• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Penilaian dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Badegan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Model Penilaian dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Badegan"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan implementasi prinsip-prinsip dalam model evaluasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 2 Badegan. Untuk mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung model penilaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 2 Badegan.

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

BAB III Berisi tentang metode penelitian yang meliputi pertanyaan mengenai pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, data dan sumber data, tata cara pengumpulan data, teknik analisis data dan pemeriksaan keabsahan data. BAB IV Berisi tentang gambaran umum latar belakang penelitian mengenai sejarah singkat berdirinya SMP Negeri 2 Badegan, visi, misi, serta penyajian data berupa pembahasan hasil penelitian mengenai penerapan prinsip evaluasi dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Badegan.

KAJIAN TEORI DAN TELAAH HASIL

Evaluasi Pembelajaran

Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama akan berada dalam kelompok yang sama dalam pembelajaran. Hasil evaluasi ini dijadikan laporan dan bahan resmi untuk menentukan maju atau tidaknya siswa ke tingkat yang lebih tinggi.

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

Pendidikan Agama Islam (IAI) merupakan upaya yang lebih ditekankan secara khusus untuk mengembangkan sifat majemuk mata pelajaran peserta didik agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam. Oleh karena itu pembelajaran PAI merupakan suatu proses yang bertujuan membantu siswa mempelajari agama Islam. Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar, yaitu kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan yang dilaksanakan secara terencana dan sadar sehubungan dengan tujuan yang ingin dicapai.

Peserta didik dipersiapkan untuk mencapai tujuan, dalam arti dibimbing, diajarkan atau dilatih untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam. Kegiatan (pembelajaran) PAI bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam. Pendidikan agama Islam (PAI) adalah suatu upaya sengaja, yaitu kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan yang dilakukan secara terencana dan disengaja dengan memperhatikan tujuan yang ingin dicapai.

52 Nazarudin Rahman, Manajemen Pembelajaran; Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum, (Cet I, Yogyakarta, Pustaka Felicha, 2009)12.

Evaluasi Pembelajaran PAI

Artinya: “seseorang yang mempunyai ilmu dari kitab KI [1097] berkata: “Aku akan membawakan takhta itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka ketika Sulaiman melihat takhta di hadapannya, dia berkata: “Inilah pemberianku.” Ya Allah, berilah ujian kepadaku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (berkah-Nya) Artinya: “Sulaiman berkata: “Kami akan melihat apakah kamu orang yang ikhlas atau apakah kamu termasuk orang yang berdusta.” 62 3.

Maksudnya: "ketika mereka berdua menyerah diri dan Ibrahim meletakkan anaknya di atas baitnya, (ternyatalah kesabaran kedua-duanya. Maksudnya: "dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) semuanya, kemudian Dia mengemukakannya kepada Para malaikat lalu berkata: “Sebutkanlah kepadaku nama-nama benda ini jika Berilah sejenis tabsyîr (berita gembira) bagi orang yang mengerjakan amal saleh dan berikanlah jenis iqab (azab) bagi orang yang berbuat jahat sebagaimana tersebut dalam QS.

Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebanyak satu dzarrah, niscaya dia akan melihat (pahalanya). Dan siapa yang mengerjakan keburukan sebanyak satu dzarrah, niscaya dia juga akan melihat (pahalanya).

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Perencanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam Peningkatan Kinerja Guru di SMK PGRI 2 Ponorogo mempunyai rencana program evaluasi pembelajaran dimana kepala sekolah akan membentuk tim untuk merancang evaluasi pembelajaran ini. Monitoring Evaluasi Pembelajaran Dalam Peningkatan Kinerja Guru di SMK PGRI 2 Ponorogo Kepala sekolah mengambil. Penelitian yang dilakukan oleh Rini Agustiningsih, 2015 dengan judul “Implementasi Prinsip Penilaian Dalam Evaluasi Pembelajaran di TK 2 Yogyakarta” dari lembaga TK Negeri 2 Yogyakarta.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penerapan prinsip penilaian dalam evaluasi pembelajaran di TK Negeri 2 Yogyakarta dapat disimpulkan secara garis besar. Dalam penerapan prinsip penilaian dalam evaluasi pembelajaran di TK Negeri 2 Yogyakarta terdapat faktor yang mendukung atau menghambat penerapan prinsip penilaian dalam evaluasi pembelajaran itu sendiri. Cara yang dilakukan TK Negeri Yogyakarta untuk mengatasi faktor-faktor yang menghambat penerapan prinsip penilaian dalam evaluasi pembelajaran di TK Negeri 2 Yogyakarta adalah dengan melakukan kerjasama dengan orang tua pada saat kegiatan ekstrakurikuler dan memaksimalkan waktu di sekolah untuk menjamin tuntasnya penilaian.

Perbedaan penelitian yang dilakukan Leni Fitrianti adalah fokusnya pada proses penilaian pendidikan agama Islam dan menggunakan metode penelitian kuantitatif, sedangkan penelitian ini fokus pada evaluasi pembelajaran dan menggunakan metode penelitian kualitatif.

METODE PENELITIAN

Kehadiran Peneliti

Lokasi Penelitian

Data dan Sumber Data

Sedangkan yang dimaksud dengan sumber data merupakan bagian yang sangat penting bagi peneliti, karena penentuan dalam memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan keakuratan, kedalaman dan kesesuaian informasi yang diperoleh. Sumber data primer: berupa teks wawancara yang diperoleh melalui wawancara dengan informan yang menjadi sampel penelitian. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala kurikulum, dan guru PAI.

Sumber Data Sekunder : berupa data yang telah tersedia dan dapat diakses oleh peneliti dengan cara membaca, memperhatikan atau mendengarkan.

Prosedur Pengumpulan Data

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan penelitian secara cermat dan pencatatan secara sistematis. 75 Jenis observasi ada tiga, yaitu observasi partisipan, observasi terbuka dan terselubung, dan observasi tidak terstruktur (unstructured observasi).76.

Teknik Analisis Data

Mereduksi data dalam konteks penelitian berarti merangkum, memilih hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal yang penting, dan membuat kategori. Dengan demikian, data yang direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data selanjutnya.81. Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menampilkan data atau menyajikan data dalam suatu pola, yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, grafik, matriks, jaringan, dan bagan.

Apabila pola yang ditemukan didukung oleh data, maka pola tersebut menjadi standar dan tercermin dalam laporan akhir penelitian.82. Temuan dapat berupa uraian atau gambaran suatu objek yang sebelumnya tidak jelas, kemudian diteliti untuk memperjelasnya dan kemudian ditarik kesimpulan.

Pengecekan Keabsahan Data

Guru menerapkan dengan baik prinsip evaluasi dalam pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan. Terdapat faktor penghambat dan pendukung penerapan prinsip evaluasi dalam pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi penggunaan prinsip evaluasi secara kontinyu dalam pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan.

Penerapan prinsip objektivitas evaluasi yang dilakukan oleh guru PAI di SMPN 2 Badegan adalah guru memberikan tes secara individu (individu) dan guru memberikan tes secara kelompok. Pada saat pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat. Faktor yang menghambat penerapan prinsip evaluasi pembelajaran di SMPN 2 Badegan adalah guru kesulitan mendokumentasikan perkembangan individu siswa.

Faktor pendukung penerapan prinsip penilaian pembelajaran adalah seluruh pendidik PAI di SMPN 2 Badegan merupakan lulusan perguruan tinggi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Paparan Data

Penerapan prinsip evaluasi komprehensif yang dilakukan oleh Bapak. Amirudin sebagai guru PAI yaitu dengan melakukan penilaian terhadap proses perkembangan siswa dengan mempertimbangkan ketiga aspek evaluasi yang ditunjukkan dalam wawancara sebagai berikut.94. Berdasarkan observasi temuan di lapangan, penerapan prinsip evaluasi komprehensif terkait ranah kognitif diterapkan oleh guru PAI SMPN 2 Badegan, sehingga guru melakukan tes tertulis untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. yang telah selesai. mereka mengajar. Guru melakukan tes lisan pengetahuan tentang materi yang dipelajari. dia mempelajarinya, dan guru setiap selesai mempelajari materi yang dipelajari. 96. Penerapan prinsip kesinambungan evaluasi yang dilaksanakan oleh Bpk. Amirudin sebagai guru PAI adalah mengamati dan mencatat aktivitas siswa setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan pada akhirnya setiap siswa memiliki catatannya masing-masing, seperti pada wawancara sebagai berikut. 97.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, penerapan prinsip evaluasi kontinuitas yang dilakukan oleh guru PAI SMPN 2 Badegan adalah guru memberikan tes awal sebelum pelajaran dimulai, dan guru melakukan tes secara terus menerus (terus menerus) dalam bentuk ujian semester materi pembelajaran .99. Penerapan prinsip objektivitas evaluasi yang dilakukan oleh Pak Amrudin selaku guru PAI yaitu dengan melakukan observasi dan pencatatan terhadap seluruh tingkah laku yang ditunjukkan oleh setiap siswa, dapat dilihat pada wawancara sebagai berikut: 100. Berdasarkan observasi temuan dalam di lapangan, penerapan prinsip objektivitas evaluasi yang dilakukan oleh guru PAI di SMPN 2 Badegan mengetahui bahwa guru memberikan tes secara individu (individu) dan guru memberikan tes secara berkelompok.102.

Sedangkan kendala penerapan prinsip evaluasi disampaikan oleh Bapak. Aziz sebagai guru PAI SMPN 2 Badegan.104.

Pembahasan

Apabila persentase akhir sebesar 61% sampai dengan 80%, maka diartikan Penerapan Prinsip Evaluasi dalam Proses Penilaian Pendidikan Agama Islam dikategorikan “Maksimal”. Ranah kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa, meliputi kemampuan menghafal, memahami, menganalisis, menerapkan dan mengevaluasi.Penerapan prinsip penilaian komprehensif terkait ranah kognitif yang dilakukan oleh guru PAI SMPN 2 Badegan dilakukan yaitu melalui guru memberikan tes tertulis untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan, guru memberikan tes lisan terhadap materi yang dipelajari, dan guru memberikan tes setiap selesai mempelajari mata pelajaran. Penerapan prinsip evaluasi komprehensif terkait ranah afektif dilakukan oleh guru PAI SMPN 2 Badegan yaitu dengan menilai perkembangan siswa dalam proses pembelajaran melalui perkataan dan tingkah laku yang ditunjukkan setiap siswa pada saat itu, tempat mengambil dan mencatat. .

Penerapan prinsip evaluasi berkesinambungan yang dilakukan oleh guru PAI SMPN 2 Badegan adalah guru melaksanakan tes awal sebelum pelajaran dimulai, dan guru secara terus menerus (terus menerus) melaksanakan tes berupa ujian semester. materi pembelajaran. Sehingga guru SMPN 2 Badegan mempunyai keterampilan atau kompetensi yang sesuai dalam melaksanakan penilaian. Penerapan prinsip evaluasi komprehensif dalam pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan yaitu dengan mengamati dan mencatat dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran dengan memperhatikan 3 aspek evaluasi yaitu aspek kognitif, aspek psikomotorik dan aspek afektif. Penerapan prinsip evaluasi kesinambungan dalam pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan yaitu dengan mencatat seluruh aktivitas siswa dari harian, mingguan hingga bulanan. Penerapan prinsip evaluasi objektif dalam pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan adalah dengan mencatat perkembangan siswa apa adanya. tanpa perbedaan apa pun.

Metode yang digunakan SMPN 2 Badegan untuk mengatasi faktor-faktor yang menghambat penerapan prinsip penilaian dalam pembelajaran PAI di SMPN 2 Badegan adalah dengan melakukan kerjasama dengan orang tua pada saat kegiatan ekstrakurikuler, dan memaksimalkan waktu di sekolah untuk menyelesaikan penilaian.

PENUTUP

Saran

Bagi SMPN 2 Badegan diharapkan penerapan prinsip evaluasi pembelajaran kedepannya akan lebih meningkatkan mutu dan memperbaiki permasalahan yang ada, sehingga penerapan prinsip evaluasi pembelajaran dapat efektif dalam meningkatkan kualitas pendidik di sekolah ini. Pendidik hendaknya lebih kreatif dalam mempersiapkan dan menggunakan metode pembelajaran yang beragam serta melakukan evaluasi dengan lebih intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Agar peserta didik meningkatkan kesadarannya dalam belajar, untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Bagi orang tua wali peserta didik, sebaiknya selalu memotivasi anaknya dalam belajar dan mengontrol pergaulan anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Farida Yusuf Tayibnapis, Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi Program Pendidikan dan Penelitian, Jakarta: PT. Kunandar, Guru Profesional, “Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Sertifikasi Guru”, Jakarta: PT.

Referensi

Dokumen terkait

Di SMP Negeri 1 Mojosongo berbasis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan penilaian berbasis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Berdasarkan

Tujuan skripsi ini adalah untuk mendiskripsikan cara dan usaha yang dilakukan guru PAI dalam mengimplementasikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa

Tujuan penelitian ini untuk memaparkan siapa yang berupaya meningkatkan keterampilan guru PAI dalam penggunaan media pembelajaran pendidikan agama Islam,

Pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) yang dilaksanakan oleh guru PAI di dalam kelas ketika menggunakan model pembelajaran konstruktivisme diharuskan

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI, Pada tahap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi multipleintelligences, bahwa guru masih kesulitan dalam

Ma’rifatun Diniyah, selaku guru PAI menyatakan bahwa, dalam tahap perencanaan harus disesuaikan dengan materi dan ketika awal pembelajaran guru mentargetkan agar

Demikian juga hasil wawancara peneliti dengan bapak Alpiannor, S.Pd.I selaku guru PAI, beliau menyatakan bahwa: “Pastinya dengan selalu mengadakan kegiatan-kegiatan positif, dan

Dari ketiga tahapan diatas, dapat disimpulkan bahwa secara komprehensif, model pembelajaran PAI berbasis moderasi agama yang dilakukan oleh para guru di beberapa sekolah dan madrasah di