• Tidak ada hasil yang ditemukan

motivasi petani dalam budidaya tanaman kopi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "motivasi petani dalam budidaya tanaman kopi"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

Penulis memanjatkan doa kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, rahmat dan kekuatan sehingga proposal penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Amruddin, SPt.M.Si selaku Ketua Jurusan Agribisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswa agribisnis agar cepat menyelesaikan studinya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa dan dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2014.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi petani dalam membudidayakan tanaman kopi di desa Manimbahoi kecamatan Parigi Kabupaten Gowa. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel acak yaitu dari populasi petani tanaman kopi yang berjumlah 175 orang, kemudian dipilih sampel sebanyak 35 orang sebagai responden. Tingkat dan jenis pekerjaan terhadap motivasi petani yang disurvei dalam budidaya tanaman kopi tergolong dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 2,38.

Tingkat pengetahuan petani dalam budidaya kopi tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,6.

I .PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kebijakan pertanian hendaknya berfokus pada kemampuan petani dalam menggunakan teknologi tepat guna sehingga petani dapat mandiri dan tidak harus berkonflik dengan program pertanian pemerintah. Program pembangunan pertanian dan kehutanan ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kehutanan khususnya bagi petani kecil, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan nilai tambah pertanian dan kehutanan bagi masyarakat (Harsono 2009). Rencana strategis ini dilaksanakan melalui peningkatan hubungan industrial pertanian dan kehutanan dengan sektor perekonomian.

Motivasi petani sebagai pengelola usahatani yang dimaksud disini adalah kondisi yang mendorong mereka untuk melakukan tindakan, yaitu budidaya tanaman kopi dengan tujuan tertentu. Petani kopi mempunyai tekad untuk terus melestarikan tanaman kopi, meski pemerintah memberikan kebebasan kepada petani untuk memilih komoditas yang ingin ditanam. Salah satu faktor penghambatnya adalah sikap petani, dimana tidak mudah mengubah kebiasaan petani untuk memperbaiki penanaman dan pengolahan tanaman kopi.

Faktor penghambat lainnya adalah terbatasnya kemampuan petani dalam menanam dan mengolah tanaman kopi rakyat yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

Perumusan Masalah

Faktor pendukungnya adalah potensi lahan yang cocok untuk menanam tanaman kopi, harga kopi yang relatif stabil, dan kemudahan perawatan. Ada beberapa faktor yang mendukung perkembangan tanaman kopi, namun ada pula faktor penghambat yang harus diperhatikan. Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah motivasi petani menanam tanaman kopi di Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Motivasi
    • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi
    • Bentuk-Bentuk Motivasi
  • Petani
  • Tanaman Kopi
    • Penanaman Bibit Kopi
    • Perawatan Budidaya Kopi
  • Kerangka Pikir

Menurut (Ngadimin, 1998), ada tiga faktor besar yang mempengaruhi motivasi, yaitu: 1) Karakteristik pribadi seseorang, 2) Tingkat dan jenis pekerjaan, 3) Lingkungan kerja. Sedangkan faktor di luar diri dapat timbul dari berbagai sumber, antara lain pengaruh pemimpin, teman sejawat, atau faktor lain yang sangat kompleks. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berbeda-beda. Faktor intrinsik merupakan faktor yang dapat mempengaruhi motivasi seseorang yang berasal dari dalam diri seseorang. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi motivasi seseorang yang bersumber dari lingkungan luar yaitu lingkungan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan tersebut.

Kebutuhan atau keinginan dibedakan menjadi 4, yaitu yang pertama adalah kebutuhan untuk hidup (the wish to live), yaitu kebutuhan untuk dapat hidup, untuk hidup berkeluarga, untuk mempertahankan hidup dan kehidupan keluarga. Peran petani sebagai pengelola pertanian berfungsi dengan mengambil keputusan dalam pengorganisasian faktor-faktor produksi yang diketahui (Hernanto, 1993). Tanaman Kopi di Indonesia mulai diproduksi di Pulau Jawa, dan hanya bersifat coba-coba, namun karena hasilnya memuaskan dan VOC menganggapnya cukup menguntungkan sebagai komoditas, maka VOC menyebarkannya ke berbagai daerah agar masyarakat dapat memanfaatkannya. menanamnya.

Jika lahan, pohon peneduh dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di area taman. Tutup lubang tanam agar tanaman berdiri kokoh, bila perlu sediakan tongkat untuk menopang tanaman agar tidak roboh. Tanaman yang biasa digunakan sebagai penutup tanah dalam budidaya kopi antara lain bunguk (Mucuna munanease) dan ka Kacang (Arachis pintol).

Pemangkasan batang tunggal lebih cocok dilakukan pada jenis tanaman kopi yang mempunyai banyak cabang sekunder, misalnya Arabika. Jika tanaman cukup besar, gulma di luar tajuk tanaman kopi dapat dibasmi dengan tanaman penutup tanah. Kebun kopi yang terserang hama dan penyakit akan mengalami penurunan produktivitas, mutu kopi bahkan kematian tanaman.

Untuk lebih jelasnya mengenai hama dan penyakit pada tanaman kopi, silahkan membaca artikel pengendalian hama dan penyakit kopi.

Gambar 1. Motivasi Petani Dalam Pascapanen Tanaman Kopi Di Desa Manimbahio Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa
Gambar 1. Motivasi Petani Dalam Pascapanen Tanaman Kopi Di Desa Manimbahio Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa

METODE PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu
  • Tehnik Pengambilan Sampel
  • Jenis dan Sumber Data
  • Metode Pengumpulan Data
  • Analisis Data
  • Definisi operasional

Wawancara; Pengumpulan data primer dengan mengajukan pertanyaan sistematis dan langsung kepada responden dengan menggunakan alat wawancara. rekaman; Pengumpulan data dengan cara mengutip dan mencatat sumber informasi dari perpustakaan dan instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Ia berusaha menelaah seluruh data yang diperoleh, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan kategori, kemudian mencari kaitannya dengan kategori lain untuk menggambarkan motivasi petani dalam pasca panen tanaman kopi di Desa Manimbahio, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa.

KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

  • LetakGeografisdanTofografi
    • Penduduk berdasarkan klasifikasi umur dan jenis kelamin
    • Mata Pencaharian
  • SaranadanPrasarana
  • Keadaan Wilayah Desa Manimbahoi

Berdasarkan Tabel 1 terlihat jelas bahwa jumlah laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan. Dimana jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 1509 orang dengan persentase 47,63% dan perempuan sebanyak 1659 orang dengan persentase 52,37. Mata pencaharian warga Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa adalah Petani, Pedagang, Peternak, Pegawai, Tentara dan Jasa. Untuk lebih jelasnya penghidupan warga Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa seperti terlihat pada Tabel 2 berikut ini: Tabel 2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Desa Manimbahoi.

Pada Tabel 2 diatas tergambar bahwa penduduk Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa mata pencaharian tertinggi adalah pertanian sebanyak 460 jiwa dengan persentase 48,16% dan terendah adalah penduduk yang mata pencahariannya di TNI hanya 10 orang. dengan persentase 1,04. . Sarana dan prasarana sosial budaya terdiri dari sarana pendidikan, sarana olah raga di Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa Sarana sosial budaya yang ada dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Dari tabel tersebut dapat diketahui jenisnya sarana dan prasarana yang sebagian besar berupa warung dengan jumlah 20 unit.

Kondisi kawasan di Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa merupakan kawasan yang berpotensi untuk dijadikan kawasan perkebunan dan pertanian dengan berbagai komoditas, hal ini dikarenakan kondisi tanah yang subur dan cukup baik untuk beberapa komoditas. Berdasarkan tabel 4 diperoleh hasil bahwa jenis komoditas yang dibudidayakan petani adalah kopi dengan luas 25 ha dengan persentase 22,32.

Tabel 1.  Penduduk  Berdasarkan  Jenis  Kelamin Desa  Manimbahoi  Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa, 2014
Tabel 1. Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa, 2014

HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Karakteristik Petani Responden
    • Umur Petani
    • Pendidikan
    • Pengalaman Berusahatani
    • Tanggungan Keluarga
  • Motivasi Petani Dalam Budidaya Tanaman Kopi
    • Tingkat Pengetahuan Petani
    • Motivasi Petani

Dari Tabel 6 terlihat petani responden yang tidak mempunyai tingkat pendidikan atau dengan kata lain tidak bersekolah masih berjumlah 8 orang dengan persentase sebesar 22,85%, jumlah petani responden yang tamat SD berjumlah 10 orang dengan persentase sebesar 28,57%, Jumlah responden petani yang berpendidikan SMA sebanyak 5 orang dengan persentase sebesar 14,28. Untuk mengatasi hal tersebut maka peran instansi pertanian yang salah satu fungsinya adalah pendidikan nonformal di lingkungan pertanian harus ditingkatkan dalam meningkatkan pengetahuan petani terutama dalam menerima informasi melalui saluran komunikasi, sehingga kegiatan penyuluhan pertanian harus ditingkatkan. direncanakan secara berkala. Berdasarkan tabel 7 terlihat bahwa jumlah petani responden terbanyak adalah petani responden dengan masa usaha tani 14-21 tahun dan 30-37 tahun yang berjumlah masing-masing 8 orang dengan persentase sebesar (22,85%).

Pengalaman bertani erat kaitannya dengan keinginan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya, karena semakin lama petani responden bertani maka semakin besar pula pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Banyaknya anggota keluarga dalam suatu keluarga petani pada umumnya mempengaruhi operasional pertanian karena jumlah keluarga yang relatif besar merupakan sumber energi keluarga. Berdasarkan Tabel 9 terlihat bahwa alasan petani responden menanam tanaman kopi tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 2,54 dari 35 responden petani tanaman kopi.

Tingkat pengetahuan petani merupakan salah satu faktor yang memotivasi petani, dimana dengan pengetahuan petani mampu melakukan sesuatu yang baru dari apa yang telah diterima atau dipelajari sebelumnya.Untuk lebih jelasnya mengenai tingkat pengetahuan petani dapat kita lihat pada tabel 10 di bawah. 2 Cara menyortir biji kopi yang ingin dijadikan bibit 2,85 Tinggi 3 Berapa umur bibit kopi baru yang bisa ditanam 3 Tinggi 4 Ciri/warna kulit biji kopi yang sudah ada. Berdasarkan Tabel 10 terlihat bahwa pengetahuan petani responden terhadap warna kulit buah kopi yang baik dijadikan bibit tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,57 dari 35 petani responden, pengetahuan petani responden tentang cara menyemai kopi buah ceri yang akan dijadikan benih tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,85, pengetahuan petani yang disurvei mengenai umur tanam bibit kopi muda tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 3, pengetahuan petani yang disurvei mengenai warna kulit biji kopi matang/sangrai tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,94, pengetahuan petani yang disurvei mengenai cara memilah buah kopi yang sudah dikumpulkan/panen tergolong dalam kategori tinggi. dengan skor rata-rata 2,4, pengetahuan petani yang disurvei mengenai fermentasi untuk memperoleh hasil fermentasi yang sempurna pada biji kopi tergolong dalam kategori sedang dengan skor rata-rata 2,05, pengetahuan petani yang disurvei mengenai kadar air biji kopi kering dan aman. . untuk penyimpanan tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,48, pengetahuan petani yang disurvei mengenai peralatan yang digunakan dalam mengupas kulit biji kopi tergolong dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,51.

Untuk lebih jelasnya mengenai motivasi petani dalam menanam tanaman kopi dapat kita lihat pada tabel 11 dibawah ini. Berdasarkan tabel 11 diperoleh hasil bahwa motivasi petani dalam membudidayakan tanaman kopi karena keinginannya tergolong dalam kategori tinggi dengan rata-rata sebesar 2,91 poin dari total 35 petani yang disurvei. tanaman kopi tergolong dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata.2,71 dari 35 petani yang disurvei, motivasi petani karena bantuan modal dari.

Tabel 5. Responden  Menurut  Kelompok  Usia  di Desa  Manimbahoi  Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa
Tabel 5. Responden Menurut Kelompok Usia di Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Kesimpulan
  • Saran

DAFTAR PUSTAKA

  • Identitas Responden
  • Pertanyaan Tingkat dan Jenis Pekerjaan
  • Pertanyaan Tingkat Pengetahuan
  • Pertanyaan Motivasi

Tahukah Anda kandungan air dalam biji kopi kering dan apakah aman disimpan? Lampiran 3 Replikasi skor motivasi petani dalam menanam tanaman kopi di Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa.

RIWAYAT HIDUP

Gambar

Gambar 1. Motivasi Petani Dalam Pascapanen Tanaman Kopi Di Desa Manimbahio Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa
Tabel 1.  Penduduk  Berdasarkan  Jenis  Kelamin Desa  Manimbahoi  Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa, 2014
Tabel 4. Jenis Komoditi Pertanian dan Luas Penggunaan Lahan Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa
Tabel 5. Responden  Menurut  Kelompok  Usia  di Desa  Manimbahoi  Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa
+7

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa langkah yang dilakukan oleh BMT Prima dalam pemenuhan kualifikasi kompetensi syariah dengan pegawai yang ada akan tetapi tidak memenuhi kualifikasi sumber daya insani syariah,