PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Kerangka Teori
- Teori Entrepreneurship (Kewirausahaan)
- Pengertian Entrepreneurship (Kewirausahaan)
- Tujuan Entrepreneurship (Kewirausahaan)
- Manfaat Entrepreneurship (Kewirausahaan)
- Fungsi Entrepreneurship (Kewirausahaan)
- Prinsip-Prinsip Entrepreneurship (Kewirausahaan) . 19
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Keberanian mengambil resiko adalah milik seorang wirausahawan, karena ia dituntut untuk berani dan siap jika usaha yang dijalaninya belum memiliki nilai pasar dan hal tersebut harus dilihat sebagai wujud proses menuju menjadi wirausaha sejati. Kewirausahaan merupakan kemampuan menciptakan suatu usaha yang memerlukan kreativitas dan inovasi terus menerus untuk menemukan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Soegoto menyatakan pengertian kewirausahaan adalah usaha yang dibangun atas inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, mempunyai nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja, dan hasilnya bermanfaat bagi orang lain.
Menurut McKey: "Temukan dan mulai bisnis yang Anda sukai dan Anda tidak perlu bekerja satu hari pun dalam hidup Anda." Bukan tujuan yang menjadi ganjaran terbesar bagi seorang pebisnis/wirausahawan, melainkan proses atau perjalanannya. Menjaga lingkungan usaha agar tidak merugikan masyarakat atau merusak lingkungan akibat potensi limbah usaha. Meski pendidikan itu penting, namun peranannya di sini justru pada tingkat keberanian dalam upaya yang akan kita lakukan.
Pendidikan disini berguna untuk mengetahui tingkat keahlian di bidang usaha yang akan kita ciptakan, namun hal tersebut bukanlah prinsip dasar dalam membangun sebuah usaha, namun keberanian kita dapat menjadi prinsip dasar dalam membangun sebuah usaha. Optimisme merupakan modal bisnis yang sangat penting bagi para wirausahawan karena kata optimisme merupakan sebuah prinsip yang dapat memotivasi.
Kerangka Pikir
Kemampuan mental dan fisik pegawai merupakan hal yang sangat penting dan menjadi perhatian organisasi, karena kondisi fisik dan mental pegawai mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produktivitas pegawai. Hubungan atasan dan bawahan berkaitan dengan cara atasan memandang bawahan, sejauh mana bawahan diikutsertakan dalam penetapan tujuan.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Daerah dan Waktu Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Jenis dan Sumber Data
- Populasi dan Sampel
- Metode Analisis
- Definisi Operasional Variabel
Tanggapan responden seperti terlihat pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataan terkait kewirausahaan mengenai produktivitas usaha di PT Trans Retail Indonesia cabang Makassar. Tanggapan responden seperti terlihat pada Tabel 4.7 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjawab setuju dan sangat setuju dengan pernyataan mengenai produktivitas usaha di PT Trans Retail Indonesia cabang Makassar. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa dari 20 item pernyataan, seluruh item pernyataan berada pada variabel efikasi diri, toleransi dan risiko, kebebasan bekerja sehubungan dengan produktivitas usaha di PT Trans Retail. Indonesia v.
Untuk lebih jelasnya, akan disajikan hasil olahan data regresi antara efikasi diri, toleransi dan risiko, kebebasan kerja dan produktivitas perusahaan, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Untuk kemudian mengetahui hubungan antara efikasi diri, toleransi dan risiko, kebebasan dalam bekerja dapat dilihat dari tabel 4.10, dimana terlihat dari nilai R sebesar 0,361 bahwa korelasi atau hubungan antar variabel mempunyai hubungan yang kuat. terhadap produktivitas bisnis pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar. Untuk membuktikan besarnya pengaruh secara bersama-sama self efikasi, toleransi dan risiko, kebebasan dalam bekerja terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel, jika nilai Fhitung adalah lebih besar dari nilai Ftabel dan mempunyai nilai probabilitas yang lebih kecil dari nilai standar, maka variabel independen mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen.
Artinya semakin baik efikasi diri, toleransi dan toleransi risiko seseorang, maka kebebasan dalam bekerja akan berdampak secara simultan terhadap produktivitas usaha. Karena nilai 0,000 < 0,05 berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kesuksesan pribadi dengan produktivitas bisnis pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar. Karena nilai 0,010 < 0,05 berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara toleransi dan risiko terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.
Karena nilai 0,000 < 0,05 berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kebebasan kerja terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah disampaikan mengenai pengaruh kewirausahaan terhadap produktivitas perusahaan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut. Dari hasil analisis regresi dapat disimpulkan bahwa efikasi diri mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas perusahaan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.
Penelitian ini digunakan untuk menyusun disertasi yang berjudul “Analisis Pengaruh Kewirausahaan Terhadap Produktivitas Usaha Pada Perusahaan PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar”.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
- Sejarah Singkat Perusahaan
- Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Nilai, dan Slogan
- Struktur Organisasi
Carrefour Indonesia memulai sejarahnya di Indonesia pada bulan Oktober 1998 dengan membuka unit pertamanya di Cempaka Putih. Penggabungan ini memungkinkan kami untuk meningkatkan kinerja toko ritel kami, memanfaatkan keahlian karyawan kami di Indonesia dan seluruh dunia, serta mengantisipasi perkembangan ritel dalam skala nasional dan global. Fokus pada konsumen ini kami terjemahkan ke dalam 3 pilar utama kami, yang kami yakini akan menjadikan Carrefour sebagai tujuan belanja pilihan konsumen Indonesia.
Pada bulan Januari 2008, PT Carrefour Indonesia berhasil menyelesaikan proses akuisisi PT Alfa Retailindo Tbk. Saat ini Carrefour Indonesia memiliki lebih dari 60 (enam puluh) gerai yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Medan, Palembang dan Makasar didukung oleh lebih dari 11.000 (sebelas ribu) karyawan profesional yang siap melayani pelanggannya. konsumen. Carrefour menjadi pilihan belanja masa kini dan masa depan bagi konsumen di Indonesia dan seluruh dunia.
Dikenal dan dicintai karena membantu pelanggan dan konsumen menikmati kualitas hidup yang lebih baik setiap hari. Struktur organisasi dirancang untuk mengatur orang-orang dalam lingkungan organisasi untuk mengatur tugas dan tanggung jawab setiap bagian dalam struktur organisasi. Dalam struktur organisasi yang baik, harus ada saling pengendalian antara satu bagian dengan bagian lainnya, paling tidak ada dua atau bagian dalam struktur organisasi yang berbagi pengendalian.
Struktur organisasi yang diterapkan perusahaan dalam menjalankan aktivitas perusahaan merupakan struktur organisasi yang berbasis (organisasi fungsional), dimana setiap fungsi dalam struktur organisasi berjalan sesuai fungsinya. Tujuan dari adanya saling pengawasan terhadap departemen-departemen tersebut adalah untuk melindungi aset perusahaan dari kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Apabila salah satu bagian melakukan kesalahan maka bagian pengendali yang lain akan mengklasifikasikan bagian tersebut berdasarkan kesalahan yang dilakukan.
Oleh karena itu, struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang diatur oleh sistem yang berkesinambungan.Berikut struktur organisasi yang dibuat oleh PT Trans Retail Indonesia, dapat dilihat pada diagram berikut.
Pembahasan
- Karakteristik Responden
- Indeks Jasaban Responden Atas Variabel yang Diteliti
- Analsisis Uji Data
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Pengujian Hipotesis
Data diatas menunjukkan karakteristik responden menurut jenis kelamin, maka dari 89 responden yang mengikuti survei didominasi oleh responden laki-laki yaitu sebanyak 49 orang atau 55,1%, sedangkan responden perempuan sebanyak 40 responden atau 44,9%, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata pelanggan yang berwirausaha di PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar adalah laki-laki. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pelanggan PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar mempunyai minat berwirausaha dan sampel dalam penelitian ini berusia antara 21 hingga 30 tahun. Pada PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar indikator pertama adalah saya memiliki semangat kerja yang besar, rata-rata responden memberikan jawaban setuju sebanyak 43 orang atau (48,3%), indikator kedua : Saya melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang saya nyatakan , rata-rata responden memberikan jawaban sebanyak 42 orang atau (47,2%), indikator ketiga saya adalah orang yang optimis, rata-rata responden memberikan jawaban sebanyak 32 orang atau (36,0%), indikator keempat saya adalah orang yang rajin dan tekun. dalam dunia kerja rata-rata responden memberikan jawaban setuju sebanyak 36 orang atau (40,4%), indikator kelima adalah saya sudah mempunyai skill yang baik untuk bersaing dengan orang lain di dunia kerja. Rata-rata responden memberikan jawaban setuju 46 orang atau (51,7%).
Penelitian Adeline (2011:8) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keinginan merasakan kebebasan dalam bekerja dengan keinginan menjadi wirausaha, seseorang ingin merasakan kebebasan dalam bekerja atau dengan kata lain tidak berada dalam pengawasan. X1 = 0,381 menunjukkan koefisien regresi variabel kesuksesan diri yang artinya jika jawaban responden mengenai kesuksesan diri meningkat maka pengaruhnya terhadap produktivitas usaha akan meningkat sebesar 0,38,1%. X2 = 0,251 menunjukkan koefisien regresi variabel toleransi dan risiko yang artinya jika tanggapan responden mengenai toleransi dan risiko meningkat maka pengaruhnya terhadap produktivitas usaha akan meningkat sebesar 0,25,1%.
X3 = 0,413 yang menunjukkan koefisien regresi kebebasan kerja yang artinya jika tanggapan responden mengenai kebebasan kerja meningkat maka pengaruhnya terhadap produktivitas perusahaan akan meningkat sebesar 0,41,3%. Kemudian untuk mengetahui persentase pengaruh variabel lain dapat dilihat dari angka R-square atau koefisien determinasi, dimana angka R-square dari tabel 4.10 sebesar 0,361 berarti 36,1% variasi variabel perusahaan Variabel produktivitas dapat dijelaskan oleh variabel efikasi diri, toleransi dan risiko, kebebasan dalam bekerja, sedangkan sisanya sebesar 36,1% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Dimana dari tabel 4.10 diperoleh nilai Fhitung = 15,976 dan Ftabel = 2,712, dan selain itu mempunyai nilai nilai < 0,05), sehingga dapat dikatakan bahwa model regresi dapat digunakan untuk memprediksi produktivitas bisnis pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.
Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel kesuksesan pribadi, toleransi dan risiko, kebebasan dalam bekerja terhadap produktivitas usaha dapat dilakukan dengan membandingkan nilai ttel dan ttabel. Jika nilai ttel lebih besar dari nilai ttabel dan a nilai probabilitas yang lebih kecil dari nilai standar, berarti variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan direktif dengan kepuasan kerja karyawan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar diperoleh nilai nilai = 0,000 dengan tscore = 3,801 >. Berdasarkan hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan partisipatif dengan kepuasan kerja karyawan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar diperoleh nilai value = 0,010 dengan tscore = 2,624 >.
Berdasarkan hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan suportif dengan kepuasan kerja karyawan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar diperoleh nilai nilai = 0,000 dengan thitung = 4,506 >. Hasil analisis regresi linier berganda dapat disimpulkan bahwa toleransi dan risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar. Berdasarkan hasil koefisien regresi dapat disimpulkan bahwa kebebasan bekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran-Saran
Hasibuan Malayu SP, 2014, Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi revisi, edisi kedelapan belas, Penerbit: Bumi Aksara, Jakarta. Widodo Suparno Eko, 2016, Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia, edisi pertama, Penerbit: Perpustakaan Mahasiswa, Widhari Yogyakarta, Cokorda Istri Sri dan I Ketut Suarta. Untuk itu diharapkan responden dapat memberikan jawaban yang sejujurnya untuk membantu penelitian ini.
Saya adalah antara orang yang mempunyai rasa tanggungjawab yang tinggi dalam melaksanakan keputusan yang saya buat 3.