METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat
Berikut ini adalah alat-alat yang digunakan pada praktikum ini:
1. Cawan Petri
Cawan petri merupakan wadah bundar silindris yang digunakan untuk mengembangbiakkan sel atau mikroorganisme.
Gambar 3.1 Cawan Petri
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
2. Pipet Takar 1 Ml
Pipet takar berfungsi untuk mengambil atau memindahkan larutan atau cairan dari suatu wadah ke wadah lain yang dibantu dengan filler (ball pipet) dalam jumlah tertentu sesuai dengan ukuran yang diingikan.
Gambar 3.2 Pipet Takar 1 Ml
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
3. Gelas Ukur 10 Ml
Gelas ukur merupakan suatu alat gelas kimia yang berfungsi untuk mengukur suatu larutan baik yang berwarna maupun yang tidak berwarna.
Gambar 3.3 Gelas Ukur 10 Ml
Sumber: Laboratorium Biteknologi Lingkungan, 2024
4. Tabung Reaksi
Tabung reaksi merupakan wadah silinder yang terbuat dari kaca atau bahan lain yang tahan terhadap reaksi kimia. Tabung reaksi digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium untuk mencampur, memanaskan, atau mereaksikan bahan kimia.
Gambar 3.4 Tabung Reaksi
Sumber: Laboratorium Biteknologi Lingkungan, 2024
5. Lampu Spritus
Lampu spritus berfungsi untuk menghasilkan api gas terbuka tunggal yang digunakan untuk pemanasan, pembakaran, dan sterilisasi untuk menjaga alat dan bahan tetap dalam kondisi aseptis.
Gambar 3.5 Lampu Spritus
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
6. Neraca Analitik
Neraca analitik merupakan alat yang digunakan untuk menimbang massa sampel bahan kimia dengan akurasi tinggi. Selain itu alat ini dirancang untuk mengukur massa zat dalam jumlah kecil, biasanya dalam satuan miligram atau mikrogram.
Gambar 3.6 Neraca Analitik
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
7. Erlenmeyer 250 Ml
Erlenmeyer terbuat dari kaca borosilikat sehingga tahan ketika dipanaskan. Erlenmeyer berguna untuk menyiapkan kultur mikroba.
Gambar 3.7 Erlenmeyer 250 Ml
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
8. Spatula
Spatula merupakan salah satu alat laboratorium yang digunakan untuk mengambil suatu sampel atau bahan penelitian.
Gambar 3.8 Spatula
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
9. Bola Hisap
Bola hisap merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan prinsip penyedotan dan tekanan udara.
Gambar 3.9 Bola Hisap
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
3.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Media NA
Media NA adalah media untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan bakteri yang memiliki kandungan nutrisi tinggi yang terdiri dari ekstrak daging, ekstrak ragi atau tumbuh-tumbuhan, atau protein sederhana dari sumber lain.
Gambar 3.10 Media NA
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
2. Media PDA
Media PDA adalah salah satu jenis medium pertumbuhan umum yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengisolasi mikroorganisme namun sering ditujukan untuk mengisolasi jamur.
Gambar 3.11 Media PDA
3. Alkohol 96%
Alkohol 96% berfungsi sebagai bahan pembersihan alat-alat praktikum.
Gambar 3.12 Alkohol 96%
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
4. Akuades
Akuades adalah air murni yang telah melalui proses penyulingan berfungsi untuk pelarut pada media NA dan PDA yang akan digunakan.
Gambar 3.13 Akuades
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
5. Sampel (Air, tanah dan udara)
Sampel adalah suatu populasi yang akan diteliti.
Gambar 3.14 Sampel
Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
3.3 Prosedur Praktikum
Berikut prosedur praktikum penanaman mikroba:
Gambar 3.15 Prosedur Penanaman Mikroba Sumber: Laboratorium Bioteknologi Lingkungan, 2024
Mulai
Selesai
Lakukan prosedur sterilisasi
Lakukan prosedur preparasi media
Lakukan prosedur pengenceran pada sampel yang mengandung bakteri
Lakukan penanaman mikroba
Siapkan media yang telah terbentuk (agar) beserta sampel mikroba yang akan ditanamkan
Bakar kawat inokulasi dengan menggunakan bunsen hingga memerah, kemudian dinginkan. Lalu celupkan ke dalam solven (alcohol/etanol) lalu ambil sampel mikroba dengan kawat inokulasi
Tanamkan mikroba ke media agar dengan metode goresan (sesuai penugasan) lalu tutup kembali cawan petri
Masukkan media yang telah ditanami ke dalam incubator untuk proses inkubasi
Tunggu mikroba sampai tumbuh selama waktu penugasan lalu amati morfologi koloni (warna, bentuk, tepi, elevasi) dari mikroba (bakteri dan jamur) yang terbentuk