PEMBEBASAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM PEMERINTAH
● Pasal 33 ayat 3 : “bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Negara memiliki tanggung jawab untuk mengatur, mengurus, dan mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.”
Pasal ini secara jelas mengandung amanat konstitusional yang mendasar bahwa pemanfaatan dan penggunaan tanah harus dapat mendatangkan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini berarti bahwa setiap hak atas tanah dituntut kepastian mengenai subjek, objek, serta pelaksanaan kewenangan haknya.
● Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia (mewujudkan
kesejahteraan rakyat), maka pembangunan merupakan sebuah keniscayaan.
Untuk melaksanakan pembangunan, pemerintah memerlukan tanah sebagai tempat kegiatan proyek yang akan dibangun. Pemerintah mempunyai
kewajiban menyediakan tanah yang diperlukan untuk pembangunan, antara lain dari tanah negara yang tidak dikuasai oleh rakyat ataupun dengan menyediakan bank tanah bagi kepentingan pembangunan.
● Mengutamakan prinsip rule of law untuk melindungi hak asasi manusia dengan pemberian ganti rugi bagi pemilik tanah.
OPOSISI
● Pengadaan tanah untuk berbagai kepentingan seringkali menimbulkan konflik atau permasalahan dalam pelaksanaannya, hal ini disebabkan oleh
kesenjangan antara das Sollen sebagaimana tertuang dalam Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, dengan das Sein berupa kenyataan yang terjadi di lapangan. Konflik seringkali terjadi terutama mengenai ganti
kerugian.
● Pada prinsipnya pemberian ganti kerugian sebagai suatu upaya mewujudkan penghormatan kepada hak-hak dan kepentingan perseorangan yang telah dikorbankan untuk kepentingan umum harus dilakukan dengan layak dan adil.
Namun pada kenyataannya, seringkali pemberian ganti kerugian tersebut dilakukan semena-mena tanpa perhitungan yang seharusnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan. Dan bahkan tak jarang bahwa dalam pemberian ganti kerugian ini disertai pula dengan paksaan yang membuat pihak yang kehilangan hak atas tanahnya tak berdaya menerima, meskipun tak sesuai harapan serta tidak dapat mengembalikan atau
membangun kembali kehidupan baru yang lebih baik untuk mereka.
●
MANTAN NARAPIDANA KORUPSI MAJU PILKADA PEMERINTAH
● Mantan napi korupsi tetap memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah
● Mantan napi korupsi telah menyelesaikan hukuman atas tindak pidana korupsi yang telah dilakukannya
889 OPOSISI
● salah satu unsur tindak pidana korupsi itu adalah unsur penyalahgunaan wewenang. hal ini secara jelas membuktikan bahwa pelaku tindak pidana korupsi tidak kredibel dalam menjalankan amanat atas kekuasaan atau jabatannya sebagai wakil rakyat.
● para pelaku tipikor yang seperti tidak menunjukkan efek jera dengan melihat bahwa bahkan dengan adanya pemidanaan atas tindak pidana korupsi tidak menjamin mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya.
● pelaku tipikor tidak hanya melakukan korupsi satu kali, melainkan berulang kali. Kasus korupsi di Indonesia juga sudah menjadi sebuah kebiasaan, sehingga harus segera diberantas.
kasus: Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang pernah ditangkap atas perkara korupsi dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun anggaran 2004-2005. Dia lalu ditangkap lagi oleh Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus jual beli jabatan pada tahun 2019.
● Korupsi merusak integritas, Integritas dalam hal ini didasari dengan
persamaan antara pikiran dan perbuatan sehingga tidak ada tumpang tindih antara keinginan pribadi dan kebutuhan instansi maupun publik. Dengan demikian ketika orang-orang yang memegang kekuasaan tersebut terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi, maka mereka sudah kehilangan integritas mereka sebagai wakil rakyat. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas
● Untuk mewujudkan pemilu yg berintegritas.
NETRALITAS ANGGOTA TNI/POLRI DALAM PEMILU PEMERINTAH
● Berdasarkan analogi anggota TNI/Polri tetap pada status netral dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres
● anggota TNI/Polri bersikap netral lantaran kedua lembaga tersebut memiliki fungsi stabilitas keamanan, bukan sebagai pelaku politik praktis. Karenanya, untuk menghindari terjadinya konflik intern dan menjaga eksistensi TNI/Polri memang tetap harus bersikap netral dalam Pemilu
● anggota TNI/Polri bersikap netral lantaran kedua lembaga tersebut memiliki fungsi stabilitas keamanan, bukan sebagai pelaku politik praktis. Karenanya, untuk menghindari terjadinya konflik intern dan menjaga eksistensi TNI/Polri memang tetap harus bersikap netral dalam Pemilu
● Lembaga TNI dan Polri adalah bagian institusi pemerintahan, karena itu sama sekali tidak mempunyai hak dalam lembaga perwakilan.
OPOSISI
● dibutuhkan pemenuhan hak memilih bagi anggota TNI dan Polri pada pemilihan umum
● TNI/Polri merupakan warga negara sehingga harus diberikan hak yang sama dalam Pemilu
●
SISTEM PEMILU PROPORSIONAL TERBUKA PRO
● Meningkatkan partisipasi politik dengan sistem pemilu terbuka, semua warga negara yang memenuhi syarat dapat berpartisipasi secara langsung dalam memilih calon yang mereka pilih tanpa harus mempertimbangkan faktor partai politik. Hal ini dapat meningkatkan partisipasi politik masyarakat yang akan membangun kedekatan antara pemilih dengan kandidat sehingga mengurangi tingkat apatis dalam proses politik.
● Memperkuat demokrasi, proses pemilihan menjadi lebih transparan dan akuntabel. Setiap warga negara secara bebas dapat memilih calon yang mereka yakini paling kompeten dan memenuhi kriteria yang diinginkan tanpa adanya intervensi dari partai politik yang mengendalikan calon.
● Memperkuat demokrasi, proses pemilihan menjadi lebih transparan dan akuntabel. Setiap warga negara secara bebas dapat memilih calon yang mereka yakini paling kompeten dan memenuhi kriteria yang diinginkan tanpa adanya intervensi dari partai politik yang mengendalikan calon.
● Meningkatkan akuntabilitas dalam pemilu terbuka, calon harus lebih berfokus pada masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan berkompetisi dalam
memberikan solusi yang terbaik. Hal ini dapat meningkatkan akuntabilitas calon terhadap masyarakat karena calon harus lebih memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
OPOSISI
● Membutuhkan modal politik yang cukup besar sehingga peluang terjadinya politik uang sangat tinggi.
● Penghitungan hasil suara rumit.
● Sulit menegakkan kuota gender dan etnis.
● Muncul potensi mereduksi peran parpol.
● Persaingan antar-kandidat di internal partai.
SANKSI PIDANA MATI BAGI KORUPTOR PRO
● Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa terhadap kekerasan dan hak asasi manusia (HAM).
● Korupsi memiliki sifat dan dampak yang luas dan dilakukan secara sistematis.
● Para koruptor dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah menghancur perekonomian negara.
● Hukuman mati masih ada dalam hukum positif di Indonesia untuk mencegah dan menimbulkan efek jera bagi para pelaku tindak pidana, salah satunya bagi pelaku tindak pidana korupsi.
● Para koruptor merupakan penghianat bangsa, karena mereka yang telah diberi amanah dan tanggung jawab untuk mengelola keuangan negara
maupun bantuan untuk masyarakat sudah disalahgunakan dengan memakan uang atau bantuan itu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok mereka sendiri.
OPOSISI