• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOtO DAN PERSEMBAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MOtO DAN PERSEMBAHAN "

Copied!
108
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Seberapa efektifkah penggunaan media Pop Up Book terhadap kemampuan membaca cerita siswa kelas II SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa”. Sebagai masukan informasi mengenai media cerita yaitu Pop Up Books yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar khususnya kemampuan membaca cerita.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS

Penelitian yang Relevan

Siswa memiliki kemampuan membaca cerita yang tinggi pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan media Pop Up Book sehingga menimbulkan perasaan senang, perhatian dan minat pada siswa, sehingga hasil belajar siswa lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ayu Marlita Budiastutik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia yang signifikan pada siswa yang belajar menggunakan media Pop Up Book.

Pengertian Membaca

Nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang belajar menggunakan media Pop Up Book adalah 73,92 dan siswa yang belajar tanpa menggunakan media Pop Up Book memperoleh nilai 71,48. Berdasarkan kajian penelitian tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Efektifitas Penggunaan Media Pop Up Book Terhadap Kemampuan Membaca Cerita Siswa Kelas II SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa”.

Strategi, metodedan Teknik Pembelajaran Membaca

Pendidikan tinggi untuk menunjang kemampuan pengucapan. Banyak guru bahasa percaya bahwa perlu memberikan latihan mendengarkan dan meniru terlebih dahulu sebelum siswa diminta membaca secara lisan. Menurut sebagian besar guru, metode membaca nyaring mendukung pemahaman teks (Sunarti dan M Subana, 2011) : 228). Alasannya adalah: membaca dengan suara keras meningkatkan rasa percaya diri; kesalahan pengucapan dapat segera diperbaiki oleh guru; memperkuat kedisiplinan di kelas karena siswa berpartisipasi aktif dan tidak boleh ketinggalan dalam membaca bersama; memungkinkan siswa menghubungkan pengucapan dengan ejaan (menulis); ..melatih siswa membaca secara berkelompok.

Pengertian Kemampuan Membaca Cerita

Pemilihan Bacaan untuk anak SD

Perkembangan intelektual (kognitif) anak secara umum mengacu pada teori Jean Piaget yang menyatakan bahwa perkembangan intelektual merupakan hasil interaksi dengan lingkungan dan kematangan anak, yang dibedakan menjadi empat tahapan sebagai berikut: Pertama; tahap sensorimotor (0 – 2 tahun), Kedua; fase pra operasi (2 – 7 tahun), ketiga; tahap operasional konkrit (7 – 11 tahun), dan keempat; fase operasi formal (11 – 12 tahun) Pada fase operasi konkrit, anak mulai memahami logika secara stabil. Selanjutnya, Applebee mengeksplorasi pemahaman anak-anak tentang hubungan antara cerita dan kenyataan sebenarnya. Applebee mengajukan pertanyaan dari cerita Cinderella kepada anak-anak di sekolah London; "Di mana Cinderella tinggal?" Ternyata hanya ada jawaban dari seorang anak berusia 9 tahun yang antara lain menjawab; "Cinderella sangat jauh."

Tinjauan Tentang Media Pop Up Book

Menurut Dzuanda Marlita, 2016) Pop Up Book merupakan buku yang mempunyai bagian-bagian yang dapat bergerak atau mempunyai bagian-bagian yang dapat bergerak atau mempunyai unsur 3 dimensi dan menawarkan visualisasi cerita yang menarik dimulai dari tampilan gambar yang dapat bergerak ketika dibuka. . , sedangkan menurut Taylor dan Bluemel konstruksinya, pergerakan buku yang muncul dari halaman itulah yang mengejutkan dan menyenangkan kita. Pop Up Books memang identik dengan anak-anak dan mainan, namun benda ini bisa dijadikan sebagai alat pengajaran yang baik. Pop Up Books mempunyai berbagai manfaat yang bermanfaat seperti: mengajarkan anak untuk lebih menghargai buku dan memperlakukannya dengan baik, mendekatkan anak kepada orang tuanya karena Pop Up Book mempunyai bagian yang lembut sehingga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk duduk bersama dengan putra dan putrinya. anak perempuan. dan menikmati cerita, dapat mengembangkan kreativitas anak, merangsang imajinasi anak, menambah pengetahuan dan memberi bekal.

Dibandingkan dengan buku cerita anak biasa, buku pop-up dapat memberikan kenikmatan lebih dalam membaca cerita. Dengan menikmati buku pop-up, anak-anak tidak sekedar membaca cerita, mereka dapat berinteraksi dengan cerita yang disampaikan dalam buku tersebut dan berpartisipasi aktif sebagai aktor, baik yang disajikan dalam buku maupun melalui suara-suara yang disajikan dalam pop-up. Buku selain Selain itu juga dapat mengembangkan kreatifitas anak, merangsang imajinasi anak dan menambah pengetahuan sehingga dapat memberikan wawasan mengenai bentuk suatu benda atau benda lainnya. . Selain kelebihan, media Pop Up Book juga mempunyai kelebihan dan kekurangan sama seperti media lainnya. Pop Up Books dapat memberikan visual cerita yang lebih menarik. Mulai dari tampilan gambar yang terlihat lebih berdimensi, gambar yang dapat bergerak ketika halaman dibuka atau ada bagian yang dipindahkan.

Hal lain yang membuat buku Pop Up menarik dan berbeda dengan buku cerita bergambar biasa adalah ia menawarkan kejutan di setiap halamannya, yang mungkin berisi kejutan saat halamannya dibuka. Jenis cerita yang disampaikan oleh Pop Up book bisa sangat beragam, mulai dari pengetahuan seperti pengenalan hewan, geografi suatu negara, budaya, sejarah, kegiatan keagamaan, hingga cerita imajinatif seperti dongeng, fabel, cerita rakyat, mitos, legenda. . Selain berbagai kelebihan, Pop Up Book juga mempunyai kekurangan, kekurangannya adalah waktu pengerjaan yang biasanya lebih lama karena membutuhkan ketelitian tambahan agar mekanik dapat bekerja dengan baik dalam jangka waktu yang lama dan juga tetap terjaga keawetannya.

Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Menurut Dale
Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Menurut Dale

Tinjauan Tentang Tes Kemampuan Membaca

Kemampuan membaca yang dimaksud di sini adalah kemampuan memahami informasi yang disampaikan pihak lain melalui sarana tertulis. Tes kemampuan membaca dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami isi atau informasi yang terkandung dalam bacaan. Oleh karena itu, bacaan atau wacana yang diujikan harus memuat informasi yang memerlukan pemahaman. Pemilihan wacana hendaknya dipertimbangkan berdasarkan tingkat kesulitan, panjang, isi dan jenis atau bentuk wacana. Pada umumnya orang mengatakan wacana yang baik untuk materi tes kemampuan membaca adalah wacana yang tingkat kesukarannya sedang, atau sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

Wacana yang kita uji tidak boleh terlalu panjang, beberapa wacana pendek lebih baik daripada wacana panjang. Semua makalah ujian yang terdiri dari tiga atau empat wacana lebih baik daripada wacana yang panjang. Selain itu, secara psikologis siswa juga lebih menyukai wacana pendek, karena membaca tidak memakan banyak waktu dan mereka menganggap wacana pendek lebih mudah. Wacana pendek tersebut di atas dapat berbentuk satu atau dua paragraf atau sekitar 50 hingga 100 kata. Uji kemampuan membaca dalam hal ini adalah memahami dan memilih parafrase yang sesuai dengan pernyataan.

Pada umumnya masyarakat sering menggunakan wacana yang dirumuskan dalam bentuk prosa, namun ketiga wacana yaitu prosa, dialog, dan puisi bisa sama efektifnya jika digunakan dengan baik. Wacana yang berbentuk dialog, dapat berupa kalimat-kalimat dari naskah drama, namun dapat juga dijadikan sebagai tes membaca untuk keterampilan membaca. Puisi sebagai salah satu bentuk seni yang mengandung pesan atau informasi juga merupakan bahan bacaan yang baik.

Kerangka Pikir

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Definisi Operasional Variabel
  • Instrument Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Setelah perlakuan, tindakan selanjutnya adalah post-test untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Pop Up Book terhadap kemampuan membaca. Deskripsi Hasil Pretest Kemampuan Membaca Cerita Siswa Kelas II SD INPRES Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Deskripsi hasil post-test kemampuan membaca cerita siswa kelas II SD INPRES Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Efektivitas penggunaan media pop up book terhadap kemampuan membaca cerita siswa II. kelas di SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa media Pop Up Book efektif terhadap kemampuan membaca cerita siswa II. kelas SD Inpres Pacciniingang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Efektivitas penggunaan Media Pop Up Book terhadap kemampuan membaca cerita siswa II. kelas di SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Karena thitung>ttabel pada taraf signifikansi 0,05 maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berarti penggunaan media Pop Up Book efektif terhadap kemampuan membaca cerita siswa kelas II . di SD Inpres Pacciongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Sedangkan kemampuan membaca cerita siswa pada kelas eksperimen setelah penerapan media Pop Up Book rata-rata 85,5. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Pop Up Book efektif terhadap kemampuan membaca cerita siswa kelas II SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Tabel 3.1 Desain Penelitian
Tabel 3.1 Desain Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Penjelasan tersebut mengacu pada rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab pertama yaitu seberapa efektif penggunaan media PopUp Book terhadap kemampuan membaca cerita siswa kelas II SD INPRES Kecamatan Pacciongang. Keefektifan media PopUp Book dilihat dari hasil kemampuan siswa dalam membaca cerita dan aktivitas selama pembelajaran. Berdasarkan data penelitian pelaksanaan tes kemampuan membaca cerita sebelum menggunakan media pop up book yang dilakukan peneliti pada kelas II SD Inpres Paciongang, nilai tertinggi yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen adalah 100 sebanyak 1 siswa, 93 sebanyak 1 siswa, 81. oleh 1 siswa, skor 75 oleh 4 siswa, skor 69 oleh 2 siswa, skor 56 oleh 16 siswa, dan skor 50 oleh 5 siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca cerita setelah diberikan perlakuan yaitu pada kelas eksperimen dengan menggunakan media Pop Up Book dapat dikategorikan sangat tinggi yaitu 30%. Dari data penelitian setelah diberikan perlakuan dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca cerita siswa kelas II A (kelas eksperimen) mengalami peningkatan yaitu 23,57, sedangkan selisih perbandingannya pada kelas IIB (kelas kontrol) sebesar 8,03. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media Pop Up Book lebih efektif dalam kemampuan membaca cerita siswa, dibandingkan hanya menggunakan metode pengajaran yang biasa digunakan.

H0 : Jika thitung < ttabel maka penggunaan media Pop Up Book tidak efektif terhadap keterampilan membaca cerita siswa kelas II SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Hasil analisis di atas menunjukkan keefektifan penggunaan media Pop Up Book, hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan data yang diperoleh, kemampuan membaca cerita siswa masih sangat rendah pada kelas kontrol yang diberi Pop Up Book - media yang tidak digunakan yaitu rata-rata. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada Bab IV penelitian yang dilakukan peneliti di Kelas II SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa disimpulkan bahwa media Pop Up Book mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca siswa. di Kelas II SD Inpres Pacciongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Efektivitas Media Pop Up Book Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Cerita Siswa Kelas I Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Brawijaya Smart School Malang. Sedangkan nilai mean hasil posttest kelas kontrol diperoleh nilai mean sebesar 67,83 yang tergolong kategori sedang, dan nilai mean sebesar 85,5 pada kelas eksperimen yang tergolong kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca cerita siswa kelas II A (kelas eksperimen) mengalami peningkatan yaitu 23,57 sedangkan selisih perbandingan pada kelas IIB (kelas kontrol) sebesar 8,03 yang menunjukkan bahwa hasil setelah mendapatkan perlakuan meningkat sangat besar. selang.

Tabel Distribusi Frekuensi  Frekuensi hasil pre-test  kelas II A
Tabel Distribusi Frekuensi Frekuensi hasil pre-test kelas II A

SIMPULAN DAN SARAN

Gambar

Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Menurut Dale
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Tabel 4.1.Deskripsi nilai rata-rata pre-test pada kelas kontrol dan eksperimen
Tabel  4.2  Tabel  4.2.Deskripsi  nilai  rata-rata  post-test  pada  kelas  control  dan  eksperimen
+3

Referensi