• Tidak ada hasil yang ditemukan

Musyawaroh - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Musyawaroh - Spada UNS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh :

Musyawaroh

Prodi Magister Arsitektur

(2)
(3)

Menurut wujud atau bentuknya kebudayaan dibagi dari yang

abstrak sampai ke yang kasat. JJ. Honigman dalam Koentjaraningrat (2005) membagi wujud kebudayaan tersebut dalam 3 bagian, yakni:

• Sistem Kebudayaan (Cultural System) yang bersifat abstrak berupa nilai atau pandangan hidup,

• Sistem Sosial (Sosial system) yang berupa pola kegiatan yang sifatnya lebih konkrit serta

• Kebudayaan Fisik (Physical Culture) berupa peralatan, perabot dan bangunan yang sifatnya paling konkrit.

Masing-masing bentuk kebudayaan tersebut berkaitan erat satu

sama lain.

(4)

PERMUKIMAN WARGA

TERDAMPAK ERUPSI MERAPI 2010

Zona merah Merapi

Sumber : https://geologi.co.id/2010

• Pada tanggal 26 Oktober 2010 pukul 17.02 Gunung Merapi meletus, dengan mengeluarkan semburan awan panas (wedhus gembel) dengan ketinggian 1,5 km

(saungweb.blogspot.com, 27 Oktober 2010).

• Warga yang tinggal di lereng Merapi wilayah Sleman DIY dan Magelang Jateng, rumah dan lingkungannya rusak diterpa lahar dan awan panas. Sampai saat ini warga terdampak Merapi masih ditempatkan di Hunian

Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) yang telah disediakan oleh pemerintah

(5)
(6)

Menurut data dari BNPB 2010, jumlah korban yang meninggal dunia 151 orang, 135 orang di DIY dan 16 orang di Jateng dan total pengungsi mencapai 320.090 jiwa. Letusan Merapi merusak 291 rumah (kompas.com, 9 November 2010).

Pasca bencana, Pemerintah, Dinas terkait, Perguruan Tinggi dan Pihak Swasta pada akhir tahun 2010 telah membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi korban di Desa Argomulyo, Desa Umbulharjo dan Desa Gondang Kecamatan Cangkringan, Sleman (Agung, 2010 dan Satria AN, 2010).

Pada tahun 2012, BPBD membongkar Huntara digantikan dengan Huntap yang lebih berkualitas dan permanen sesuai dengan Surat Perintah dari BPBD Jateng awal Desember 2012 (timlo.net, 10 Desember 2012).

Sekitar 227 KK memilih mengikuti program relokasi mandiri di tanah milik sendiri dan sebagian lainnya ada yang pindah ke luar kota (demikian informasi dari Kepala Desa Kepuharjo dalam Kedaulatan Rakyat 18 Mei 2012).

Pembangunan huntap tersebut dilakukan pemerintah bekerjasama dengan REKOMPAK-JRF.

Di sekitar huntap akan dibangun kandang sapi komunal. Huntap dibangun dengan konsep

agro forestry sederhana dan eco housing.

(7)
(8)

HUNTARA

KEPURUN

(9)

Huntap Batur

Berpenduduk 349 jiwa

194 KK

Jumlah rumah 81

Musyawaroh dkk., 2013

(10)
(11)

Berdasarkan standar luas open space yang dibutuhkan untuk Huntap batur adalah : 349 x 0,3 = 104,7 m2

Total luasan open space di huntap Batur adalah + 3.847,2 m2

Sarana pendidikan (PAUD), Masjid telah tersedia , belum ada gedung serbaguna (pembangunan belum selesai)

(12)

Telah tersedia toko & warung

Telah diberi bantuan sapi, tapi sebagian belum ada kandangnya

Belum ada bangunan koperasi susu

Telah tersedia tempat pengepul sampah, tidak terkelola dengan baik

Belum ada biophori

Belum ada sumur resapan

Jaringan drainasi sudah baik

Jaringan listrik dan air bersih sudah baik

Belum ada tempat pengolahan limbah domestik

(13)

Huntap Karang Kendal

Berpenduduk 220 jiwa

83 KK

Jumlah rumah 67

Musyawaroh dkk., 2013

(14)
(15)

Berdasarkan standar luas open space yang dibutuhkan untuk Huntap batur adalah : 220 x 0,3 = 66 m2

Total luasan open space di huntap Batur adalah + 3006,9 m2

Sarana pendidikan (PAUD), Masjid, gedung serbaguna, koperasi susu

(16)

Sampah dikelola secara mandiri dan sudah baik

Belum ada biophori

Belum ada sumur resapan

Jaringan drainasi sudah baik

Jaringan listrik dan air bersih sudah baik

Belum ada tempat pengolahan limbah domestik

Telah tersedia toko & warung

Belum dapat batuan sapi tapi kandang sudah jadi

Sudah ada bangunan koperasi susu

(17)

7 unsur kebudayaan

1. Sistem Religi

Sebagian besar masyarakat beragama Islam

Masih melakukan acara labuhan sedekah gunung

2. Sistem organisasi kemasyarakatan

Gotong royong

Rembuk warga

3. Sistem pengetahuan

Mengolah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk kendang

Bank sampah

4. Sistem mata pencaharian

Mata pencaharian awal sebagai petani & peternak sapi

Mata pencaharian saat ini peternak sapi (bantuan Pemerintah), penambang pasir, volcano tour, petani (sawah/kebun di zona merah)

(18)

5. Sistem teknologi

Tipe rumah sudah ditentukan oleh KemenPU

Struktur konstruksi perbaikan lahan menggunakan system struktur modern yg ekologis

Menggunakan material sisa rumah awal yg masih bisa digunakan

6. Bahasa

Bahasa Jawa dialek Yogya

7. Kesenian

Jathilan, topeng ireng ,ketoprak

Kesenian tradisional Serandul

(19)

Wujud kebudayaan

1. Sistem Kebudayaan (Cultural System)

Perpindahan warga ke Huntap dengan iring-iringan kirab warga berpakaian adat Jawa (diiringi gamelan) dengan membawa satu gunungan.

(https://edukasi.kompas.com/read/2013/05/11/08345336/~Regional~Jawa

Sedekah gunung → sebagai wujud rasa syukur (https://jatengprov.go.id/beritadaerah/ritual- sedekah-gunung-merapi/)

2. Sistem Sosial (Sosial system)

Gotong royong

Kekerabatan

Perubahan mata pencaharian

Adaptasi lingkungan

3. Kebudayaan Fisik (Physical Culture)

Menghuni unit rumah kopel

Memahami siste bangunan tahan gempa

(20)

Referensi

• Musyawaroh dkk., 2013. Model Penataan Lingkungan REKOMPAK

Hunian Tetap (Huntap) Warga Terdampak Erupsi Merapi 2010 Yang

Ekologis, Aman, Nyaman dan Produktif (Eco-Livelihood), Penelitian

Hibah Madya DIPA BLU UNS, unpublished.

Referensi

Dokumen terkait

S.; Email: [email protected] Manuscript submitted: 27 July 2021, Manuscript revised: 09 Oct 2021, Accepted for publication: 18 Nov 2021 1308 Female University Teachers’ Realizations