PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa saja faktor yang menyebabkan perubahan peningkatan fungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai destinasi wisata di Kabupaten Bulukumba?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan Masjid Multifungsi Islamic Center Dato Tiro dan penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan wacana baru untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pembelajaran dikalangan pelajar ke depan.
Definisi Operasional
Sudarsono (2002) menekankan pengertian sosial dalam strukturnya, yaitu tatanan hubungan sosial dalam masyarakat, yang menempatkan pihak-pihak tertentu (individu, keluarga, kelompok, golongan) pada kedudukan sosial tertentu berdasarkan sistem nilai dan norma yang ada. berlaku bagi masyarakat pada waktu tertentu.
KAJIAN PUSTAKA
Konsep Masjid
Ritual
Sosial
Masjid Roqib dapat diartikan sebagai tempat dimana umat Islam shalat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Di mana pun kamu shalat, tempat itu adalah masjid.” Masjid ada yang hanya mempunyai satu kubah dan ada juga yang mempunyai beberapa kubah (dalam kubah kecil). Ruangan atau relung pada masjid yang terletak di bagian depan berfungsi sebagai tempat imam memimpin salat berjamaah dan sebagai penunjuk arah kiblat menuju Masjidil Haram di Mekkah.
Karena masjid dianggap sebagai tempat suci, maka kegiatan sosialnya hanya dibatasi pada kegiatan yang menunjang kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan Islam. Masjid di Indonesia masih memegang peranan dan fungsi sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yaitu sebagai tempat dakwah dan pendidikan. Karena masjid dianggap sebagai tempat suci, maka kegiatan sosialnya hanya dibatasi pada kegiatan yang menunjang kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan Islam.
Banyak juga masjid-masjid yang tumbuh subur dengan pengajian, misalnya setiap salat magrib diperkaya dengan pengajian berjamaah, pengajian anak-anak, remaja dan lain sebagainya, sehingga masjid berperan sebagai pusat pengembangan sumber daya umat Islam. Ritual ada yang dilakukan secara individu, bahkan ada pula yang dilakukan dengan cara menyendiri dari keramaian, seperti meditasi.
Teori Perubahan Sosial
Selo Soemardjan (Soerjono Soekanto Perubahan pranata sosial dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap dan pola perilaku antar kelompok dalam masyarakat. Penekanan dalam definisi ini adalah pada pranata – pranata sosial sebagai suatu kumpulan dasar manusia, yang kemudian mempengaruhi aspek struktur masyarakat lainnya.Sebagai pedoman dapat dirumuskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada pranata-pranata sosial dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku antar kelompok dalam masyarakat.
Teori Modernisasi
Dari uraian teori-teori di atas, kaitan perubahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah adanya perubahan kelompok masyarakat mengenai proses pengembangan Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai destinasi wisata. Proses perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap dan pola perilaku antar kelompok dalam masyarakat. Hal ini terjadi pada Masjid Islamic Center Dato Tiro, dengan sendirinya masyarakat merubah fungsi pengembangannya sebagai tujuan wisata di kota Bulukumba.
Proses perubahan yang sangat signifikan ini tentunya menjadi salah satu faktor pendorong modernisasi Masjid Islamic Center Dato Tiro. Hal ini terjadi pada Masjid Islamic Center Dato Tiro, dengan sendirinya masyarakat telah merubah fungsi pengembangannya sebagai tempat wisata kota. Hal ini sejalan dengan apa yang terjadi di Masjid Islamic Center Dato Tiro, mengenai perubahan signifikan masyarakat yang menjadikannya sebagai destinasi wisata.
Pada mulanya proses pembangunan Masjid Islamic Center Dato Tiro ditangani langsung oleh pemerintah daerah periode tahun 2010-2015. Alhasil, banyak orang yang menjadikan Masjid Islamic Center Dato Tiro hanya sebagai tempat wisata baru bagi mereka.
Penelitian Relevan
Oleh karena itu, fungsi masjid akan sangat dipengaruhi oleh proses perubahan dan perkembangan sosiologi masyarakat yang menggunakannya. Hasil Penelitian Pariwisata Arifa Budi M “Analisis Permintaan Daya Tarik Wisata Masjid Agung Semarang” juga mempunyai komponen yang sangat kompleks terkait dengan sistem yang lebih besar (pembangunan nasional) dan subsistem lain yang menjadi komponennya. Terlepas dari semua itu, satu hal yang perlu ditambahkan adalah bahwa pariwisata memiliki kompleksitas yang tinggi dan dampaknya sangat rumit dan tidak mudah diukur, bergantung pada konteks yang sangat berbeda dan memerlukan instrumen yang sangat luas untuk memitigasi dampaknya.
Semakin tua seseorang maka semakin banyak aktivitas yang dilakukan seseorang, maka semakin tinggi pula keinginan untuk menyegarkan jiwa dan raga setelah melakukan berbagai rutinitas pekerjaan. Semakin dekat seseorang dengan suatu objek wisata, maka semakin besar pula keinginan orang tersebut untuk berwisata ke objek wisata tersebut. Dan penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini akan mengkaji tentang variabel-variabel yang dapat mempengaruhi jumlah permintaan wisatawan domestik terhadap tempat wisata masjid.
Variabel yang akan diteliti adalah biaya perjalanan ke objek wisata Masjid Raya Semarang, biaya perjalanan ke tempat wisata lainnya (daerah Demak), pendapatan individu, waktu tempuh, waktu luang, umur, fasilitas, karakteristik masyarakat dan keindahan. Gedung Masjid Agung Semarang..
Kerangka Pikir
Tujuan dari keberadaan Masjid Islamic Center Dato Tiro tidak lain adalah sebagai pusat kegiatan keagamaan Islam bagi masyarakat Bulukumba untuk lebih mengaktualisasikan peraturan perundang-undangan dalam program keagamaan yang gagal.
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Informasi Penelitian
- Fokus Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Jenis dan Sumber Data Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
- Jadwal Penelitian
Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Masjid Serbaguna Islamic Center Dato Tiro Kabupaten Bulukumba (Kajian Fungsi Ritual ke Fungsi Sosial). Hasil Wawancara Serbaguna Masjid Islamic Center Dato Tiro Kabupaten Bulukumba (Studi Fungsi Ritual ke Fungsi Sosial).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Bagaimana persepsi Anda terhadap perubahan fungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai destinasi wisata?
Sejarah Berdiirinya Masjid Islamic Center Dato Tiro
Ide Penamaan Masjid Islamic Center Dato Tiro
Struktur Pengurus Masjid Islamic Center Dato Tiro
Secara administratif, Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba dikelola oleh beberapa pengurus, sebagaimana tercantum pada tabel berikut.
Letak Geografis Masjid Islamic Center Dato Tiro
Hasil Penelitian
Faktor penyebab perubahan peningkatan fungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai destinasi wisata di Kabupaten Bulukumba. Menurutnya, Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap orang. Secara umum fungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro adalah sebagai tempat ibadah umat Islam.
Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba juga mempunyai fungsi yang sama dengan fungsi masjid di atas. Setiap pengunjung yang datang biasanya hanya sekedar berfoto dan Masjid Islamic Center Dato Tiro menjadi backdropnya. Masjid Islamic Center Dato Tiro yang merupakan ikon kabupaten Bulukumba harus tetap konsisten fungsinya.
Menurut Anda, faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan fungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro? Tak hanya di hari Jumat, di hari raya Islam banyak orang yang berjualan di Masjid Islamic Center Dato Tiro.