• Tidak ada hasil yang ditemukan

model peran serta kader posyandu dalam melakukan - SIMAKIP

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "model peran serta kader posyandu dalam melakukan - SIMAKIP"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Salah satu faktor penentu stunting adalah pemberian makanan bayi dan anak yang tidak memenuhi gizi yang cukup, hal ini dapat berkaitan dengan pola asuh, keragaman pemberian makan, pengetahuan ibu atau pengasuh tentang gizi seimbang dan juga peran petugas posyandu untuk memotivasi dan mendukung ibu untuk menerapkan praktik pemberian makan bayi dan anak yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kader berpendidikan rendah (SD, SMP) sebanyak 73% dan tinggi (SMA dan PT) sebanyak 27%, sebagian besar kader tidak bekerja (IRT) sebanyak 80% dan bekerja (guru ) dengan 20 %, berapa lama kader posyandu, rata-rata kader > 5 tahun dengan 83% dan.

Tabel 1.  Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak  (PMBA)…………………  10  Tabel 2.  Karakteristik Kader Posyandu………………………………………
Tabel 1. Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)………………… 10 Tabel 2. Karakteristik Kader Posyandu………………………………………

Perumusan Masalah

6 Dalam upaya mendukung keberhasilan program pembangunan kesehatan, telah ditetapkan arah dan strategi pembangunan dalam upaya peningkatan status pangan dan gizi masyarakat sebagaimana tertuang dalam Perpres No.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kegiatannya meliputi peningkatan pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala di posyandu, peningkatan integrasi pesan-pesan edukasi tentang perbaikan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan, seperti pemberian makan bayi dan anak (Noviati, Susanto JC, Selina H, Mexitalia M, 2006).

Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) 1. Pengertian PMBA

Ruang Lingkup PMBA

MP-ASI selain harus diberikan tepat waktu juga harus cukup yaitu cukup energi, protein, lemak, vitamin dan mineral. Meskipun produk MP-ASI buatan pabrik sudah ada, namun dianjurkan untuk menggunakan bahan pangan lokal/alami yang tersedia di setiap daerah dengan tambahan zat gizi mikro.

Tujuan dan Manfaat PMBA

Jika bayi Anda menolak makan, tetap dorong dia untuk makan; gendong bayi Anda saat dia diberi makan atau periksa dia saat dia di pangkuan orang lain. Tawarkan makanan baru berkali-kali, anak mungkin tidak suka makanan baru pada awalnya (menolak menerima).

Tabel 1. Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)  Usia
Tabel 1. Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Usia

Strategi PMBA

Kader

Pengertian Kader

Semakin dewasa, tingkat kedewasaan dan kekuatan seseorang akan semakin matang dalam berpikir dan bekerja. Pendidikan dapat mempengaruhi seseorang, termasuk sikap seseorang terhadap gaya hidup terutama dalam motivasinya untuk siap berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan.

Fungsi Kader

Pengetahuan Kader tentang PMBA 1.Pengertian Pengetahuan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan a. Faktor internal

Termasuk juga perilaku seseorang dalam hal gaya hidup terutama dalam hal memotivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan, pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah menerima informasi. Lingkungan adalah segala keadaan yang ada di sekitar manusia dan pengaruhnya, yang dapat mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku seseorang atau kelompok.

Pengukuran Pengetahuan

Soal esai disebut soal subjektif karena penilaian soal ini melibatkan faktor subjektif penilai, sehingga nilainya akan berbeda-beda dari satu penilai ke penilai lainnya dari waktu ke waktu. Dengan skala ukur jenis ini, Anda akan mendapatkan jawaban yang jelas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, kapan atau tidak, positif atau negatif, dll. Jika pertanyaannya positif, jawaban yang benar diberi nilai 1 dan jawaban yang salah diberi nilai 0, tetapi jika pertanyaannya negatif, jawaban yang benar diberi nilai 0 dan jawaban yang salah diberi nilai 1.

Peran Serta Kader tentang PMBA 1. Pengertian Peran Serta

Peran kader Posyandu a. Pelayanan kesehatan

Pelayanan di posyandu meliputi pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti imunisasi untuk pencegahan penyakit, penanggulangan diare, penyuluhan dan penyuluhan/konseling rujukan bila diperlukan (Paridah, 2013). Sedangkan peran kader dalam kesehatan ibu dan anak yaitu kader melakukan deteksi dini masalah kesehatan ibu dan anak dengan menggunakan buku KIA, kader harus selalu siap mendampingi dan menjaga ibu atau anak yang membutuhkan pertolongan dan perawatan dari tenaga kesehatan. akan dirujuk). KMS juga dapat digunakan oleh kader untuk memuji ibu yang mengalami kenaikan berat badan, serta mengingatkan ibu untuk menimbang anaknya di posyandu pada bulan berikutnya.

Tim tindak lanjut bertugas memantau kesehatan ibu dan anak, memfasilitasi pelaksanaan posyandu, memberikan pelatihan teknis terkait program kerja posyandu dan membantu masyarakat jika ada anak atau ibu yang terganggu kesehatannya dan perlu ditangani. dirujuk ke puskesmas atau RSUD. Setelah kegiatan posyandu selesai, rumah ibu-ibu yang akan dikunjungi ditentukan bersama. Dan ibu yang anaknya bulan lalu dikirim ke puskesmas karena berat badannya tidak kunjung naik selama 2 bulan berturut-turut, berat badannya di bawah garis merah, sakit dan anaknya kelebihan berat badan.

Posyandu

  • Pengertian Posyandu
  • Tujuan Posyandu
  • Sasaran Posyandu
  • Fungsi Posyandu
  • Pengorganisasian a. Struktur organisasi
  • Pembentukan
  • Tingkat Perkembangan Posyandu

Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar khususnya yang berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKB. Kader posyandu adalah anggota masyarakat yang mau, mampu dan memiliki waktu untuk menjadi relawan dalam menyelenggarakan kegiatan posyandu. Posyandu pratama, merupakan Posyandu yang belum stabil yang ditandai dengan kegiatan Posyandu bulanan yang belum dilaksanakan secara rutin dan jumlah kader yang sangat terbatas yaitu kurang dari 5 (lima) orang.

Posyandu Madya, merupakan Posyandu yang sudah mampu melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali dalam setahun, dengan rata-rata jumlah kader lima orang atau lebih, namun cakupan kelima kegiatan utama tersebut masih rendah yaitu kurang dari 50 orang. .%. %. Posyandu Purnama, merupakan Posyandu yang telah mampu melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali dalam setahun, dengan rata-rata jumlah kader lima orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan pokok lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan dan telah mendapatkan sumber pendanaan dari dana yang dikelola masyarakat yang pesertanya masih terbatas yaitu kurang dari 50% rumah tangga di wilayah kerja Posyandu. Posyandu Mandiri, adalah Posyandu yang telah mampu melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali dalam setahun, dengan rata-rata jumlah kader lima orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan pokok lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan, dan mendapat sumber pendanaan dari dana yang dikelola masyarakat yang pesertanya lebih dari 50% keluarga yang tinggal di wilayah kerja Posyandu (Kemenkes RI, 2011).

Gambar 1. Bagan Kerangka Konsep Penelitian Peran Serta Kader Posyandu
Gambar 1. Bagan Kerangka Konsep Penelitian Peran Serta Kader Posyandu

Karakteristik Kader

Pada penelitian didapatkan bahwa masa kerja kader posyandu di wilayah kinerja sebagian besar lebih dari 5 tahun yaitu 83% yang menunjukkan bahwa kader telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab, sehingga kader merasa bahwa memberikan pelayanan kesehatan memerlukan waktu yang lama untuk mencapai hasil kerja yang baik. Dilihat dari pelatihan yang telah diikuti kader, sebagian besar telah mengikuti pelatihan kader yaitu 93% artinya kader telah menguasai keterampilan sesuai standar pelayanan kesehatan (Puskesmas) yang masih dilakukan setiap 3 bulan sekali. Pengetahuan kader tentang PMBA menunjukkan bahwa sebagian besar memahami PMBA yaitu 63%, sehingga peran kader dalam memberikan pelayanan kesehatan secara tidak langsung juga tinggi yaitu 90%, sehingga sebagian besar kader dalam setiap kegiatan Posyandu memberikan penyuluhan kesehatan yaitu 77 % .

Namun role model kader posyandu dapat dilihat pada saat kader melakukan pendampingan PMBA, sebagian besar kader di kampung kinerja memberikan pendampingan PMBA yaitu 93% dengan melakukan kunjungan rumah saat balita atau bayi diberi makan dari pagi, siang dan sore hari, hal ini menunjukkan bahwa peran dan kader membantu mengingatkan ibu untuk memberikan makanan sesuai usia dan jenis makanan yang akan diberikan. Hampir separuh dari ibu bayi dan anak memberikan jumlah makanan yang tidak sesuai umur, dan penyuluhan belum mampu meningkatkan praktik PMBA khususnya jumlah porsi. Walaupun tidak ada hubungan, namun masih terlihat bahwa sebagian besar ibu menyusui bayinya tidak sesuai dengan umurnya, baik jenis maupun bentuknya.

KESIMPULAN

SARAN

IDENTITAS JURNAL

IDENTITAS HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Hasil Penelitian Bahwa peran kader posyandu dalam memberikan pendampingan menunjukkan adanya perubahan perilaku ibu yang memiliki bayi dan anak untuk memberikan makanan pokok sesuai usia dan pola makan bayi dan anak. Di akhir kunjungan, para eksekutif kembali meminta pengertian dari para ibu dan mendorong para ibu untuk mengambil tindakan untuk meningkatkan praktik pemberian makan bagi bayi dan anak mereka. Bekerjasama dengan Puskesmas Pagelaran untuk mengembangkan program yang dicanangkan pemerintah agar kader posyandu di desa Pagelaran dapat meningkatkan pendampingan PMBA kepada ibu, sehingga ibu dapat memastikan asupan makanan sesuai dengan usia anaknya. 2018), Efektifitas model pendidikan gizi dengan kartu pemantauan makanan dan biskuit MP-ASI terhadap pertumbuhan dan status anemia pada anak gizi buruk usia 6-23 bulan di Aceh.

Peran Kader Posyandu dalam Peningkatan Kesejahteraan Ibu dan Anak di Dusun Lamasariang Desa Balanipa Kecamatan Balanipa Kabupaten Poliwali Mandar. Hubungan Motivasi Kader Dengan Pelaksanaan Peran Kader Posyandu Di Desa Sumbersari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Kemenkes RI (2014), Modul Pemberian Makanan Bayi dan Anak untuk Tenaga Kesehatan dan Kader Jakarta (ID): Direktorat Gizi, Ditjen Gizi dan KIA. 2016) Investigasi praktik pemberian makanan pendamping ASI pada ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan.

MODEL PERAN SERTA KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN PMBA USIA 6-24 BULAN DI DESA PAGELARAN

KECAMATAN PAGELARAN PANDEGLANG, BANTEN

Untuk mencapai hal tersebut, Strategi Nasional Promosi ASI dan MP-ASI merekomendasikan pemberian makanan bayi dan anak yang baik dan benar dari 0 hingga 24 bulan, yaitu: (1) inisiasi menyusu dini segera setelah lahir selama minimal 1 jam; (2) pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan; (3) memberikan makanan pendamping ASI (Makanan Pendamping ASI) sejak 6 bulan ke depan; (4) melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih (Liman, 2014). Analisis univariat untuk mendeskripsikan data kategorik semua variabel yang diteliti dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan role model dan kader posyandu dengan karakteristik, pengetahuan kader, pendidikan, waktu yang dihabiskan sebagai kader dan pendampingan kegiatan PMBA menggunakan uji Khai-Square ( p<0,05 ) (Riyanto, 2011). Peran kader posyandu merupakan bagian penting dalam meningkatkan partisipasi ibu dan anak balita untuk mengikuti imunisasi di posyandu, seperti 3 (tiga) peran kader posyandu yaitu peran pertama kader posyandu, sosialisasi, kedua, penyuluhan, ketiga, pendampingan yang menjelaskan secara detail peran petugas posyandu (Arfah S, 2017).

Jika jumlah porsi makanan kurang dari yang diperlukan dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi dan anak yaitu berat badan tidak bertambah. Isu ini dikemukakan oleh Patil et al. 2016) bahwa frekuensi, jumlah dan konsistensi/bentuk makanan masih bermasalah, sehingga penting untuk memberikan edukasi kepada ibu yang memiliki bayi diatas 6 bulan pengetahuan tentang pemberian makan bayi dan anak (Patil, 2016). Namun dalam penelitian ini disimpulkan bahwa peran kader posyandu dalam memberikan pendampingan menunjukkan adanya perubahan perilaku ibu yang memiliki bayi dan anak untuk memberikan makanan utama sesuai usia dan pola pemberian makan bayi dan anak. 2018), Efektivitas model pendidikan gizi dengan kartu pemantauan makanan dan biskuit MP-ASI terhadap pertumbuhan dan status anemia pada anak gizi buruk usia 6–23 bulan di Aceh.

Tabel 1. Karakteristik Kader  Posyandu
Tabel 1. Karakteristik Kader Posyandu

Daftar Isi

Kriteria PMBA yang Baik 8

Tujuan PMBA

Memenuhi kebutuhan gizi bayi

Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima berbagai macam makanan dengan berbagai rasa dan

Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan

Persyaratan PMBA

  • Tepat Waktu: Mulai diberikan saat anak berusia 6 bulan
  • Adekuat: PMBA harus mengandung cukup energi, protein, dan vitamin & mineral
  • Aman: Penyimpanan, penyiapan, dan pengolahan harus diperhatikan kebersihannya
  • Tepat cara pemberian: PMBA diberikan dengan tanda lapar dan ada nafsu makan yang ditunjukkan bayi serta
  • Inisiasi menyusui dini
  • ASI Eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan (Pemberian ASI tanpa diberikan cairan dan makanan lain)
  • Makanan Pendamping ASI
  • ASI diteruskan sampai minimal 2 tahun
  • Pengetahuan ibu, Semakin baik pengetahuan gizi ibu maka akan semakin memperhitungkan jenis dan jumlah
  • Sikap ibu, Sikap yang baik terhadap pemberian MP-ASI akan menyebabkan seorang ibu mampu menyusun
  • Dukungan keluarga, dapat mempengaruhi asupan makan anak
  • Lingkungan
  • Pemahaman, sikap dan praktek petugas kesehatan belum sepenuhnya mendukung peningkatan
  • Belum adanya perlindungan atas hak-hak ibu bekerja serta fasilitas yang mendukung pemberian ASI
  • Pemahaman Ibu kurang
  • Beredarnya Iklan Susu Formula 5. Kondisi Darurat Bencana
  • Anak mengalami malnutrisi
  • Mengalami gizi buruk
  • Menurunkan daya tahan tubuh
  • Menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Tidak berbumbu tajam, tidak menggunakan gula, garam, penyedap rasa, pewarna, dan pengawet
  • Mudah ditelan dan disukai anak
  • Pangan lokal dan harga terjangkau
  • Makanan pendamping ASI dari bahan makanan lokal yang dibuat sendiri
  • Makanan pendamping ASI pabrikan yang difortifikasi dalam bentuk, kaleng atau botol
  • Makanan Lumat, Diberikan mulai umur 6 bulan, seperti bubur, biscuit yang dilumatkan, bubur kacang hijau,
  • Makanan Lembik, Diberikan setelah makanan lumat sampai usia 9 bulan seperti nasi tim bayi, bubur
  • Makanan Keluarga, Diberikan umur 12 bulan ke atas, makanan sama dengan makanan keluarga tetapi dipilih
  • Mulai memberikan makanan tambahan saat bayi berusia 6 bulan
    • Frekuensi: 2-3 kali sehari
    • Jumlah: Berikan 2 sampai 3 sendok setiap makan (sebagai pengenal rasa)
    • Bentuk : Cukup Kental
    • Pemberian makan secara aktif
    • Bayi mungkin perlu waktu untuk terbiasa dengan makanan lain selain ASI
    • Kebersihan: Kebersihan yang baik penting untuk menghindari diare dan penyakit lain
  • Pemberian makan bayi dan anak usia 6-9 bulan
    • Frekuensi : 2-3 kali sehari
    • Jumlah : Meningkatkan jumlahnya secara perlahan menjadi setengah cangkir 250 ml
    • Bentuk : Makanan lumat
    • Variasi : makanan hewani kaya zat besi (daging, telur dan produk-produk susu), makanan pokok,
    • Tambahkan tabur gizi diberikan 2 hari satu kali
    • Pemberian makan secara aktif
    • Kebersihan : PHBS sangat penting untuk menghindari diare dan penyakit lainnya
  • Pemberian makan bayi dan anak usia 9-12 bulan
    • Frekuensi : 3-4 kali sehari
    • Jumlah : Tingkatkan jumlahnya secara perlahan menjadi setengah cangkir 250 ml
    • Bentuk : Berikan makan keluarga yang dipotong- potong, makanan yang bisa ia pegang, dan makanan
    • Variasi : makanan hewani kaya zat besi (daging, telur dan produk-produk susu), makanan pokok,
    • Kebersihan : PHBS yang baik adalah penting untuk menghindari diare dan penyakit lainnya
  • Pemberian makan bayi dan anak usia 12-24 bulan
    • Jumlah : Tingkatkan jumlahnya secara perlahan menjadi tiga perempat (3/4)
    • Bentuk : Berikan makan keluarga yang telah dipotong-potong, makanan yang bisa
    • Variasi : makanan hewani kaya zat besi (daging, telur dan produk-produk susu),
    • Tambahkan tabur gizi diberikan 2 hari satu kali
    • Kebersihan: Kebersihan yang baik adalah penting untuk menghindari diare dan
    • Makan pendamping ASI untuk usia 6 bulan Bubur Pisang
    • Makan Pendamping ASI Untuk Usia 6-9 Bulan

Pemberian ASI eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan (menyusui tanpa cairan dan makanan lain). tanpa pemberian cairan dan makanan lain). Pengetahuan ibu Semakin baik pengetahuan gizi ibu maka ibu akan lebih memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi bayinya. Makanan keluarga, diberikan usia 12 bulan ke atas, makanannya sama dengan makanan keluarga, namun makanan yang dipilih sama dengan makanan keluarga, namun dipilih dari jenis makanan yang empuk dan tidak pedas.

Bentuk: Bekali keluarga dengan makanan potong, makanan yang bisa dipegangnya, dan makanan yang sudah dipotong, makanan yang bisa dipegangnya, dan makanan yang sudah diiris. Bentuk: Berikan makanan irisan keluarga, makanan cincang, makanan yang bisa dia pegang, dan makanan irisan. Kebersihan: Kebersihan yang baik penting untuk mencegah diare dan penting untuk mencegah diare dan penyakit lainnya.

Bubur Kentang Daging Sapi Bahan

  • Masukkan kentang dan daging sapi sampai hampir matang
  • Masukkan tomat kubis kemudian aduk sampai matang
  • Makan Pendamping ASI Untuk Usia 9-12 Bulan Nasi Tim Kacang Merah Nila
  • Makan pendamping ASI untuk usia 12-24 bulan Nasi Tim ayam isi telur

Pemberian Makanan Pendamping ASI usia 9-12 bulan Nasi Tim Ikan Nila Kacang Merah Nasi Tim Kacang Merah Nila. Pemberian makanan tambahan ASI selama 12-24 bulan.

Daftar Pustaka

Gambar

Tabel 1.  Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak  (PMBA)…………………  10  Tabel 2.  Karakteristik Kader Posyandu………………………………………
Tabel 1. Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)  Usia
Gambar 1. Bagan Kerangka Konsep Penelitian Peran Serta Kader Posyandu
Tabel 2. Karakteristik Kader  Posyandu
+2

Referensi

Dokumen terkait

Metode pelaksanaan dengan koordinasi dengan kader Posyandu, dikusi bersama bidan desa, melakukan pendampingan kegiatan posyandu dan pembagian leaflet Stunting, pendataan