• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL KERANGKA KERJA PERUBAHAN PERILAKU

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "MODUL KERANGKA KERJA PERUBAHAN PERILAKU"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

Modul ini bertujuan untuk membekali mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat dalam proses merancang perubahan perilaku masyarakat. Jika dilihat dari pertanyaan di atas, perubahan perilaku merupakan tindakan berbasis perencanaan. Dalam pekerjaan (program/proyek) perubahan perilaku Anda saat ini, ada beberapa elemen yang perlu dipikirkan dalam merancang strategi perubahan perilaku.

Terkadang, jika grup ini sangat berpengaruh, kita bisa menjadikannya sebagai grup prioritas. Determinan : adalah perasaan, keyakinan atau unsur lain yang dapat menghambat atau mendukung kelompok prioritas dalam melakukan perilaku.

Gambar 1. Tahapan Perubahan Perilaku
Gambar 1. Tahapan Perubahan Perilaku

Latihan

  • Ibu menyusu bayinya secara eksklusif selama 6 bulan
  • Ibu mengetahui keuntungan ASI dibandingkan susu formula
  • Anak sekolah mencuci tangan sebelum makan & setelah BAB
  • Nakes mengetahui cara yang benar untuk mencuci tangan
  • Ibu memahami bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air bisa mencegah diare

Meningkatkan kesehatan dan gizi bayi dengan ASI”, perilaku ibu memberikan ASI kepada bayinya hanya pada 6 bulan pertama, atau ibu di bawah dua tahun lebih banyak memberikan ASI selama dan setelah bayinya sakit.

11 Mengapa suatu perilaku dapat lebih mudah dilakukan sementara perilaku

Perilaku-lah yg PENTING/BERARTI (bukan sekedar pengetahuan/keyakinan)

KENALILAH Kelompok Prioritas Anda; lihatlah segala sesuatu dari sudut pandang mereka

Orang melakukan suatu perilaku jika itu MENGUNTUNGKAN;

Seluruh kegiatan harus MEMAKSIMUMKAN keuntungan utama dan MEMINIMALKAN barier/penghambat2 utama

Selalu ambil keputusan berdasarkan FAKTA, bukan dugaan/tebakan/asumsi/perkiraan

MENGENAL KELOMPOK PRIORITAS DAN KELOMPOK BERPENGARUH

Ada 6 cara yang dapat digunakan untuk menggambarkan kelompok sasaran yaitu

  • Hal yang dilakukan (KEBIASAAN) sebagian besar anggota kelompok prioritas
  • Hal yang DIINGINKAN oleh sebagian besar anggota kelompok prioritas
  • Hal yang MENGHAMBAT kelompok prioritas melakukan suatu

13 perilaku

Apa yang DIKETAHUI, DIRASAKAN, DAN DILAKUKAN tentang suatu perilaku

KESIAPAN sebagian besar anggota kelompok untuk mengadopsi perilaku baru (di tahap manakah mereka dalam proses perubahan

Anda perlu mendeskripsikan Kelompok Prioritas secara spesifik (dengan 6 cara)

Rancang strategi perubahan perilaku dengan mempertimbangkan karakteristik Kelompok Prioritas

Anda harus melihat segala sesuatu dari sudut pandang Kelp Prioritas, bukan dari kaca mata Anda sendiri, karena Anda bukan

Maksimalkan sumber daya untuk menjangkau Kelp Prioritas (mayoritas)

IDENTIFIKASI DETERMINAN PERILAKU

Persepsi tentang norma sosial. Persepsi seseorang tentang apa yang diinginkan oleh orang yang penting dalam hidupnya untuk dia

3) Persepsi yang memungkinkan/mendukung Persepsi tentang hal-hal yang membuat suatu perilaku menjadi mudah/dapat dilakukan. Persepsi orang tentang apakah suatu masalah adalah kehendak Tuhan/bukan kehendak Tuhan sehingga saya bertindak/menyerah saja.

PENELITIAN FORMATIF

Analisa Barier adalah suatu survey yang fokus mengidentifikasi apa saja yang menghambat/mencegah atau mendukung Kelompok Prioritas untuk

  • Hanya karena seseorang tahu apa yang seharusnya dia lakukan BUKAN berarti dia akan melakukannya. Ada faktor lain yang
  • Hanya karena seseorang ingin melakukan suatu perilaku BUKAN berart dia akan melakukannya. Kadan-kadang kita
  • Hanya karena seseorang takut terhadap dampak yang diberitahukan BUKAN berati mereka akan melakukan
  • Banyak perilaku yang dilakukan orang bertujuan semata-mata untuk suatu tujuan, TIDAK untuk alasan-alasan yang kita
  • Jika anda tidak memilih perilaku yang tepat untuk dipromosikan, maka perubahan perilaku tidak akan membuat
  • Langkah-Langkah Analisa Barrier
    • Tentukan tujuan, perilaku dan kelompok prioritas - apa yang Anda harapkan terjadi dari startegi perubahan perilaku yang Anda
    • Membuat kuesioner tentang faktor penentu dan kuisioner pre tes: identifikasi 1-2 pertanyaan untuk setiap kategori faktor
    • Menggumpulkan data untuk analisa barier perlu dilakukan sedikitnya 45 wawancara dengan anggota kelompok prioritas yang
    • Mengorganisir dan analisa hasil: siapkan panduan pengkodean
    • Gunakan hasil analisa barier: setelah menganalisa data anda, tentukan perubahan apa yang anda inginkan dalam program desain

Misalnya kita sering membicarakan bahaya kanker atau AIDS, justru akan membuat orang takut untuk memeriksakannya. Sebagian besar perilaku yang dilakukan orang semata-mata untuk suatu tujuan, BUKAN untuk alasan tujuan kami, BUKAN untuk alasan yang kami promosikan. misal: lakukan 3P untuk bersih dan rapi; berolahraga agar tetap cantik; air mendidih agar rasanya enak; hidup sehat sehingga Anda dapat melihat anak cucu dan cicit Anda; hidup sehat untuk menjadi kaya). Jika Anda tidak memilih perilaku yang tepat untuk dipromosikan, perubahan perilaku tidak akan membuat Anda dipromosikan, jadi perubahan perilaku tidak akan membuat banyak perbedaan.

Menganalisis hambatan hanya akan membantu Anda meningkatkan persentase orang untuk mengadopsi perilaku yang ingin Anda promosikan. Tetapkan tujuan, perilaku, dan kelompok prioritas - apa yang Anda inginkan terjadi dari strategi perubahan perilaku yang Anda inginkan dari strategi perubahan perilaku Anda. MODUL KERANGKA KERJA MODIFIKASI PERILAKU. arah akan membantu Anda menentukan apakah responden adalah pelaku atau bukan.

Pengumpulan data untuk analisis hambatan harus dilakukan paling sedikit 45 wawancara dengan anggota kelompok prioritas, paling sedikit 45 wawancara dengan anggota kelompok prioritas yang merupakan pelaku perilaku dan paling sedikit 45 wawancara dengan bukan pelaku yang tidak. melaksanakan perilaku. Gunakan hasil analisis penghalang: setelah menganalisis data Anda, putuskan perubahan apa yang Anda inginkan dalam program desain Anda dan putuskan perubahan apa yang Anda inginkan dalam program desain Anda. tulis rencana perubahan seperti menjembatani kegiatan).

Gambar 2. Tahapan Analisa Barier
Gambar 2. Tahapan Analisa Barier

21 B. Merancang Pertanyaan Analisa Barrier

  • Pertanyaan memiliki judul yang menyatakan perilaku dan kelompok sasaran
  • Ada nama pewawancara dan informasi demografi lainnya tentang responden – tetapi bukan Namanya. Hanya informasi yang penting
  • Skrip perkenalan dimana pewawancara memperkenalkan dirinya, memberitahu responden tentang tujuan survey, menjelaskan waktu
  • Pertanyaan skrining Perilaku dan Tabel klasifikasi Pelaku/Non- Pelaku
  • Deskripsi perilaku atau istilah yang dipakai dalam pernyataan perilaku yang mungkin tidak dimengerti oleh responden
  • Pertanyaan Penelitian yang Anda hendak tanyakan kepada responden dan instruksi bagi pewawancara mengenai penggalian

Pertanyaan penelitian yang hendak diajukan kepada responden dan petunjuk kepada pewawancara mengenai penelitian responden harus dibacakan dengan jelas kepada pewawancara dan petunjuk kepada pewawancara mengenai penggalian atau jawaban yang seperti apa. Biasanya, pertanyaan yang berkaitan dengan Persepsi Risiko, Persepsi Keseriusan/Keseriusannya, dan Persepsi Tindakan/Efektifitas Perilaku ditulis bersamaan karena mengacu pada masalah yang sama, bukan perilaku. Apakah Anda menyusui bayi Anda secara eksklusif berdasarkan pengetahuan, keterampilan, dan waktu Anda saat ini.

Memberi bayi Anda ASI saja akan membantunya terhindar dari diare dan penyakit lainnya. Apa yang dapat saya lakukan untuk memudahkan (akan memudahkan) menyusui secara eksklusif bayi Anda yang berusia kurang dari 6 bulan? Apakah mudah untuk mengingat tanggal dan lokasi tempat vaksinasi di mana Anda ingin memvaksinasi anak Anda?

Seberapa serius masalah gizi buruk pada anak dibandingkan dengan masalah lain yang akan mereka hadapi. Apakah ada aturan atau peraturan yang membuat Anda sebaiknya mengimunisasi anak Anda?

Tabel  1.  Contoh  Pertanyaan  Analisa  Barier  Pada  Sebuah  Penelitian  tentang ASI Eksklusif
Tabel 1. Contoh Pertanyaan Analisa Barier Pada Sebuah Penelitian tentang ASI Eksklusif

Karakteristik Pertanyaan Skrining Perilaku

25 Penetapan Perilaku Ideal dalam Menyusun Kuesioner

Penelitian

27 Merancang Pertanyaan Skrining Perilaku dan Tabel Klasifikasi

Pelaku/ Non Pelaku

29 Contoh 2. Pencarian Pertolongan Kesehatan

31 Format Kuesioner Analisa Barier

Bagian A – Pertanyaan Skrining Pelaku/Non-Pelaku

Pelaku dan Non-Pelaku: Seberapa serius jika Anda atau “anak anda”

Pelaku dan bukan pelaku Seberapa besar kemungkinan Anda atau anak Anda akan terkena [tulis masalah atau penyakit di sini] jika Anda tidak melakukannya [tulis perilaku di sini]? Pelaku: Apakah menurut Anda Tuhan (atau para dewa) menyetujui Anda [tulis perilaku di sini]. Non-pelaku: Apakah menurut Anda Tuhan (atau para dewa) akan menyetujui Anda [tulis perilaku di sini].

Dan atau – Apakah menurut Anda adalah kehendak Tuhan bagi Anda (atau anak Anda atau siapa pun yang terkena masalah) untuk mendapatkan [Tulis masalah/penyakit di sini]. Pelaku: Apakah ada aturan atau undang-undang di desa Anda yang melarang Anda melakukan [masukkan perilaku di sini]. Non-pelaku: Apakah ada aturan atau hukum di desa Anda yang melarang Anda melakukan [masukkan perilaku di sini].

Pemain dan non-pemain: Apakah desa Anda memiliki budaya atau aturan atau pantangan tentang [tulis perilaku di sini].

Pelaku dan Non-Pelaku: Apakah di desa Anda ini ada budaya atau aturan atau masalah tabu terkait [tulis perilaku di sini]?

37 Ada Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mewawancarai

Ikuti instruksi dalam pertanyaan dengan hati-hati (Anda perlu membaca jawaban atas beberapa pertanyaan).

39 Checklist Observasi Terhadap Wawancara Pelaku/Non-Pelaku

41 Permasalahan Logistik Dalam Melakukan Analisa Barier

Bagaimana penyelia melacak jumlah kuesioner (berkinerja dan non-berkinerja) yang diisi oleh masing-masing pewawancara. Apa yang dilakukan untuk memastikan bahwa kuesioner yang tidak lengkap diperbaiki sebelum meninggalkan lokasi.

43 Checklist Supervisor Untuk Analisa Barier

Setelah tiba di lapangan/lokasi

Selama wawancara pertama, tanyakan kepada kelompok sasaran dan periksa apakah mereka sesuai dengan profil yang Anda inginkan, jika tidak, ucapkan terima kasih dan dengan sopan minta mereka pergi. Jika memungkinkan, beri tahu pengumpul data responden mana (Aktor atau Non-Aktor) yang harus mereka cari.

45 Sebelum kembali dari Lapangan

Pengkodean dalam Survey Analisa Barier Pelaku/Non- Pelaku

Coding adalah proses pengecekan jawaban responden atas pertanyaan dan pengetahuan tentang cara mengklasifikasikan jawaban tersebut menurut kesamaan/kesamaannya; dan menambahkan beberapa kata untuk memperkenalkan kelompok. Saya mencegah kerusakan gigi, karies dan biaya gigi yang mahal serta prosedur yang rumit.

47 Latihan Pengkodean

Instruksi: Bacakan jawaban-jawaban terhadap Pertanyaan di bawah ini

  • Kadang ketika saya bepergian, air bersih tidak tersedia, jadi saya tidak dapat menyikat gigi
  • Saya terlalu sibuk bekerja
  • Menjijikan sekali bila Anda menyikat gigi di tempat atau kamar mandi umum, orang lain akan melihatnya
  • Saya tidak punya waktu untuk menyikat gigi saat di kantor 5. Saya tidak mempunya sikat gigi di kantor
  • Air di kantor tidak bagus atau agak kotor
  • Saya selalu tidur larut dan terlalu lelah untuk menyikat gigi 8. Sulit sekali menyikat gigi di siang hari ketika saya bekerja
  • Saya selalu terburu-buru di pagi hari dan saya tidak mempunyai waktu untuk menyikat gigi
  • Tidak adanya westafel pribadi di tempat kerja akan menyulitkan saya

16. Tidak nyaman harus membawa sikat gigi dan pasta gigi ke kantor, apalagi harus menggosok gigi di toilet umum.

49 D. Intepretasi Data

51 Latihan Menginterpretasikan Data

Perilaku: Ibu anak baduta (0-24 bulan), mencuci tangannya dengan sabun atau abu pada 5 waktu penting setiap hari

55 Contoh dari lembar tabulasi survey Pelaku/Non Pelaku

PERILAKU: __________________________________

MENULISKAN JEMBATAN KEGIATAN

Menimbulkan persepsi bahwa bayi yang lahir dengan berat badan normal pun dapat terkena malnutrisi. Menimbulkan persepsi bahwa laki-laki dan perempuan dalam budaya ini dapat membicarakan hal-hal yang bersifat intim. Meningkatkan persepsi bahwa Tuhan memberi manusia kemampuan berpikir sehingga bisa menafkahi keluarganya, termasuk jarak anak.

MEMILIH INTERVENSI

Dapat dilakukan Kegiatan harus dapat dilakukan oleh kelompok sasaran. Misalnya: pertemuan harian tidak mungkin dapat dilakukan

Penerimaan dari kelompok prioritas Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan koteks sosial dan budaya masyarakat. Misalnya

61 penghubung ke kegiatan adalah “meningkatkan ketersediaan bibit

  • Efektivitas Biaya Kegiatan harus menghasilkan output yang optimum dari biaya yang digunakan. Ketika Anda harus memilih
  • Jangkauan, kesetaraan, cakupan Kegiatan yang dapat menjangkau sebahagian besar dari penerima manfaat dengan cara
  • Kebijakan pemerintah Lakukanlah kegiatan yang tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Bila ada kebijakan
  • Kapasitas organisasi NGO atau masyarakat memiliki kapasitas tertentu untuk melakukan suatu kegiatan. Misalnya: membangun
  • Ketersediaan sumber daya Misalnya menyebarkan infromasi melalui radio di daerah sasaran dimana frekuensi radio sangat

Ketersediaan sumber daya Misalnya penyebaran informasi melalui radio di daerah sasaran yang frekuensi radionya sangat tinggi oleh radio di daerah sasaran yang frekuensi radionya minim, ketersediaan radio sangat jarang, atau orang yang tidak terbiasa mendengar radio akan menjadi tidak efektif. Seringkali tergoda untuk merancang kegiatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan atau hanya untuk membangun manfaat dari suatu perilaku, sementara kita harus ingat bahwa tergantung pada tahap perubahan mana Grup Prioritas berada, tergantung pada Jembatan, kegiatan lain apa pun mungkin lebih bermanfaat. cara yang tepat dan lebih efektif untuk menyebabkan perubahan perilaku jangka panjang. Akses – persepsi bahwa hal yang Anda butuhkan untuk melakukan suatu perilaku tidak tersedia atau tidak tersedia.

Merekrut dan melatih dokter yang dihormati untuk mengidentifikasi kasus gizi buruk dan memberikan konseling gizi kepada ibu. Minta ibu menghitung berapa kali anak gizi buruk mengalami diare dalam sebulan terakhir dan hitung. Berapa kali anak gizi baik mengalami diare dalam sebulan terakhir? misalnya diare. Bekerja sama dengan para pemuka agama untuk mendukung pemberian makan yang setara bagi anak perempuan dan laki-laki;

Persepsi kemampuan/keterampilan – Keyakinan seseorang tentang kemampuannya untuk melakukan suatu perilaku; keterampilan atau kemampuan yang diperlukan untuk melakukan perilaku tertentu. Kelompok pendukung ASI di mana para ibu dapat saling membantu dan mengatasi setiap masalah atau masalah yang mereka hadapi.

Mencocokkan Determinan dengan Pesan

Menyebutkan sasaran yang diterget oleh pesan; Berdasarkan hasil

67 dari penelitian formatif (determinan penting atau jembatan kegiatan);

Pendek/Singkat/Jelas; Menggunakan kata perintah atau kata kerja;

Tidak terlalu formal atau kaku; Biasanya TIDAK memasukkan manfaat-manfaat (agar supaya

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PERUBAHAN PERILAKU

69 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam strategi perubahan perilaku

STRATEGI PERUBAHAN PERILAKU DAN RENCANA IMPLEMENTASI Perilaku menyusui secara ekslusif

Gambar

Gambar 1. Tahapan Perubahan Perilaku
Gambar 1. Kelompok Prioritas dalam Perubahan Perilaku
Gambar 2. Tahapan Analisa Barier
Tabel  1.  Contoh  Pertanyaan  Analisa  Barier  Pada  Sebuah  Penelitian  tentang ASI Eksklusif
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dideskripsikan pada sub sebelumnya, maka dapatditarik kesimpulan bahwa kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran PPKn pada