• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MOTTO DAN PERSEMBAHAN"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apa dampak pendidikan anak nelayan di era pandemi terhadap perubahan sosial masyarakat Pulau Sailus Kabupaten Pangkep?

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penulisan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati potret pendidikan anak-anak nelayan di era pandemi di Pulau Sailus Kabupaten Pangkep. Masyarakat nelayan Pulau Sailus mulai memperhatikan pendidikan anaknya, orang tua menjadi sadar akan pendidikan anaknya (Observasi.

Defenisi Oprasional

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Pengembangan Pendidikan

Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai peserta didik setelah mengadakan kegiatan pendidikan (Himayatun Nisa: 2016:42). Sedangkan Indonesia mempunyai tujuan pendidikan yang diatur dalam UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003.

Konsep Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat menimbulkan disharmoni antar elemen sosial yang ada di masyarakat. Perubahan sosial dalam masyarakat dengan demikian mengandung arti ketidakharmonisan antar unsur-unsur sosial yang berbeda dalam masyarakat, sehingga mengakibatkan tidak harmonisnya pola hidup masyarakat yang bersangkutan.

Konsep Masyarakat Nelayan

Nelayan penuh adalah nelayan yang seluruh waktu kerjanya dihabiskan untuk menangkap ikan/hewan air lainnya/tumbuhan air. B). Nelayan paruh waktu tambahan adalah nelayan yang menghabiskan sebagian kecil waktu kerjanya untuk pekerjaan operasional.

Hubungan Pendidikan dengan Perubahan Sosial

Kajian Teori

Perubahan cepat atau revolusi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang terjadi dalam jangka waktu singkat dan berupa perubahan-perubahan besar yang terjadi dengan sendirinya. Contoh bentuk perubahan sosial tersebut terjadi pada fenomena Revolusi Industri Abad Pertengahan, Revolusi Kemerdekaan Indonesia, dan lain-lain. Bentuk-bentuk perubahan sosial tidak hanya dapat dibedakan berdasarkan kecepatan terjadinya, namun juga berdasarkan besarnya perubahan yang ditimbulkannya.

Perubahan kecil merupakan salah satu bentuk perubahan sosial yang tidak memberikan dampak langsung dan berarti bagi masyarakat. Perubahan besar adalah suatu bentuk perubahan sosial yang mempunyai dampak langsung dan berarti bagi masyarakat karena mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti sistem kerja, hubungan sosial, stratifikasi sosial atau sistem kerja.

Kerangka Konsep

Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian Fandi Yusuf Maldini (2013) yang berjudul “Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Sosial Ekonomi Nelayan Terhadap Wajib Belajar 9 Tahun Anak Di Kecamatan Bandarharjo Kabupaten Semarang Utara” dengan variabel penelitian: tingkat pendidikan orang tua, kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikan anak. Hasil yang diperoleh (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan nelayan dengan tuntasnya wajib belajar 9 tahun anak. Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian ini adalah tingkat pendidikan anak yaitu selesainya wajib belajar anak 9 tahun, sedangkan pada penelitian ini tingkat pendidikan anak nelayan yang masih dalam usia sekolah (usia 7-22) diamati.

Penelitian Reddy Zaki Oktama (2013) berjudul “Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pendidikan Anak Keluarga Nelayan Desa Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang” dengan variabel penelitian kondisi sosial keluarga, kondisi ekonomi keluarga dan anak. jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sosial keluarga terhadap tingkat pendidikan anak nelayan sebesar 5,8%; (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi ekonomi keluarga terhadap tingkat pendidikan anak nelayan, kondisi sosial ekonomi juga memberikan pengaruh sebesar 23,3%.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Data penelitian sekunder ini berupa dokumen terkait pendidikan anak nelayan di Pulau Sailus Kabupaten Pangkep pada masa pandemi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Desa Sailus Bapak A. 36) tentang apa yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pendidikan di Pulau Sailus. Ada pula hasil wawancara dengan beberapa warga mengenai kondisi pendidikan masyarakat nelayan di Pulau Sailus saat ini.

Di Desa Sailus, kepala desa dapat menggerakkan seluruh masyarakat melalui pola kepemimpinan untuk menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Pandangan masyarakat terhadap pendidikan di Pulau Sailus Kabupaten Pangkep sebagai investasi sumber daya manusia (SDM). Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pandemi telah mengganggu sistem pendidikan di Pulau Sailus berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat desa Sailus.

Potret situasi kekeluargaan masyarakat nelayan Pulau Sailus Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep jumlahnya lebih dari cukup, ada juga yang belum tercukupi kebutuhannya.

Fokul Penelitian

Informan Penelitian

Aparat desa 2 orang (informan tambahan) 4. Subjek yang lama dan intensif terlibat dalam suatu kegiatan atau bidang kegiatan yang menjadi sasaran atau perhatian penelitian ini biasanya ditandai dengan kemampuan memberikan informasi dari luar tentang sesuatu yang ditanyakan. Subjek masih melekat dan aktif sepenuhnya terhadap lingkungan dan kegiatan yang menjadi sasaran atau penelitiannya. Subyek pemberi informasi cenderung tidak diolah atau dikemas terlebih dahulu dan mereka masih tergolong polos dalam memberikan informasi.

Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, pemilihannya dilakukan secara matang sesuai kriteria yang telah ditentukan dan ditentukan berdasarkan tujuan penelitian. Kriteria informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah informan atau masyarakat yang putus sekolah dan bekerja sebagai nelayan.

Jenis dan Sumber Penelitian

Sebagai data sekunder, penulis mengambil dari buku, majalah, tesis, web, artikel atau dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini.

Instrumen Penelitian

Wawancara yang digunakan penulis terdiri dari kamera, alat perekam, alat tulis, lembar observasi, pedoman wawancara, dan beberapa bentuk komunikasi verbal. Proses wawancara dapat dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pewawancara.Dalam proses wawancara terdapat berbagai bentuk pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur atau terbuka. Sedangkan wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang dilakukan penulis dengan mengajukan pertanyaan yang tidak mempunyai jawaban terbatas, yaitu pertanyaan yang mengandung jawaban terbuka.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam observasi ini, peneliti mencatat/mencatat baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur (misalnya dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang memang ingin diketahui peneliti) di tempat penelitian. Prosesnya dapat dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pewawancara dan orang yang diwawancara. Dalam proses wawancara ada beberapa jenis pertanyaan yang akan ditanyakan oleh pewawancara yaitu: wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur atau terbuka. Pada tahap ini penulis banyak menemui kendala, penulis harus bertemu dengan orang tua siswa yang sibuk namun mampu memberikan waktu luang kepada penulis untuk mewawancarai mereka.

Dokumentasi adalah kumpulan file yaitu pencarian data tentang suatu hal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, jurnal, agenda, dan lain-lain. Melihat keadaan orang tua yang sibuk dan penulis yang hanya menjenguk orang tua siswa, apalagi saat anak tidak ada, karena yang memotret ada di sana.

Teknik Analisis Data

  • Teknik Keabsahan Data

Data yang diperoleh peneliti lapangan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi direduksi dengan cara merangkum, memilih dan memfokuskan data, mengumpulkan data, menyajikan data, mereduksi data, mundur/memeriksa terhadap hal-hal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk CO (Catatan Observasi), (Catatan Wawancara) dan CD (Catatan Dokumentasi). Berdasarkan data yang telah direduksi dan disajikan, peneliti menarik kesimpulan yang didukung oleh bukti-bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data.

Dalam hal ini, untuk menguji kredibilitas data perubahan sosial masyarakat nelayan, maka data yang dikumpulkan dan diuji dilakukan oleh instansi terkait dan masyarakat yang menjadi objeknya. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara pagi hari ketika sumbernya masih segar dan tidak banyak permasalahan akan memberikan data yang lebih valid.

Sejarah Lokasi Penelitian

Letak Geografis

Secara geografis Desa Sailus merupakan salah satu desa di Kecamatan Liukang Tangaya yang memiliki luas wilayah 6,21 km2. Luas daratan desa Sailus mencapai 6,21 km2 terdiri dari laut, ladang luas, batas pulau, pelabuhan, bangunan, pasir putih. Desa Sailus merupakan wilayah dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian antara 1,0m sampai dengan 15m di atas permukaan laut dan kemiringan lahan 0,00% (datar).

Desa Sailus merupakan daerah pedesaan pertanian yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan petani. Pemerintahan desa yang bebas dari korupsi dan penyalahgunaan hak, untuk mewujudkan pembangunan Desa Sailus yang adil dan sejahtera.

Keadaan Budaya

Keadaan Sosial

Desa Sailus mempunyai Puskesmas, Jarak kantor Desa Sailus ke Puskesmas Sailus hanya +5m, Desa Sailus mempunyai Puskesmas yang dikelola oleh bidan dan petugas posyandu.

Keadaan Pendidikan

Pendidikan di Pulau Sailus saat ini masih belum memadai, baik dari segi jumlah guru yang masih sedikit maupun sarana dan prasarana yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, untuk menilai sejauh mana pendidikan dan perubahan sosial terhadap pendidikan anak-anak nelayan Pulau Sailus Kabupaten Pangkep, melalui diskusi umum beberapa informan sampel dapat diketahui bahwa mereka dapat mewakili populasi. dipelajari. . Tuntutan zaman membuat penduduk Pulau Sailus lebih memilih melaut untuk mencari nafkah, dibandingkan harus mengenyam pendidikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat sebelumnya.

Namun motivasi belajar siswa sangat tinggi untuk mengikuti pendidikan meskipun sebelumnya anak-anak Pulau Sailus banyak mengalami permasalahan pendidikan. Penelitian Henra (2020) yang berjudul “Potret Pendidikan Anak Nelayan Era Pandemi di Pulau Sailus Kabupaten Pangkep” Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan lembar wawancara yang diisi oleh responden menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat mulai sadar akan hal tersebut. pendidikan anak-anaknya namun mereka tetap mengajak anak-anaknya untuk melaut.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Kepala Desa adalah pemimpin desa yang mempunyai tugas dan fungsi merencanakan, mengorganisasikan, mengawasi dan memimpin. Sesuai dengan hasil penelitian yang ditemukan, Desa Sailus tepatnya dengan sistem kepemimpinan kepala desa yang demokratis mampu menyesuaikan keadaan aparatur dan masyarakat agar tertib dan disiplin dalam menaati peraturan desa dan menjalankan tugasnya secara profesional. Pemahaman yang dilakukan kepala desa dengan memberikan contoh perilaku yang baik kepada perangkat desa dan masyarakat sekitar.

Kepala desa mampu membangun suasana kebersamaan dan kekeluargaan sehingga meningkatkan solidaritas antara kepala desa, perangkat desa dan masyarakat. Sehingga kepemimpinan kepala desa Sailus mampu menciptakan keseimbangan dalam struktur organisasi desa sehingga desa berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak.

Tabel 5.1. Hasil Wawancara Informan
Tabel 5.1. Hasil Wawancara Informan

Kesesuaian Teori dengan Hasil Penelitian

Interpretasi Teori Penelitian

Nilai Kebaruan

Tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, namun kondisi sosial mulai membaik dengan adanya perhatian terhadap pendidikan anak. Implikasi pendidikan masyarakat nelayan terhadap pendidikan anak ditinjau dari perubahan sosial, pemerintah mengatakan bahwa pendidikan anak penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan, individu nelayan mengatakan bahwa pendidikan penting untuk mendapatkan pengalaman, pekerjaan yang lebih aman dan terjamin tidak seperti orang tua mereka yang penghasilannya hanya bergantung pada laut, namun menurut para nelayan, sebagian responden menganggap hal tersebut tidak penting karena tidak memerlukan gelar untuk mendapatkan pekerjaan. Diharapkan kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk berupaya memberikan sosialisasi atau pelatihan mengenai sistem kerja yang hanya menangkap ikan kemudian menjualnya, namun memberikan pembinaan pengelolaan ikan menjadi barang yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan. .

Sehubungan dengan peningkatan pendidikan masyarakat nelayan mengenai pendidikan anak, aparat pemerintah melakukan sosialisasi mengenai pendidikan tinggi, agar seluruh masyarakat memahami dan sadar akan pendidikan. Persepsi nelayan terhadap pendidikan tinggi (studi kasus di Desa Lagung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura).

SIMPULAN DAN SARAN

Saran

Perubahan sosial ekonomi masyarakat petani di sekitar Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat petani kakao di Desa Taan Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju. Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Terhadap Tuntasnya Wajib Belajar 9 Tahun Anak Di Desa Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara.

Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Analisis Tingkat Pendidikan Anak Nelayan Pantai Sadeng Dilihat dari Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Nelayan Pantai Sadeng Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul.

Gambar

Gambar 2.1: Kerangka Pikir  D.  Hasil Penelitian Terdahulu
Tabel 5.1. Hasil Wawancara Informan

Referensi

Dokumen terkait

Professional Elective – I Architecting Smart IoT Devices Data Analytics for IoT IoT System Architectures Operating Systems for IoT Design and Analysis of Algorithms Professional