• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mozaik Islam: Awal Mula Islam di Nusa Tenggara Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Mozaik Islam: Awal Mula Islam di Nusa Tenggara Barat"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

Dari latar belakang tersebut maka konsentrasi buku ini adalah pada upaya mengungkap dan menjelaskan dinamika Islam di Gumi Sasak, Tana Samawa, Dana Dompu dan Mbojo Bima sebagai bagian dari jaringan Islam nusantara di provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara terminologis, Islam Nusantara adalah gerakan Islam Indonesia yang memiliki ciri tradisi, budaya, dan pemahaman agama yang berbeda-beda.

Silsilah Islam Nusantara

Sedangkan penambahan kata “Nusantara” sebagai tarkib Idhafy atas kata “Islam” dalam istilah ilmiah Nahwu mengandung arti fi (di dalam), yang berarti Islam diinternalisasikan dan diwujudkan dalam kehidupan dan kehidupan umat Islam. Kepulauan; 16 Soerjanto Poespowardojo, “Pengertian Local Genius dan Relevansinya dalam Modernisasi” dalam Kepribadian Kebudayaan Nasional (local genius), Ayotrohaedi [ed.] (Jakarta: Pustaka Jaya, 1986), hal.

Ruang Lingkup Islam Nusantara

Landasan Islam Indonesia didasarkan pada ideologi Ahlussunnah wal-Jama'ah dengan metode dakwah yang sejalan dengan ciri khas nusantara dan kearifan lokal masyarakatnya. Sebagai ikhtilaf tanawwu’, keberadaan Islam Nusantara memperkaya khazanah dan metode dakwah Islam sesuai karakter daerah ini dan tidak menafikan universalitas (syumuliah) Islam.

Akar Sejarah Gumi Sasak Lombok

Begitu pula dalam tradisi lisan masyarakat lokal Lombok, kata “sasak” konon berasal dari kata “sa’-saq” yang berarti satu. Menurut Teew, kata “Sasak” merupakan simbol dari kondisi masyarakat asli Lombok yang selalu memakai tembasuk (kain putih) dan pengulangan kata sak-sak menjadi Sasak.

Transmisi Islam di Gumi Sasak

Sedangkan menurut Mahmud Yunus,45 Islam masuk ke Pulau Lombok pada abad ke-17 Masehi. dari sebelah timur yaitu pulau Sumbawa. 65 Upaya tiada henti para Tuan Guru di Pulau Lombok dalam mencerahkan Islam Wetu Telu dapat dibaca dalam karya Erni Budiwanti, Sasak Islam, 290-313.

Gambar 1 : Masjid Beleq Bayan
Gambar 1 : Masjid Beleq Bayan

Pengertian Tuan Guru

Selain itu gelar yang sama dengan Tuan Guru adalah gelar Ajengan dalam bahasa Sunda, yaitu sebutan untuk ulama di Jawa Barat (Sunda) dan biasanya diberikan kepada ulama yang telah mempelajari agama Islam selama puluhan tahun dan sudah mencapai jenjang. . tajrid (tingkat pencapaian) kehidupan dan kehidupan yang mantap dan mapan baik jasmani maupun rohani). Sebutan yang sama dengan Tuan Guru di Lombok adalah Tofarita di Sulawesi Selatan yang diberikan kepada tokoh agama.80.

Silsilah Keilmuan Tuan Guru Sasak Lombok Secara historis, pada masa lalu masyarakat Muslim

Syarat terakhir yakni diperolehnya gelar guru magister dari masyarakat merupakan suatu hal yang wajar jika seseorang sudah mempunyai ilmu agama dan sudah menunaikan ibadah haji. Sumbek Lombok Tengah TGH Mustafa Sekarbela (XVIII), TGH Amin Sesela (XVIII) dan beberapa guru master yang tercatat sebagai Tuan Guru.87. TGH Umar Kelayu, sebagaimana tertulis dalam manaqib Guru Guru Lombok, adalah pendeta yang paling populer dan paling dicari di kalangan santri Lombok.

Mengenai sekolah terlihat bahwa Tuan Guru Lombok sangat mengedepankan penerapan ajaran Islam menurut Mazhab Imam Syafi'i. 96 Salah satu guru yang berjasa besar terhadap perkembangan Islam di daerah Pagutan dan sekitarnya pada abad ke-19.

Peran Sosial Tuan Guru

Tuan Guru Haji Mustafa Sekarbela dan Tuan Guru Haji Abdul Hamid Pagutan di Lombok Barat, serta Tuan Guru Haji Umar Kelayu di Lombok Timur. Tercatat pada tahun 1872, guru Haxhi Abdul Hamid mendirikan Pondok Pesantren Nurul Kuran di Pagutan. Selanjutnya pada tahun 1924, Tuan Guru Haji Abdul Karim mendirikan pesantren di Kediri, Lombok Barat.

Selain kedua pesantren tersebut, terdapat juga pesantren yang didirikan oleh Tuan Guru Haji Umar di Kelayu, Lombok Timur. Disebutkan bahwa Tuan Guru Kyai Hajjī Muhammād Zainuddīn Abdul Madjīd merupakan keturunan Kerajaan Selaparang ke-17.

Antara Islam dan Tradisi

Islam tidak harus dipersepsikan sebagai Islam di Arab, namun Islam harus berdialog dengan tradisi masyarakat setempat.102. Rekonsiliasi Islam dengan tradisi masyarakat diyakini merupakan proses penerimaan yang dilakukan secara wajar dan damai tanpa adanya penaklukan. Dalam sejarahnya, proses negosiasi Islam berlangsung dalam dialog dengan tradisi sosial dalam skema: mempengaruhi dan dipengaruhi.

Ada banyak bukti yang menunjukkan bagaimana Islam mampu bernegosiasi dengan tradisi masyarakat secara kreatif tanpa penaklukan. Kedua, ketika Islam dipengaruhi oleh tradisi masyarakat, maka yang terjadi adalah proses menerima tradisi masyarakat.

Tradisi Islam Normatif Vs Islam Kultural

Pendekatan tekstual menekankan pentingnya teks sebagai pusat kajian Islam dengan mengacu pada sumber-sumber suci dalam Islam, khususnya Al-Qur'an dan Hadits. Persoalan baru muncul ketika pendekatan ini berhadapan dengan realitas ibadah umat Islam, yang tidak tertulis secara eksplisit, baik dalam Al-Qur'an maupun Hadits, namun kehadirannya diakui dan bahkan diamalkan secara luas oleh sebagian komunitas Muslim. Penetapan Islam universalis dilakukan pertama-tama karena memuat ajaran Islam yang dituangkan dalam Al-Qur'an dan Hadits.

Namun pendekatan Bayani saja tidak cukup karena terkadang tidak ada penjelasan langsung dalam teks Al-Qur'an dan al-Hadits. Jika terdapat perbedaan antara adat istiadat dan nilai-nilai Islam, seperti praktik dan ritual adat Wetu Telu, maka berlakulah prinsip kebenaran mutlak iman Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Jalan Baru Islam Nusantara

Kabupaten Sumbawa juga mempunyai kekayaan potensi sumber daya alam yang cukup besar, yaitu berupa lahan pertanian dan peternakan, serta telah ditetapkan sebagai daerah lumbung padi dan peternakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebelum digabung dengan pulau Lombok menjadi satu provinsi Nusa Tenggara Barat, pulau Sumbawa merupakan bagian dari provinsi Nusa Tenggara yang sebelum tahun 1950 disebut provinsi Sunda Kecil, bersama dengan pulau Bali, Lombok, Sumba, Flores dan Timor. Pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara selanjutnya dibentuk dengan undang-undang yaitu Lembaran Pemerintah Hindia Belanda (Stb. 143 Tahun 1946) dalam “Daerah” yaitu daerah sekitar Bali, daerah Lombok, daerah wilayah Sumbawa, wilayah Sumba, wilayah Flores, serta wilayah Timor dan kepulauannya.

Namun pada akhirnya DPR RI memutuskan Nusa Tenggara harus dimekarkan menjadi 3 wilayah Tier I Swantantra, yaitu Bali merdeka, Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari Kepulauan Lombok dan Pulau Sumbawa, serta NTT yang terdiri dari Kepulauan Sumba, Flores. Pulau dan Pulau Timor beserta kepulauannya, sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 64 Tahun 1958. Lahirnya Kabupaten Sumbawa juga tidak dapat dipisahkan dengan terbentuknya Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 64 Tahun 1958 dan No. 69 Tahun 1958. yang merupakan tonggak sejarah terbentuknya Kabupaten I. Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten II di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terdiri dari: II. Kabupaten Lombok Barat; kabupaten II Lombok Tengah; Daswati II Lombok Timur; Kabupaten II Sumbawa;.

Tau Samawa

Akar Sejarah Sumbawa

Menurut Muslimin Yasin144, ini merupakan produk budaya masyarakat Austronesia 4000 tahun yang lalu sebagai penghuni pertama dan pionir, sehingga lubang pemakamannya tertata sangat rapi, dikagumi oleh para arkeolog dari Australia, Belanda, Perancis dan negara lainnya. Mereka datang ke tanah Sumbawa (Tana Samawa) dan hidup pada abad ke-15 dan ke-16 bersama penduduk asli yang menganggap pulau tersebut sebagai “pulau padi”.147 Hal inilah yang mendorong pendatang dari beberapa etnis lain datang ke daerah ini. , seperti Bali, Bugis, Makassar, Banjar, Jawa, Melayu, Mbojo dan Lombok. Wacana Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat, (Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Barat, 1998), hal.

Hal ini didukung oleh anggapan bahwa pada Zaman Es Sumbawa terhubung langsung melalui Lombok dan Bali dengan dataran Sunda (Jawa, Kalimantan dan Sumatera), serta dataran Asia. Hal ini terlihat dari aksen yang digunakan, bentuk tubuh dan warna kulit yang lebih mirip dengan tetangganya di barat, sedangkan adat istiadat, bangunan rumah, dan tulisannya lebih mirip dengan Makassar.

Gambar 2 : Istana Kesultanan Sumbawa
Gambar 2 : Istana Kesultanan Sumbawa

Sejarah Masuknya Islam di Sumbawa

Sama seperti sejarah masuknya Islam di Pulau Lombok, sejarah masuknya Islam di Pulau Sumbawa didasarkan pada data, fakta dan narasi yang ada saat ini yang sangat beragam dan agak sulit untuk dipertemukan satu sama lain. serangkaian proses yang sedang berlangsung. Mengenai sejarah masuknya Islam di Indonesia pada umumnya dan Pulau Sumbawa pada khususnya, tentu tidak lepas dari peran para ulama dan saudagar sebagai pedagang yang menyebarkan Islam secara damai sambil berdagang dengan masyarakat setempat. Masuknya agama Islam di Pulau Sumbawa terjadi pada abad ke-16, tepatnya antara tahun 1540-1550 Masehi. 156 Secara umum menempuh dua jalur yaitu dari Jawa dan Sulawesi.

Pada masa Sunan Giri menyebarkan Islam di Pulau Jawa, beliau juga mengirimkan utusan untuk menyebarkan Islam ke Indonesia bagian timur (luar Pulau Jawa) sambil menjalankan bisnis. Sedangkan bukti jejak sejarah penyebaran Islam di tanah Samawa terlihat dari beberapa peninggalan sejarah, antara lain Istana Dalam Loka dan Makam Sampar.

Dana Dompu

Akar Sejarah Dompu

Sebelum terbentuknya kerajaan, konon ada beberapa kepala suku yang dikenal dengan nama "Ncuhi" di daerah tersebut. Ncuhi Tonda mempunyai wilayah di dalam dan sekitar Tonda (sekarang termasuk dalam wilayah Desa Riwo, Kecamatan Woja Dompu).166. Selain empat Ncuhi terkenal di Dompu, masih ada Ncuhi lainnya seperti Ncuhi Tolo Fo'o, Ncuhi Katua, Ncuhi Pushao, Ncuhi Parapimpi dan Ncuhi Dungga.

Ncuhi menguasai suatu wilayah yang dihuni oleh beberapa pemukiman atau desa tua yang dikuasai Ncuhi dan hingga saat ini nama desa tersebut masih melekat bahkan diabadikan sebagai salah satu nama desa atau kelurahan di Kabupaten Dompu. Kerajaan Dompu merupakan hasil penyatuan atau penyatuan para Ncuhi di wilayah Dompu pada masa itu.

Sejarah Masuknya Islam di Dompu

La Bata Na'e kemudian mengubah sistem pemerintahan di Dompu dari kerajaan menjadi kesultanan dan bergelar Sultan Syamsuddin. La Bata Na'e atau Sultan Syamsuddin merupakan Sultan Dompu pertama dan Sultan Dompu pertama yang memeluk Islam. Untuk mendampinginya memerintah Kesultanan Dompu, Sultan Syamsuddin akhirnya menikah dengan Joharmani, saudara kandung Syekh Abdul Salam pada tahun 1545.

Bagi membuktikan rasa simpati dan hormatnya kepada ketiga-tiga ulama tersebut, Syeikh Hasanuddin diberi penghormatan oleh Sultan Syamsuddin untuk memegang salah satu jawatan iaitu “Qadhi” (setaraf Menteri Agama di Kesultanan) dan seterusnya bergelar “Waru Kali. ". “.Kemudian Syeikh Umar al-Bantani dan Syeikh Abdullah diberi kepercayaan oleh Sultan Syamsuddin sebagai Imam Masjid di Kesultanan Dompu.

Gambar 3 : Istana Kesultanan Dompu
Gambar 3 : Istana Kesultanan Dompu

Kearifan Lokal Masyarakat Dompu

Kata Nggahi Rawi Pahu merupakan kata khas Dompu (masyarakat) Dompu yang dijadikan Semboyan Daerah Dompu sejak dahulu kala, sejak terbentuknya Kesultanan pertama pada tahun 1545 hingga diresmikannya Daerah Dompu. dengan pengangkatan dan pengangkatan bupati pertama pada tanggal 12 September 1947. Kedua, Rawi; Kata Rawi berarti “tindakan/sikap” seseorang yang merupakan hasil ucapannya berulang-ulang, yang dapat diterapkan secara langsung melalui sikap atau tindakan seseorang. Siapa pun yang ingin lewat di depan orang untuk duduk dan berkumpul, kata Santabelah yang wajib kita sapa karena merupakan bentuk tradisi budaya yang menghargai orang lain.

Dalam bahasa Dompu yang lain kata (bahasa) yakni “Roi Ra Ka Co’i Angi” merupakan kebudayaan yang digunakan oleh masyarakat zaman dahulu yang artinya. Kata Ra ka Co'i Angi sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Dompu, dan jika kita lihat pada masa sekarang, Roi Ka Co'i Angi sudah mulai hilang dalam peradaban modern saat ini karena budaya asli Dou Dompu sudah tidak ada lagi. perlahan mulai mengikis pengaruh budaya luar sehingga apa yang menjadi ciri khas Dou Dompu dengan budaya timbal balik Roi ra Ka Co'i Angi sudah tidak terlihat lagi pada masyarakat Dompu saat ini, khususnya para remaja dan generasi muda yang notabene merupakan generasi penerus bangsa. pelurus yang mewarisi dan mentransformasikan tradisi budaya daerah.

Mbojo Bima 1. Akar Sejarah Bima

Sejarah Masuknya Islam di Bima

Suasana demikian tidak menyurutkan tekad dan semangat para dai dalam menyebarkan agama Islam di Bima. Rimpu mulai populer sejak berdirinya Daulah Islam di Bima pada tanggal 15 Rabiul Awal 1050 H, yang bertepatan dengan tanggal 5 Juli 1640. Konon masjid ini dibangun oleh dua utusan Sultan Goa di Sulawesi Selatan untuk menyebarkan dakwah. Islam di Bima.

Pada tahun 1617 (1028H), tercatat dalam BO (Catatan Lama Istana Bima) bahwa para pedagang dari Sulawesi datang untuk menyebarkan agama Islam di Bima. Sultan Kesultanan Bima yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Bima dan sekitarnya adalah sebagai berikut.

Gambar 4 : Istana Kesultanan Bima
Gambar 4 : Istana Kesultanan Bima

Gambar

Gambar 1 : Masjid Beleq Bayan
Gambar 2 : Istana Kesultanan Sumbawa
Gambar 3 : Istana Kesultanan Dompu
Gambar 4 : Istana Kesultanan Bima

Referensi

Dokumen terkait