• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Karya sastra NOVEL -

N/A
N/A
Agus Tian

Academic year: 2023

Membagikan "Modul Karya sastra NOVEL - "

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL KARYA SASTRA NOVEL Guru : Yuliana Dwi Asworo, S.Pd.,

DISUSUN OLEH : DAMAR RAFI ARISTO

XII IPA-ll

MADRASAH ALIYAH NEGRI 10 JAKARTA BARAT

2023/2024

(2)

KATA PENGANTAR

Salam sejahtera untuk seluruh siswa-siswi yang bersemangat dalam menjelajahi kekayaan sastra! Saya, Damar Rafi Aristo, dengan senang hati mempersembahkan modul ini sebagai panduan belajar tentang novel dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Modul ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga sebuah ajakan untuk menjelajahi dunia imajinatif yang menakjubkan melalui karya sastra.

Terima kasih kepada Ibu Yuliana Dwi Asworo, S.Pd., sebagai guru pembimbing yang telah memberikan dorongan dan panduan berharga dalam penyusunan modul ini. Keahlian dan dedikasi beliau dalam bidang Bahasa Indonesia sangat berarti bagi perkembangan literasi siswa.

Semoga modul ini menjadi wujud kecil apresiasi kami terhadap dedikasi dan inspirasi yang Ibu Yuliana berikan.

Modul ini dirancang untuk membantu siswa memahami dan mengapresiasi keindahan novel, serta melibatkan mereka dalam proses analisis kritis yang mendalam. Melalui perjalanan membaca ini, diharapkan setiap siswa dapat merasakan kegembiraan dan kebijaksanaan yang terkandung dalam setiap halaman novel yang dipelajari.

Saya mengajak seluruh siswa untuk menyelami dunia sastra dengan pikiran yang terbuka, bertanya, dan meresapi setiap kata yang ditawarkan oleh penulis. Semoga modul ini dapat menjadi teman setia dalam perjalanan belajar Anda, dan semoga kecintaan terhadap sastra tumbuh menjadi bagian tak terpisahkan dari kepribadian dan kehidupan Anda.

Selamat menikmati perjalanan literer ini, dan terima kasih atas semangat belajar Anda!

Jakarta, 15 Desember 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

BAB 1...4

PENDAHULUAN...4

1.1 Tujuan...4

BAB 2...6

PEMBAHASAN...6

A. PENGERTIAN...6

B. CIRI-CIRI TEKS NOVEL...6

C. STRUKTUR TEKS NOVEL...6

D. JENIS-JENIS NOVEL...7

E. UNSUR INTRINSTIK...8

F. UNSUR EKSTRINSIK...11

G. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS NOVEL...11

H. TERDAPAT KATA SAPAAN...19

I. PERBEDAAN NOVEL DAN HIKAYAT...20

J. FUNGSI SOSIAL NOVEL...20

K. MEMPRODUKSI NOVEL...21

BAB 3...22

KESIMPULAN DAN PENUTUP...22

DAFTAR PUSTAKA...23

(4)

BAB 1 PENDAHULUAN

Dalam modul ini saya Damar Rafi Aristo akan membimbing Anda belajar bersama ke dalam dunia yang kaya dan mendalam dari karya sastra yang disebut novel. Novel, sebagai bentuk seni tulisan panjang, tidak hanya menyajikan kisah yang menghibur tetapi juga merangkum kompleksitas kehidupan manusia, nilai-nilai, dan refleksi mendalam tentang dunia di sekitar kita. Modul ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam tentang struktur, elemen-elemen naratif, analisis karakter, tema, dan berbagai aspek penting lainnya yang membentuk keindahan dan makna dalam novel.

Mengapa Mempelajari Novel?

Novel bukan sekadar cerita; ia adalah jendela ke dalam pikiran penulis dan masyarakat pada saat tertentu. Melalui novel, kita dapat menjelajahi beragam pengalaman manusia, memahami konflik batin, dan merasakan dinamika hubungan antar karakter. Lebih dari sekadar hiburan, novel memberikan wawasan yang mendalam tentang kehidupan manusia, nilai-nilai budaya, dan persoalan-persoalan zaman.

1.1 Tujuan

- Memahami Struktur Novel: Membekali diri dengan pengetahuan mengenai bagaimana sebuah novel dibangun, mulai dari pengenalan bab hingga puncak klimaks dan resolusi.

- Menganalisis Elemen-Elemen Naratif: Menjelajahi narasi, dialog, deskripsi, dan gaya bahasa sebagai elemen-elemen kunci yang membentuk pengalaman membaca.

- Meneliti Karakter dalam Novel: Merinci bagaimana karakter-karakter dibentuk, bagaimana mereka berkembang, dan peran mereka dalam menyampaikan pesan novel.

- Mengidentifikasi Tema dan Pesan: Menggali tema-tema yang mendasari kisah serta pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

- Menjelajahi Berbagai Genre: Memahami perbedaan dan ciri-ciri berbagai genre novel, memberikan wawasan lebih lanjut tentang keragaman sastra.

(5)

Apa yang Diharapkan?

Dengan menyelesaikan modul ini, aspirasi kami adalah menciptakan pembaca yang bukan hanya mengonsumsi kata-kata di halaman novel, tetapi juga mampu menggali makna yang lebih dalam dan menerapkan keterampilan analisis kritis dalam proses membaca. Kami berharap, setiap siswa dan siswi di MAN 10 Jakarta akan tumbuh menjadi pembaca yang cerdas dan kritis, mampu melihat lebih dari sekadar cerita yang disampaikan oleh setiap novel.

Pemahaman bahwa setiap novel adalah "jendela ke dalam dunia yang berbeda" menjadi landasan penting. Kami ingin siswa dan siswi MAN 10 Jakarta merasakan sensasi eksplorasi yang mendalam saat membaca, di mana setiap halaman bukan hanya menyajikan kata-kata, tetapi juga membuka pintu menuju berbagai pemikiran, budaya, dan pengalaman manusia. Sehingga, di luar sekadar hiburan, membaca novel menjadi suatu perjalanan yang mendidik dan membuka wawasan.

Modul ini didesain untuk memberikan bantuan konkrit dalam mengembangkan kemampuan analisis dan interpretasi sastra. Kami berharap siswa dan siswi MAN 10 Jakarta dapat mengaplikasikan pemahaman ini dalam membaca karya sastra, termasuk novel, tidak hanya sebagai kewajiban sekolah tetapi juga sebagai kesempatan untuk merenung, mempertanyakan, dan memperkaya wawasan mereka terhadap dunia.

Dengan demikian, semoga modul ini bukan hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi pendorong semangat eksplorasi sastra. Dengan menjelajahi dan menggali kekayaan sastra novel, diharapkan siswa dan siswi MAN 10 Jakarta dapat merasakan keindahan kata-kata yang merentang dalam setiap lembaran novel. Mari bersama-sama memulai perjalanan kita yang penuh warna dan makna ke dalam dunia novel yang menakjubkan!

(6)

BAB 2 PEMBAHASAN A. PENGERTIAN

Novel adalah sebuah karya fiksi yang berbentuk prosa yang ditulis secara naratif dalam bentuk cerita. Kata novel sendiri asalnya dari bahasa Italia yaitu "novella" yang berarti

"sebuah kisah atau sepotong berita.” Seorang penulis novel disebut sebagai Novelis.

B. CIRI-CIRI TEKS NOVEL

Ciri-ciri teks novel antara lain :

1. Jumlah katanya kurang/lebih 35.000 kata.

2. Terdiri dari setidaknya 100 halaman atau lebih.

3. Ceritanya lebih dari satu impresi, dan emosi.

4. Alur ceritanya cukup kompleks.

5. Ceritanya panjang, tapi banyak kalimat yang diulang-ulang.

6. Ditulis dengan narasi kemudian didukung dengan deskripsi untuk menggambarkan suasanya yang ada didalamnya.

7. Jumlah pelaku/peristiwa relatif lebih banyak daripada teks cerpen.

8. Mengambil dari satu sisi kehidupan tokoh.

9. Tokoh utama mengalami perubahan nasib.

C. STRUKTUR TEKS NOVEL Struktur teks novel terdiri dari :

1. Abstrak, merupakan bagian ringkasan isi cerita yang biasanya bisa ditemukan pada bagian awal cerita. (bersifat opsional)

2. Orientasi, merupakan bagian penjelasan mengenai latar waktu dan suasana terjadinya cerita, terkadang juga berupa pembahasan penokohan/perwatakan.

3. Komplikasi, merupakan urutan kejadian yang dihubungkan oleh sebab-akibat, di mana setiap peristiwa terjadi karena adanya sebab dan mengakibatkan munculnya peristiwa lain.

4. Evaluasi, merupakan bagian di mana konflik yang terjadi pada tahap komplikasi terarah menuju suatu titik tertentu.

5. Resolusi, merupakan bagian yang memunculkan solusi atas konflik yang terjadi.

(7)

6. Koda, merupakan bagian akhir atau penutup cerita. (bersifat opsional) D. JENIS-JENIS NOVEL

1. Berdasarkan nyata atau tidaknya suatu cerita, novel terbagi dua jenis, yaitu : a. Novel fiksi

sesuai dengan namanya, novel ini berkisah tentang hal yang fiktif dan tidak pernah terjadi, tokoh, alur maupun latar belakangnya hanya rekaan penulis saja.

contoh: Twillight, Harry Potter b. Novel nonfiksi

Novel ini kebalikan dari novel fiksi yaitu novel yang bercerita tentang hal nyata yang sudah pernah terjadi , lumrahnya jenis novel ini berdasarkan pengalaman seseorang, kisah nyata atau berdasarkan sejarah.

contoh: Laskar Pelangi

2. Jenis novel berdasarkan genre cerita, jenis novel di bagi menjadi beberapa macam, yaitu :

a. Novel romantik

Cerita novel yang satu ini berkisah seputar percintaan dan kasih sayang dari awal hingga akhir.

contoh: Ayat Ayat Cinta, Gita Cinta dari SMA b. Novel horror

Novel yang satu ini memiliki cerita yang menegangkan, seram dan pastinya membuat pembaca berdebar debar, umumnya bercerita tentang hal hal yang mistis atau seputar dunia gaib.

contoh: Bangku Kosong, Hantu Rumah Pondok Indah c. Novel misteri

Cerita dan jenis novel ini lebih rumit karena akan menimbulkan rasa penasaran hingga akhir cerita.

contoh: Novel novel karangan Karen Rose dan Agatha Christie yang berjudul Pembunuhan ABC.

d. Novel komedi

namanya, jenis novel ini mengandung unsur kelucuan atau membuat orang tertawa.

contoh: Masuk Masukin Saja, Kambing Jantan, 30 Hari Mencari Cinta e. Novel Inspiratif

(8)

Jenis novel yang ceritanya mampu menginspiri banyak orang, umumnya novel ini terdapat pesan moral atau hikmah tertentu yang bisa di ambil oleh pembaca sehingga pembaca merasa mendapat suatu dorongan dan motivasi untuk melakukan hal yang lebih baik.

contoh: Negeri 5 Menara, Laskar Pelangi

3. Jenis novel berdasarkan isi, tokoh dan pangsa pasar a. Teenlit,

Jenis novel ini bercerita seputar permasalahan para remaja umumnya, tentang cinta atau persahabatan. Tokoh dan pangsa pasarnya novel ini adalah anak usia remaja, usia yang di anggap labil dan memiliki banyak permasalahan.

contoh: Me vs Heighells, Dealova b. Chicklit,

jenis novel yang satu ini bercerita tentang seputar kehidupan atau permasalahan yang di hadapi oleh seorang wanita muda pada umumnya. Jenis buku novel ini sebenarnya bisa di nikmati oleh siapa saja, namun umumnya cerita dari novel ini lebih kompleks, rumit bahkan kadang mengandung unsur dewasa yang tidak terlalu mudah di tangkap oleh pembaca usia remaja.

contoh: Miss Jutek, Testpack

c. Songlit novel ini ditulis berdasarkan sebuah lagu contohnya ruang rindu.

Judul novel adalah judul sebuah lagu ciptaan letto group band indonesia yang terkenal lewat lagu ini yang menjadi soundtrack sinetron intan yang melambungkan nama naysila mirdad dan dude harlino. Buku ini bisa dinikmati oleh siapapun baik remaja maupun orang dewasa.

d. Novel dewasa

Novel jenis ini tentu saja hanya diperuntukkan bagi orang dewasa karena umumnya ceritanya bisa seputar percintaan yang mengandung unsur sensualitas orang dewasa.

contoh: Saman dan Larung penulis Ayu Utami, Lanang penulis Yonathan Rahajdo dsb.

E. UNSUR INTRINSTIK

Unsur intrinsik novel merupakan unsur utama yang membangun novel dari dalam.

Unsur-unsur intrinsik novel sebagai berikut :

1 Tema

a. Tema pendek (berupa kata/kelompok kata) contoh : perjodohan; kawin paksa

b. Tema panjang (berupa kalimat)

(9)

contoh : pernikahan tidak didasari rasa cinta. Rumah tangga itu tidak bahagia.

Rumusan tema dinyatakan dengan hubungan sebab akibat (kausalitas) 2 Tokoh/Penokohan

a. Tokoh adalah pelaku dalam sebuah novel.

b. Penokohan adalah cara pengarang dalam menghadirkan tokoh dan watak atau karakter dari tokoh yang ada dalam cerita novel.

c. Penokohan memiliki 2 macam cara yaitu:

1) Cara langsung: Penulis menggambarkannya secara langsung (tersurat).

2) Cara tidak langsung :

Penulis menggambarkannya secara tidak langsung melalui: Dialog antartokoh, tanggapan tokoh lain, tingkah laku, pikiran tokoh, gambaran fisik, pikiran tokoh, gambaran fisik.

- Berdasarkan jenis watak, tokoh bisa dibagi menjadi tiga kategori :

 Tokoh Protagonis

 Tokoh protagonis adalah tokoh yang menjadi pusat dalam cerita. Tokoh utama ini digambarkan sebagai sosok yang baik dan biasanya selalu mendapatkan masalah.

 Tokoh Antagonis

 Tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi lawan dari tokoh utama dalam cerita.

Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang tidak bersahabat dan selalu membuat konflik.

 Tokoh Tritagonis

 Tokoh tritagonis adalah tokoh yang menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang netral, kadang bisa berpihak pada protagonis, kadang pada antagonis. Namun ketika keduanya terlibat dalam konflik, dia menjadi pelerai.

3 Alur / Plot,

Plot merupakan kepingan-kepingan peristiwa yang nantinya akan membentuk jalannya cerita dalam novel. Umunya, alur dalam novel dibedakan menjadi 3 macam, yakni : a. Alur maju (progresif) adalah alur yang peristiwa didalamya bergerak secara urut (awal-

akhir) dan memiliki jalan cerita yang rapi. Biasanya alur ini digunakan pada novel biografi dan autobiografi.

b. Alur mundur (flashback/ regresif/ sorot balik) merupakan cerita yang memiliki jalan cerita yang mundur.

c. Alur campuran adalah alur yang didalamnya bergerak secara loncat (awal-akhir-awal- akhir)dan terkadang tidak rapi. Biasanya alur ini digunakan untuk novel misteri atau novel fantasi.

4. Latar / Setting

Latar / setting adalah gambaran tentang peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerita. (latar belakang terjadinya peristiwa). Latar termasuk unsur pembangun cerita yang vital.

(10)

Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita. Latar sendiri dibagi menjadi beberapa macam, yakni:

a. Waktu adalah masa cerita sedang berlangsung. Waktu bisa diterangkan secara garis besar maupun secara mendetail.

Secara garis besar misalnya, musim hujan, tahun 2016, siang hari dan sebagainya.

Sedangkan secara mendetail bisa tahun berapa, di bulan apa, hari apa, tanggal jam, menit, detik dan seterusnya.

b. Tempat adalah lokasi cerita sedang berlangsung.

c. Suasana adalah kondisi latar secara keseluruhan dan juga emosi sang tokoh. Contoh : menegangkan, menyedihkan, memprihatinkan.

5. Sudut Pandang / Point of View

a. Sudut pandang merupakan cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah cerita.

b. Bisa juga diartikan sebagai cara pandang seorang pengarang dalam menyampaikan cerita novelnya.

aku sebagai pelaku utama, aku sebagai pelaku sampingan, orang ketiga (cara dia) pengarang sebagai pengamat. pengarang sebagai ‘tuhan’.(serba tahu)

Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku utama.

Pengarang dalam sudut pandang ini berperan sebagai tokoh utama dalam cerita. Sehingga apa yang diceratakannya adalah pengalaman yang dirasakannya di dalam cerita. Karena orang pertama dan pelaku cerita, kalimat yang diutarakan kebanyakan dalam bentuk aktif. Di posisi ini, pengarang melepaskan ekpresinya secara bebas.

Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku sampingan.

Posisi dari pengarang dalam cerita ini adalah sebagai pelaku diluar tokoh utama.

Tugasnya sebagai pencerita apa yang dilihatnya dari pelaku utama dan apa tanggapannya pada situasi tersebut. Sehingga pengarang disini berperan ganda. Namun posisinya sebagai pencerita cenderung terbatas, karena sebagian besar bercerita tentang tokoh utama.

Sudut pandang orang ketiga – serba tahu.

Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang menjadi pelaku cerita dan sekaligus penciptanya. Sehingga pengarang bisa mengarahkan, membuat, mengomentari bahkan berdialog dalam cerita. Bisa dibilang posisi ini adalah posisi paling bebas sebebas- bebasnya.

Sudut pandang orang ketiga – sebagai pengamat.

Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang hanya sebagai pengamat cerita saja.

Sehingga pengarang hanya akan menyampaikan apa yang dilihat, dirasakan, didengar dan

(11)

disimpulkannya dalam cerita saja. Dengan kata lain, posisi pengarang terbatas meskipun ada dalam cerita.

6. Amanat

Amanat merupakan pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui cerita dalam novel. Amanat bisa berupa kritik sosial, ajakan, protes, dan lain sebagainya.

Amanat umumnya diibagi menjadi dua:

a. Tersurat, yaitu amanat yang pesannya disampaikan secara langsung sehingga bisa dicerna seketika.

b. Tersirat, yaitu amanat yang pesannya disampaikan secara tersembunyi sehingga terkadang susah untuk dicerna seketika itu juga.

7. Bahasa

Bahasa berfungsi sebagai pengantar cerita. Bahasa novel harus memperhatikan unsur estetika (keindahan).  majas, dll.

F. UNSUR EKSTRINSIK

Unsur ekstrinsik novel adalah unsur yang membangun novel dari luar. (hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya cerita. Biasanya bisa berupa latar pribadi penulis maupun nilai-nilai dari luar. Unsur tersebut umunya adalah:

1. Biografi dan latar belakang penulis.

2. Tempat tinggal, latar belakang pendidikannya apa, keluarganya, lingkungannya, dan sebagainya.

3. Kisah dibalik layar.

4. Kisah ini biasanya dilatari oleh pengalaman, kesan atau juga harapan dan cita-cita sang pengarang.

5. Nilai yang ada dalam masyarakat.

6. Nilai-nilai ini sering diangkat oleh pengarang dalam ceritanya. Bisa nilai ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan dan lain sebagainya.

G. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS NOVEL 1. Majas

a. Pengertian

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Perihal istilah majas dalam pelajaran Bahasa Indonesia memang cukup banyak, seperti yang terdapat dalam puisi, pantun, dan karya sastra atau karya tulis lainnya.

(12)

b. Macam-Macam Majas

Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan atau kelompok. Dan dari empat macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai turunan dan jenis kategori yang akan Espilen Blog bahas dibawah ini.

1) Majas Perbandingan

Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca.

Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas :

- Asosiasi atau Perumpamaan

Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. Berikut ini Espilen Blog sampaikan contoh majas asosiasi :

Contoh : Semangatnya keras bagaikan baja, mukanya pucat bagai mayat, wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

- Metafora

Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara.

Contoh majas metafora seperti berikut ini.

Contoh: Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting). Raja siang keluar dari ufuk timur, Jonathan adalah bintang kelas dunia. Harta karunku (sangat berharga).

Dia dianggap anak emas majikannya. Perpustakaan adalah gudang ilmu.

-Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.

Contoh: Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk. Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai. Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

(13)

-Alegori

Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut. Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.

Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi,

- Simbolik

Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.

Contoh: Ia terkenal sebagai buaya darat. Rumah itu hangus dilalap si jago merah. Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian. Melati, lambang kesucian Teratai, lambang pengabdian

- Metonimia

Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh: Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam). Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api). Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

- Sinekdok

Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.

Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

Contoh: Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. Per kepala mendapat Rp.

300.000.

Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.

Contoh: Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07. Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

(14)

-Simile

Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".

Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

2) Majas pertentangan

Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

- Antitesis

Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh: Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan

- Paradoks

Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

Contoh; Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

- Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh: Suaranya menggelegar membelah angkasa. Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

- Litotes

Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Contoh:

Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.

(15)

Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

3) Majas penegasan

Majas Penegasan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

-Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh: Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

- Repetisi

Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contoh: Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.

Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

- Paralelisme

Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:

Cinta adalah pengertian Cinta adalah kesetiaan Cinta adalah rela berkorban -Tautologi

Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh:

Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.

Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

- Klimaks

Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

(16)

Contoh:

Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.

Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

- Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.

Contoh :

Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.

Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -75.

- Retorik

Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban.

Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh:

Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?

Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?

4) Majas Sindiran

Majas sindiran ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi

- Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir

seseorang.

Contoh:

Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam

Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.

- Sinisme

(17)

Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain.

Contoh :

Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.

Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu - Sarkasme

Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh:

Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!

Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

6) Terdapat Nukilan

Nukilan adalah kutipan; tulisan yang dicantumkan pada suatu benda

1. Dalam novel, nukilan bisa berupa bahas daerah yang digunakan pengarang pada percakapan yang terdapat pada novel

2. Fungsi adanya nukilan pada novel tersebut yakni pengarang ingin menarik minat pembaca dalam karyanya dengan menggunakan bahasa yang semenarik mungkin.

3. Seperti yang kita tahu, saat ini semakin banyak ditemukan penggunaan kata-kata atau istilah asing pada beberapa karya sastra seperti novel. Penulis lebih mementingkan segi kepraktisan dan penyajian tulisan yang menarik.

4. Fungsi penggunaan bahasa daerah yaitu Bahasa merupakan alat utama bagi pengarang untuk mengekspresikan pengamatannya terhadap kehidupan dalam bentuk karya seni (sastra).

5. Untuk merealisasikan gagasan, pikiran, dan perasaannya bahasa diolah dan disajikannya sedemikian rupa melalui proses kreatif hingga tercipta karya sastra yang imajinatif dengan unsur estetis yang dominan.

6. Ragam bahasa dalam karya sastra dikenal penuh dengan asosiasi, irasional, dan ekspresif untuk menunjukkan sikap pengarangnya sehingga menimbulkan efek tetentu bagi pembaca, seperti memengaruhi, membujuk, dan mengubah sikap pembacanya.

(18)

7) Terdapat Kata Asing

Kata asing adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar negeri)

Contoh kata asing pada novel laskar pelangi

1. Tak disangsikan, jika di-zoom out, kampung kami adalah kampung terkaya di

Indonesia (LP, 2007 : 49)

2. Namun, jika di-zoom in, kekayaan itu terperangkap di satu tempat, ia tertimbun di dalam batas tembok-tembok tinggi Gedong (LP, 2007 : 49) 3. Caranya ber-make up jelas memperlihatkan dirinya sedang bertempur mati-matian melawan usia.... (LP, 2007 : 60)

8) Idiom

Idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya.

Ciri-cirinya:

- pola struktural menyimpang dari kaidah bahasa umum

- berbentuk frasa artinya tidak dapat diterangkan secara logis atau gramatikal dengan bertumpu pada makna kata yang membentuknya

Contoh Idiom:

Senyum Bu Mus adalah senyum getir yang dipaksakan karena tampak jelas beliau sedang cemas (LP, 2007:2)

Senyum getir bermakna senyum yang lahir dari rasa hati yang kecewa.

Sifatnya yang utama: penuh perhatian dan kepala batu.Maka, tak ada yang berani bikin gara-gara dengannya karena ia tak pernah segan mencakar (LP, 2007:75)

=> Kepala batu bermakna tidak mau mengikuti nasihat orang lain.

9) Padaan kata

Padanan kata berarti sinonim atau persamaan kata.

Contoh: Seorang penyanyi pop yang melakukan konser khusus untuk para bu single parent (LP, 2007:134).

Padanan kata single parent adalah orang tua tunggal.

(19)

H. TERDAPAT KATA SAPAAN

Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara (orang keua) atau menggantikan nama orang ketiga. Berikut adalah beberapa contoh kata sapaan yang terdapat pada novel :

No. Kata Sapaan Orang yangDituju Contoh dalam

Kalimat

1 Ayah/Abi/Abah ‘orang tua laki-laki’ Ayah pergi ke sawah tadi pagi.

2 Ibu/Umi/Ambu ‘orang tua

perempuan’

Ibu sedang menonton sinetron.

3 Paman 'adik laki-laki dari

ayah/ibu'

Paman bekerja

sebagai sopir

4 Bibi 'adik perempuan dari

ayah/ibu'

Bibi sering datang ke rumahku.

5 Kakek/Opa 'orang tua laki-laki

dari ayah/ibu'

Kakek tinggal di Kota Padang.

6 Nenek/Oma 'orang tua perempuan

dari ayah/ibu'

Nenek selalu hadir di hari ulang tahunku.

7 Om 'kakak/adik laki-laki

dari ayah/ibu'

Om Budi gemar berolah raga

8 Tante 'kakak/adik

perempuan dari

ayah/ibu'

Tante Irma bekerja

sebagai penata

busana.

9 Mas/Aa 'kakak laki-laki' Mas Sugeng datang

terlambat.

10 Mba/Teteh 'kakak perempuan' Mba Mawar jatuh

sakit.

(20)

I. PERBEDAAN NOVEL DAN HIKAYAT Novel

Cerita berbentuk prosa yang menceritakan kehidupan manusia seperti halnya pada roman, namun lebih sederhana dan lebih singkat.

Hikayat

Cerita rekaan berbentuk prosa panjang berbahasa melayu yang menceritakan kehebatan dan kepahlawanan orang ternama dengan segala kesaktian, keanehan, dan karomah yang mereka miliki.

Pembeda Novel Hikayat

Tema Modern, bersifat rasional Tradisional

Tokoh dan penokohan Masyarakat sentris Istana sentris

Latar Ada di kehidupan sehari

hari

Dalam kehidupan istana

Bahasa Indonesia modern Melayu kuno (klise)

Pengarang Namanya dicatumkan Anonim

Sudut pandang Orang pertama,orang

ketiga

Orang ketiga Pembagian bab Ada pembagian bab atau

judul

Tidak ada pembagian bab

J. FUNGSI SOSIAL NOVEL

1. Sebagai media untuk menghibur pembaca dengan menyajikan berbagai macam rangkaian peristiwa yang ada di dalam novel.

2. Sebagai media untuk memunculkan gejolak emosional dari pembaca.

3. Sebagai media untuk memberikan informasi atau wawasan kepada pembaca novel.

4. Sebagai media untuk memperluas pengetahuan dengan membaca isi novel.

5. Sebagai media untuk memberikan pengalaman estetis kepada pembaca novel.

6. Sebagai media untuk menyampaikan maksud penulis kepada pembaca novel.

(21)

K. MEMPRODUKSI NOVEL

1. Menentukan tema dan tujuan.

2. Membuat abstrak/ringkasan cerita.

3. Membuat tokoh dan setting.

4. Membangun tahapan alur cerita/menyusun struktur teks tetapi masih kerangkanya.

5. Menyusunnya menjadi satu bentuk teks cerita fiksi yang berstruktur.

6. Menyunting teks.

(22)

BAB 3

KESIMPULAN DAN PENUTUP

Dalam perjalanan ini, kita telah menjelajahi kekayaan dan keindahan dunia novel, sebuah bentuk seni tulisan panjang yang memainkan peran krusial dalam membentuk budaya dan pikiran manusia. Melalui modul ini, diharapkan setiap siswa dan siswi MAN 10 Jakarta telah membuka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang struktur novel, elemen-elemen kritis, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Novel bukan sekadar kumpulan kata-kata; ia adalah sarana untuk menggali kompleksitas manusia, menjelajahi dunia imajinasi, dan menyajikan refleksi mendalam tentang kehidupan.

Dengan menyelesaikan modul ini, diharapkan siswa dan siswi telah menjadi pembaca yang lebih cerdas dan kritis, siap untuk menangkap nuansa yang halus dalam setiap cerita.

Pentingnya pemahaman bahwa setiap novel adalah "jendela ke dalam dunia yang berbeda"

menciptakan kesadaran bahwa membaca bukan hanya aktifitas mekanis, tetapi juga sebuah perjalanan eksplorasi. Dengan keterampilan analisis dan interpretasi sastra yang diperoleh dari modul ini, siswa dan siswi MAN 10 Jakarta diharapkan dapat membaca dengan pemahaman yang lebih mendalam, melihat melampaui kata-kata, dan merasakan kekuatan yang terkandung dalam setiap narasi.

Terakhir, modul ini bukanlah akhir dari perjalanan sastra kita, tetapi hanyalah awal dari pengalaman mendalam yang bisa terus dikembangkan. Mari lanjutkan perjalanan kita ke dalam dunia novel yang penuh warna dan makna, dan teruslah menjadikan membaca sebagai kegiatan yang membuka cakrawala dan memberikan kebahagiaan melalui setiap halaman yang dibaca.

Selamat membaca, menulis, dan meresapi keindahan novel!

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Suherli dkk. (2017). Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas 12. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Suryaman, M., Suherli, & Istiqomah. (2018). Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aminuddin. (2013). Pengantar Apresiasi, Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Wellek, Rene & Austin Warren. (1989) .Teori Kesusastraan (Terjemahan Melani Budianta).

Jakarta: Gramedia.

Referensi

Dokumen terkait

Tahap pengumpulan data merupakan tahap yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data berupa kata-kata maupun kalimat yang menunjukkan citra perempuan pada novel

(2) arti kata ulang yang meliputi arti kata ulang yang menyatakan bermacam-macam diperoleh 86 kata ulang, arti kata ulang yang menyatakan sifat atau keadaan diperoleh 54

Data yang digunakan dalam penelitian berupa kata, frasa, paragraf, dan kalimat yang mengandung aspek religius dalam novel Mahabbah Rindu karya Abidah El Khalieqy. Sumber data

Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer yang berupa teks, kata-kata, kalimat yang ada dalam novel Wa Nasitu> Anni> Imra’ah karya

Kata tulang punggung pada kalimat di atas mengalami perubahan makna secara total karena pada penggunaannya bermakna himpunan sel dan serabut saraf yang terdapat di sepanjang

Kalimat di atas merupakan salah satu gaya bahasa perbandingan sebagai perumpamaan karena menggunakan kata bagai sebagai penghubungnya. Jika dilihat dari segi fungsinya,

Sumber yang lain menyebutkan bahwa penyimpangan arti tersebut disebabkan adanya pemakaian (1) ambiguitas, yaitu pemakaian kata, frasa, atau kalimat yang berarti

Bertapa dalam arti kata yaitu mengasingkan diri dari keramaian dunia dengan menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin