indikator Kemiskinan MPI  Dimensi  Indikator  Sangat kekurangan
Tabel 2.2. Distribusi Penduduk Miskin MPI berdasarkan Kategori  Wilayah Tahun 2017
Tabel 2.5. Kemiskinan Relatif, Absolut, dan Rasio Gini 2007-2016
Tabel 2.8 Penyaluran Zakat berdasarkan Ashnaf di setiap OPZ
+7

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas berkat rahmat dan kuasa-nya yang telah melimpahkan kekuatan lahir dan bathin kepada diri kami, sehingga setelah