PDGK4101-4
NASKAH TUGAS MATA KULIAH UNIVERSITAS TERBUKA SEMESTER: 2023/2024 Ganjil
(2023.2)
Fakultas : FKIP/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kode/Nama MK :
PDGK4101/Keterampilan Berbahasa Indonesia SD
Tugas 3
No. So
1. Ibu Zubaidah, guru kelas lima SD di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Diaal merencanakan mengajarkan menulis terbimbing untuk siswa-siswanya. Ibu Zubaidah ingin siswanya meneruskan paragraf terakhir dari kisah sengsara yang berakhir menyenangkan yang telah ia sediakan. Bagaimana langkah- langkah pembelajaran yang efektif yang harus dilakun Ibu Zubaidah?
Berikut adalah beberapa langkah pembelajaran efektif yang dapat dilakukan untuk mengajarkan menulis terbimbing kepada siswa-siswa Anda:
1. Pilih topik yang menarik: Pilihlah topik yang menarik dan sesuai dengan minat siswa. Hal ini akan membantu siswa lebih termotivasi dalam menulis.
2. Berikan contoh tulisan yang baik: Berikan contoh tulisan yang baik dan benar kepada siswa. Hal ini akan membantu siswa memahami bagaimana cara menulis yang baik dan benar.
3. Bimbing siswa dalam menulis: Bimbinglah siswa dalam menulis dengan memberikan arahan yang jelas dan terarah. Berikan umpan balik yang konstruktif dan berikan kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki tulisannya.
4. Ajak siswa untuk berdiskusi: Ajaklah siswa untuk berdiskusi tentang tulisan mereka. Diskusikan kelebihan dan kekurangan tulisan mereka dan berikan umpan balik yang konstruktif.
5. Berikan kesempatan untuk mempublikasikan tulisan: Berikan kesempatan kepada siswa untuk mempublikasikan tulisan mereka. Hal ini akan membantu siswa merasa lebih termotivasi dalam menulis.
2. Bu Deden adalah guru SD kelas tiga di kotaBogor. Dalam beberapa bulan ini dia tidak dapat mengajar secara tatap muka karena wabah pandemi covid- 19. Dia ingin membacakan dongeng dengan pesan- pesan yang tersurat dan tersirat pada para siswanya. Oleh karena pandemi dan bencana alam dia harus mengajar menggunakan jaringan internet. Bu Deden harus membacakan dongeng melalui rekaman audio yang disebarkan melalui grup WA. Mari kita bantu Bu Deden menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran menyimak kritis di kelas tiga SD yang berhubungan dengan dongeng !
Untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran menyimak kritis di kelas tiga SD yang berhubungan dengan dongeng, Anda bisa mengikuti langkah- langkah berikut:
1. Menentukan tujuan pembelajaran, misalnya siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh, sifat-sifat tokoh, dan pesan moral dari dongeng yang dibacakan
2. Menentukan media pembelajaran, misalnya rekaman audio dongeng yang disebarkan melalui grup WA.
3. Menentukan metode pembelajaran, misalnya metode ceramah, diskusi, tanya jawab, atau model pembelajaran kontekstual
4. Menentukan kegiatan pembelajaran, misalnya menonton cerita fiksi , menelaah unsur instrinsik teks fiksi , membandingkan unsur instrinsik dari dua teks atau lebih4 , menuliskan kembali dongeng dengan bahasa sendiri1 , atau menerapkan nilai dan etika dari dongeng
5. Menentukan penilaian pembelajaran, misalnya tes tertulis, lisan, atau portofolio.
3. Ibu Sofiah, guru kelas enam SD di Larantuka. Dia merencanakan mengajarkan menulis terbimbing untuk siswa-siswanya menggunakan tiga gambar berseri. Ibu Sofiah ingin siswanya menuliskan paragraf awal dan paragraf akhir dari pengalamannya yang berkesan yang telah ia sediakan paragraf tengahnya. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran yang efektif yang harus dilakukan Ibu Sofiah?
Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan Ibu Sofiah:
Menyediakan tiga gambar berseri yang sesuai dengan tema pengalaman berkesan.
Memberikan paragraf tengah yang sudah ditulis sebelumnya kepada siswa-siswa.
Memberikan beberapa pertanyaan terbimbing yang berkaitan dengan gambar untuk merangsang kemampuan siswa dalam mengolah kalimat
Membimbing siswa dalam menuliskan paragraf awal dan paragraf akhir dari pengalaman berkesan mereka berdasarkan gambar berseri.
Meminta siswa untuk membaca hasil tulisan mereka di depan kelas dan memberikan tanggapan
4. Bapak Sugeng adalah guru SD kelas dua di kota Probolinggo, Jawa Timur . Dia ingin menceritakan tentang buah apel ana dari Malang agar para siswanya dapat membandingkannya dengan buah mangga Probolinggo.
Oleh karena pandemi dan bencana banjir dia harus mengajar menggunakan jaringan internet. Bapak Sugeng berbagai hal tentang apel ana Malang melalui rekaman audio yang disebarkan melalui grup WA. Mari kita bantu Bapak Sugeng menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran menyimak di kelas dua SD!
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Bapak Sugeng lakukan:
1. Menentukan tujuan pembelajaran, misalnya siswa dapat mengidentifikasi informasi utama dan rincian dari teks lisan tentang buah apel ana Malang.
2. Menyiapkan bahan ajar, yaitu rekaman audio tentang buah apel ana Malang yang berdurasi sekitar 5 menit dan berisi informasi seperti nama, bentuk, warna, rasa, manfaat, dan cara menanam buah apel ana Malang.
3. Menyusun pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, misalnya:
o Apa nama buah yang dibahas dalam teks lisan?
o Bagaimana bentuk buah apel ana Malang?
o Apa warna kulit dan daging buah apel ana Malang?
o Bagaimana rasa buah apel ana Malang?
o Apa manfaat buah apel ana Malang bagi kesehatan?
o Bagaimana cara menanam buah apel ana Malang?
4. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan langkah-langkah berikut:
o Mengirimkan rekaman audio kepada siswa melalui grup WA dan memberikan instruksi untuk mendengarkan dengan baik.
o Meminta siswa untuk mendengarkan rekaman audio sekali atau dua kali tanpa mencatat apa-apa.
o Meminta siswa untuk mendengarkan rekaman audio lagi sambil mencatat informasi utama dan rincian dari teks lisan.
o Meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya secara tertulis atau lisan melalui grup WA.
o Memberikan umpan balik kepada siswa tentang jawaban mereka dan memberikan penjelasan atau tambahan informasi jika perlu.
o Memberikan kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari dan mengaitkannya dengan buah mangga Probolinggo sebagai perbandingan.
5. Kota Morotai, Maluku Utara memiliki makanan khas yang sangat populer, papeda. Bapak Zainudin, guru SD kelasenam ingin siswanya di Morotai dapat menuliskan proses pembuatan papeda. Pak Zainudin memerlukan bantuan Anda untuk dibuatkan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menulis proses pembuatan papeda menggunakan teknik menulis meniru model tulisan !
Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menulis proses pembuatan papeda menggunakan teknik menulis meniru model tulisan:
1. Menyiapkan contoh tulisan yang menjelaskan proses pembuatan papeda. Anda bisa mencari contoh tulisan di internet atau buku resep.
Pastikan contoh tulisan mudah dipahami dan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
2. Membacakan contoh tulisan kepada siswa sambil memberikan penjelasan tentang struktur dan kaidah penulisan proses. Anda bisa menunjukkan bagian-bagian penting dari contoh tulisan, seperti judul, tujuan, bahan-bahan, alat-alat, dan langkah-langkah pembuatan
papeda.
3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau
memberikan tanggapan tentang contoh tulisan. Anda bisa menjawab pertanyaan siswa atau memberikan umpan balik yang membangun.
4. Meminta siswa untuk meniru contoh tulisan dengan mengganti
beberapa kata atau kalimat dengan kata atau kalimat sendiri. Anda bisa memberikan petunjuk atau bantuan jika siswa mengalami kesulitan.
5. Meminta siswa untuk membaca hasil tulisannya di depan kelas atau kelompok kecil. Anda bisa memberikan pujian atau saran perbaikan kepada siswa.
6. Meminta siswa untuk mengolah hasil tulisannya dengan menambahkan informasi tambahan, seperti gambar, tabel, diagram, atau fakta-fakta menarik tentang papeda. Anda bisa memberikan sumber referensi yang relevan atau meminta siswa untuk mencari sendiri.
7. Meminta siswa untuk mengembangkan hasil tulisannya dengan
membuat variasi tema atau ide pokok, seperti proses pembuatan lauk pauk yang cocok dengan papeda, manfaat kesehatan dari papeda, atau sejarah dan filosofi dari papeda. Anda bisa memberikan inspirasi atau tantangan kepada siswa.
8. Meminta siswa untuk menyunting hasil tulisannya dengan
memperhatikan aspek-aspek kebahasaan, seperti ejaan, tanda baca, kosa kata, dan tata bahasa. Anda bisa memberikan kriteria penilaian atau checklist yang harus dipenuhi oleh siswa.