MODUL PRAKTIKUM BIOKIMIA Dr. Rita Maliza
1. Isolasi DNA dari Buah
2. Uji Kualitatif Protein dengan Biuret 3. Uji Elementer Protein (C, H-O, N dan S) 4. Uji Kualitatif Karbohidrat 1 (Uji Benedict) 5. Uji Daya Larut Lemak
6. Uji Saponifikasi Lemak
1. Praktikum Isolasi DNA dari Buah
a. Bahan dan Alat :
- Buah Pisang - plastik ziplock
- Alkohol 70% dingin 200ml - Batang Pengaduk / spatula
- garam (NaCl) 2gram - gelas beaker
- air hangat - Saringan kecil
- detergen (surfaktan) 10ml - tabung reaksi dan gelas beaker
- aquades 10ml - pisau
b. Prosedur Kerja
- campurkan aquades dengan garam hingga larut dalam gelas beaker
- campurkan juga kedalam larutan garam tadi surfaktan hingga homogen, pastikan tidak ada gelembung karena akan memengaruhi hasil
- potong buah pisang dengan pisau dan masukkan dalam plastik ziplock - haluskan pisang dengan plastik ziplock hingga benar-benar halus
- masukkan larutan homogen tadi kedalam pisang yang sudah halus didalam plastik ziplock secara perlahan
- campurkan secara merata dengan tangan (manual) hingga campuran tadi homogen
- saring campuran homogen tadi menggunakan saringan kecil hingga didapatkan sari buah yang terpisah dari serat buahnya
- tuang sari buah yang telah disaring ke dalam tabung reaksi sebanyak setengah tabung, lalu tuang alkohol dingin tadi ke dalam sari buah kedalam tabung reaksi
- tunggu beberapa saat hingga muncul benang-benang putih yang merupakan pita DNA buah pisang
- ada 3 lapisan yang terbentuk, lapisan bawah adalah sari buah, lapisan tengah adalah etanol dingin dan lapisan atas adalah pita DNA
c. Pembahasan
- Kenapa menggunakan garam : digunakan untuk melisis dinding sel pada buah pisang agar mudah mengekstraksi DNA nya
- Detergen : memisahkan DNA dengan kromosomnya karne mampu melarutkan protein - etanol : memisahkan DNA dari sari buah karena buah larut dalam air tapi tidak larut dalam etanol
2. Praktikum Uji Kualitatif Protein dengan Biuret
a. Bahan dan Alat
- NaOH 10% - tabung reaksi dan label kertas
- CuSO4 0,5% - pipet tetes
- Albumin (Putih Telur) - gelas beaker
- Gelatin - penangas air
- Air Kaldu - penjepit kayu
- Pepton/Kasein 1% - rak tabung reaksi b. Prosedur Kerja
- Ambil masing-masing sampel kedalam tabung reaksi sebanyak 2mL (Albumin, Gelatin, Air Kaldu)
- masukkan 2mL NaOH kedalam masing-masing tabung reaksi
- tetesi larutan CuSo4 kedalam masing-masing tabung reaksi sebanyak 5-10 tetes - lihat perubahan warna pada masing-masing larutan dan lihat tingkat kepekatan c. Pembahasan
- Prinsip biuret adalah CuSO4 atau tembaga sulfat akan berekasi dengan peptida dengan 2/lebih ikatan peptida yang memunculkan warna ungu/lembayung
3. Praktikum Uji Elementer Protein
a. Bahan dan Alat
- Albumin telur - kertas lakmus merah
- Gelatin - hotplate
- NaOH 10% - Spiritus
- Pb-asetat 5% - cawan porselin - HCl pekat - object glass
- korek api - sarung tangan dan masker
- akuades - spuit 5mL
- penjepit kayu - pipet tetes b. Prosedur Kerja
- Uji C dan HO dan N : masukkan masing-masing sampel kedalam cawan porselen sebanyak 1mL (bisa gunakan spuit 5mL)
- Letakkan kaca objek diatas cawan porselen dan taruh cawan porselen diatas hotplate panaskan dengan suhu secara bertahap dari 60°C hingga 100°C selama 15 menit sampai uap air pada kaca muncul
- Jika muncul uap air berarti positif mengandung air (HO)
- Amati bau jika bau rambut terbakar maka positif mengandung unsur N
- Teruskan pemanasan hingga pengarangan, jika mengarang berarti positif mengandung C - Uji lanjutan N : uji uap air pada object glass dengan kertas lakmus merah yang telah diberi akuades, jika berubah biru maka positif mengandung NH3 yg bersifat basa lemah
- Uji lanjutan S : Masukkan masing-masing sampel kedalam tabung reaksi sebanyak 1mL (gunakan spuit 5mL
- Tambahkan 1mL NaOH ke masing-masing sampel
- Nyalakan spiritus dengan korek api, lalu panaskan tabung reaksi yang sudah terisi sampel dan NaOH
- Hentikan pemanasan lanjut tambahkan 4 tetes Pb-asetat 5% sampai menhitam - Jika menghitam berarti positif ada Pb-S (positif mengandung S)
- tambahkan HCl pekat sebanyak 4 tetes ke dinding tabung reaksi, jika tercium bau belerang maka positif adanya S
4. Praktikum Uji Karbohidrat 1 (Reagen Benedict) a. Bahan dan Alat
- Reagen Benedict - tabung reaksi dan rak tabung reaksi
- Sukrosa - pipet tetes
- Glukosa - Spuit 5mL
- Laktosa (susu bubuk) - Hotplate
- Madu - Gelas beaker
- Akuades - penjepit kayu
b. Prosedur Kerja
- masukkan 2mL benedict dalam tabung reaksi
- masukkan masing-masing 4 tetes larutan ke dalam tabung reaksi - didihkan dalam penangas air selama 5 menit
- sebelumnya di didihkan dulu penangas airnya secara bertahap dari 60 sampai 100°C - jika ada endapan : berarti reaksi positif ada karbohidrat
- jika tidak ada endapan : berarti reaksi negatif tidak ada karbohidrat - jika berubah warna berarti positif ada glukosa
5. Uji Daya Larut Lemak
a. Bahan dan Alat
- Air - rak tabung reaksi
- Alkohol (etanol, metanol) - tabung reaksi
- kloroform/n-heksana - gunting
- etil asetat - pipet tetes
- minyak goreng - aluminium foil
- minyak kelapa - masker dan sarung tangan
- gliserol - kertas label
- kertas saring - beaker glass
b. Prosedur Kerja
- masukkan sampel lipid yang akan di uji kedalam tabung reaksi sebanyak 2mL
- masukkan masing-masing pelarut (air, alkohol/metanol, etil asetat, dan n-heksan/kloroform) - aduk bahan hingga homogen
- tutup dengan aluminium foil dan diamkan beberapa saat serta amati perubahan yang terjadi - Uji lanjutan : gunting kertas saring membentuk cakram
- teteskan sampel pada masing-masing cakram sebanyak 2 tetes - teteskan pula pelarut pada masing masing cakram
- amati perubahan yang terjadi jika berbekas lemak berarti tidak larut jika tidak berbekas lemak berarti larut
6. Uji Saponifikasi Lemak
a. Bahan dan Alat
- Minyak Kelapa - Erlenmeyer
- Gliserol - Penangas Air
- Minyak Goreng - Batang Pengaduk
- NaOH 1gr - Tabung reaksi dan rak tabung reaksi - 20mL alkohol etanol - Gelas Beaker
- Akuades - spatula/batang pengaduk
- Akuades dingin - Tissue
b. Prosedur Kerja
- Masukkan 2 ml sampel ke dalam tabung reaksi - tambahkan 1 gram NaOH dan etanol 20ml
- panaskan dalam penangas air selama 10-15 menit - taruh dalam gelas beaker berisi air dingin
- ambil zat padat yang terbentuk dengan spatula
- larutkan dengan 5 ml air zat padat tadi kedalam tabung reaksi
- kocok dan amati jika berbusa seperti sabun maka menunjukkan reaksi saponifikasi