• Tidak ada hasil yang ditemukan

2200029033 NABILA SONYA ARIANA E PERTEMUAN KE-8

N/A
N/A
onya

Academic year: 2025

Membagikan "2200029033 NABILA SONYA ARIANA E PERTEMUAN KE-8"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI KESEHATAN PERTEMUAN KE-8

BEKERJA DENGAN ATRIBUT PETA

Dosen Pengampu Golongan: Prof., Sulistyawati, S.Si., MPH., Ph.D.

Disusun oleh :

Nama : Nabila Sonya Ariana NIM : 2200029033

Golongan : E

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA

2025

(2)

A. TUJUAN

1. Mahasiswa mampu melakukan input data atribut di peta.

2. Mahasiswa mampu menampilkan hasil data atribut.

3. Mahasiswa mampu melayout peta hasil data atribut.

B. TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk memproses data yang memiliki referensi spasial atau lokasi geografis. Sistem ini berfungsi untuk mengumpulkan, memverifikasi, menggabungkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data yang berkaitan dengan permukaan bumi. Teknologi GIS menggabungkan fungsi-fungsi umum dalam basis data seperti pencarian data (query) dan analisis statistik dengan kemampuan visualisasi dan analisis spasial yang khas dari pemetaan. Keunikan inilah yang membedakan GIS dari sistem informasi lainnya, menjadikannya alat yang bermanfaat bagi berbagai pihak dalam memahami suatu peristiwa, menyusun strategi, serta meramalkan kondisi di masa depan (Perrina, 2021).

Quantum GIS (QGIS) adalah sistem informasi geografis (GIS) sumber terbuka dan lintas platform yang dapat berjalan di sejumlah sistem operasi, termasuk Linux.

QGIS juga mampu bekerja dengan paket aplikasi komersial terkait. QGIS menyediakan semua fitur dan fungsi yang diperlukan untuk pengguna GIS umum, dengan menggunakan plugin dan fitur dasar, dimungkinkan untuk memvisualisasikan peta kemudian mengedit dan mencetaknya sebagai peta yang sudah jadi. Pengguna dapat menggabungkan datanya untuk dianalisis, diedit, dan dikelola sesuai dengan keinginan dan kreativitas (Setiyowati et al., 2021).

Quantum GIS (QGIS) salah perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis open source. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, mengeksplorasi, mengintegrasikan, dan menganalisis informasi tentang permukaan bumi. Pada dasarnya istilah sistem informasi geografis menggabungkan tiga elemen utama: sistem, informasi, dan geografi. QGIS bertujuan untuk menjadi GIS untuk menampilkan data GIS dan menyediakan fungsi dan fitur yang umum. QGIS adalah perangkat lunak pemetaan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pengolahan data spasial, pembuatan peta tematik, dan perencanaan tata ruang. QGIS memiliki fitur-fitur dan

(3)

fungsi yang lengkap, sehingga dapat digunakan oleh pengguna GIS pada umumnya (Aliya Raihana et al., 2024).

C. ALAT DAN BAHAN 1. Laptop/Komputer

2. Data Kependudukan Yogyakarta 3. QGIS

D. CARA KERJA

1. Buka Peta yang akan ditambahkan atributnya.

2. Arahkan ke lokasi file (cek ke folder praktikum). Pilihlah file dengan nama 3401000000poly. Pastikan yang anda pilih adalah yang POLY bukan LINE.

3. Jika tampilan window ini keluar, Pastikan WGS 84. Tekan OK.

4. Kemudian akan muncul tampilan peta.

5. Buka table atribut, klik kanan pada layer nama vector open atribut table.

6. Akan tampil table atribut.

7. Pada menu table tersebut. Klik edit mode dengan menekan toggle editing mode.

8. Setelah itu tekan new field.

9. Akan muncul beberapa parameter yang harus diisi Nama: Masukkan nama field yang diinginkan Jum Pend Comment Per Kec Type, karena angka maka pake integer pilih yang 64 bit Length, ini adalah maksimal karakter angka yang akan diisikan 6. Lalu tekan OK.

10. Masukkan data Kulonprogo per kecamatan berdasarkan data real yang ada. Masuk ke link: https://kependudukan.jogjaprov.go.id/ lalu sesuaikan dengan query.

11. Tekan save edit, lanjutkan menekan toggle editing mode.

Μenampilkan Atribut Di Peta

Label pada peta diberikan berdasarkan atribut yang ada di dalam tabel atribut.

1. Memberi nama kecamatan : Pada peta tesebut klik 2x pada layer vector.

2. Pada kolom atas pilih show label for this layer.

3. Pada kolom dibawahnya pilih nama label sesuai yang diinginkan. Kasus kita adalah nama Kecamatan. Tekan apply lalu ok.

4. Akan muncul nama kecamatan.

(4)

5. Untuk mengganti warna background peta: tekan 2x pada layer, style, klik kotak warna, pilih sesuai keinginan, apply kemudian ok.

6. Peta akan berubah warna.

7. Memunculkan legenda jumlah penduduk.

a. Masuk ke property layer Style Masukkan graduated.

b. Pada column sesuaikan nama field akan kita tampilkan Jum Pend.

c. Pada color ramp masuukkan gradasi warna yang diinginkan misal orang.

d. Jumlah kelas bisa disesuaikan misal 5.

e. Klik classify.

f. Beri keterangan sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi.

g. Kemudian klik OK.

E. HASIL

Figure 1. Peta Jumlah Penduduk per Kecamatan Kabupaten Kulonprogo Tahun 2021

Interpretasi: Berdasarkan Figure 1, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk terbanyak (sangat tinggi) per Kecamatan di Kota Yogyakarta Tahun 2021 adalah di kecamatan Pengasih, Sentolo dan Wates, sedangkan jumlah penduduk sangat rendah adalah di kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Temon dan Girimulyo.

(5)

Figure 2. Peta Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Bantul Tahun 2021

Interpretasi: Berdasarkan Figure 2, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk terbanyak (sangat tinggi) per Kecamatan di Kabupaten Bantul Tahun 2021 adalah di Kecamatan Kasihan, Sewon dan Banguntapan, sedangkan jumlah penduduk sangat rendah adalah di Kecamatan Pajangan, Dlingo, Bambang Lipuro, Pundong, Kretek, Sanden, Srandakan.

Figure 3. Peta Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2021

Interpretasi: Berdasarkan Figure 3, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk terbanyak (sangat tinggi) per Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2021 adalah di Kecamatan Wonosari, sedangkan jumlah penduduk sangat rendah adalah di Kecamatan Gedang Sari, Ngawe, Patuk, Nglipar, Paliyan, Panggang, Sapto Sari, Tepus dan Rongkop.

(6)

Figure 4. Peta Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sleman

Interpretasi: Berdasarkan Figure 4, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk terbanyak (sangat tinggi) per Kecamatan di Kabupaten Sleman Tahun 2021 adalah di Kecamatan Depok, sedangkan jumlah penduduk sangat rendah adalah di Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Minggir dan Moyudan.

Figure 5. Peta Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kota Yogyakarta Tahun 2021

Interpretasi: Berdasarkan Figure 5, dapat diketahui bahwa jumlah penduduk terbanyak (sangat tinggi) per Kecamatan di Kota Yogyakarta Tahun 2021 adalah di Kecamatan Umbulharjo, sedangkan jumlah penduduk sangat rendah adalah di Kecamatan Kraton, Gondomanan dan Danurejan.

(7)

F. PEMBAHASAN

Data sistem informasi geografis adalah salah satu komponen krusial dan penting. Di dalam SIG terdapat dua jenis data yaitu data spasial dan data atribut/non spasial. Data spasial adalah data yang menggambarkan suatu dimensi ruang. Beberapa tipe data spasial antara lain titik, garis, tasi grafis yang paling sederhana. Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasi di atas peta dan dapat ditampilkan pada layar monitor. Pada skala tertentu biasanya titik digunakan untuk menggambarkan letak suatu kota, letak suatu bangunan atau ojek-objek lainnya. Format titik memiliki ciri-ciri yaitu koordinat tunggal, tanpa panjang, tanpa luasan. Contoh dari format titik lokasi kecelakaan, letak pohon, lokasi gedung. Garis merupakan bentuk linier yang akan menghubungkan beberapa titik atau paling sedikit dua titik. Biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu objek berdimensi satu. Contoh penggunaan garis pada SIG adalah jaringan jalan, jaringan saluran air, jaringan telepon dan lain sebagainya.Format garis memiliki ciri-ciri yaitu koordinat titik awal dan akhir, mempunyai panjang, tanpa luasan. Contoh dari format garis : jalan, sungai. Bentuk poligon biasanya digunakan untuk mempresentasikan suatu objek berdimensi dua.

Suatu wilayah penggunaan lahan suatu tempat adalah entitas yang umumnya digambarkan dengan bentuk poligon. Format poligon memiliki ciri-ciri yaitu koordinat dengan titik akhir sama dengan titik awal, mempunyai panjang, mempunyai luasan.

Contoh dari format poligon : persil tanah, wilayah,tutupan lahan dan lain-lain (Hamdani

& Utomo, 2021).

Data atribut adalah data yang mendeskripsikan data spasial. Biasanya data atribut adalah data berbentuk teks. Data atribut dapat dideskripsikan dengan dua cara, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Dalam deskripsi kualitatif maka data atribut akan mendeskripsikan tipe atau klasifikasi suatu objek. Sedangkan secara kuantitatif, data atribut akan dideskripsikan berdasarkan tingkatan (Wibowo et al., 2021). Data atribut biasanya berisi tentang informasi-informasi dari objek data spasial. Data ini biasanya dalam bentuk tabular yang melekat atau terhubung dengan data spasial. Biasanya data ini berupa data luas wilayah, kepadatan penduduk, pendapatan, dan lain sebagainya (Wardani et al., 2021).

Kepadatan jumlah penduduk dapat memperburuk kompetisi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perebutan lapangan pekerjaan, akses terhadap pendidikan, perumahan, dan layanan kesehatan. Ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dan ketersediaan sarana prasarana menyebabkan sebagian masyarakat tidak

(8)

memperoleh pendidikan yang layak, tempat tinggal yang memadai, atau pelayanan kesehatan yang optimal. Dampaknya, angka pengangguran meningkat, kawasan kumuh bertambah, serta kriminalitas dan angka kemiskinan turut mengalami eskalasi. Dalam jangka panjang, tekanan terhadap lingkungan juga makin besar, ditandai dengan peningkatan polusi dan kerusakan ekosistem. Semua kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepadatan penduduk berperan besar dalam menurunkan kualitas hidup masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pendapatan (Christiani, 2021).

Kepadatan penduduk yang tinggi juga berkontribusi secara signifikan terhadap penurunan derajat kesehatan masyarakat, baik dari segi penyakit menular maupun tidak menular. Dalam hal penyakit menular, populasi yang padat memudahkan penularan virus respiratori dan kuman melalui saluran pernapasan dan fecal oral, seperti TB, influenza, dan COVID-19. Overcrowding atau kepadatan berlebihan juga meningkatkan risiko kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, bahkan gangguan tidur. Sementara itu, dari perspektif penyakit tidak menular, data sistematik di negara maju menunjukkan bahwa kepadatan tinggi berkait dengan peningkatan insiden kanker, penyakit jantung, dan PPOK, yang disebabkan oleh polusi udara dan struktur lingkungan perkotaan yang kurang sehat . Misalnya, sebuah studi di Provinsi Opole, Polandia, menemukan bahwa setiap kenaikan kepadatan 1.000 jiwa/km² meningkatkan risiko kanker hingga 13% pada pria dan 16% pada Wanita (Chawinska et al., 2015).

Selain itu, desain ruang perkotaan yang padat dan minim ruang hijau berpotensi memicu obesitas dan tekanan darah tinggi, sedangkan wilayah yang layak berjalan (walkable) dapat menurunkan risiko hipertensi. Dengan demikian, kepadatan penduduk menjadi indikator penting yang mencerminkan tekanan lingkungan dan sosial terhadap kesehatan, menunjukkan bahwa strategi perencanaan kota, termasuk pengurangan kepadatan berlebih, peningkatan ruang terbuka hijau, dan pengendalian polusi, merupakan intervensi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

(9)

G. KESIMPULAN

1. Melakukan input data atribut di peta dapat dilakukan dengan Langkah pertama yaitu, buka table atribut kemudian klik kanan pada layer nama vector open atribut table. Akan muncul tampilan table atribut, lalu pada menu table tersebut, klik edit mode dengan menekan toggle editing mode, setelah itu tekan new field, akan muncul beberapa parameter yang harus diisi.

2. Menampilkan hasil data atribut dapat dilakukan dengan langkah pertama yaitu, Memberi nama kecamatan : pada peta klik 2x pada layer vector kemudian pada kolom atas pilih show label for this layer. Pada kolom dibawahnya pilih nama label sesuai yang diinginkan. Kasus kita adalah nama Kecamatan. Tekan apply lalu OK, Selanjutnya akan muncul nama kecamatan.

3. Melayout peta hasil data atribut dapat dilakukan dengan Langkah Langkah berikut klik Item Properties untuk mengatur detail seperti ukuran, font, posisi, dan gaya dari setiap elemen.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Aliya Raihana, Zaky Ahmad Faisal, Muhammad Fiqih, Irna Aulia, Muhamad Yazid Imani, &

Walidatush Sholihah. (2024). Pemanfaatan Aplikasi Qgis Untuk Pemetaan Toko Obat Hama. JSiI (Jurnal Sistem Informasi), 11(1), 10–14.

https://doi.org/10.30656/jsii.v11i1.7901

Chawinska, E., Tukiendorf, A., & Miszczyk, L. (2015). Interrelation between population density and cancer incidence in the province of Opole, Poland. Wspolczesna Onkologia, 18(5), 367–370. https://doi.org/10.5114/wo.2014.44122

Christiani, C. (2021). Permasalahan Permasalahan dalam kajian ini. 102–114.

Hamdani, M. A., & Utomo, S. (2021). Sistem Informasi Geografis (Sig) Pariwisata Kota Bandung Menggunakan Google Maps Api Dan Php. Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 11(1). https://doi.org/10.56244/fiki.v11i1.389

Perrina, M. G. (2021). Literature Review Sistem Informasi Geografis (SIG). Journal of Information Technology and Computer Science, 10(10), 1–4.

https://www.researchgate.net/publication/354704876

Setiyowati, R., Sutanto, Saputro, D. R. S., & Widyaningsih, P. (2021). PELATIHAN

PEMBUATAN PETA DIGITAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DESA REJOSO. Aptekmas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4), 51–56.

Wardani, N. H., Abidin, Z., Intyas, C. A., & Indrayani, E. (2021). Sistem Informasi Manajemen Perikanan. Universitas Brawijaya Press.

Wibowo, K. M., Kanedi, I., & Jumadi, J. (2021). Sistem Informasi Geografis (Sig)

Menentukan Lokasi Pertambangan Batu Bara Di Provinsi Bengkulu Berbasis Website.

Jurnal Media Infotama, 11(1), 223–260.

Referensi

Dokumen terkait