PROGRAM MULOK TAHFIDZ DAN TAHSIN MTs N 2 ROKAN HULU TAHUN PELAJARAN 2021/2022
A. Visi
Mencetak generasi santri yang memiliki kompetensi hafalan al-Qur’an minimal 6 Juz dengan tartil, fasih dan lancar untuk menuju insan yang memiliki keseimbangan spiritual, sosial dan intelektual.
B. Dasar Pemikiran
Al-Qur’an adalah permulaan islam dan manifestinya yang terpenting. Ia mengidentifikasikan dirinya sebagai petunjuk bagi umat manusia, juga menjelaskan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak (kebenaran) dan batil (kepalsuan). al-Qur’an petunjuk bagi manusia dalam menjelaskan tugasnya sebagai khalifah Allah dibumi. al-Qur’an adalah dunia tempat manusi hidup. Ayat-ayat al- Qur’an adalah benang yang menjadi rajutan jiwanya. Rasulullah lebih mengutamakan para sahabatnya yang hafal al-Qur’an jika beliau mengutus sekelompok orang beliau berpesan “hendaknya yang menjadi pemimpin kalian adalah yang paling banyak hafalan al-Qur’annya”. (HR. Bukhori)
Q.S Al-Hijr : 9, yang artinya: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al- Qur’an dan pasti kami (pula) yang memeliharanya”. Dan diantara perangkat untuk memelihara al-Qur’an adalah menyiapkan orang yang menghafalnya pada setiap generasi. Hal itu sebagai upaya untuk mengakrabkan orang-orang yang beriman dengan kitab sucinya agar mereka tidak buta terhadap isi kandungan yang ada didalamnya.
C. Kompetensi Inti (KI)
KI-1 = Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam.
KI-2 =
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong). Santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaan.
KI-3 =
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual) dan prosedur berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya denga terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI-4 = Mencoba, mengolah dan menyajikan dalam ranah konkrit (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari dimadrasah dan sumber
lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
D. Kompetensi Dasar (KD)
3.1 Santri mampu memahami kaidah-kaidah ilmu tajwid dalam proses menghafalnya dengan baik.
3.2 Santri mampu memahami kaidah makhorijul huruf dalam proses menghafalnya dengan tepat.
3.3 Santri mampu memahami tanda-tanda waqof, washol dan kaidah Ghorib dengan tepat.
4.1 Santri mampu membaca dan menghafal al-Qur’an dengan tartil dan fashih sesuai dengan kaidah yang ada.
4.2 Santri mampu mempraktikan kaidah ilmu tajwid dalam proses menghafalnya dengan baik.
4.3 Santri mampu mempraktikan kaidah makhorijul huruf dan kefasihan bacaan dalam proses menghafalnya dengan tepat.
4.4 Santri mampu mempraktikkan tanda-tanda waqof, washol dan kaidah Ghorib dengan tepat dalam proses menghafalnya.
4.5 Santri tidak melakukkan tanaffus ketika sedang membaca dan menghafal al-Qur’an.
4.6 Santri mampu menjaga hafalannya dengan baik.
E. Target
Target Standart Kompetensi Kelulusan, santri memiliki hafalan minimal 2 Juz dalam 3 tahun dengan pembagian sebagai berikut:
1. Kelas VII, Semester 1 : Juz 30 Semester 2 : Juz 30
2. Kelas VIII, Semester 1 : Juz 29 Semester 2 : Juz 29
3. Kelas IX, Semester 1 : Pemantapan hafalan juz 30 dan juz 29 Semester 2 : Pemantapan hafalan juz 30 dan juz 29
F. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
KKM yang ditentukan sebagai acuan evaluasi santri program Tahfidz adalah 75.
G. Tenaga Pembimbing
Model pembelajaran program tahfidz adalah berkelompok. Setiap kelompok dibimbing oleh seorang pembimbing sesuai dengan klasifikasi kelompok menurut kemampuan santri. Idealnya setiap kelompok terdiri dari 10 s/d 12 santri dengan 1 orang pendamping / Pembimbing Ustadz/Ustadzah dibidangnya.
H. Bentuk Kegiatan
1. Sorogan (Setoran tambahan hafalan)
Setiap santri menyetorkan hafalannya satu per satu kepada pembimbing dengan target 1 halaman/hari
2. Muroja’ah (Mengulang hafalan yang telah disetorkan/diperelah)
a) Muroja’ah 1 : Muroja’ah kepada pembimbing minimal 2 halaman/pertemuan b) Muroja’ah 2 : Muroja’ah bersama santri (patner deresan), minimal ¼ juz atau
5 halaman setiap santri 3. Tasmi’ (menyimak hafalan al-Qur’an santri)
Simakan hafalan santri minimal 1 juz dan idealnya 3 juz sesuai dengan jumlah hafalan yang diperoleh, dilakukan setiap 2 minggu sekali sesuai dengan jadwal yang diberikan.
4. Pengembangan santri dan Tahsin (program perbaikan bacaan al-Qur’an yang lebih menekankan pada pembelajaran dan pembenahan makhorijul huruf, tajwid, fashohah dan kelancaran hafalan santri).
I. Strategi Menghafal
Beberapa srategi berikut hanya sebagai referensi atau acuan. Dapat dikembangkan sesuai dengan masing-masing musyrif dan perkembangan situasi.
1. Santri diberi aloksi waktu menghafal sekitar 1 jam (30 menit)
2. Santri membaca ayat/surah yang akan disetorkan secara berulang-ulang paling tidak 10 kali
3. Ayat / surah yang dihafalkan terlebih dahulu dipelajari terjemahnya
4. Sebelum disetorkan ke pembimbing, ayat yang hafalkan disimakkan terlebih dahulu kepada partner atau teman.
5. Apa yang telah dihafalkan disetorkan kepada pembimbing/ Ustadz/Ustadzah kelompok masing-masing.
J. Pembinaan Awal Siswa Baru
sebagai pra pembelajaran sekaligus pembelajaran awal, santri baru diberikan pembinaan untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti kegiatan tahfidz, yakni sebagai berikut:
1. Mengkhatamkan al-Qur’an (bin nadhor) minimal sekali dalam bulan pertama 2. Mengikuti program tahsin (perbaikan baca al-Qur’an) secara intens dalam bulan
pertama
3. Mulai menghafalkan Juz 30 K. Ujian Semester
Model pengujian dalam ujian semester santri program Tahfidz adalah Simakan sesuai dengan jumlah hafalan yang telah diperolah santri dipesantren. Simakan dilaksanakan satu per satu sesuai dengan kelompok dan waktu yang telah ditentukan pesantren dengan penguji Ustadz/Ustadzah hufadz program Qiro’ati.
L. Penilaian
Penilaian program tahfidz ini dibagi menjadi 2 macam:
1. Penilaian Bulanan
Penilaian yang dilakukan oleh pembimbing masing-masing kelompok sebagai acuan dan melihat perkembangan harian santri setiap bulannya. Penilaian ini dilakuakan 2 kali dalam 1 bulan (2 minggu sekali) dan setiap santri diberi waktu 15 menit untuk menyetorkan hafalan yang telah diperoleh sesuai dengan ketentuan yang diberikan. Penilaian ini disebut dengan “Penilaian buku Perkembangan Santri”.
2. Penilaian semester
Penilaian yang dilakukan 6 bulan sekali (penilaian semester) sesuai dengan jumlah hafalan yang telah diperoleh
3. Kriterian Penilaian : Tajwid, Fashohah dan Kelancaran
M. Sertifikat / Syahadah Tahfidz
1. Sertifikat / Syahadah Tahfidz adalah bukti penghargaan santri yang diperoleh setelah selesai pengujian hafalan tahfidz pada akhir tahun ketiga di pesantren 2. Model pengujiannya adalah menyetorkan hafalan yang telah diperoleh selama
masa pembelajaran di pesantren.
3. yang berhak mendapat sertifikat adalah yang mampu menyelesaikan setoran minimal 9 (sembilan) juz
4. Waktu yang diberikan untuk simakan/ pengujian sertifikasi adalah maximal 3 hari / santri
5. Tim penguji adalah para hufadz, pendamping program Tahfidz dan Pendamping program Qiro’ati