• Tidak ada hasil yang ditemukan

Najmi Azizah Ulayya 210103110103 outline Jurnal

N/A
N/A
Najmi Azizah

Academic year: 2025

Membagikan "Najmi Azizah Ulayya 210103110103 outline Jurnal"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas 5 di SDI Almaarif 01 Singosari

Najmi Azizah Ulayya

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; Jln. Gajayana No. 50 Malang, (0341) 551354

E-mail: [email protected]

Abstract. This research aims to identify and analyze mathematics learning difficulties experienced by fifth grade students at SDI Almaarif 01 Singosari. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews and diagnostic tests.

The research results show that students' difficulties in learning mathematics are caused by internal and external factors such as a lack of understanding of basic concepts, low learning motivation, and ineffective teaching methods. The implication of this research is the need for more innovative and interactive learning strategies to increase students' understanding and interest in learning mathematics.

Keywords. Difficulty learning; Mathematics; Grade 5 Students.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes diagnostik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika pada siswa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal seperti kurangnya pemahaman konsep dasar, motivasi belajar yang rendah, dan metode pengajaran yang kurang efektif.

Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman dan minat siswa dalam belajar matematika.

Kata Kunci. Kesulitan Belajar; Matematika; Siswa Kelas 5.

PENDAHULUAN

Rendahnya prestasi belajar matematika siswa di kelas V SDI Almaarif 01 Singosari menjadi perhatian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Matematika merupakan mata pelajaran yang fundamental namun seringkali dianggap sulit oleh siswa.

Kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika dapat berdampak negatif pada hasil belajar siswa. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika, terutama pada konsep-konsep dasar yang penting.

Matematika adalah ilmu yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai bidang ilmu pengetahuan lainnya. Pemahaman yang baik terhadap matematika sejak dini akan membantu siswa dalam menghadapi tantangan akademik di masa depan. Oleh karena itu, sangat

(2)

penting untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari, yang menunjukkan adanya kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar matematika.

Berdasarkan pengamatan awal, beberapa pertanyaan utama muncul terkait dengan masalah ini. Pertama, kesulitan belajar matematika apa saja yang dialami oleh siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari? Kedua, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan belajar matematika pada siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari? Ketiga, solusi apa yang dapat diterapkan untuk mengatasi kesulitan belajar matematika pada siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari? Dengan menjawab pertanyaan- pertanyaan ini, diharapkan dapat ditemukan pemahaman yang lebih mendalam tentang penyebab kesulitan belajar dan cara-cara untuk mengatasinya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan solusi yang efektif dalam mengatasi kesulitan belajar matematika tersebut. Dengan demikian, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, guna meningkatkan pemahaman dan minat siswa dalam belajar matematika.

METODE

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika.

Penelitian ini dirancang dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan belajar matematika siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes diagnostik.

Instrumen Penelitian:

1. Observasi: Dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran matematika di kelas dan mencatat kesulitan yang dialami siswa selama pembelajaran.

2. Wawancara: Dilakukan dengan siswa, guru, dan orang tua untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika.

3. Tes Diagnostik: Digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan spesifik yang dialami siswa dalam memahami konsep-konsep matematika.

Prosedur Penelitian:

1. Persiapan: Mengumpulkan data awal mengenai prestasi belajar matematika siswa dan memilih subjek penelitian.

(3)

2. Pengumpulan Data: Melakukan observasi, wawancara, dan tes diagnostik.

3. Analisis Data: Menganalisis data yang diperoleh dengan teknik analisis deskriptif untuk mengidentifikasi pola dan tema utama.

4. Pelaporan: Menyusun laporan penelitian berdasarkan hasil analisis data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar matematika seperti operasi bilangan, pecahan, dan geometri. Kesulitan ini disebabkan oleh beberapa faktor:

1. Kurangnya Pemahaman Konsep Dasar: Banyak siswa belum menguasai konsep dasar yang diperlukan untuk memahami materi yang lebih kompleks.

2. Motivasi Belajar yang Rendah: Siswa cenderung kurang termotivasi dalam belajar matematika karena menganggapnya sulit dan tidak menarik.

3. Metode Pengajaran yang Kurang Efektif: Metode pengajaran yang kurang variatif dan tidak interaktif membuat siswa cepat bosan dan sulit memahami materi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar matematika seperti operasi bilangan, pecahan, dan geometri. Kurangnya pemahaman konsep dasar ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memecahkan soal- soal yang lebih kompleks. Selain itu, rendahnya motivasi belajar siswa juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika.

Banyak siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga mereka kurang termotivasi untuk belajar.

Metode pengajaran yang kurang efektif juga menjadi salah satu penyebab kesulitan belajar matematika. Guru seringkali menggunakan metode pengajaran yang monoton dan tidak interaktif, sehingga siswa cepat merasa bosan dan kurang tertarik untuk belajar. Penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif juga membuat siswa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika.

Untuk mengatasi kesulitan belajar matematika, diperlukan perubahan dalam strategi pembelajaran. Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain:

1. Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Metode ini dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan cara yang lebih menyenangkan dan kontekstual.

2. Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif: Media pembelajaran yang menarik dan interaktif dapat membantu siswa lebih mudah memahami konsep-konsep matematika.

3. Pemberian Bimbingan Belajar Tambahan: Siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika dapat diberikan bimbingan belajar tambahan untuk membantu mereka memahami konsep-konsep yang sulit.

(4)

Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru perlu menggunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang variatif dan interaktif untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Selain itu, guru juga perlu memberikan dukungan dan motivasi yang lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika.

SIMPULAN

Kesulitan belajar matematika pada siswa kelas V di SDI Almaarif 01 Singosari disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kurangnya pemahaman konsep dasar dan rendahnya motivasi belajar siswa. Faktor eksternal meliputi metode pengajaran yang kurang efektif dan penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Berikut adalah beberapa saran yang ada:

1. Bagi Guru: Perlu lebih memperhatikan variasi metode pembelajaran dan memberikan motivasi yang lebih kepada siswa. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek dan media pembelajaran interaktif untuk membantu siswa memahami konsep- konsep matematika dengan cara yang lebih menyenangkan.

2. Bagi Sekolah: Menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang mendukung pembelajaran interaktif. Sekolah juga perlu memberikan pelatihan kepada guru untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran.

3. Bagi Orang Tua: Memberikan dukungan dan motivasi belajar di rumah. Orang tua dapat membantu anak-anak mereka dengan memberikan bimbingan belajar tambahan dan memotivasi mereka untuk belajar matematika dengan cara yang menyenangkan.

REFERENSI

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Revisi ed.). Jakarta: Rineka Cipta.

Kemendikbud. (2016). Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mulyasa, E. (2013). Kurikulum berbasis kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rusman. (2010). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

(5)

Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta:

Kanisius.

Trianto. (2011). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Widodo, S. (2012). Pembelajaran matematika dengan media. Malang: UIN- Malang Press.

Referensi

Dokumen terkait

Rendahnya prestasi matematika siswa dapat disebabkan kurangnya pemahaman konsep yang diterima oleh siswa yang menyebabkan kesulitan bagi siswa untuk melanjutkan materi pada

Dewasa ini sering kita lihat banyak anak-anak yang mengalami kemunduran dan kesulitan dalam belajar. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor internal dan

(4) Semakin baik integrasi faktor eksternal (khususnya pola asuh demokratis dan fasilitas belajar) dan faktor internal (khususnya konsep diri matematika dan minat belajar

BAB II KESULITAN BELAJAR, FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR, FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISTEM HORMON, TES PEMAHAMAN KONSEP, TES BERPIKIR LOGIS, SISTEM HORMON

Rendahnya hasil belajar matematika dipengaruhi oleh banyak faktor, baik secara internal maupun secara eksternal. Penyebab yang memungkinkan rendahnya hasil belajar adalah

Adapun Faktor penyebab terjadinya sengketa tersebut ada 2 (dua) faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi : kurangnya pemahaman

Kesulitan belajar ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan dasar atas bahan yang dipelajari berupa pemahaman dan keterampilan dalam menganalisis, menghitung

Faktor internal siswa mengalami kesulitan belajar tematik yakni; 1 Kurangnya motivasi belajar siswa dimana mereka enggan menyimak penyampaian guru dan dalam pembelajaran tidak serius