• Tidak ada hasil yang ditemukan

Multiperspektif dari Hukum dan Psikologi

N/A
N/A
Jaziilah mawarni

Academic year: 2024

Membagikan " Multiperspektif dari Hukum dan Psikologi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL KEGIATAN DISKUSI PUBLIK

“KASUS KDRT MENINGKAT

BUKTI ORANG TUA SEMAKIN JAHAT?”

Oleh:

EKSEKUTIF MUDA FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA

2024

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait permasalahan serius Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kami dengan penuh antusias ingin menyelenggarakan Diskusi Publik. Tema diskusi kali ini adalah "Multiperspektif mengenai KDRT" dengan sub tema "Mengenali cara bagaimana menyikapi kasus KDRT ditinjau dari perspektif hukum dan psikologi."

Kami mengambil judul "Kasus KDRT Meningkat Bukti Orang Tua Semakin Jahat?"

untuk merespon isu aktual yang menjadi keprihatinan bersama. Diskusi ini akan memfokuskan pada pemahaman kasus KDRT dari dua perspektif, yaitu hukum dan psikologi.

Dengan penuh harap, kami mengundang partisipasi dan dukungan penuh dari instansi atau pihak yang peduli terhadap isu ini. Semoga diskusi ini dapat memberikan wawasan baru dan menjadi langkah awal dalam penanganan kasus KDRT di masyarakat.

Terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Purwokerto, 2 Januari 2024

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

Contents

A. Dasar Pemikiran ...4

B. Nama Kegiatan ...5

C. Tema Kegiatan ...5

D. Sub Tema ...5

E. Landasan Kegiatan ...5

F. Tujuan Kegiatan ...5

G. Bentuk Kegiatan...5

H. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ...5

I. Sasaran Kegiatan ...6

J. Susunan Kepanitian ...6

K. Renacana Anggaran Biaya ...7

L. Susunan Acara ...8

M. Penutup ...8

(4)

A. Dasar Pemikiran

Eksekutif Muda adalah Program Kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unwiku Kabinet Ruang Cita yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kreatifitas dan kemampuan public speaking agar terlahirnya mahasiswa Fakultas Hukum Unwiku yang siap menjadi bagian dari agen dari sebuah perubahan besar dan siap berkontribusi bagi almamater yang diaplikasikan dalam bentuk program magang atau training dengan periode yang telah ditentukan.

Dasar dari kegiatan ini berangkat dari program kerja akhir dari Eksekutif Muda yang menjadikan syarat keberhasilan program Magang Eksekutif Muda BEM FH Unwiku 2023. Ide serta gagasan yang murni berasal dari Eksekutif Muda ini menjadi tonggak utama dalam melaksanakan program akhir dari Eksekutif Muda ini, sebagai bentuk apresiasi kepada Alamater Fakultas Hukum Unwiku dan dapat bermanfaat bagi mahasiswa Fakultas Hukum Unwiku.

Dasar pemikiran yang mendasari kegiatan diskusi publik ini merangkul kerangka kerja yang kompleks dan mendalam terkait isu yang semakin meresahkan di masyarakat, yaitu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dalam pemilihan tema "Multiperspektif mengenai KDRT," kami merespons kebutuhan mendesak untuk memahami isu ini dari berbagai perspektif yang dapat memberikan pemahaman holistik dan mendalam. Kasus KDRT tidak dapat diisolasi hanya sebagai pelanggaran hukum, melainkan sebagai permasalahan multidimensional yang melibatkan aspek-aspek psikologis dan sosial.

Dalam konteks ini, pemilihan perspektif hukum dan psikologi sebagai fokus utama diskusi memperkuat keyakinan kami bahwa pendekatan multiperspektif adalah kunci untuk menguraikan kompleksitas dan memberikan solusi yang berkelanjutan. Melibatkan praktisi hukum dalam diskusi akan memberikan wawasan mendalam tentang kerangka hukum yang ada, sementara psikolog akan membuka pemahaman terhadap dampak psikologis pada korban dan pelaku KDRT. Pemahaman yang holistik ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tindakan preventif, penanganan kasus yang lebih baik, dan memberikan dukungan yang lebih efektif kepada korban.

Sub tema, "Mengenali cara bagaimana menyikapi kasus KDRT ditinjau dari perspektif hukum dan psikologi," menjadi panduan utama dalam merinci tujuan diskusi. Kami bertujuan untuk memberikan peserta pemahaman mendalam tentang tanda-tanda dan kompleksitas kasus KDRT serta mengajak mereka untuk mengenali berbagai pendekatan yang dapat diambil dari segi hukum dan psikologi dalam menanggapi permasalahan ini.

Pentingnya diskusi ini tidak hanya sebatas pada level akademis, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi aktif dalam perbaikan sosial. Oleh karena itu, dengan sub tema dan judul diskusi yang provokatif, "Kasus KDRT Meningkat Bukti Orang Tua Semakin Jahat?,"

kami berharap dapat mengeksplorasi aspek-aspek yang belum terungkap dari isu ini, serta mendorong partisipasi aktif peserta dalam merumuskan solusi bersama.

Dengan dasar pemikiran yang mendalam ini, kami yakin kegiatan diskusi publik ini bukan hanya sebagai forum refleksi, tetapi juga sebagai wahana konstruktif untuk menjembatani pemahaman dan tindakan dalam menanggapi masalah serius ini dalam masyarakat.

(5)

B. Nama Kegiatan

Diskusi Publik dengan judul “KASUS KDRT MENINGKAT BUKTI ORANG TUA SEMAKIN JAHAT?”

C. Tema Kegiatan

“Diskusi Multiperspektif mengenai KDRT.”

D. Sub Tema

“Mengenali cara bagaimana menyikapi kasus KDRT ditinjau dari perspektif hukum dan psikologi.”

E. Landasan Kegiatan

Landasan kegiatan diskusi ini didasarkan pada beberapa point penting yang melibatkan aspek hukum dan psikologi, serta mengacu pada beberapa landasan hukum yang relevan.

Berikut adalah landasan kegiatan diskusi "Multiperspektif mengenai KDRT":

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT

2. Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) 3. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak

4. Panduan Hukum dan Etika Psikologi F. Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan diskusi dirancang untuk mencapai pemahaman yang mendalam, meningkatkan kesadaran, dan merumuskan solusi konstruktif terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Berikut adalah tujuan utama kegiatan diskusi:

1. Memberikan peserta pemahaman yang komprehensif tentang kasus KDRT melalui pendekatan multiperspektif, khususnya dari sudut pandang hukum dan psikologi.

2. Menguraikan kerangka hukum nasional dan internasional yang mengatur KDRT untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang upaya penanganan dan pencegahan.

3. Memahami dampak psikologis KDRT pada korban dan pelaku, dan bagaimana pendekatan psikologi dapat berkontribusi dalam proses penanganan dan pemulihan.

4. Mengajarkan peserta mengenali tanda-tanda awal dan penyebab KDRT agar dapat meningkatkan kemampuan dalam pencegahan dan penanganan kasus.

5. Memberikan ruang bagi peserta untuk merumuskan solusi inovatif dan strategi preventif, dengan melibatkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan pertanyaan.

6. Membangun jembatan antara akademisi dan praktisi dengan melibatkan praktisi hukum dan psikolog sebagai pembicara, memperkaya perspektif dan pengalaman di lapangan.

G. Bentuk Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi bagi generasi muda dalam mencapai pemahaman yang mendalam, meningkatkan kesadaran, dan merumuskan solusi konstruktif terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), tanya jawab dan praktik.

H. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Diskusi Publik ini akan dilaksanakan pada:

(6)

Hari / Tanggal : Kamis, 11 Januari 2024

Jam : 12.15 s/d selesai

Tempat : Aula Universitas Wijayakusuma I. Sasaran Kegiatan

Kegiatan diskusi publik "Multiperspektif mengenai KDRT" yang akan diselenggarakan bertujuan untuk melibatkan minimal 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, praktisi hukum, dan psikolog. Sasaran melibatkan diversifikasi peserta dari berbagai program studi, mencapai pemahaman multiperspektif sebanyak 40%, dan mendorong partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Keterlibatan praktisi hukum dan psikolog sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan mendalam.

Evaluasi dan umpan balik akan menjadi dasar perbaikan untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

J. Susunan Kepanitian

SUSUNAN PANITIA DISKUSI PUBLIK

“KASUS KDRT MENINGKAT BUKTI ORANG TUA SEMAKIN JAHAT?”

Penanggung Jawab : Bobby Putra Rezky Ramadhani Ketua Panitia : Rafly Cesario Ramadhan

Sekretaris : Hikma Karina

Alkesya Talitha Arsi

Bendahara : Yolinda Riandani

Shabrina Fatmawati Divisi Acara : Lovia Valen

Raikhan Adi Sudrajat Arsya

Dinda

Divisi Kor. Lapangan : Bangun Ridho Fauzi Divisi Humas : Agil Aditya Pangestu

Karel Artur Divisi Konsumsi : Anggun Akhyana

Devica Putri Leestanto Silvy Aulia Fedora Anindita Puspa (BEM)

(7)

Divisi PDD : Khalilla Alya Rosna Anisa

Divisi Perlengkapan : Firman Wany Adzimar Rezky Rifqi Anwar Febrian

Tita Aurelia Ambalika Roi (BEM)

K. Renacana Anggaran Biaya

Untuk kegiatan Diskusi Publik ini dibutuhkan Anggaran dengan rincian sebagai berikut:

RANCANGAN ANGGARAN BELANJA

KEGIATAN DISKUSI MULTIPERSPEKTIF MENGENAI KDRT EKSEKUTIF MUDA FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO

NO. KETERANGAN JUMLAH SATUAN HARGA JUMLAH TOTAL

ITEM SATUAN

I. Kesekretariatan

1. Proposal 2 Bandel Rp 25.000 Rp 50.000

2. Print surat dan amplop - Rp 50.000

Jumlah Rp 100.000

II. Acara

1. plakat 2 item Rp 85.000 Rp 170.000

2. door prize (4 jenis) 4 plastik Rp 50.000 Rp 200.000

3. pemateri 2 - Rp 300.000 Rp 600.000

Jumlah Rp 970.000

III. Perlengkapan

1. Trash Bag 2 Pack Rp 30.000 Rp 60.000

2. Tissue 2 Pack Rp 10.000 Rp 20.000

3. Map 3 Buah Rp 2.000 Rp 6.000

Jumlah Rp 86.000

IV. PDD

1. Banner ( 4m x 3m ) 1 Buah Rp 350.000 Rp 350.000

2. Nyewa Kamera 1 Buah Rp 50.000 Rp 50.000

3. kuota 1 Paket Rp 50.000 Rp 50.000

Jumlah Rp 450.000

V. Humas

1. Bensin 2 Liter Rp 20.000 Rp 20.000

Jumlah Rp 20.000

VI.Konsumsi

1. Air mineral gelas 6 Dus Rp 20.000 Rp 120.000

2. Air mineral botol 5 Botol Rp 5.000 Rp 25.000 3. Snack Kiloan ( 3 jenis ) 3 Plastik Rp 120.000 Rp 360.000

(8)

4. Snack Box 5 Box Rp 10.000 Rp 50.000

5. Piring Plastik 2 Pack Rp 25.000 Rp 50.000

6. Makan Panitia 35 Box Rp 17.000 Rp 595.000

7. Tempat Box Snack 5 Buah Rp 3.000 Rp 15.000

8. Kopi 4 Renceng Rp 15.000 Rp 60.000

9. teh 1 pack Rp 12.000 Rp 12.000

10. Gula 1 Kg Rp 17.000 Rp 17.000

11. Cup gelas 2 Pack Rp 10.000 Rp 20.000

12. Buah 1 Paket Rp 50.000 Rp 50.000

Jumlah Rp 1.374.000

JUMLAH KESELURUHAN Rp 3.000.000

L. Susunan Acara

M. Penutup

Demikian proposal ini kami susun sebaik mungkin sebagai gambaran singkat bentuk, tujuan dan rancangan kegiatan. Akhirnya partisipasi dari semua pihak sangat diperlukan untuk mensukseskan kegiatan ini. Semoga proposal ini menjadi bahan pertimbangan bagi semua pihak yang berkenan membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini. Doa kami semoga segala aktivitas yang kita lakukan senantiasa bernilai ibadah di sisi Allah SWT, dan semoga kita tetap berada dalam golongan orang-orang yang mengikuti perintah agama dan sunnah Rasulullah.

(9)

LEMBAR PENGESAHAN

Nama Kegiatan : Diskusi Publik dengan judul “KASUS KDRT MENINGKAT BUKTI ORANG TUA SEMAKIN JAHAT?”

Tema Kegiatan : “Diskusi Multiperspektif mengenai KDRT.”

Waktu dan Tempat : Kamis, 11 Januari 2024 di Aula Universitas Wijayakusuma

Purwokerto, 2 Januari 2024 PANITIA DISKUSI PUBLIK

EKSEKUTIF MUDA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA

Ketua Pelaksana Sekretaris

RAFLY CESARIO RAMADHAN HIKMA KARINA

NPM. 23110111738 NPM. 23110111686

Menyetujui, DEKAN III

DR. H. AGOES DJATMIKO, S.H.,M.H NIS. 6100711049

Mengetahui,

Penanggung Jawab Menteri PM

BOBBY PUTRA REZKY R. ANNISA LOURA ASSIDIQIYYA

NPM. 21110111236 NPM. 21110111101

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui proses-proses perlindungan hukum yang diberikan pada istri sebagai korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di

Tujuan teoretis: untuk memberikan analisis ilmiah di bidang Hukum Keluarga Islam terhadap penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Badan Keluarga

Dengan pertolongan Allah SWT dan usaha sungguh-sungguh penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul: Nusyuz Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Hukum

Dari data yang diperoleh dari Kepolisian Resort Batanghari jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tahun 2020 berjumlah 5 dan pada tahun 2021 mengalami

seperti data laporan kekerasan dalam rumah tangga di BPPKB-PA dari Kabupaten Merangin, terdapat 7 (tujuh) kasus KDRT, dan kasus KDRT yang terjadi di Kabupaten Batanghari.

Banyak kasus KDRT belum terungkap; Banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi khususnya di Kota Mataram dikarenakan belum adanya laporan yang masuk

Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui proses-proses perlindungan hukum yang diberikan pada istri sebagai korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di

Skripsi yang berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Istri Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) Menurut UU No 23 Tahun 2004 dan Hukum Islam (Studi Kasus di Kelurahan