• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Responden

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Pembahasan

4.2.1 Karakteristik Responden

Secara umum proses bisnis pada PT Trans Ritel Indonesia terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu:

1. Hubungan dengan pemerintah berkaitan dengan aktivitas:

a. Pengajuan rencana kerjasama investasi b. Permohonan izin pembangunan unit usaha c. Penggunaan fasilitas telekomunikasi dan energi 2. Hubungan dengan pemasok berkaitan dengan aktivitas:

a. Pemberian tender kepada pemasok

b. Pembuatas perjajanjian kerjasama dengan pemasok yang dipilih c. Berbagi informasi dan teknologi (seperti penggunaan Elektronic Data

Interchange di tiap pemasok)

d. Pengiriman informasi stok barang dan pembayaran 3. Hubungan dengan konsumen:

a. Penyebaran informasi produk

b. Penyediaan tempat belanja yang nyaman (tata letak produk, fasilitas kasir, fasilitas pembayaran non tunai, fasilitas parker, dll.)

pelanggan program studi manajemen, dimana diperoleh jumlah pelanggan sebanyak 1.002. Mengingat bahwa jumlah populasi cukup banyak maka digunakan teori slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 89 orang pelanggan atau responden.

Dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden yang menjadi sampel penelitian ini, maka dapat disajikan dengan tabulasi sebagai berikut :

- Koesioner yang disebar = 89 eksamplar - Koesioner yang tidak kembali = 0 eksamplar - Koesioner yang kembali = 89 eksamplar - Koesioner yang diolah = 89 eksamplar

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar, maka dapat diketahui gambaran statistik responden dalam bentuk tabel menurut jenis kelamin, umur dan pekerjaan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

a) Karakteristik Responden berdasarkan Jenis kelamin

Dalam bagian ini responden dibagi berdasarkan kelompok jenis kelamin yakni laki-laki dan perempuan. Untuk lebih jelasnya karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut ini :

TABEL 4.1

JENIS KELAMIN RESPONDEN

No. Jenis Kelamin Frekuensi

(Orang)

Persentase (%)

1 Pria 49 55,1

2 Wanita 40 44,9

Jumlah 89 100,0

Sumber : Data primer, 2017

Data di atas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, maka dari 89 responden yang berpartisipasi dalam penelitian, didominasi oleh responden yang berjenis kelamin pria, yakni sebanyak 49 orang atau 55,1%, sedangkan wanita sebanyak 40 orang responden atau 44,9%, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata pelanggan yang berwirausaha pada PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar adalah berjenis kelamin pria..

b) Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Deskripsi identitas responden menurut umur menggambarkan tingkat pengalaman dan kedewasaan pola pikir seorang responden.

Sebab semakin tinggi umur responden maka akan mempengaruhi untuk berwirausaha. Untuk lebih jelasnya karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

TABEL 4.2 UMUR RESPONDEN

No. Umur Frekuensi

(Orang)

Persentase (%)

1 < 20 tahun 12 13,5

2 3 4

21-30 tahun 31 – 40 tahun 41 – 49 tahun

30 25 18

33,7 28,1 20,2

5 > 50 tahun 4 4,5

Jumlah 89 100,0

Sumber : Data primer, 2017

Berdasarkan tabel 4.2 yakni deskripsi responden menurut umur yang menunjukkan bahwa umur responden yang terbesar dalam

penelitian ini adalah berumur antara 21-30 tahun dengan jumlah responden sebanyak 30 orang atau sebesar 33,7%, diikuti oleh responden yang berumur di atas 31-40 tahun dengan jumlah responden sebanyak 25 orang atau 28,1%, dan sisanya adalah responden yang berumur 41-40 tahun dengan jumlah responden sebanyak 18 orang atau sebesar 20,2%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pelanggan PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar mempunyai minat besar untuk berwirausaha dan menjadi sampel dalam penelitian ini adalah berumur antara 21-30 tahun.

c) Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan

Jenis pekerjaan seseorang juga dapat digunakan sebagai parameter seseorang dalam mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih berwirausaha. Untuk lebih jelasnya akan disajikan karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan yang dapat dilihat melalui tabel dibawah ini :

TABEL 4.3

KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN PEKERJAAN

No. Pekerjaan Frekuensi Persentase

1. Karyawan swasta 20 22,5

2. Wiraswasta 28 31,5

3.

4.

5.

PNS

Pelajar/Mahasiswa Lain-lain

19 12 10

21,3 13,5 11,2

Total Responden 89 100

Sumber : Data primer yang diolah, 2017

Dari tabel karakteristik responden berdasarkan pekerjaan, menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan responden dalam

penelitian ini adalah pengusaha atau wiraswasta dengan jumlah responden sebanyak 28 orang atau 31,5%, diikuti oleh responden yang mempunyai pekerjaan sebagai karyawan swasta yakni sebanyak 20 orang atau 22,5% dan yang terakhir adalah responden yang bekerja sebagai PNS dengan jumlah responden sebanyak 19 orang atau 21,3%, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pelanggan yang berwirausaha PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar adalah mempunyai pekerjaan sebagai pengusaha/wiraswasta.

4.2.2 Indeks Jawaban Responden atas Variabel yang diteliti (keberhasilan diri, Toleransi dan Resiko, keberhasilan dalam bekerja terhadap Produktivitas usaha

Mendeskripsikan data dimaksudkan untuk mengetahui distribusi frekuensi jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepada setiap responden dalam hal ini adalah pelanggan. Deskripsi variabel penelitian ini meliputi : keberhasilan diri (X1), Toleransi dan resiko (X2), keberhasilan dalam bekerja (X3) dan produktivitas usaha (Y). Untuk mengetahui penilaian atas tanggapan responden mengenai variabel penelitian maka dapat diuraikan sebagai berikut :

4.2.2.1 Persepsi responden mengenai Variabel Keberhasilan Diri Dalam Berusaha

Keberhasilan diri dalam berkarya yaitu keinginan yang ada dalam diri mahasiswa untuk berwirausaha agar berhasil dalam hidup.

Keberhasilan diri mempunyai pengaruh terhadap keinginan berwirausaha untuk menjadi wirausahawan. Dimana menurut Tama (2010:106) bahwa Keberhasilan diri memiliki pengaruh yang positif dan

signifikan terhadap keinginan berwirausaha untuk menjadi seorang entrepreneur. Karena semakin tinggi kepercayaan diri seseorang maka kemampuan dirinya untuk dapat berusaha, maka semakin besar pula keinginan untuk berwirausaha.

Hasil penelitian yang dilakukan kepada 89 responden atau pelanggan melalui penyebaran kuesioner terhadap variabel keberhasilan diri dalam berkarya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

TABEL 4.4

PERSEPSI RESPONDEN MENGENAI KEBERHASILAN DIRI DALAM BERUSAHA

Pertanyaan

Persentase Jawaban Responden

STS TS CS S SS

(1) (2) (3) (4) (5)

Saya mempunyai sema- ngat bekerja yang tinggi

- - 40

(44,9)

43 (48,3)

6 (6,7) Saya melakukan sesuatu

untuk mencapai suatu tujuan yang telah saya tetapkan

- - 36

(40,4)

42 (47,2)

11 (12,4)

Saya termasuk orang yang optimis

- - 32

(36,0)

29 (32,6)

28 (31,5) Saya merupakan orang

yang tekun dan ulet dalam bekerja

- 14

(15,7)

27 (30,3)

36 (40,4)

12 (13,5) Saya sudah memiliki

kompetensi yang bagus untuk bersaing dengan orang lain dalam dunia kerja

- 4

(4,5)

22 (24,7)

46 (51,7)

17 (19,1)

Rata-rata nilai indeks Sumber : Data primer yang diolah, 2017

Tanggapan responden sebagaimana pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan

cukup setuju dan setuju terhadap pernyataan-pernyataan mengenai entrepreneurship. Pada PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar indikator pertama saya mempunyai semangat bekerja yang tinggi, rata- rata responden memberikan jawaban setuju sebesar 43 orang atau sebesar (48,3%), indikator kedua, saya melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan yang telah saya tetapkan, rata-rata responden memberikan jawaban setuju sebesar 42 orang atau sebesar (47,2%), indikator ketiga saya termasuk orang yang optimis, rata-rata responden memberikan jawaban cukup setuju sebesar 32 orang atau sebesar (36,0%), indicator keempat saya merupakan orang yang tekun dan ulet dalam bekerja, rata-rata responden memberikan jawaban setuju sebesar 36 orang atau sebesar (40,4%), indikator kelima saya sudah memiliki kompetensi yang bagus untuk bersaing dengan orang lain dalam dunia kerja rata-rata responden memberikan jawaban setuju sebesar 46 orang atau sebesar (51,7%).

4.2.2.2 Persepsi responden mengenai Variabel Toleransi dan Resiko

Toleransi akan berisiko yakni merupakan seberapa besar kemampuan dalam kreativitas seseorang untuk besar kecilnya suatu resiko yang diambil untuk mendapatkan penghasilan yang diharapkan.

Semakin besar seseorang pada kemampuan diri sendiri, semakin besar pula keyakinannya terhadap kesanggupan mendapatkan hasil dari keputusannya dan semakin besar keyakinannya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain beresiko. Hasil tanggapan responden mengenai toleransi dan resiko dapat dijelaskan pada tabel 4.5 dibawah ini :

TABEL 4.5

PERSEPSI RESPONDEN MENGENAI TOLERANSI DAN RESIKO

Pertanyaan

Persentase Jawaban Responden

STS TS CS S SS

(1) (2) (3) (4) (5)

Saya selalu berfikir panjang untuk mengha- dapi resiko yang akan saya ambil

- - 31

(34,8)

47 (52,8)

11 (12,4)

Saya termasuk orang yang memiliki rasa tanggungjawab yang besar dalam melaksana- kan keputusan yang saya ambil

- 8

(9,0)

16 (18,0)

44 (49,4)

21 (23,6)

Saya termasuk orang yang suka terhadap tantangan

- 7

(7,9)

33 (37,1)

40 (44,9)

9 (10,1) Saya tergolong orang

yang sabar dalam mengatasi masalah

- 3

(3,4)

29 (32,6)

41 (46,1)

16 (18,0) Saya orang yang suka

mengambil kesempatan- kesempatan

- 20

(22,5)

19 (21,3)

35 (39,3)

15 (16,9) Rata-rata nilai indeks

Sumber : Data primer yang diolah, 2017

Tanggapan responden sebagaimana pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju terhadap pernyataan-pernyataan mengenai entrepreneurship terhadap produktivitas usaha Pada PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar. Dimana pada indikator pertama bahwa saya selalu berfikir panjang untuk menghadapi resiko yang akan saya ambil, hasil ini ditunjukkan oleh 47 orang atau 52,8% yang memberikan jawaban

setuju. Kemudian indikator kedua saya termasuk orang yang memiliki rasa tanggungjawab yang besar dalam melaksanakan keputusan yang saya ambil, hasil ini ditunjukkan oleh 44 orang atau 49,4% yang memberikan jawaban setuju, indikator ketiga saya termasuk orang yang suka terhadap tantangan, saya termasuk orang yang suka terhadap tantangan, hasil ini ditunjukkan oleh 40 orang atau 44,9% yang memberikan jawaban setuju, indicator keempat saya tergolong orang yang sabar dalam mengatasi masalah, hasil ini ditunjukkan oleh 41 orang atau 46,1% yang memberikan jawaban setuju, indikator kelima, saya orang yang suka mengambil kesempatan-kesempatan, hasil ini ditunjukkan oleh 35 orang atau 39,3% yang memberikan jawaban setuju 4.2.2.3 Persepsi Responden Mengenai Variabel Keberhasilan Dalam

Beklerja

Kebebasan dalam bekerja, dimana seseorang melakukan pekerjaan sedikit tetapi memperoleh hasil yang besar. Kemudian keberhasilan diri yang dicapai merupakan pencapaian tujuan kerja yang diharapkan, yang meliputi kepuasan dalam bekerja dan kenyamanan kerja. Penelitian Adeline (2011:8) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keinginan merasakan kebebasan dalam bekerja dengan keinginan untuk berwirausaha, seseorang ingin merasakan kebebasan dalam bekerja atau dengan kata lain tidak dibawah pengawasan. Hasil tanggapan responden terhadap keberhasilan dalam bekerja dapat dijelaskan pada tabel 4.6 berikut ini :

TABEL 4.6

PERSEPSI RESPONDEN MENGENAI KEBERHASILAN DALAM BEKERJA

Pertanyaan

Persentase Jawaban Responden

STS TS CS S SS

(1) (2) (3) (4) (5)

Saya suka memberontak terhadap kekuasaan

- 25

(28,1)

47 (52,8)

17 (19,1)

-

Saya senang mengambil prakarsa atau inisiatif

- 65

(73,0)

13 (14,6)

11 (12,4) Saya kadang kala

bersikap keras kepala

- 62

(69,7)

14 (15,7)

4 (4,5)

9 (10,1) Kebebasan pribadi

sangat penting bagi saya

- 24

(27,0)

32 (36,0)

19 (21,3)

14 (15,7)

Saya cenderung

mengikuti bisikan nurani (bersifat intuisi)

- 40

(44,9)

29 (32,6)

12 (13,5)

8 (9,0) Rata-rata nilai indeks

Sumber : Data primer yang diolah, 2017

4.2.2.4 Persepsi Responden Mengenai Variabel Produktivitas Usaha

Untuk dapat meningkatkan produktivitas suatu perusahaan bukan dengan cara bekerja lebih keras, tetapi bekerja lebih cerdas. Keadaan dunia saat ini pada umumnya menuntut untuk dapat menghasilkan kerja yang lebih besar, tetapi dengan menggunakan sumber daya manusia, uang, waktu, tempat, dan sumber daya lainnya secara lebuih hemat.

Tingkat produktivitas dapat diukur dari rasio outputdibagi dengan input.

Rasio ini merupakan indeks produktivitas. Untuk membandingkan suatu bagian lebih produktif dari keadaan sebelumnya dapat dilihat dari tingkat

indeks produktivitasnya. Hasil tanggapan responden terhadap produktivitas usaha dapat dijelaskan pada tabel 4.7 berikut :

TABEL 4.7

PERSEPSI RESPONDEN MENGENAI PRODUKTIVITAS USAHA

Pertanyaan

Persentase Jawaban Responden

STS TS CS S SS

(1) (2) (3) (4) (5)

Pekerjaan yang saya

tekuni dapat

meningkatkan

produktivitas kerja saya

- - 35

(39,3)

40 (44,9)

14 (15,7)

Saya selalu masuk kerja dengan tepat waktu

- - 36

(40,0)

28 (31,5)

25 (28,1) Saya selalu teliti dalam

melaksan pekerjaan saya

- - 27

(30,3)

40 (44,9)

22 (24,7)

Dengan program- program yang disediakan perusahaan dapat meningkatkan semangat dan kualitas kerja saya

- - 28

(31,5)

35 (39,3)

26 (29,2)

Saya patuh terhadap peraturan yang berlaku dalam ketentuan yang ditetapkan perusahaan

- - 21

(23,6)

40 (44,9)

28 (31,5)

Rata-rata nilai indeks Sumber : Data primer yang diolah, 2017

Tanggapan responden sebagaimana pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju dan cukup setuju terhadap pernyataan-pernyataan mengenai produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia Cabang Makassar. Dimana pada indikator pertama bahwa pekerjaan yang saya tekuni dapat

meningkatkan produktivitas kerja saya, jawaban terbanyak responden setuju yakni masing-masing sebanyak 40 orang atau (44,9)%. Indikator kedua saya selalu masuk kerja dengan tepat waktu, jawaban terbanyak responden cukup setuju yakni masing-masing sebanyak 36 orang atau (40,0)%. Indikator ketiga saya selalu teliti dalam melaksan pekerjaan saya jawaban terbanyak responden setuju yakni masing-masing sebanyak 40 orang atau (44,9)%. Indikator keempat dengan program- program yang disediakan perusahaan dapat meningkatkan semangat dan kualitas kerja saya, jawaban terbanyak responden setuju yakni masing-masing sebanyak 35 orang atau (39,3)%. Indikator kelima saya patuh terhadap peraturan yang berlaku dalam ketentuan yang ditetapkan perusahaan jawaban terbanyak responden setuju yakni masing-masing sebanyak 40 orang atau (44,9)%.

4.2.3 Analisis Uji Data 4.2.3.1 Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Suatu alat ukur baru dapat dipercaya dan diandalkan bila selalu didapatkan hasil yang konsisiten dari gejala pengukuran yang tidak berubah yang dilakukan pada waktu yang berbeda-beda. Untuk melakukan uji reliabilitas dapat dipergunakan teknik alpha cronbach’s, dimana suatu instrument penelitian dikatakan reliabel apabila memiliki koefisien kebutuhan sosial atau alpha sebesar 0,60 atau lebih. Untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil uji reliabilitas yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

TABEL 4.8

HASIL UJI RELIABILITAS

Variabel

Jumlah item

Nilai

Cronbach’s Nilai

Standar Keterangan Alpha

Keberhasilan diri 5 0,762 0,60 Reliabel

Toleransi dan

resiko 5 0,808 0,60 Reliabel

Kebebasan dalam bekerja

5 0,826 0,60 Reliabel

Produktivitas usaha

5 0,856 0,60 Reliabel

Sumber : Hasil olahan data primer

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas instrument penelitian, seperti yang ada pada tabel 20 maka hasil pengujian menunjukkan bahwa semua instrument penelitian adalah reliabel. Hal ini dapat diketahui bahwa semua variabel penelitian ini mempunyai koefisien kebutuhan sosial/alpha lebih besar dari 0,60. Bila hasil uji reliabilitas ini dikaitkan dengan kriteria indeks koefisien reliabilitas menurut Arikunto (2011) menunjukkan bahwa kebutuhan sosial/alpha instrument penelitian adalah tinggi. Dengan demikian data penelitian bersifat layak digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian.

4.2.3.2 Uji Validitas

Uji validitas tujuannya untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrument yang digunakan dalam penelitian. Melalui uji validitas akan dapat diketahui apakah item-item pertanyaan yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkap dengan pasti tentang

masalah yang diteliti. Teknik yang dapat dipergunakan untuk uji validitas adalah dengan analisa item, dimana setiap nilai yang ada pada setiap butir pertanyaan dalam kuesioner dikorelasikan dengan nilai total

seluruh butir pertanyaan untuk suatu variabel dengan menggunakan nilai corrected item total correlation di atas dari 0,30. Berdasarkan data

yang diperoleh dalam penelitian, maka hasil pengujian validitas instrument penelitian adalah sebagai berikut :

TABEL 4.9 HASIL UJI VALIDITAS

Variabel Item

Corrected Item Total Correlation

R

standar Keterangan

Keberhasilan diri X1.1 0,722 0,30 Valid

X1.2 0,540 0,30 Valid

X1.3 X1,4 X1.5

0,632 0,403 0,446

0,30 0,30 0,30

Valid Valid Valid

Toleransi dan resiko X2.1 0,715 0,30 Valid

X2.2 0,602 0,30 Valid

X2.3 X2.4 X2.5

0,632 0,468 0,621

0,30 0,30 0,30

Valid Valid Valid

Kebebasan bekerja X3.1 0,700 0,30 Valid

X3.2 0,608 0,30 Valid

X3.3 X3.4 X3.5

0,663 0,566 0,649

0,30 0,30 0,30

Valid Valid Valid

Produktivitas Usaha Y1 0,729 0,30 Valid

Y2 0,833 0,30 Valid

Y3 0,616 0,30 Valid

Y4 Y5

0,622 0,565

0,30 0,30

Valid Valid Sumber : Data diolah, 2017

Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa dari 20 item pernyataan, maka semua item pernyataan dalam variabel keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja dalam kaitannya dengan produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di

Makassar, semuanya sudah valid alasannya karena memiliki nilai corrected item total correlation yang sudah di atas dari 0,30. Dengan demikian data penelitian bersifat valid dan layak digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian.

4.2.4 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi dilakukan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yakni untuk menganalisis pengaruh antara variabel bebas (keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja terhadap variabel terikat produktivitas usaha), baik secara parsial maupun secara simultan serta untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil olahan data regresi antara keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja terhadap produktivitas usaha dapat dilihat melalui tabel dibawah ini :

TABEL 4.10

HASIL REGRESI ATAS KEBERHASILAN DIRI, TOLERANSI DAN RESIKO, KEBEBASAN DALAM BEKERJA

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig

B Std.Error Beta

(Constanta) .338 .610 - .553 .582

Keberhasilan diri .381 .100 .346 3.801 .000

Toleransi dan resiko

.251 .096 .259 2.624 .010

Kebebasan bekerja

413 .092 .463 4.506 .000

Constanta = .338 R = .600 R2 = .361 FHitung = 15.976 Sig = .000 Sumber : Lampiran SPSS

Dari tabel tersebut di atas, maka dapat dilakukan persamaan regresi sebagai berikut :

Y = bo + b1X1+ b2X2+ b3X3 + e

(0,338) + (0,381) + (0,251) + (0,413)

Dari hasil persamaan regresi tersebut maka dapat diberikan penjelasan bahwa :

b0 = 0,338 yang merupakan nilai konstanta, artinya tanpa adanya keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja, maka produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar akan meningkat sebesar 0,338.

X1= 0,381 yang menunjukkan koefisien regresi variabel keberhasilan diri, artinya jika tanggapan responden mengenai keberhasilan diri ditingkatkan maka pengaruhnya terhadap produktivitas usaha akan meningkat sebesar 0,38,1%.

X2= 0,251 yang menunjukkan koefisien regresi variabel toleransi dan resiko, artinya jika tanggapan responden mengenai toleransi dan resiko ditingkatkan maka pengaruhnya terhadap produktivitas usaha akan meningkat sebesar 0,25,1%.

X3= 0,413 yang menunjukkan koefisien regresi variabel kebebasan dalam bekerja, artinya jika tanggapan responden mengenai kebebasan dalam bekerja ditingkatkan maka pengaruhnya terhadap produktivitas usaha akan meningkat sebesar 0,41,3%.

Kemudian untuk mengetahui hubungan antara keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja maka dapat dilihat dari tabel 4.10, dimana dilihat dari nilai R sebesar 0,361 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel mempunyai hubungan yang kuat terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar. Kemudian untuk mengetahui pengaruh persentase variabel lain maka dapat dilihat dari angka R square atau koefisien determinasi, dimana dari Tabel 4.10 diperoleh angka Rsquare sebesar 0,361, hal ini berarti bahwa 36,1% variasi dari variabel produktivitas usaha dapat dijelaskan oleh variabel keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja sedangkan sisanya sebesar 36,1% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Standard Error of Estimate (SEE) adalah 0,49, dimana makin

kecil SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel terikat.

4.2.5 Pengujian Hipotesis

Untuk membuktikan sejauh mana pengaruh secara bersama- sama antara keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar maka dapat dilakukan dengan membandingkan antara nilai Fhitungdengan nilai Ftabel, apabila nilai Fhitunglebih besar dari nilai Ftabelserta memiliki nilai probabilitas yang lebih kecil dari nilai standar, maka variabel bebas mempunyai pengaruh secara serempak terhadap variabel terikat.

Dimana dari Tabel 4.10 diperoleh nilai Fhitung = 15.976 dan Ftabel = 2,712 dan selain itu memiliki nilai value < 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapat dikatakan bahwa model regresi dapat digunakan untuk dapat memprediksi produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar. Hal ini berarti semakin baik keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja maka akan berdampak secara simultan terhadap produktivitas usaha.

Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel keberhasilan diri, toleransi dan resiko, kebebasan dalam bekerja terhadap produktivitas usaha maka dapat dilakukan dengan membandingkan antara nilai thitungdan ttabel, apabila nilai thitunglebih besar dari nilai ttabelserta memiliki nilai probabilitas yang lebih kecil dari nilai standar berarti bahwa variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil uji signifikan yaitu sebagai berikut :

1. Uji t untuk Keberhasilan diri

Berdasarkan hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan direktif terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar maka diperoleh nilai value = 0,000 dengan thitung = 3.801 >

ttabel = 1,663. Karena value 0,000 < 0,05 berarti ada pengaruh yang signifikan antara keberhasilan diri terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.

2. Uji t untuk Toleransi dan resiko

Berdasarkan hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan partisipatif terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar maka diperoleh nilai value = 0,010 dengan thitung = 2.624 >

ttabel = 1,663. Karena nilai value 0,010 < 0,05 berarti ada pengaruh yang signifikan antara toleransi dan resiko terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.

3. Uji t untuk kebebasan dalam bekerja

Berdasarkan hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan supportif terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar maka diperoleh nilai value = 0,000 dengan thitung = 4.506 >

ttabel = 1,663. Karena value 0,000 < 0,05 berarti ada pengaruh yang signifikan antara kebebasan dalam bekerja terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan mengenai pengaruh Entrepreneurshipterhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar, maka dapat disajikan beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut :

1. Dari hasil analisis regresi maka dapat disimpulkan bahwa keberhasilan diri mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.

2. Hasil analisis regresi linear berganda maka dapat disimpulkan bahwa toleransi dan resiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivtas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.

3. Berdasarkan hasil koefisien regresi maka dapat disimpulkan bahwa kebebasan dalam bekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivtas usaha pada PT Trans Retail Indonesia di Makassar.

5.2 Saran-saran

Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan sehubungan dengan hasil analisis dan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut :

1. Disarankan kepada setiap pelanggan untuk mernanmkan dalam diri berkaitan dengan keberhasilan dalam menjalankan kewirausahaan dengan cara tekun, ulet dan mandiri.

2. Disarankan pula bagi setiap pelanggan untuk berani dalam pengambilan resiko yang akan terjadi.

3. Disarankan pula agar pihak perusahaan lebih memberikan fasilitas- fasilitas atau semacam modal untuk berwirausaha serta senantiasa memberikan monitoring atas hasil kerja yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari, 2014. Kewirausahaan.Cetakan ketujuhbelas. Penerbit Alfabeta, Bandung

Adi, Tama. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Mahasiswa Berkeinginan Menjadi Enterpreneur. Skripsi. Tidak Diterbitkan.

Semarang: UNDIP.

Adeline. 2011. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha. Jurnal Ekonomi Manajemen. Universitas Gunadarma

Arikunto, Suharsimi. 2011. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi, Cetakan kesebelas, Penerbit : Bumi Aksara, Jakarta

Angki Aditama, (2010) Analisis Faktor-Faktor Yang Memotivasi Mahasiswa Berkeinginan Menjadi Entrepreneur (Studi pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang) Skripsi Universitas Diponegoro Semarang

Dhewanto Wawan, 2013, Interpreneurship Kewirausahaan Korporasi, edisi pertama, Penerbit : Rekayasa Sains Bandung

Echdar Saban, 2013, Manajemen Entrepreneurship, Kiat Sukses Menjadi Wirausaha, edisi pertama, Penerbit : Andi, Yogyakarta

Eddy Soeryanto Soegoto, 2014, Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung edisi Revisi, Penerbit : Gramedia Direct, Jakarta

Fahmi Irham, 2013, Kewirausahaan Teori, Kasus dan Solusi, cetakan kesatu, Penerbit : Alfabeta, Bandung

Hasibuan Malayu S.P, 2014, Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi revisi, cetakan kedelapan belas, Penerbit : Bumi Aksara, Jakarta

Hendro. 2015. How to Become a Smart Entrepreneur And to Start a New Business. Penerbit : Andi. Yogyakarta.

Kasmir, 2014, Kewirausahaan, edisi revisi, Penerbit : RajaGrafindo Persada, Jakarta

Riduwan dan Kuncoro. 2012. Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur) Penerbit : Alfabeta, Bandung

Saiman Leonardus, 2014, Kewirausahaan Teori, Praktik, dan Kasus-Kasus, edisi kedua, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta

Suryana, Yuyus dan Bayu, Kartib. 2011. Kewirausahaan : Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses. Penerbit : Kencana Prenada Media Group. Jakarta

Susanto, Adi. 2012. Kewiraswastaan. Penerbit : Ghalia Indonesia, Jakarta

Dokumen terkait