• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTO DAN PERSEMBAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MOTO DAN PERSEMBAHAN "

Copied!
75
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh penggunaan media visual terhadap kemampuan menyusun kalimat pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SD Inpres Sambung Jawa I kecamatan Mamajang kota Makassar. Apa dampak penggunaan media visual terhadap kemampuan menyusun kalimat pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SD Inpres Sambung Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar.

Tujuan Penelitian

Penggunaan media visual tidak berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menyusun kalimat pada mata pelajaran bahasa Indonesia III. kelas di SD Inpres Sambung Jawa I, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Terdapat pengaruh penggunaan media visual terhadap kemampuan menyusun kalimat pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Kelas III SD Inpres Sambung Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Pengaruh penggunaan media visual terhadap kemampuan menulis paragraf siswa III. kelas mata pelajaran bahasa Indonesia.

Manfaat penelitian

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

Hasil Penelitian yang Relevan

Ami Wulandari (2013) dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Kemampuan Menulis Paragraf Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SDN Karampuang Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto”. Dengan kata lain terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan media visual terhadap keterampilan menulis siswa Kelas III di SDN Kecamatan Karampuang. Rosmawati M (2014) dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Keterampilan Menulis Dongeng Siswa Kelas III SDN Ganrang Jawa I Kabupaten Gowa”.

Hakikat Media Pembelajaran

Sedangkan pengalaman belajar tidak langsung adalah peristiwa belajar dimana siswa tidak melakukan kontak atau tindakan langsung dengan objek yang dipelajarinya. Media pembelajaran diperlukan selain sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran, juga untuk meningkatkan kejelasan pembahasan materi. Semakin abstrak materi pembelajaran (berupa data dan informasi berupa simbol, angka, tulisan dan lisan) maka semakin penting pula keberadaan media pembelajaran.

Hakikat Media Gambar

Dalam keadaan dimana pengalaman dan materi pembelajaran bukan merupakan pengalaman langsung seperti tersebut, maka diperlukan media pembelajaran. Media visual, yaitu media yang menampilkan gambar-gambar yang tidak bergerak, seperti: foto, lukisan, cetakan, dan lain-lain. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa media visual adalah media yang merupakan reproduksi bentuk aslinya dalam dua dimensi, dalam bentuk berupa foto dan lukisan.

Bila digunakan, media visual dapat memberikan pemahaman kepada individu, baik dewasa maupun anak-anak, tentang apa yang mereka lihat dalam gambar. Dengan menggunakan huruf-huruf yang menggunakan gambar ini, kita dapat memahami apa yang terjadi pada saat itu dan bagaimana raja, rakyat, sistem pendidikan, dan lain-lain hidup. melalui media lukisan di atas kertas papirus dan di dinding makam Raja Fir'aun. Penggunaan media oleh siswa tentunya dapat baik apabila siswa mempunyai imajinasi dalam menunjukkan makna dari gambar tersebut.

Pada dasarnya manfaat yang diperoleh dari penggunaan media gambar sama dengan penggunaan media pembelajaran pada umumnya, hal ini mengacu pada pengertian bahwa gambar merupakan media pembelajaran, sehingga manfaat yang diperoleh pun sama. Dengan menggunakan media, guru dapat menyampaikan materi dengan pengalaman dan persepsi yang sama kepada setiap siswa. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Media Gambar 1. Kelebihan Media Gambar.. a) Sifatnya konkrit, gambar lebih menampilkan permasalahan pokok secara realistis dibandingkan dengan yang verbal.

Sebelum menggunakan media visual dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mengetahui langkah-langkah penggunaannya agar pembelajaran dengan bantuan media dapat berjalan dengan baik.

Hakikat Bahasa Indonesia

Artinya guru tidak boleh memilih media berdasarkan kepuasan pribadi, media pengajaran menunjukkan aktivitas dan efisiensi yang tinggi, sehingga guru tidak perlu merasa bosan menggunakannya. Aktivitas berkaitan dengan hasil pembelajaran yang dicapai, sedangkan efisiensi berkaitan dengan proses pencapaian hasil pembelajaran. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan program untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia, serta penghargaan terhadap manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, mata pelajaran bahasa Indonesia kelas I menggunakan model pembelajaran tematik dengan alokasi waktu 5 jam/minggu. 23. dongeng, cerita anak ceria, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, lirik lagu, pantun dan drama anak.

Keterampilan Menyusun Kalimat

Berdasarkan pengertian kalimat yang telah dijelaskan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kalimat adalah satuan kebahasaan terkecil yang memuat gagasan atau keterangan secara lengkap sesuai dengan struktur gramatikal dengan menyertakan jenis-jenis unsurnya. Gallagher berpendapat bahwa sintaksis adalah susunan kata, yaitu cara penyusunan kata dalam kalimat dan hubungan antar kata tersebut. Pengertian sintaksis berarti bagian-bagian kalimat, seperti kita ketahui bahwa subjek adalah pelaku, kata kerja adalah tindakan, dan objek adalah penerima tindakan yang dilakukan.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan menyusun kalimat adalah suatu kemampuan khusus untuk mampu mengurutkan dan memposisikan satuan-satuan bahasa terkecil, yang terbentuk dari kelompok kata yang mempunyai makna atau pemikiran tertentu dalam suatu konstruksi gramatika atau yang telah ditentukan. polanya sehingga gagasan atau pesan yang disampaikan dapat ditangkap dan dipahami dengan baik dan tepat. Menurut Abdul Chaer, kalimat mengenai intonasi yang meliputi pernyataan, pertanyaan, dan perintah, terbagi menjadi (1) kalimat berita, (2) kalimat tanya, (3) kalimat perintah, dan (4) kalimat seruan. Sedangkan menurut Hasan Alwi, dkk, jenis kalimat dapat dilihat dari (a) jumlah klausa (b) bentuk sintaksisnya (c) kelengkapan unsurnya dan (d) susunan kalimatnya. subjek dan predikatnya.

Kalimat individual selanjutnya dapat dibedakan menurut kategori predikatnya menjadi (1) kalimat predikat verbal, (2) kalimat predikat posesif, (3) kalimat predikat nominal (termasuk predikatnya), (4) kalimat predikat numerik, dan (5) kalimat dengan frase preposisi. Keterampilan menyusun kalimat terdiri atas beberapa komponen yang harus dikuasai seorang subjek agar dapat dinyatakan mahir. Kata-kata tersebut merupakan unsur-unsur kalimat yang bersama-sama dan menurut suatu sistem tertentu membentuk suatu struktur.

Pernyataan tersebut dimaknai peneliti bahwa untuk dapat menyusun suatu kalimat secara gramatikal dengan benar, seseorang harus mempunyai pengetahuan bahwa terdapat beberapa jenis unsur dalam kalimat dengan fungsi dan kedudukannya masing-masing sehingga mampu membentuk kalimat yang sesuai dengan struktur dan pola tertentu yang telah dibuat.set.

Kerangka Pikir

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2018 dengan menyusun kalimat menggunakan media visual pada pembelajaran bahasa Indonesia di Kelas III SD Inpres Sambung Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Berdasarkan hasil uji hipotesis, penggunaan media visual dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas III SD Inpres Sambung. Sedangkan pembelajaran menulis/menyusun kalimat pada posttest dengan menggunakan media visual cukup efektif dibandingkan dengan pretest.

Melihat persentase hasil yang ada maka dapat dikatakan bahwa tingkat hasil belajar siswa setelah penerapan media visual tergolong sedang. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual efektif dalam pembelajaran konstruksi kalimat pada siswa kelas III SD Inpres Sambung Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas III SD Inpres Sambung Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar sebelum penerapan media visual (pre-test) dikategorikan sangat rendah dengan skor rata-rata dari 65.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual efektif pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III. kelas di SD Inpres Sambung Jawa I, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Pendidik khususnya guru III. kelas di SD Inpres Sambung Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar disarankan menggunakan media visual untuk memotivasi siswa dalam belajar. Pengaruh penggunaan media visual terhadap keterampilan menulis cerita siswa III. kelas di SDN Ganrang Jawa I Kabupaten Gowa.

Pengaruh penggunaan media visual terhadap aktivitas dan hasil belajar menulis karangan narasi siswa kelas IV.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Populasi dan Sampel
  • Variabel Penelitian
  • Definisi Operasional Variabel
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Media visual adalah media yang merupakan reproduksi dari bentuk aslinya secara dua dimensi, berupa foto, lukisan. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, sehingga hasil belajar yang diperoleh sebelum dan sesudah perlakuan dengan media gambar sebagai berikut. Hal ini terlihat dari perhitungan analisis deskriptif dimana nilai rata-rata hasil post-test sebesar 81,45 sehingga setelah penerapan media visual hasil belajar lebih baik dibandingkan sebelum penerapan media visual.

Secara umum siswa mampu menangkap pesan dalam media visual, sehingga mereka mempunyai kontrol lebih terhadap apa yang ditulisnya. Berbeda dengan penggunaan media visual, siswa sangat antusias karena pembelajaran dengan media visual merupakan sesuatu yang baru bagi mereka dan sangat bervariasi dalam proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran ini karena didukung dengan media visual sehingga memudahkan siswa dalam mendapatkan ide untuk menulis. Selain itu, media juga mempunyai dampak positif bagi siswa.

Hasil penelitian ini relevan dengan konsep atau teori bahwa media visual dapat menarik perhatian, memperjelas penyajian ide, sehingga membantu siswa mengembangkan imajinasinya dalam mengkonstruksi sebuah cerita. Selain itu, media visual dapat membantu siswa mengungkapkan informasi dalam soal sehingga hubungan antar komponen menjadi jelas. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia setelah diterapkan media visual adalah 81,45 siswa aktif. Hal ini memenuhi kriteria aktif yang ditetapkan peneliti yaitu ≥70% siswa aktif.

Guru kemudian meminta salah satu siswa membuat kalimat yang berkaitan dengan media visual yang ditampilkan di depan kelas.

Tabel Kategori Penilaian
Tabel Kategori Penilaian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Sehingga pada saat dilakukan tes komposisi kalimat, terlihat dari hasil siswa kurang mampu memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan komposisi kalimat, bahkan kalimat yang ditulisnya hanya ditulis secara sederhana dan tidak menunjukkan cara penulisan dan komposisi kalimat yang baik. . . Berdasarkan hasil pre-test rata-rata nilai hasil belajar siswa adalah 65 dengan kategori sangat rendah yaitu 20%, rendah 20%, sedang 40%, tinggi 20% dan sangat tinggi 0,0%. Melihat hasil persentase tersebut dikatakan bahwa tingkat hasil belajar sebelum diterapkannya penggunaan media visual tergolong sangat rendah.

Selain itu persentase kategori hasil belajar menulis siswa juga mengalami peningkatan yaitu sangat tinggi sebesar 20%, tinggi sebesar 25%, sedang sebesar 30%, rendah sebesar 25% dan sangat rendah dengan persentase sebesar 0,00%. Jika dikaitkan dengan ketuntasan hasil belajar menyusun kalimat, terdapat 8 siswa yang dinyatakan tuntas dengan persentase 40% dan 12 siswa dinyatakan tuntas dengan persentase 60%. Menulis kalimat sederhana berdasarkan gambar, menggunakan pilihan kata dan kalimat yang sesuai serta memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan titik.

Buatlah kalimat tebal berdasarkan gambar. Gabungkan kata-kata dalam kalimat tersebut dengan cermat sehingga menjadi kalimat yang benar. Gunakan tanda hubung dan tanda hubung dengan benar. Tanda baca yang digunakan sangat jelas 25 Tanda baca yang digunakan jelas 20 Tanda baca yang digunakan cukup jelas 15 Tanda baca yang digunakan tidak jelas 10 Tanda baca yang digunakan tidak jelas 5. Tanda baca yang digunakan sangat jelas 25 Tanda baca yang digunakan jelas 20 tanda Tanda baca yang digunakan cukup jelas 15 Tanda baca yang digunakan kurang jelas 10.

SIMPULAN DAN SARAN

Saran

Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan, bentuk penilaian dan KKM yang ingin dicapai (70%). Kata-kata yang dipilih benar-benar tepat 15 Kata-kata yang dipilih tidak sepenuhnya benar 10 Kata-kata yang dipilih tidak sepenuhnya benar 5.

Tabel 4.3 Distribusi dan frekuensi kategori hasil belajar pretest dan posttest
Tabel 4.3 Distribusi dan frekuensi kategori hasil belajar pretest dan posttest

Gambar

Tabel Kategori Penilaian
Tabel 4.1 Statistik skor hasil belajar keterampalan menyusun kalimat siswa  kelas III SD Inpres Sambung Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar
Tabel 4.2  Distribusi dan frekuensi kategori hasil belajar pretest dan posttest  No  Interval
Tabel 4.3 : Distribusi tingkat ketuntasan hasil belajar pretest dan posttest
+2

Referensi

Dokumen terkait

Effects of Various Agroecosystem Landscape on Arthropod Diversity: A Study Case in Kemiri Village, Jember, Indonesia.. Agung Sih Kurnianto 1 *, Nilasari Dewi 1 , Ahmad