• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Pengantar Manajemen Bencana

N/A
N/A
Faustina Soro

Academic year: 2024

Membagikan "Modul Pengantar Manajemen Bencana"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL MANAJEMEN BENCANA (TPL419)

MODUL SESI 1

PENGANTAR MANAJEMEN BENCANA

DISUSUN OLEH:

DR. RATNAWATI YUNI SURYANDARI, M.M.

UNIVERSITAS ESA UNGGUL 2020

(2)

PENGANTAR MANAJEMEN BENCANA

A. Kemampuan Akhir yang Diharapkan

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan mahasiswa mampu:

1. Memahami posisi Indonesia di dalam kawasan bencana

2. Memahami beberapa pengertian yang berkaitan dengan bencana

B. Uraian dan Contoh

Negara kesatuan Republik Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terletak digaris katulistiwa pada posisi silang antara dua benua dan dua samudra dengan kondisi alam yang memiliki berbagai keunggulan, namun dipihak lain posisinya berada dalam wilayah yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rawan terhadap terjadinya bencana dengan frekwensi yang cukup tinggi, sehingga memerlukan penanganan yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi.

Potensi penyebab bencana diwilayah negara kesatuan Indonesia dapat dikelompokan dalam 3 (tiga) jenis bencana, yaitu bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.

Bencana alam antara lain berupa gempa bumi karena alam, letusan gunung berapi, angin topan, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan/ lahan karena faktor alam, hama penyakit tanaman, epidemi, wabah, kejadian luar biasa, dan kejadian antariksa/benda-benda angkasa.

Bencana nonalam antara lain kebakaran hutan/lahan yang disebabkan oleh manusia, kecelakan transportasi, kegagalan konstruksi/teknologi, dampak industri, ledakan nuklir, pencemaran lingkungan dan kegiatan keantariksaan.

(3)

Bencana sosial antara lain berupa kerusuhan sosial dan konflik sosial dalam masyarakat yang sering terjadi.

Bencana menjadi bagian dari kehidupan manusia di dunia, sebagai salah satu permasalahan yang dihadapi manusia, maka manusia harus berusaha untuk dapat mengatasi permasalahan akibat bencana, karena pada dasarnya setiap permasalahan pasti ada pemecahannya.

Bencana dapat merupakan bencana alam, bencana nonalam dan bencana sosial [1], namun untuk mata kuliah Perencanan Kota berbasis Mitigasi Bencana akan menekankan pada bencana yang disebabkan oleh alam atau bencana alam.

Bencana alam pada akhir-akhir ini kerap terjadi, khususnya di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah Indonesia berada pada posisi ring of fire.

Oleh karenanya manusia khususnya bangsa Indonesia, harus mulai menyesuaikan diri dengan kondisi kebencanaan, khususnya bencana alam.

Manusia harus mampu beradaptasi terhadap bencana alam dan dampaknya.

Bencana alam sulit dihindari, namun dampaknya dapat dikurangi sesuai dengan jenis bencana alam yang terjadi. Apalagi mengingat tidak ada satu pengukuran dari suatu bencana yang dapat melingkupi secara penuh tentang bencana. [3]

Seiring dengan sering terjadinya bencana alam di Indonesia, maka dalam melakukan perencanaan kota, perlu mempertimbangkan kondisi kebencanaan di Indonesia, dan mempelajari cara penanganannya, melalui melalui perencanaan kota berbasis mitigasi bencana.

1.1. Posisi Indonesia dalam Kawasan Bencana

(4)

Ring of Fire (Cincin Api) adalah zona dimana terdapat banyak aktifitas seismik yang terdiri dari busur vulkanik dan parit-parit (palung) di dasar laut. Cincin Api memiliki panjang lebih dari 40000 km memanjang dari barat daya Amerika Selatan di bagian timur hingga ke sebelah tenggara benua Australia di sebelah barat. Pada zona yang disebut Cincin Api inilah banyak terjadi gempa dan letusan gunung berapi. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar di dunia terjadi di sepanjang Cincin Api ini [6]. Indonesia berada pada posisi ring of fire, seperti terlihat pada beberapa gambar di bawah ini.

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua

(5)

Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Pulau Jawa - Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami,banjir dan tanah longsor.

Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986 dalam [2]). Dampaknya dalam kegiatan perencanaan kota Indonesia memerlukan pertimbangan kebencanaan yang sangat mendalam.

1.2. Beberapa Pengertian

Bencana

Bencana adalah suatu yang tiba-tiba, situasi yang mendatangkan bencana yang secara serius mengganggu fungsi suatu komunitas atau sosial dan menyebabkan kehilangan manusia, material, dan ekonomi atau lingkungan melampaui kemampuan komunitas atau sosial menangani menggunakan

(6)

sumberdaya yang dimiliki. Walaupun disebabkan oleh alam, bencana dapat diawali oleh manusia. [4]

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis [2].

Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit.

Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami.

Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. Dua jenis bencana alam yang diakibatkan dari luar angkasa jarang mempengaruhi manusia, seperti asteroid dan badai matahari.

Bencana alam sering melanda negeri kita ini bencana pun sering tiba-tiba, kapan pun dapat selalu mengancam kita semua. Di Indonesia sering terjadi bencana alam karena negara Indonesia terletak di antara dua samudera dan dua benua. Pada daerah transform fault aktivitas gempa bumi banyak terjadi akibat pergeseran kerak bumi yang berlangsung secara terus menerus sehingga lempeng kerak bumi terpecah-pecah.

Karena lempeng-lempeng itu ada di atas lapisan cair, panas dan plastis ( astenosfer ) maka lempeng-lempeng akan menjadi dapat bergerak secara tidak beraturan sehingga dapat terjadi tabrakan antara dua lempeng tersebut dan salah satu lempeng itu akan menusuk bagian bawah lempeng yang lain.

(7)

Daerah perbatasan kedua lempeng yang bertabrakan itu menjadi tempat terbentuknya gunung dan pegunungan. Bencana alam pun bisa terjadi karena adanya. Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup oleh faktor alam faktor manusia atau gabungan antara faktor kedua tersebut.

Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.

Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

Kegiatan pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana.

Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang.

Mitigasi

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. [2]

(8)

Mitigasi berarti melakukan tindakan yang akan mengurangi sebagai akibat dari bencana dan bahaya yang akan datang [3].

Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pelindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pascabencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana.

Rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pascabencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pascabencana.

Ancaman bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana.

Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.

(9)

Pemulihan adalah serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan, prasarana, dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi.

Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana.

Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.

Bantuan darurat bencana adalah upaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat keadaan darurat.

Status keadaan darurat bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi Badan yang diberi tugas untuk menanggulangi bencana.

Pengungsi adalah orang atau kelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya untuk jangka waktu yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana.

Setiap orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum.

Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.

(10)

Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati/walikota, atau perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Lembaga usaha adalah setiap badan hukum yang dapat berbentuk badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, koperasi, atau swasta yang didirikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjalankan jenis usaha tetap dan terus menerus yang bekerja dan berkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lembaga internasional adalah organisasi yang berada dalam lingkup struktur organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang menjalankan tugas mewakili Perserikatan Bangsa-Bangsa atau organisasi internasional lainnya dan lembaga asing nonpemerintah dari negara lain di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

1.3. Pentingnya Kegiatan Perencanaan Kota Mempertimbangkan Kondisi Bencana

Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kota, yang merupakan penjabaran dari RTRW provinsi, dan yang berisi tujuan, kebijakan, strategi penataan ruang wilayah kota, rencana struktur ruang wilayah kota, rencana pola ruang wilayah kota, penetapan kawasan strategis kota, arahan pemanfaatan ruang wilayah kota, dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota. [5]

Mengingat Indonesia berada pada wilayah rawan bencana, maka dalam penataan ruang diperlukan pertimbangan mitigasi bencana sebagai upaya mengurangi risiko bencana dan meningkatkan keselamatan dan ketenangan penduduk kota.

(11)

Penanggulangan Bencana merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional yaitu serangkaian kegiatan Penanggulangan Bencana sebelum, pada saat maupun sesudah terjadinya bencana. Selama ini masih dirasakan adanya kelemahan baik dalam pelaksanaan Penaggulangan Bencana maupun yang terkait dengan landasan hukumnya. Karena belum ada Undang-undang yang secara khusus menangani bencana.

Gambar. Bencana banjir

(12)

Gambar. Bencana gunung meletus

Gambar. Bencana tanah longsor

(13)

Gambar. Bencana stunami

Gambar. Bencana gempa bumi

(14)

Gambar. Bencana kekeringan

C. Latihan

1. Apa yang dimaksud dengan Ring of Fire?

2. Apa yang dimaksud dengan bencana?

D. Kunci Jawaban

1. Ring of Fire (Cincin Api) adalah zona dimana terdapat banyak aktifitas seismik yang terdiri dari busur vulkanik dan parit-parit (palung) di dasar laut.

2. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis

(15)

DAFTAR PUSTAKA

[1] UU-RI no 24 tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana

[2] BNPB: BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

[3] International federation of Red Cross and Red Cresent Societies, http://www.jhsph.edu/research/centers-and-institutes/center-for-refugeeand-

disasterresponse/publications_tools/publications/_CRDR_ICRC_Public_Health_

Guide_Book/Chapter_1_Disaster_Definitions.pdf

[4] International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, http://www.ifrc.org/en/what-we-do/disaster-management/aboutdisasters/what-is- a-disaster/

[5] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 17/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota

[6] Endro Sambodo, 1984, Apakah Ring of Fire?

https://endrosambodo1984.wordpress.com/2012 https://www.dosenpendidikan.co.id/bencana-alam/

https://www.cambridge.org/core/services/aop-cambridge-

core/content/view/206964AAB97DD5CBCB9B1DF9DBE0B863/S18344909000 00271a.pdf/living_on_the_ring_of_fire_perspectives_on_managing_natural_hazar d_risk_in_pacific_rim_countries.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Ketua Pusat Vulkanologidan Mitigasi Beneana Geologi Ba- dan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mi- neral, Surono, menjelaskan, Jabar merupakan daerah yang rawan bencana

3) Perangkat lunak informasi daerah rawan bencana alam pada Kabupaten Musi Banyuasin berbasis mobile dapat menampilkan lapor bencana, data rawan bencana,

1) Besarnya potensi bencana alam geologi di Jawa Tengah, bertambahnya jumlah daerah rawan bencana tanah longsor, sulitnya melakukan relokasi bagi masyarakat

Kekhawatiran kota yang paling mendesak adalah tentang air, seperti disebutkan dalam RTRW 2011-2031, Kota Semarang memiliki daerah rawan bencana terdiri dari

Dari peta-peta potensi masing-masing bencana alam yang telah dihasilkan di atas (Potensi Rawan Tanah Longsor, Potensi Rawan Banjir, Potensi Bahaya Gempa Bumi dan

bahwa Kabupaten Sumenep secara geografis, geologis, dan sosiokultural memungkinkan sebagai daerah rawan bencana alam, bencana non alam dari berbagai aktivitas manusia

Memetakan atau revisi peta daerah rawan bencana berikut zonasi larangannya di daerah potensi banjir, longsor, gempabumi, tsunami, angin puting beliung..

Adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor Penyebab bencana alam di Indonesia: Posisi geografis Indonesia yang diapit oleh dua