• Tidak ada hasil yang ditemukan

NASKAH DRAMA “ MALIN KUNDANG”

N/A
N/A
rizki widiastuti

Academic year: 2023

Membagikan "NASKAH DRAMA “ MALIN KUNDANG”"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH DRAMA

“ MALIN KUNDANG”

Lagu Pengantar...

Narator : “Alkisah diceritakanlah Malin Kundang yang meninggalakan ibunya setelah sekian lama pergi, akhirnya berjumpa...Di suatu desa yang indah terjadilah sebuah pertemuan yang tidak diduga. Penasaran dengan ceritanya kan?

Sama..mari kita saksikan!”

Pedagang cabe 1,2,3 :” cabe, cabe, cabe, cabe” ( suara orang lari)

Ibu MK : “berapa sekilo?”

Pedagang cabe 1 : “untuk ibu cuma 50 ribu saja”

Ibu : “mahalll”

Pedagang cabe 3 : “30 ribu bu cabenya, ini cabe Australia, cabe Afrika, cabe india, cabe-cabean”

Pedagang cabe 1 : “15 ribu bu”

Narator : “3 ribu, 3 ribu, 3 ribu bu buat makan, belum makan dari kemarin bu”

Pedagan cabe 1 :” dipilih, dipilih bu, cabenya manis-manis” (dengan wajah memohon)

Ibu MK : “cabe, ko manis?”

Pedagang cabe 1 :” loh bukan cabenya yang manis, tapi ibu yang manis.”

Ibu Mk : “Ah, bisa aja kamu, “(sambil senyum-senyum) Malin Kundang :” istriku?”

Istri MK : “iiih lama banget sih panas tau?” (sambil payungan pakai kacamata hitam)

Ibu MK : “Malin apakah itu kamu?”

Malin Kundang : “kamu nanya? Kamu bertanya- tanya?” Iiih iih kamu tu juga siapa? (dengan wajah sinis) Ibu MK : “OMG, Hello. I am Your Mom, tidakkah kamu ingat?”

Pedagang cabe 1 : “bu, bu cabenya jadi gak?”

Ibu MK : “malin kemana saja kamu, Nak? Sudah lama kita tidak bersua. Instagram ga di tag, facebook ga di chat, whatshapp ga di balas?”

Istri Mk : “beb, beb, siapa siah? SKSD banget sih!”

Ibu MK : “hello ai maminya, lo siapa ? tukang pijatnya ya, heee heee”

Istri MK :” gue istrinya Tau! Beb ini benar ibumu? Aku gak mau ya beb punya mertua kaya dia, ihhh alay banget coba lihat aja alisnya norak begitu, iiih norak banget sih.”

Malin Kundang : “eh kamu jangan kebangetan ya, aku tidak mengenal kamu, ibu ku sudah mati!! “(suara petir) Pedangan cabe 1 : “astaga, cabeku terguncang!”

Pedagang cabe 2 : “astaga, cabeku kaget!”

Pedagang cabe 3 :” astaga, cabenya keselek !”

Istri MK : “kalau kamu memang ibunya mana buktinya?”

Ibu MK : “lihatlah bekas luka bakar yang ada di tangan kirimu, itu bekas luka karena terkena setrikan mami”

Malin Kundang : “Alaaah pokoknya, kamu bukan ibuku!!” (lagu sial Mahalini versi dangdut) Ibu MK : “ok, fine, bagaimana kalau kita Tes DNA?”

Mario Teduh : ”sudah, sudah. Sahabat saya yang super. Kelurga adalah hal berharga yang kita miliki.. betul, keluarga yang super.”

Ibu MK : “betul, betul sekali Pak Mario Teduh”

Mario Teduh : “ehmmm”

(2)

Ibu MK : “aku ingin bertanya Pak?”

Mario Teduh : “pertanyaan yang super?”

Ibu MK : “belum- belum Pak.” ( sambil di pukul/ dikemplang)

“Pak dia sudah saya rawat daei kecil hingga besar, sekarang sudah lupa bagaimana pak?”

Mario Teduh :” iya-iya, ibu harus sabar dan kuat”

Malin Kundang :” alah pokoknya kau bukan ibuku!!”

Ibu MK : “Malin ini ibu, percayalah?”

Malin Kundang : “Aaaaah pergi kau” ( mendorong ibunya) Pedagang cabe 3 : bu, berat bu!

Ibu Mk : “Malin, sudah habis kesaburan ibu, kalau kamu tidak mengakui ibu sebagai ibumu. Ku kutuk kau menjadi batu “( suara petir menyambar)

Malin Kundang : “alah hari gini masih percaya sama kutukan, silahkan saja!!”

Ibu Mk : “Malin!!!”

Malin Kundang : “mana, mana kutukannya?” haaa haaa Ibu MK : “Malin Ku kutuk kau!”

Malin Kundang : “aduh-aduh kakiku keinjak!!”

Istri MK :” Upss, Maaf beb”

Ibu MK : “baik satu kali lagi ku kutuk kau menjadi batu! “( suara petir) Malin Kundang : “kenapa ini aaaaa”

Pedagang cabe 1 : “cabeku membatu”

Pedagang cabe 2 : “cabeku tidak laku”

Istri Mk : “suamiku jadi batu!!!”

Ibu MK : “malin, malin ibu Cuma bercanda, Malin. Malin2 anakkku”( sedih , menangis)

Dan akhirnya begitulah kisah legenda Si Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu karena sudah durhaka kepada Ibunya.

Pesan cerita sayangilah kedua orangtua kita sampai kapanpun. Sekian dan terimaksih . sampai jumpa!!

Pemeran

1. Narator : Nayla/ Nuri

2. Malin Kundang : Risal

3. Ibu Malin Kundang : Agustin/ Laila 4. Istri Malin Kundang : Nindia

5. Mario Teduh : Sheyla

6. Pedagang cabe 1 : Agustin/ Laila

7. Pedagang cabe 2 : Rizki

8. Pedagang cabe 3 : Riska

9. Pembeli 1 : Adha

10. Pembeli 2 :

(3)

Naskah Drama : ANDE - ANDE LUMUT Ande – Ande Lumut

Alkisah di sebuah Negara yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, tinggallah seorang pangeran yang hidup serba berkecukupan. Pangeran tersebut adalah putra mahkota yang akan menggantikan tahta berikutnya.

Akan tetapi, pangeran tadi tidak puas dengan kehidupan yang serba berkecukupan. Dia ingin mengembara, menyusuri hutan demi hutan. Mencari jati diri dan pengalaman hidup.

Bagian 1 :

(Dua orang berjalan waspada melihat keatas dan kebawah, mencari binatang buruan) Pangeran : “ Jo? Bejo? Kamu di mana jo ? ”

Bejo : “ Pangeran? Pangeran? Kamu di mana pangeran? ” (Berjalan mundur…. Kemudian bertabrakan bersama, sampai gelimbungan).

Pangeran : “ Aduh. Kamu itu. Hati-hati ! ”

Bejo : “ Hehehe.. Maaf pangeran. Saya tidak tahu jika di belakang ada pangeran. ” Pangeran : “ Kamu ini.. Sini sini Jo ! Aku mau cerita. ”

Bejo : “ Ada apa pangeran ? ” (Dua orang duduk bersama dan bercerita)

Pangeran : “ Kok tidak ada binatang ya hari ini ? ”

Bejo : “ Ya pangeran, sepi sekali. Tapi ini di mana ya Pangeran ? ” Pangeran : “ Kenapa kamu tanya saya ? Memangnya saya tahu ? ” Bejo : “ Ya mungkin saja Pangeran tahu. ”

Pangeran : (cemberut)

(Pangeran dan pengawalnya berdiri, kaget melihat ada orang di hadapan mereka) Pangeran : “ Siapa itu jo ? ”

Bejo : “ Saya tidak tahu pangeran. ” Pangeran : “ Maaf bu, boleh saya bertanya ? ” (Yang ditanya diam, tidak menjawab, sibuk dengan kayu bakarnya)

Pangeran : “ Permisi bu. ” (menyentuh pundak Mbok Rondo Dadapan) (Pangeran mendekat pada mbok rondo, tiba-tiba mbok rondo kaget melihat pangeran) Mbok rondo dadapan : “ Waladalah.. Siapa kamu ? ”

Pangeran : “ Saya pengembara bu. Maaf, ini desa apa ya ? ” Mbok rondo dadapan : “ Ini desa Dadapan nak. Kamu sedang apa di sini ? ”

Pangeran : “ Saya sedang mengembara bu. Tapi tersesat, tidak tahu jalan. ”

Mbok rondo dadapan : “ Wah. Ya sudah, ikut saya saja. Kamu akan saya jadikan anak angkat bagaimana ? ” Pangeran : “ Bagaimana Jo ? ”

Bejo : “ Kalau saya terserah kamu saja. ” Pangeran : “ Wah baiklah bu, saya mau. ”

Mbok rondo dadapan : “ Mulai sekarang kamu jadi anakku, namamu jadi ande-ande lumut. Dan kamu juga ikut saya. ” Pangeran dan Bejo : “ Baiklah, bu ! ”

(Pangeran bersama dengan pengawal dan mbok rondo pergi menuju rumahnya)

(4)

Bagian 2 :

Di pagi yang cerah Mbok Rondo klenting berkumpul dengan para putrinya. Putri-putri Mbok Rondo sangat cantik, mereka adalah klenting merah, klenting biru dan klenting hijau dan salah seorang anak tirinya bernama klenting kuning.

Mbok Rondo sangat cinta dan sayang kepada anak-anaknya tetapi berbeda dengan klenting kuning, sebagai anak tiri dia sangat dibedakan kasih sayangnya.

(Klenting Kuning menyapu lantai.. Tak lama datang Mbok Rondo mengawasi Klenting Kuning) Mbok rondo Klenting : “ Anak-anakku yang cantik-cantik, kesini nak ! ”

Klenting-klenting : “ Ya Mbok. ”

Mbok rondo klenting : “ Begini nak, ada berita yang sangat penting. ” Klenting merah : “ Berita apa itu mbok ? ”

Klenting biru : “ Ya mbok. Kelihatannya penting sekali. ”

Klenting Hijau : “ Ada apa sih mbok ? ” (manja, mendekat sambil memegang tangan mbok rondo klenting) Mbok rondo klenting : “ Kalian tahu kan, Mbok Rondo Dadapan itu punya anak yang sangat tampan. Namanya Ande - Ande Lumut. ”

Klenting-keleting : “ Ande - Ande Lumut ? Tampan ? ” (bersama bergaya manja, centil)

Mbok rondo klenting : “ Iya. Coba kalian pergi ke rumah Ande – Ande lumut untuk melamarnya! Siapa tahu Ande – ande lumut menyukai salah satu dari kalian. Mbok akan dandani kalian menjadi putri-putri yang cantik. ”

Klenting-klenting : “ Iya iya mbok. Kami mau. ”

Mbok rondo klenting : “ Iya sudah. Ayo mbok dandani kalian. ” Klenting-klenting : “ Baiklah mbok. ”

(Mbok Rondo Klenting mendandani klenting merah, biru, dan hijau) Klenting Merah : “ Mbok, bagaimana rambutku mbok? ” Mbok Rondo Klenting : “ Sudah rapi, ndok ! ”

Klenting Hijau : “ Aku, aku mbok ! ”

Mbok Rondo Klenting : (memakaikan bedak pada Klenting Hijau) “ Nah, sudah cantik sekarang. “ Klenting Biru : “ Kalau aku mbok ? ”

Mbok Rondo Klenting : “ Sudah cantik, ndok. Anak – anak mbok sudah cantik semua. Sekarang berangkatlah. Ande – Ande Lumut pasti memilih salah satu dari kalian untuk dijadikan istri. ”

(Dari kejauhan, Klenting Kuning yang melihat saudari tirinya yang hendak berangkat menuju rumah Ande – Ande Lumut) Klenting Biru : “ Ngapain lihat – lihat ? ”

Klenting Hijau : “ Iri ya lihat kita semua cantik? ” Klenting Kuning : “ Ti..Tidak kok. ”

Klenting merah : ( menyenggol Klenting Kuning sampai terjatuh ) Klenting – Klenting : “ Hahaha.. Kasian sekali kamu ! “

Klenting Hijau : “ Ya sudah lah. Ayo kita berangkat. ” (pergi meninggalkan Klenting Kuning) (Tak lama kemudian, klenting kuning mendekati mbok rondo)

Klenting Kuning : “ Mbok saya ingin bicara. ”

Mbok rondo klenting : “ Bicara apa ? Apakah kamu sudah selesai menyapu ? ”

Klenting kuning : “ Sudah mbok. Begini mbok, saya juga ingin melamar menjadi istrinya Ande - Ande lumut seperti kakak-kakak klenting yang lain. ”

(5)

Mbok rondo klenting : “ Oh begitu, ya sudah tidak apa - apa. Sini kamu saya dandani juga. (memberikan angus dan bau-bau tidak sedap kepada Klenting kuning) Sudah sekarang kamu cuci kuali di sungai. Dan kerjakan tugasmu.

” (mendorong Klenting kuning dengan kasar)

Klenting kuning : “ Iya mbok. ” (meninggalkan Mbok Rondo)

Mbok Rondo Klenting : “ Hahaha… Mudah-mudahan Ande - Ande Lumut menyukai salah satu dari anak-anakku. Bukan Klenting Kuning. ” (tertawa terbahak-bahak, menuju ke dalam rumah)

Bagian : 3

Klenting kuning setiap hari bekerja tanpa rasa lelah dan keluh kesah walau dia diperlakukan kasar oleh Mbok Rondo Klenting. Hanya dia dan Allah saja yang tahu betapa sedihnya dirinya. Dia berharap, Tuhan akan memberikan ganjaran yang lebih baik untuknya. Saat Klenting Kuning mencuci kuali di sungai….

Klenting Kuning : “ Duh… kenapa begini penderitaan hidupku. Semoga aku tabah menjalaninya. ” (Tiba tiba ada seseorang mendekati klenting kuning)

Seseorang : “ Hai gadis cantik. ” Klenting kuning : “ Siapa kamu ? ” (kaget)

Seseorang : “ Kamu jangan takut. Aku adalah sifat baik yang ada dalam dirimu. ” Klenting kuning : “ Mau apa kamu? ”

Seseorang : “Aku akan memberimu sebuah pusaka. Terimalah. Semoga pusaka ini kelak akan berguna bagimu. Ini adalah Jimat Kalimosodo. Terimalah gadis baik. ” ( memberikan pusaka )

Klenting kuning : “ Baiklah. Terimakasih. ”

Seseorang : (meninggalkan Klenting Kuning)

Klenting Kening : (mengambil kuali dan meninggalkan sungai)

Bagian : 4

Di sebuah sungai yang airnya deras, disitulah Yuyu Kangkang hidup. Dia yang menguasai sungai itu. Dialah si Yuyu Kangkang yang licik.

(Yuyu kangkang sang penjaga sungai sedang mondar-mandir mengawasi jika ada orang datang).

Yuyu kangkang : “ Hohohoho…. Siapa itu yang datang dari jauh? ” (kemudian datang Klenting Merah, biru dan hijau menuju pinggir sungai) Klenting merah : “ Wah! Sungainya banjir. ”

Klenting biru : “ Iya mbakyu. Bagaimana cara kita menyeberang? ” Klenting hijau : “ Lihat itu Yuyu Kangkang. ” (menunjuk Yuyu Kangkang) Klenting merah : “ Wah iya! Kita minta tolong Yuyu Kangkang saja. ” Klenting biru dan hijau : “ Iya mbakyu. Ayo! ” ( saling menyenggol Klenting Merah ) Klenting merah : “ Yuyu Kangkang! Yuyu Kangkang! ”

Yuyu kangkang : “ Hahaha. Ada apa gadis manis? ”

Klenting merah : “ Yuyu Kangkang, aku minta tolong disebrangkan lewat sungai ini. ” Yuyu kangkang : “ Wah itu berat sekali, bahaya sungainya. Aku minta imbalan. ” Klenting merah : “ Imbalannya apa? Uang? Wah kamu itu mata duitan. ”

Klenting biru dan hijau : “ Iya. Yuyu Kangkang mata duitan. ”

(6)

Yuyu kangkang : “ Tidak. Aku tidak mau uang. Hahaha. ” Klenting-klenting : “ Lalu apa? ”

Yuyu kangkang : “ Imbalannya adalah menggandeng dan mencium tangan kalian. ” (tersenyum mesum) Klenting merah : “ Ya sudah kalau begitu. ”

(Yuyu Kangkang menyebrangkan klenting merah, biru, dan hijau dengan perahu) Yuyu Kangkang : “ Eh, eh. Mau kemana kalian? Mana imbalannya? ”

Klenting – Klenting : ( menyodorkan tangan sambil cemberut dan langsung pergi )

Yuyu kangkang : “ Wah senang sekali aku dapat memegang dan mencium tangan gadis-gadis cantik itu. ” (beberapa saat kemudian, datanglah klenting kuning akan menyebrang)

Yuyu Kangkang : “ Hohoho.. itu apa? Baunya tidak enak. Wajahnya jelek lagi. ” Klenting Kuning : “ Wah kok banjir ya? Bagaimana aku bisa menyebrang?

Itu ada Yuyu Kangkang. Yuyu kangkang, tolong sebrangkan saya melewati sungai ini. ” Yuyu kangkang : “ Kamu? Tidak mau. ”

Klenting kuning : “ Nanti aku kasih uang. ”

Yuyu kangkang : “ Tidak mau. Sudah sana pergi. Jangan di sini. Dasar orang jelek.” (Meninggalkan Klenting Kuning)

Klenting Kuning : “ Kamu kenapa jahat begitu Yuyu Kangkang? ” Klenting kuning : “ Ya sudah kalau itu maumu. (mengeluarkan pusakanya) Aku akan buat sungai ini menjadi kering. Hiat! ”

Tiba-tiba sungai itu kering. Kemudian Klenting Kuningpun bisa berjalan menyeberang sungai menuju rumah mbok Rondo Dadapan, rumah si Ande-Ande Lumut.

Bagian 5

Sementara itu, di sebuah desa bernama Dadapan, mbok Rondo sedang menyapu rumah, di rumah itulah si Ande-ande lumut sedang mengaji di sebuah surau. Menunggu belahan hatinya yang di janjikan Tuhan untuknya.

(Mbok rondo sedang menyapu halaman rumah, tiba-tiba datang rombongan gadis-gadis cantik, klenting merah, biru dan hijau)

Klenting-klenting : “ Assalamu’alaikum.”

Mbok Rondo Dadapan : “ Wa’alaikumsalam, siapa ya? ” Klenting Merah : “ Saya mbok, Klenting Merah. ” Klenting Biru : “ Saya Klenting Biru. ”

Klenting Hijau : “ Saya Klenting Hijau mbok. ”

Mbok rondo dadapan : “ Wah gadis-gadis cantik. Ada perlu apa ini? ” Klenting-klenting : “ Kami ingin melamar Ande-Ande Lumut mbok. ”

Mbok rondo dadapan : “ Mau melamar Ande-Ande Lumut? Sebentar ya, saya katakan pada Ande-Ande Lumut. ” Mbok rondo dadapan : (bernyanyi) “ Putraku si Ande-Ande Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi.

putrine ngger sing ayu rupane. Klenting abang iku kang dadi asmane. ”

Ande-ande Lumut : (menjawab dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten medun.

Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. “

Mbok rondo dadapan : “ Wah tidak mau ternyata nak. ”

(7)

Klenting biru : “ Coba saya mbok. ”

Mbok rondo dadapan : (bernyanyi) “ Putraku si Ande-Ande Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi.

Putrine ngger sing ayu rupane. Klenting biru iku kang dadi asmane. ”

Ande-ande Lumut : (menjawab dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten medun.

Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. ”

Mbok rondo dadapan : “ Tidak mau juga ternyata nak. ” Klenting hijau : “ Coba saya mbok. ”

Mbok rondo dadapan : (bernyanyi)“ Putraku si ande-ande lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. Putrine ngger sing ayu rupane. Klenting ijo iku kang dadi asmane. ”

Ande-ande Lumut : (menjawab dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten medun.

Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. ”

Mbok rondo dadapan : “ Hmm.. Tidak mau juga nak. ”

Tidak lama kemudian, datanglah Klenting Kuning, dari kejauhan sudah tercium bau yang tidak sedap, wajahnya coreng moreng karena debu.

(datanglah Klenting Kuning menuju mbok Rondo) Klenting kuning : “ Selamat pagi, mbok. ” Mbok rondo dadapan : “ Selamat pagi. Siapa ya? ”

Klenting kuning : “ Saya Klenting Kuning mbok. Ingin melamar Ande-Ande Lumut. ” Mbok rondo dadapan : “ Apa? Mau melamar anakku? Apa tidak salah? ”

Klenting merah : “ Iya, wajahmu jelek. Baumu tidak enak begitu. Aku saja ditolak. Apa lagi kamu.”

Klenting Kuning : “ Dicoba dulu mbok. ”

Mbok rondo dadapan : “ Baiklah. (bernyanyi) Putraku si Ande-Ande Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah- unggahi. Putrine kang olo rupane. Klenting kuning iku kang dadi asmane. ”

Ande-ande Lumut : (menjawab dengan bernyanyi) “ Aduh ibu, kulo inggih purun. Dalem putro inggih bade medun.

Najan olo meniko kang putro suwun. ”

Mbok rondo dadapan : (kaget) “ Loh! Apa tidak salah Ande-Ande Lumut? ” Ande-ande Lumut : “ Tidak ibu. Ini adalah pilihan saya. ”

Klenting – Klenting : (kusak-kusuk)

Klenting Biru : “ Ternyata seleramu rendahan ya Ande – Ande Lumut. ” Mbok rondo dadapan : “ Ya sudah kalau itu pilihanmu ya tidak apa apa. ”

Ande – Ande Lumut : “ Jo, Bejo. Sini Jo ! ”

Bejo : ( berlari mendekati Ande – Ande Lumut ) “ Siapa gadis jelek ini? ”

Ande – Ande Lumut : “ Ini adalah Klenting Kuning. Kita akan pulang, Jo. (berbalik pada Mbok Rondo Dadapan) Ibu, ada suatu hal yang ingin saya katakan. ”

Mok rondo dadapan : “ Apa itu nak? ”

Ande-ande lumut : “ Ibu, sebenarnya saya adalah seorang Pangeran yang sedang mengembara, untuk mencari pengalaman hidup.”

Mbok rondo dadapan : “ Apa? Pangeran? ”

Klenting - Klenting : “ Apa? Pangeran? Oh, tidaaaak!! ” (pingsan)

Ande – Ande Lumut : “ Benar ibu, karena sekarang saya sudah mendapatkan belahan hati saya, saya akan kembali ke Kerajaan. Terima kasih perhatiannya selama ini bu. ”

(8)

Mbok Rondo Dadapan : (masih kaget) “ Ya sudahlah nak. Jaga dirimu baik- baik ya nak. ”

Akhirnya, Klenting kuning menjadi istri Ande-Ande Lumut, wajahnya yang jelek dan bau berubah menjadi putri yang cantik. Sesungguhnya dia adalah Putri Sekartaji. Dan Ande-Ande Lumut kini menjadi raja mewarisi kerajaan ayahnya.

Pangeran dan Klenting Kuning, hidup bahagia selamanya.

(9)

“Onde-Onde Lumut”

Onde-onde lumut : Mbok Rondo Dadapan : Mbok Rondo Kandangan : Klenting Merah :

Klenting Kuning : Klenting Biru : Klenting Hijau : Abang Ojek : Pengawal 1 : Pengawal 2 Babak I :

Di sebuah Desa terpencil yang bernama Desa Dadapan terletak di daerah Lapindo , Porong . Hiduplah seorang janda tua dan seorang anak lelakinya yang bernama ONDE-ONDE LUMUT dan janda tua tersebut terkenal dengan sebutan MBOK RONDO DADAPAN .

Onde-Onde lumut sangat terkenal di daerah porong karena cakep , cool , pinter , de el el . Biodata Onde-Onde Lumut :

Nama : Christian Onde-Onde Lumut Bautista Alamat : Desa Dadapan , Lapindo , Porong Te.te.el : Dadapan , 17 Agustus 1982

Motto : mencarii cewek apa adanya tapi baik dan setia

Mbok Rondo Dadapan: Onde-Onde lumut anakku , saat ini usia mu sudah cukup tua tetapi mengapa kau belum juga menemukan jodohmu , nak !

Onde-Onde Lumut : Iya ibunda , saya sudah mencarinya tapi tak juga menemukan yang cocok dengan saya.

Mbok Rondo Dadapan : Oo … begitu . Siapa pun gadis itu Ibu setuju-setuju aja , asal kau suka dan sayang kepadanya.

Babak II :

Di sebuah Desa lain yaitu di Desa Kandangan , hiduplah janda dengan 3 orang putrinya yang bernama : Klenting Merah , Klenting Hijau dan Klenting Biru , dan 1 anak tirinya yang bernama Klenting Kuning .Karena Klenting Kuning anak tiri maka dari itu klenting Kuning di perlakukan beda dengan ketiga saudaranya.

Mbok Rondo Kandangan: Klenting Merah , Klenting Hijau , Klenting Biru . Tadi ibu kan habis nggosip sama tetangga sebelah , katanya Di Desa Dadapan ada cowok cakep , cool , pinter , dan yang paling penting dia lagi

mencari pendaping hidup.

Klenting Merah / Klenting Biru / Klenting Hijau: Mau dong Ibu , Klenting Merah: Gimana kalau besok kita kesana?

Mbok Rondo Kandangan: oke , tapi jangan bilang-bilang ke klenting Kuning yah . Klenting Merah / Klenting Biru / Klenting Hijau: Siiiiiipp buu ..

Babak III :

Pada malam hari saat Klenting Merah / Klenting Biru / Klenting Hijau sedang ngobrol tentang cowok cakep di Desa Dadapan itu , tanpa sengaja Klenting Kuning mendengarnya.

Klenting Merah: OMG , besok kita pakai baju apa yah , pokoknya harus terlihat cantik . Klenting Hijau: Besok sebelum berangkat kita harus ke salon dulu yuuk…

(10)

Klenting Biru: Iya , ayoo . Biar besok waktu ketemu kita terlihat cantik.

Klenting Kuning: Ou ,, ternyata besok mereka mau ke Desa Dadapan , aku ikut aah ..

Babak IV :

Keesokan harinya setelah Klenting Merah / Klenting Hijau dan Klenting Biru pulang dari salon , mereka langsumg berangkat menuju Desa Dadapan ibunya juga ikut untuk mendampigi mereka dengan sembunyi-sembunyi klenting kuning pun mengikuti mereka. Saat itu mereka tak membawa uang sepeserpun dan di tengah perjalanan mereka kecapekan.

Abang Ojek: Ojek neng ?

Mbok Rondo Kandangan: Iya bang , tapi kita tidak bawa uang , gak papa kan bang . Abang Ojek: yyo males neng ,

Klenting Hijau: wah abang pelit.

Abang Ojek: y owes gag papa , tapi ada syarat e , mau gak ?

Klenting Biru: apa syarat e bang ? apa ajaa kita mau asal bias sampai di Desa Dadapan.

Abang Ojek: syarat e kalian harus mau tak Kiss , gimana ? kalau gak mau y owes gak tak anter.

Klenting Merah / Klenting Hijau / Klenting Biru: y owes bang gag papa , asal abang anterin e sampai tujuan lho bang . Abang Ojek: siip neng ayoo naeg .

Akhirnya mereka pun di anter sampai di Desa Dadapan dan sesuai persyaratannya mereka mendapat kiss dari abang ojek tadi. Setelah abang ojek kembali ke pangkalannya tibalah Klenting Kuning yang juga minta di antar ke Desa Dadapan.

Abang Ojek: Mau di antar ke Dadapan juga neng ? udah tau persyaratannya kan.

Klenting Kuning : iya bang , iya saya sudah tau persyaratannya.

Abang Ojek: yah ayo naeg , Klentig Kuning: iya bang.

Akhirnya Klenting Kuning pun sampai di Desa Dadapan dan Abang Ojek itu minta kiss nya.

Abang Ojek: ayo neng , kiss dulu

Klenting Kuning: tapi saya tadi pagi belum mandi lho bang gak papa kan.

Abang Ojek: yek nggilani , wes gak usah neng.

Klenting Kuning: makasih ya bang.

Abang Ojek: yyo neng , laen kali mandi neng , kalau mau pergi.

Babak V:

Akhirnya mereka semua tiba di Desa Dadapan tepatnya di rumah Onde-Onde Lumut untuk melamar Onde- onde lumut.

Mbok Rondo Kandanggan: Jeng , bolehkah aku melamar Putra mu untuk aku jadikan suami dari salah satu Putri ku.

Mbok Rondo Dadapan: Kalau saya terserah sama putra saya , kalau emang ada di salah satu putri anda yang cocok dengan putra saya akan menyetujui nya.

Mbok Rondo Kandangan: Mana jeng putra nya.

Mbok Rondo Dadapan: Oo iyoo , sec tag panggilno,”Onde-Onde sini nak ada yang mau nglamar kamu”.

Onde-Onde Lumut: Sapa bu ??

Mbok Rondo Dadapan: Ini lho gadis-gadis cantik nak ,, ke sini o ta ??

Ande-ande lumut pun keluar untuk menemui gadis-gadis itu.

Mbok Rondo Kandangan: Sana ndugg maju satu-satu sana.

Klenting Merah/ Klenting Hijau/ Klenting Biru : Injeh bu .

(11)

Klenting Merah: Kenalin aku klenting Merah (sambil menjabat tangan Onde-onde Lumut) Klenting Hijau: Kenalin aku Klenting Hijau (sambil menjabat tangan Onde-onde Lumut)

Klenting Biru: Kenalin aku Klenting Biru (sambil menjabat tangan Onde-onde Lumut) Saat klenting Kuning mau memperkenalkan dirinya , ia tidak di perbolehkan sama ibu tirinya.

Mbok Rondo Kandangan: Wes ta sana-sana kamu gak usah , kamu itu gak pantes buat Onde-onde lumut , kamu itu yah lebih pantes sama abang ojek tadi.

Akhirnya Klenting Kuning pun tidak memperkenalkan dirinya . Mbok Rondo Dadapan: Gimana le , adakah yang cocok dengan mu.

Onde-onde Lumut: Aku bingung bu , milih yang mana cuzt ayu-ayu e bu.

Mbok Rondo Dadapan: iya , tapi kamu hanya bisa milih salah satu ae.

Onde-onde Lumut; Saya lebih tertarik sama Klenting Kuning bu ,

Klenting Merah/ Klenting Biru/ Klenting Hijau: Apaaa ?? kamu milih klenting Kuning.

Klenting Biru: Apa se kelebihan nya Klenting kuning dari saya.

Mbok Rondo Dadapan: Haduh , kamu itu gimana se kok milih Kleting Kuning , padahal kan Klenting Kuning itu yang paling jelek.

Onde-onde Lumut: Saya tidak melihat dari kecantikan bu , tapi sepertinya dari semuanya Klenting Kuning lah yang paling cocok buat saya.

Mbok Rondo Dadapan: yowes la kalau kamu lebih milih Klenting Kuning.

Mbok Rondo Kandangan: lho ya apa se kamu itu , banyak yang cantik malah milih yang jelek udah gitu bau lagi.

Klenting Hijau: Klenting Kuning itu udah bau , jelek lagi , tapi kenapa kok kamu tetep milih dia.

Onde-onde Lumut: Iya , mseskipun dia bau + jelek tapi dia tidak bau Abang Ojek kayak kalian , Hanya Klenting Kuning yang tidak terkena ciuman Abang Ojek tadi.

Klenting Merah: Tapi itu semua kan demi kamu , agar kami bisa ketemu dengan kamu.

Onde-onde lumut: Tapi tidak dengan cara seperti itu .

Mbok Rondo Kandangan: yowes lah ndugg , biarin Onde-onde lumut nyesel kalau dia emang lebih milih Klenting Kuning.

Onde-onde Lumut: Enggak , saya gak bakal nyesel karena sudah milih klenting Kuning.

Klenting Kuning: Apa bener kamu akan menjadi suami saya ?

Onde-onde Lumut: Iya , bener . Mau kah kau jadi pendamping Hidup ku?

Klenting Kuning: Hmm ,, Iya saya mau ,

Mbok Rondo Dadapan: Yya udah kalau ini memang pilihan mu le , ibu setuju aja. Yang jalani ini semua kan kamu bukan Ibu.

Klenting Kuning: Ibu gak nyesel kan karena menantu Ibu tidak se cantik saudara- saudaraku.

Mbok Rondo Dadapan: Enggak kok ndugg , ibu gag nyesel , asal Onde-onde Lumut bahagia , ibupun bahagia.

Onde-onde Lumut: iya bu , Onde-onde akan selalu bahagia asal klenting Kuning selalu ada di samping Onde-onde.

Akhirnya Onde-onde Lumut dan Klenting Kuning menikah dan hidup bahagia selamanya….

(12)

Naskah Drama : Parodi Ande-Ande Lumut

Opening

Suwe ora jamu sing

Teknik bioproses, kelas paling the best.

Teknik bioproses, tempat orang-orang sukses.

(13)

Dalang : diceritaken sebuah kisah dari negeri antah berantakan terdapat seorang pangeran bernama ande-ande lumut yang terlalu tampan sampai-sampai dia menjomblo sepanjang umurnya!

(musik tak tak tak cess)

Dalang : Pangeran yang tampan ini sudah bosan hidup sendiri. Ibunya pun gusar kalau-kalau anaknya menjadi bujang lapuk. Akhirnya, diadakanlah sayembara untuk mencari istri Ande-Ande. Bagaimana ceritanya? Langsung saja kita ke TKP!

Gundul-gundul pacul sing Ini kisah-kisahnya, ande-ande deramanya anak-anak TBP

tonton aje dan jangan kemane-mane kite jamin deramanye asik punye

Ande : Mamaaa.. kenapa aku jomblo sepanjang usia? Apa aku kurang ganteng?

Mama : Aduh anak mama.. Kegantenganmu itu bahkan mampu membelah lautan, menghentikan gravitasi, melelehkan es di kutub. Mama pun tak tahu mengapa kamu terus menjomblo.

Ande : Aku ingin kawin, mama! Aku sudah tidak tahan lagi! Carikan aku istri sekarang juga!!

Bang toyib sing

Pengen kawin, pengen kawin ande-ande kebelet kawin menjomblo sampe mati mencari pujaan hati

pengen kawin, pengen kawin

Mama : Baiklah, mama punya solusinya. Ayo kita adakan sayembara.

Bang toyib sing

Pengen kawin, pengen kawin ande-ande kebelet kawin menjomblo sampe mati mencari pujaan hati

pengen kawin, pengen kawin

(Mamanya dan ande-ande menyebarkan selebaran, dan akhirnya sampai di tangan mami kelenting)

Mami : Yuhuuu.. Anak mami yang jelita nan menggoda, mami bawa kabar HOT!

Biru : Opo iku Mi?

Merah : Halah, paling-paling juga poto cowok baru mami lagi.

(musik tek tek tek cess)

Mami : Yey, kalian salah. Mami bawa kabar dari KERAJAAN!

Anak-anak : Waw, KERAJAAN!!

(14)

Mami : Betul, pangeran yang ganteng dan menjomblo deumur hidup itu sekarang mencari istri!

Anak-anak : Waw, pangeran yang ganteng dan menjomblo seumur hidup itu mencari istri??!

Mami : Betul, kalian semua harus ikutan!

Ijo : Aduh Mi, aku gak bisa. Aku sudah punya pacar dari Pesbuk!

Mami : Seganteng apa dia?

Ijo : Ganteng banget ma, seperti.. Justin Bieber!!

Sing Baby

Baby, baby, baby huuu Baby, baby, baby huuu

Biru : Halah, paling juga dia bohong. Di facebook kan nipu semua.

Ijo : Beneran! Kalo gak percaya aku telpon dia. (menelpon) Halo sayang?

Dalang : Halo sayang :*

sing Baby

Irfan, Irfan, Irfan ooo Irfan, Irfan, Irfan ooo

Mami : Pokoknya Mami gak mau tau, kalian semua harus ikut!

Anak-anak : Iya Mamiii..

Dalang : Setelah itu, Kelenting Ijo, Biru, dan Merah berangkat bersama menuju istana. Mereka meninggalkan kelenting kuning karena kelenting kuning masih menguras septi tank. Ditengah perjalanan, mereka ditahan oleh yuyu kangkang.

M, I, B : Aduh, kita dimana? Kenapa ada makhluk menjijikkan seperti dia?

Yuyu : Hai cantik..

M, I, B : Haaai.. (genit)

Yuyu : Kalo mau lewat sini, harus aku cium dulu lho :*

Biru : What the Croot?? Kita? Nyium kamu?

M, I, B : Dasar genit!!

Yuyu : Gak mau? Yaudah, berarti gak bisa lewat.

Merah : Gapapa rek, hilangkan rasa jijik. Yang penting kita bisa lewat.

M, I, B : Ayo deh, hoek hoek..

sing Bang Toyyib

Yuyu kangkang, Yuyu kangkang kenapa genit sekali

cewek cantik, kayak kita diminta mencium kamu?

Dasar genit, dasar genit..

(15)

(setelah merah, ijo, dan biru pergi, Kelenting Kuning menyusul)

Kuning : Aduh Rek, aku ditinggalin! Mana tadi belum sempet mandi, abis nguras septi tank!

(Musik tek tek tek cess) Yuyu : Hai cantik..

Kuning : Ih, kamu menjijikkan sekali. Minggir, aku mau lewat!

Yuyu : yey, Galak amat. Kalo mau lewat, kamu harus aku cium.

Kuning : Cium? Cium aja kalo mau.

Yuyu : Beneran? Wah, kamu gadis yang sangat berani. Tapi.. Huuft, kamu bau!!

Kuning : Hohoho.. tadi aku habis nguras septi tank, belum sempat mandi.

Yuyu : Hoek.. udah, pergi sana. Dasar cewek bau!

Sing cikicikdumdum

Alamak alamak, kecantikan kelenting

aduh duduh mak, aduduh mak ternyata gak sebanding

Dalang : Mereka sampai di istana. Merah, ijo dan biru semuanya terpesona dengan kegantengan Ande-ande lumut.

Ande : Selamat datang para gadis..

M, I, B : Wuidih, guanteng pisan rek!

Ande : (Menyalami satu-satu) Kamu, kenapa kamu bau Yuyu Kangkang? Pasti kamu sudah dinodai olehnya! Kamu juga!

Aku tidak suka sama kalian, kalian sudah tidak suci lagi!

Dalang : Ande-ande tahu bahwa gadis-gadis itu sudah dicium oleh Yuyu kangkang. Dia mengusir mereka. Hingga akhirnya kelenting kuning datang dan menyebarkan bau di istana.

Mama : Selamat datang cantik! Huuft.. hoek.. Kamu kok, ehm, bau sekali?

Kuning : Saya kelenting kuning, saya ingin ikut sayembara.

Mama : Sebentar, saya panggil anak saya. Ande!

Ande : Ya mama. Hai.. kamu bau. Aku yakin kamu pasti masih suci dari Yuyu kangkang.

Kuning : Betul, aku masih suci. Sesuci cintaku kepadamu, Pangeran.

Ande : Meski kamu bau, aku bisa melihat kecantikan dirimu. Maukah kamu menjadi istriku?

Kuning : Iya, aku bersedia.

Sing kolam susu

Bukan khayalan, dan bukan gombalan cinta kita berdua bukan buatan kucinta ande-ande apa adanya kucinta kelenting pun apa adanya

(16)

Dalang : Akhir yang bahagia. Akhirnya, Ande-ande lumutpun tidak lagi menyandang status jomblo seumur hidup. Dia telah menikah dengan kelenting kuning. Merekapun hidup dengan bahagia, selamanya. Sekian penampilan dari TBP, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sing Suwe ora jamu

Teknik bioproses, prodi paling the best Teknik bioproses, tempat orang-orang sukses

Referensi

Dokumen terkait