See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/376072534
Motion Graphics Dasar
Preprint · October 2023
DOI: 10.13140/RG.2.2.36743.16808
CITATIONS
0
READS
71
1 author:
Dian Cahyadi
Universitas Negeri Makassar 40PUBLICATIONS 11CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Dian Cahyadi on 30 November 2023.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
i
DIKTAT
Penerbit:
Program Studi Desain Komuikasi Visual Fakutas Seni dan Desain
Universitas Negeri Makassar
EDITING DAN
MOTION GRAPHIC EDITING
DAN
MOTION GRAPHIC
1
DIAN CAHYADI DIKTAT DIKTAT
Penerbit:
Program Studi Desain Komuikasi Visual Fakutas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar
EDITING DAN MOTION GRAPHIC
2
Judul: Editing dan Motion Graphic
©Dian Cahyadi
Editor: Dian Cahyadi
Desain Sampul: Dian Cahyadi
Penerbit:
Program Studi Desain Komuikasi Visual Fakutas Seni dan Desain
Universitas Negeri Makassar
Tanggal Terbit:
11 Oktober 2023
3
KATA PENGANTAR
Selamat datang dalam diktat ini yang akan membahas dua aspek kunci dalam dunia produksi visual, yaitu editing visual dan motion graphics. Editing dan motion graphics memiliki peran penting dalam menyajikan pesan, cerita, dan visual yang efektif dalam berbagai media, mulai dari film dan video hingga desain grafis dan media sosial.
Editing visual merupakan proses esensial dalam mengatur, memotong, dan menggabungkan elemen- elemen visual dan audio untuk menciptakan karya yang memiliki alur naratif yang kuat. Saat kita menjelajahi topik editing visual, kita akan memahami peran perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan, teknik pemotongan, serta pentingnya pemilihan waktu yang tepat dan penggunaan efek suara dalam produksi visual.
Motion graphics, di sisi lain, memperkenalkan elemen-elemen visual yang bergerak untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik produksi visual. Dalam pembahasan motion graphics, kita akan membahas konsep dasar animasi, penggunaan perangkat lunak seperti Adobe After Effects, dan bagaimana prinsip- prinsip animasi dapat diterapkan untuk menciptakan elemen grafis yang dinamis.
Selama perjalanan ini, Anda akan diajak untuk memahami dasar-dasar editing visual, prinsip-prinsip motion graphics, dan bagaimana Anda dapat mengaplikasikan pengetahuan ini dalam produksi visual Anda sendiri. Kami juga akan membahas studi kasus dari proyek-proyek terkenal yang berhasil menggunakan editing dan motion graphics untuk mencapai tujuan komunikasi mereka.
Semoga diktat ini akan memberikan wawasan yang berharga dan memperkaya pemahaman Anda tentang dunia editing dan motion graphics. Kami harap Anda menikmati perjalanan ini dan dapat mengaplikasikan pengetahuan ini dalam proyek-proyek kreatif Anda sendiri.
Selamat belajar!
Dian Cahyadi, S.Sn., M.Ds.
4
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN TERBITAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
Pengantar Editting dan Motion Graphic 1
Dasar-Dasar Editing Video 25
Pemahaman Visual Story Telling 38
Motion Graphics Dasar 50
Referensi 64
50
Motion Graphics Dasar
A. CPMK:
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar motion graphics.
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang animasi sederhana, keyframes, dan pergerakan.
Mahasiswa mampu membuat elemen motion graphics sederhana.
B. Sub-CPMK:
A. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar motion graphics. (Bloom: Pemahaman - C2)
Mahasiswa dapat mendefinisikan apa itu motion graphics.
Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan dan kegunaan motion graphics dalam produksi visual.
Mahasiswa dapat mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang terlibat dalam motion graphics, seperti teks bergerak, objek animasi, dan transisi.
B. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang animasi sederhana, keyframes, dan pergerakan.
(Bloom: Pemahaman - C2)
Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar animasi, termasuk prinsip-prinsip animasi seperti timing, easing, dan squash-and-stretch.
Mahasiswa dapat menjelaskan penggunaan keyframes dalam animasi.
Mahasiswa dapat menggambarkan dan menjelaskan jenis pergerakan dasar dalam animasi, seperti translasi, rotasi, dan scaling.
C. Mahasiswa mampu membuat elemen motion graphics sederhana. (Bloom: Penerapan - C3)
Mahasiswa dapat merancang dan membuat elemen motion graphics sederhana, seperti teks bergerak atau logo animasi.
Mahasiswa dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip animasi yang telah dipelajari dalam pembuatan motion graphics.
Mahasiswa dapat menggunakan perangkat lunak editing dan animasi untuk membuat elemen motion graphics yang dapat digunakan dalam produksi visual.
C. Indikator:
Mahasiswamenjelaskan konsep dasar motion graphics.
Mahasiswamenjelaskan tentang animasi sederhana, keyframes, dan pergerakan.
Mahasiswa menghsilkan karya elemen motion graphics sederhana.
D. Pokok Bahasan: Motion Graphics Dasar E. Sub Pokok Bahasan:
Pengenalan terhadap konsep dasar motion graphics.
Pemahaman tentang animasi sederhana, keyframes, dan pergerakan.
51
Praktik pembuatan elemen motion graphics sederhana.
PEMBAHASAN:
A. Konsep dasar motion graphics.
Definisi motion graphics.
Motion graphics adalah seni dan teknik menciptakan elemen visual bergerak, seperti teks, grafik, ilustrasi, dan objek lainnya, dalam video atau media digital. Ini melibatkan penggunaan desain grafis dan animasi untuk menciptakan elemen visual yang bergerak, seringkali digunakan dalam tujuan komunikasi, pemasaran, hiburan, atau pendidikan.
Elemen motion graphics dapat termasuk berbagai hal, seperti:
Teks Bergerak: Membuat teks yang bergerak dan berubah, seperti judul, subjudul, atau kutipan, untuk meningkatkan pemahaman atau menarik perhatian.
Grafik Bergerak: Menganimasikan grafik atau ikon untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan lebih dinamis.
Ilustrasi Bergerak: Menganimasikan ilustrasi atau gambar untuk menjelaskan konsep, cerita, atau proses.
Efek Visual: Menciptakan efek visual seperti transisi, perubahan warna, atau pergerakan yang memengaruhi cara audiens merasakan video.
Simulasi: Membuat simulasi peristiwa fisik atau proses yang memberikan pemahaman lebih baik tentang konsep atau ide tertentu.
Animasi Karakter: Menganimasikan karakter-karakter dalam video untuk tujuan pemasaran atau hiburan.
Visualisasi Data: Mengubah data dan statistik menjadi grafik bergerak atau grafik yang lebih mudah dipahami oleh audiens.
Motion graphics sering digunakan dalam berbagai konteks, termasuk iklan, video pemasaran, presentasi bisnis, film animasi, video musik, dan bahkan dalam pembelajaran online. Keunggulan utama dari motion graphics adalah kemampuannya untuk menyampaikan informasi secara jelas dan menarik dengan bantuan elemen visual bergerak.
Tujuan dan kegunaan motion graphics dalam produksi visual.
52
Motion graphics memiliki tujuan dan kegunaan penting dalam produksi visual. Berikut adalah beberapa dari mereka:
Menyampaikan Informasi dengan Jelas:
Motion graphics memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks atau abstrak dengan cara yang mudah dipahami oleh audiens. Mereka dapat menggambarkan konsep, data, atau proses dengan cara visual yang dinamis.
Meningkatkan Retensi Informasi:
Elemen visual bergerak cenderung lebih mudah diingat daripada teks biasa. Motion graphics dapat meningkatkan retensi informasi, menjadikannya alat yang efektif dalam pembelajaran online, pelatihan, dan penyampaian pesan penting.
Menarik Perhatian:
Gerakan dan animasi dalam motion graphics dapat menarik perhatian audiens dengan cepat. Ini sangat berguna dalam iklan dan konten pemasaran di mana Anda perlu memikat audiens dalam waktu singkat.
Meningkatkan Branding:
Motion graphics dapat digunakan untuk memperkuat citra merek atau identitas visual suatu perusahaan. Mereka membantu menciptakan konsistensi dalam pesan merek dan pengenalan merek.
Meningkatkan Nada Emosional:
Dengan mengatur gerakan, warna, dan efek visual, motion graphics dapat digunakan untuk menciptakan nada emosional dalam video. Ini membantu menciptakan suasana yang sesuai dengan pesan atau cerita yang ingin disampaikan.
Meningkatkan Kreativitas:
Motion graphics memberikan kebebasan kreatif yang besar dalam desain dan animasi.
Mereka memungkinkan eksperimen dengan berbagai efek visual dan gaya desain untuk menciptakan tampilan yang unik.
Menarik Audiens Muda:
Terutama dalam lingkungan digital, motion graphics sering menarik audiens muda yang terbiasa dengan media digital dan animasi.
Meningkatkan Engagement:
Video dengan elemen motion graphics sering kali memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi. Mereka dapat membuat audiens lebih terlibat dan terlibat dalam cerita atau pesan yang disampaikan.
53
Memudahkan Visualisasi Data:
Motion graphics adalah alat yang efektif untuk memvisualisasikan data dan statistik. Mereka membuat data lebih mudah dimengerti dan menarik.
Membuat Video Menarik dan Dinamis:
Motion graphics memberikan dinamika visual ke video, menjadikannya menarik dan seru untuk ditonton. Mereka bisa membantu menjadikan video lebih menarik daripada presentasi statis.
Dengan kemampuannya yang unik dalam menyampaikan informasi dan cerita dengan cara yang menarik dan efektif, motion graphics menjadi elemen penting dalam produksi visual, terutama dalam era media digital yang terus berkembang.
Elemen-elemen kunci yang terlibat dalam motion graphics, seperti teks bergerak, objek animasi, dan transisi.
Elemen-elemen kunci yang terlibat dalam motion graphics melibatkan desain dan animasi untuk menciptakan elemen visual bergerak dalam video atau media digital. Beberapa elemen utama yang sering digunakan dalam motion graphics meliputi:
Teks Bergerak:
Teks bergerak adalah elemen dasar dalam motion graphics. Ini mencakup judul, subjudul, teks narasi, dan kutipan yang bergerak atau berubah dalam video. Teks ini dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, atau konteks dalam cara yang menarik.
Objek Animasi:
Objek animasi mencakup berbagai elemen visual seperti grafik, ikon, ilustrasi, karakter, atau objek lain yang diberi animasi. Objek-objek ini dapat bergerak, berubah bentuk, atau melakukan berbagai tindakan dalam video.
Transisi:
Transisi visual digunakan untuk menghubungkan klip atau elemen dalam video dengan lancar. Ini mencakup berbagai jenis transisi seperti cut tajam (cut), crossfade, wipe, slide, zoom, dan banyak lagi. Transisi membantu mengatur alur cerita dan memberikan estetika visual.
Efek Visual:
Efek visual mencakup berbagai efek seperti perubahan warna, efek partikel, pergerakan kamera, pergerakan objek, efek glitch, efek khusus, dan sebagainya. Efek visual digunakan untuk menciptakan atmosfer, intensitas, atau estetika yang sesuai dengan pesan atau cerita.
54
Lapisan (Layers) dan Timelines:
Lapisan atau track digunakan untuk mengatur elemen-elemen motion graphics dalam urutan dan hierarki tertentu. Masing-masing lapisan dapat memiliki elemen-elemen yang berbeda, dan mereka dapat dianimasikan secara independen. Timelines digunakan untuk mengatur waktu animasi dan transisi elemen.
Suara dan Musik:
Suara dan musik latar merupakan elemen penting dalam motion graphics. Mereka dapat memberikan emosi, mendukung pesan, atau meningkatkan kualitas visual secara keseluruhan.
Komposisi Visual:
Komposisi visual melibatkan pengaturan elemen-elemen dalam bingkai video. Ini mencakup framing, pencahayaan, perbandingan warna, dan pengaturan ruang negatif yang memengaruhi tampilan keseluruhan.
Alat-Perangkat Lunak:
Alat perangkat lunak seperti Adobe After Effects, DaVinci Resolve, dan perangkat lunak lainnya adalah alat kunci dalam menciptakan motion graphics. Mereka memiliki beragam fitur dan kemampuan untuk desain, animasi, dan pengeditan.
Ketika elemen-elemen ini digabungkan dan dianimasikan dengan bijak, motion graphics dapat menciptakan elemen visual yang menarik dan efektif dalam menyampaikan pesan atau cerita.
Mereka digunakan dalam berbagai konteks, termasuk iklan, video pemasaran, presentasi bisnis, pendidikan, dan hiburan.
B. Animasi sederhana, keyframes, dan pergerakan.
Konsep dasar animasi, termasuk prinsip-prinsip animasi seperti timing, easing, dan squash- and-stretch.
Konsep dasar animasi melibatkan prinsip-prinsip yang membentuk dasar bagi penciptaan animasi yang halus, realistis, dan menarik. Beberapa prinsip animasi yang penting termasuk:
Timing (Waktu):
Timing adalah prinsip yang mengatur kecepatan pergerakan dalam animasi. Ini mencakup seberapa cepat atau lambat sebuah objek bergerak dari satu posisi ke posisi lainnya. Timing yang baik dapat memberikan ritme yang sesuai untuk animasi dan menciptakan suasana yang sesuai dengan situasi.
Easing (Perlambatan):
55
Easing merujuk pada perubahan kecepatan objek selama pergerakan dalam animasi. Easing memungkinkan pergerakan objek untuk dimulai atau berhenti secara halus, daripada secara tiba-tiba. Ini menciptakan pergerakan yang lebih alami dan nyaman.
Squash-and-Stretch (Pemampatan dan Perpanjangan):
Squash-and-stretch adalah prinsip yang memungkinkan objek berubah bentuk saat bergerak. Saat objek bergerak cepat, mereka dapat dipampatkan (berkurang dalam tinggi) dan saat mereka bergerak lambat, mereka dapat diperpanjang (bertambah tinggi). Ini menciptakan pergerakan yang lebih elastis dan dinamis.
Anticipasi (Antisipasi):
Prinsip ini melibatkan mempersiapkan audiens untuk perubahan atau pergerakan objek dengan menggerakkan objek sebelum gerakan utama terjadi. Antisipasi membantu pergerakan terasa lebih alami dan mudah dimengerti.
Follow Through dan Overlapping Action (Tindakan Menyusul dan Tindakan Tumpang Tindih):
Prinsip ini berkaitan dengan bagaimana elemen dalam animasi melanjutkan gerakannya setelah gerakan utama berhenti, atau bagaimana beberapa elemen bergerak dengan kecepatan dan arah yang berbeda. Ini menciptakan pergerakan yang lebih hidup dan nyata.
Arc (Lingkaran):
Animasi yang mengikuti pola lengkung atau lingkaran alami lebih sering terlihat alami daripada gerakan langsung. Ini menciptakan pergerakan yang lebih nyaman dan realistis.
Exaggeration (Pengeksagerasi):
Prinsip ini melibatkan penggunaan pengeksagerasi untuk mengungkapkan emosi atau pesan tertentu. Misalnya, karakter dapat memperlihatkan ekspresi wajah yang sangat kocak atau gerakan yang sangat dramatis untuk efek komik.
Staging (Penyajian):
Staging melibatkan penyusunan elemen-elemen dalam animasi sehingga audiens dapat dengan jelas melihat objek dan pemahaman cerita atau pesan yang ingin disampaikan.
Solid Drawing (Gambar yang Kokoh):
Prinsip ini berkaitan dengan penggambaran objek dalam tiga dimensi dan pemahaman tentang bentuk dan struktur objek. Solid drawing menciptakan objek yang tampak kokoh dan realistis dalam animasi.
Appeal (Daya Tarik):
56
Appeal berhubungan dengan membuat karakter atau elemen animasi menarik dan mudah diingat. Ini melibatkan desain karakter yang menarik dan ekspresi yang kuat.
Penerapan prinsip-prinsip animasi ini membantu menciptakan animasi yang lebih baik, lebih hidup, dan lebih efektif dalam menyampaikan pesan dan emosi. Mereka digunakan dalam berbagai jenis animasi, termasuk animasi karakter, motion graphics, efek visual, dan animasi eksplanatori.
Penggunaan keyframes dalam animasi.
Keyframes adalah titik-titik kunci dalam animasi yang menandai perubahan signifikan dalam posisi, atribut, atau properti objek animasi pada suatu waktu tertentu. Keyframes digunakan untuk mengatur animasi dengan menentukan posisi objek pada titik-titik tertentu dalam animasi dan membiarkan perangkat lunak animasi menghitung perubahan antara keyframes tersebut.
Penggunaan keyframes dalam animasi sangat penting karena memungkinkan Anda mengontrol pergerakan, perubahan atribut, dan perubahan visual dalam animasi.
Berikut adalah cara keyframes digunakan dalam animasi:
Menentukan Posisi dan Atribut:
Pertama, Anda menentukan posisi awal objek dan atributnya di awal animasi.
Penambahan Keyframes:
Anda menambahkan keyframes pada titik-titik tertentu dalam animasi di mana Anda ingin membuat perubahan. Keyframes ini mewakili posisi atau atribut objek pada waktu tersebut.
Penyesuaian Posisi atau Atribut:
Antara keyframes, Anda dapat menyesuaikan posisi atau atribut objek sesuai keinginan Anda. Perangkat lunak animasi akan menghitung perubahan yang diperlukan untuk membuat peralihan yang halus antara keyframes.
Membuat Gerakan:
Dengan menggunakan keyframes, Anda dapat membuat pergerakan objek dalam animasi.
Misalnya, Anda dapat menambahkan keyframes di awal dan akhir animasi, dan objek akan bergerak dari satu posisi ke posisi lain secara otomatis.
Pengaturan Waktu:
Keyframes juga digunakan untuk mengatur waktu animasi. Anda dapat mengendalikan kecepatan pergerakan atau perubahan atribut dengan meletakkan keyframes lebih dekat bersamaan atau lebih jauh terpisah dalam timeline.
Animasi Easing:
57
Dengan menggunakan keyframes, Anda dapat mengimplementasikan efek easing, yang mengatur bagaimana perubahan atribut terjadi antara keyframes. Ini mencakup percepatan atau perlambatan gerakan.
Mengatur Transisi:
Keyframes juga digunakan untuk mengatur transisi dan perubahan visual dalam animasi.
Misalnya, Anda dapat menggunakan keyframes untuk mengubah warna objek, ukuran, atau tingkat transparansi.
Kontrol Visual:
Keyframes memberikan kontrol visual dalam proses animasi, memungkinkan Anda untuk melihat perubahan objek pada titik-titik kunci dan memastikan bahwa animasi berjalan sesuai dengan rencana Anda.
Penggunaan keyframes sangat penting dalam berbagai jenis animasi, termasuk animasi karakter, motion graphics, efek visual, dan animasi eksplanatori. Mereka memungkinkan animator atau desainer untuk menciptakan pergerakan, perubahan, dan transisi yang halus dan efektif dalam animasi, menciptakan hasil yang lebih menarik dan dinamis.
Jenis pergerakan dasar dalam animasi, seperti translasi, rotasi, dan scaling.
Dalam animasi, ada beberapa jenis pergerakan dasar yang digunakan untuk mengubah posisi, orientasi, atau ukuran objek. Beberapa jenis pergerakan dasar dalam animasi meliputi:
Translasi:
Translasi adalah pergerakan objek dari satu lokasi ke lokasi lain dalam ruang dua atau tiga dimensi. Ini melibatkan perubahan posisi objek dalam sumbu-x, sumbu-y, dan sumbu-z.
Misalnya, objek dapat digerakkan dari satu titik ke titik lain di layar.
Rotasi:
Rotasi adalah perubahan orientasi objek sekitar sumbu tertentu. Objek bisa berputar sepanjang sumbu-x, sumbu-y, atau sumbu-z. Rotasi digunakan untuk memberikan objek tampilan yang berbeda atau untuk menggambarkan perubahan arah.
Scaling (Penskalaan):
Scaling melibatkan perubahan ukuran objek. Anda dapat memperbesar (scaling up) atau memperkecil (scaling down) objek. Scaling digunakan untuk memberikan efek seperti pertumbuhan, penyusutan, atau perubahan skala objek.
Skeletal Animation:
Skeletal animation adalah jenis animasi karakter di mana karakter diberi rangka tulang (skeleton) dan digerakkan dengan memanipulasi tulang-tulang tersebut. Ini memungkinkan
58
karakter bergerak dengan lebih alami, termasuk gerakan lengan, kaki, kepala, dan bagian tubuh lainnya.
Morphing:
Morphing adalah teknik di mana satu objek secara halus berubah menjadi objek lain. Ini sering digunakan dalam perubahan wajah atau transformasi objek dalam bentuk atau bentuk lainnya.
Pendulum Motion (Gerakan Pendulum):
Ini adalah gerakan balik-maju bolak-balik yang umumnya digunakan dalam objek yang digantung, seperti bandul jam. Ini melibatkan rotasi bolak-balik di sekitar titik tengah.
Bounce (Pantulan):
Gerakan bounce adalah gerakan naik-turun yang dapat menggambarkan pantulan objek saat jatuh atau memantul di permukaan keras. Ini digunakan untuk memberikan pergerakan yang elastis.
Path Animation (Animasi Jalur):
Ini melibatkan objek bergerak sepanjang jalur tertentu atau melalui jalur yang telah ditentukan sebelumnya. Objek mengikuti jalur tersebut tanpa perubahan orientasi.
Panning and Zooming (Pan dan Zoom):
Panning adalah pergerakan kamera sepanjang sumbu-x atau sumbu-y untuk menggeser fokus ke area yang berbeda. Zooming melibatkan perubahan tingkat perbesaran objek.
Wiggle (Goyangan):
Gerakan goyangan adalah pergerakan yang tidak teratur atau acak, sering digunakan untuk memberikan kesan ketidakstabilan atau getaran.
Penggunaan jenis pergerakan dasar ini dalam animasi sangat tergantung pada tujuan animasi dan efek yang ingin dicapai. Animator menggunakan kombinasi dari jenis pergerakan ini untuk menciptakan pergerakan yang lebih kompleks dan dinamis dalam berbagai jenis animasi.
C. Membuat elemen motion graphics sederhana.
Merancang dan membuat elemen motion graphics sederhana, seperti teks bergerak atau logo animasi.
Merancang dan membuat elemen motion graphics sederhana seperti teks bergerak atau logo animasi dapat dilakukan dengan bantuan perangkat lunak animasi seperti Adobe After Effects atau DaVinci Resolve. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membuat elemen motion graphics sederhana:
59
Rencanakan Animasi Anda:
Tentukan apa yang ingin Anda animasikan, seperti teks bergerak, logo, atau grafik. Pikirkan tentang durasi, transisi, dan efek yang ingin Anda gunakan.
Siapkan Desain Anda:
Buat desain teks, logo, atau elemen grafis yang ingin Anda animasikan. Pastikan desainnya sesuai dengan pesan atau tujuan yang ingin Anda sampaikan.
Buka Perangkat Lunak Animasi:
Buka perangkat lunak animasi seperti Adobe After Effects atau DaVinci Resolve.
Buat Komposisi Baru:
Buat komposisi baru di dalam perangkat lunak animasi. Pilih resolusi, durasi, dan tingkat bingkai yang sesuai dengan proyek Anda.
Tambahkan Elemen Desain:
Impor atau buat elemen desain Anda di dalam komposisi. Misalnya, jika Anda ingin membuat teks bergerak, tambahkan teks ke komposisi.
Buat Keyframes:
Identifikasi titik-titik kunci (keyframes) di mana Anda ingin perubahan terjadi dalam animasi.
Misalnya, jika Anda ingin teks bergerak dari atas ke bawah layar, tambahkan keyframe di awal dan akhir pergerakan.
Animasikan Elemen:
Gunakan keyframes untuk menganimasikan elemen Anda. Atur posisi, rotasi, atau skalanya sesuai dengan keinginan Anda pada titik-titik kunci yang telah ditentukan.
Tambahkan Transisi dan Efek:
Jika Anda ingin menambahkan transisi atau efek, seperti easing atau efek khusus, sesuaikan parameter animasi di antara keyframes.
Pratinjau Animasi:
Pratinjau animasi Anda untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Pastikan pergerakan, kecepatan, dan efeknya sesuai dengan yang diinginkan.
Ekspor Animasi:
Setelah Anda puas dengan animasi Anda, ekspor proyek dalam format yang sesuai, seperti video atau GIF. Pastikan Anda telah memilih pengaturan ekspor yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda.
60
Simpan Proyek:
Simpan proyek Anda sehingga Anda dapat mengeditnya lagi di kemudian hari atau membuat variasi animasi yang berbeda.
Bagikan Animasi Anda:
Setelah animasi selesai, Anda dapat membagikannya melalui platform yang sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti media sosial, situs web, atau presentasi.
Ingatlah bahwa praktik membuat elemen motion graphics akan memerlukan latihan. Semakin Anda berlatih, semakin baik Anda akan menjadi dalam merancang dan membuat animasi yang menarik dan efektif.
Mengaplikasikan prinsip-prinsip animasi yang telah dipelajari dalam pembuatan motion graphics.
Untuk latihan praktik mengaplikasikan prinsip-prinsip animasi dalam pembuatan motion graphics, Anda dapat mencoba membuat animasi sederhana menggunakan perangkat lunak animasi seperti Adobe After Effects. Berikut adalah latihan yang dapat Anda coba:
Tujuan Latihan: Buatlah animasi sederhana dengan menggunakan prinsip-prinsip animasi yang telah Anda pelajari.
Langkah-langkah Latihan:
Pilih Konsep:
Tentukan apa yang ingin Anda animasikan. Misalnya, Anda bisa memilih untuk membuat teks bergerak, logo animasi, atau elemen grafis sederhana.
Desain Elemen:
Buat desain elemen animasi Anda. Misalnya, jika Anda memilih untuk membuat teks bergerak, buat teks dengan desain dan font yang sesuai. Jika Anda ingin membuat logo animasi, pastikan logo Anda sudah siap.
Buat Komposisi Baru:
Buka perangkat lunak animasi (misalnya, Adobe After Effects) dan buat komposisi baru. Atur resolusi, durasi, dan tingkat bingkai sesuai kebutuhan.
Tambahkan Elemen:
Impor elemen desain Anda ke dalam komposisi. Jika Anda ingin membuat teks bergerak, tambahkan teks ke komposisi Anda.
Buat Keyframes:
61
Tentukan titik-titik kunci (keyframes) di mana perubahan akan terjadi. Misalnya, jika Anda ingin teks bergerak dari satu sisi layar ke sisi lain, tambahkan keyframe di awal dan akhir pergerakan.
Animasikan Elemen:
Gunakan keyframes untuk mengatur pergerakan atau perubahan elemen Anda. Anda dapat mengubah posisi, rotasi, atau skala elemen sesuai dengan keinginan Anda.
Gunakan Prinsip Animasi:
Terapkan prinsip-prinsip animasi yang telah Anda pelajari. Gunakan timing yang tepat, easing yang sesuai, dan prinsip-prinsip lainnya untuk membuat pergerakan lebih dinamis.
Tambahkan Efek (Opsional):
Jika Anda ingin meningkatkan animasi Anda, Anda dapat menambahkan efek seperti efek khusus, perubahan warna, atau transisi.
Pratinjau Animasi:
Pratinjau animasi Anda dalam perangkat lunak untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Pastikan pergerakan dan efeknya terlihat baik.
Ekspor Animasi:
Setelah Anda puas dengan hasilnya, ekspor animasi dalam format yang sesuai, seperti video atau GIF.
Simpan Proyek:
Jangan lupa untuk menyimpan proyek Anda sehingga Anda dapat mengeditnya lagi jika perlu.
Bagikan Hasil:
Bagikan hasil animasi Anda dengan orang lain atau gunakan sesuai kebutuhan proyek Anda.
Latihan ini akan membantu Anda menerapkan prinsip-prinsip animasi yang telah Anda pelajari dan memperoleh pengalaman dalam pembuatan motion graphics sederhana. Semakin banyak latihan yang Anda lakukan, semakin baik Anda akan menjadi dalam menciptakan animasi yang menarik dan efektif.
Menggunakan perangkat lunak editing dan animasi untuk membuat elemen motion graphics yang dapat digunakan dalam produksi visual.
Untuk latihan praktik membuat elemen motion graphics menggunakan perangkat lunak editing dan animasi seperti Adobe After Effects, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:
62
Tujuan Latihan: Buat elemen motion graphics sederhana yang dapat digunakan dalam produksi visual, seperti teks bergerak atau logo animasi.
Langkah-langkah Latihan:
Pilih Konsep:
Tentukan jenis elemen motion graphics yang ingin Anda buat. Misalnya, Anda bisa membuat teks bergerak dengan pesan singkat atau menciptakan logo animasi.
Persiapkan Desain:
Buat atau siapkan desain elemen motion graphics Anda. Jalam ini, pastikan desain elemen tersebut sesuai dengan pesan atau tujuan yang ingin Anda sampaikan.
Buka Adobe After Effects:
Buka perangkat lunak Adobe After Effects dan buat proyek baru. Atur pengaturan proyek, termasuk tingkat bingkai, durasi, dan resolusi sesuai dengan kebutuhan Anda.
Impor Elemen Desain:
Impor elemen desain yang sudah Anda persiapkan ke dalam proyek After Effects. Ini bisa berupa gambar, vektor, atau file teks.
Buat Komposisi:
Buat komposisi baru dalam proyek Anda. Ini adalah tempat di mana Anda akan membuat elemen motion graphics Anda.
Animasikan Elemen:
Gunakan panel timeline untuk menambahkan keyframes dan menganimasikan elemen Anda. Misalnya, jika Anda membuat teks bergerak, buat keyframes di awal dan akhir pergerakan teks, lalu ubah posisi teks di antara keyframes.
Terapkan Prinsip-prinsip Animasi:
Terapkan prinsip-prinsip animasi yang telah Anda pelajari, seperti timing yang tepat, easing yang sesuai, squash-and-stretch, dan lainnya.
Tambahkan Efek (Opsional):
Jika perlu, Anda dapat menambahkan efek visual atau efek khusus untuk meningkatkan elemen motion graphics Anda.
Pratinjau dan Koreksi:
Pratinjau animasi Anda dalam After Effects dan periksa apakah semuanya berjalan sesuai rencana. Jika ada yang perlu diperbaiki, Anda bisa kembali dan mengeditnya.
63
Ekspor Elemen Motion Graphics:
Setelah Anda puas dengan elemen motion graphics Anda, ekspor proyek dalam format yang sesuai. Ini bisa berupa video, GIF, atau format lain sesuai kebutuhan produksi visual Anda.
Simpan Proyek:
Simpan proyek Anda dalam format After Effects (.aep) sehingga Anda dapat mengeditnya lagi jika diperlukan.
Gunakan dalam Produksi Visual:
Sekarang, Anda dapat mengimpor elemen motion graphics yang sudah Anda buat ke dalam perangkat lunak editing video (seperti Adobe Premiere Pro) atau produksi visual Anda.
Gabungkan elemen ini dengan video atau gambar lainnya untuk menciptakan produksi visual yang lebih dinamis.
Evaluasi dan Perbaikan:
Setelah menggunakan elemen motion graphics dalam produksi visual, evaluasi bagaimana mereka berkontribusi terhadap pesan atau cerita Anda. Jika perlu, Anda dapat memperbaiki elemen motion graphics Anda untuk produksi berikutnya.
Latihan ini akan membantu Anda menguasai kemampuan pembuatan elemen motion graphics dan meningkatkan keterampilan Anda dalam menggunakan perangkat lunak animasi. Semakin sering Anda berlatih, semakin baik Anda akan menjadi dalam menciptakan elemen yang menarik dan efektif untuk produksi visual.
64 REFERENSI
Murch, W. (1995). In the Blink of an Eye: A Perspective on Film Editing. Los Angeles: Silman- James Press.
Ascher, S., & Pincus, E. (2013). The Filmmaker's Handbook: A Comprehensive Guide for the Digital Age. New York: Plume.
Jubilee Enterprise (2019). Adobe Premiere Pro dan CC untuk Pemula (Edisi Bahasa Indonesia).
Elex
Dion Scoppettuolo. (2021). The Beginner’s Guide to DaVinci Resolve 17. Blackmagic Design.
Download: https://documents.blackmagicdesign.com/UserManuals/DaVinci-Resolve- 17-Beginners-Guide.pdf
Murch, W. (1995). In the Blink of an Eye: A Perspective on Film Editing. Los Angeles: Silman- James Press.
Dmytryk, Edward. (1984). On Film Editing. New York, NY: Routledge.
Lupton, E., & Phillips, J. C. (2015). Graphic Design: The New Basics. New York: Princeton Architectural Press.
Block, Bruce. (2020). The Visual Story: Creating the Visual Structure of Film, TV, and Digital Media (3rd Edition). New York, NY: Routledge.
Winastwan Gora S. (2005). Seri Digital Video Production: Step By Step Motion Graphic Dan Visual Effect Menggunakan Adobe After Effects 6.0. Yogyakarta: Andi Publisher.
Internet:
Breitman, Kendall. (October 4, 2023). Social Media Videos: Ultimate Step-by-Step Guide for 2023. https://riverside.fm/blog/social-media-videos. Diakses, 11/10/2023.
Brown, Liza. (May 16, 2023). How to Edit Videos: The Ultimate Guide for Beginners.
https://filmora.wondershare.com/video-editing-tips/how-to-edit-videos.html. Diakses, 11/10/2023.
Lua, Alfred. (Mar 6, 2018). How to Create Engaging Short Videos for Social Media (Including 7 Excellent Examples). https://buffer.com/library/social-media-videos/. Diakses, 11/10/2023.
65
DIAN CAHYADI
DIKTAT EDITING
DAN
MOTION GRAPHIC
PENERBIT
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SENI DAN DESAIN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
View publication stats