• Tidak ada hasil yang ditemukan

Naskah Video Peneraan Timbangan Pegas 3

N/A
N/A
marita anggraini

Academic year: 2024

Membagikan "Naskah Video Peneraan Timbangan Pegas 3"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH SHOOTING PELATIHAN FUNGSIONAL PENERA Judul : Peneraan TBO Mekanik - Pegas

Lokasi : Laboratorium Massa PPSDK Format cerita :

Bahasa : Indonesia

Teks : Indonesia (Terdapat Subtitle Bahasa Indonesia) Target durasi: < 5 menit

No .

Skenario Video Audio

Opening Scene 1 Pengantar

Video

Pembelajaran

● Video Pengajar menjelaskan tujuan pembelajaran dan hasil yang ingin dicapai.

2 Perkenalan Laboratorium Massa /

Suasana Sidang Tera Ulang

● Shoot Gedung Laboratorium dari jauh ke dekat

● Shoot Tulisan

Laboratorium Massa

● Shoot talent membuka pintu laboratorium massa

● Shoot talent

melambaikan tangan dan mengajak untuk masuk

● Shoot kegiatan di laboratorium massa (peserta penera sedang melakukan pengujian TBO Mekanik)

● Keluar judul

“Peneraan TBO Mekanik - Pegas”

VO : “Video ini akan menjelaskan mengenai prosedur dan langkah- langkah peneraan

timbangan pegas sesuai

ST 131 Tahun 2015

tentang Syarat Teknis

(2)

Timbangan Bukan Otomatis.”

Main Body

1 Peralatan dan dokumen yang dibutuhkan

● Shoot peralatan dan dokumen yang sudah tersusun rapi

● Shoot setiap peralatan dan dokumennya saat disebut

VO : “Peralatan yang diperlukan yaitu :

- Anak Timbangan Standar

Dan dokumen yang diperlukan yaitu :

- Instruksi Kerja, dan - Cerapan.”

2 Persiapan ● Shoot talent mengamati dan membersihkan Timbangan Pegas

VO : “Sebelum memulai pengujian, Pastikan timbangan pegas dalam keadaan bersih, kering dan tidak berkarat.”

● Shoot Talent

mengambil cerapan

● Shoot talent

menunjuk identitas timbangan pada timbangan pegas

● Insert slide

Perhitungan Kelas Timbangan,

Perhitungan BKD, Min. 5 titik uji, dan Kelas AT Standar

● Shoot cerapan timbangan meja yang sudah dilengkapi

VO : “Pertama-tama, catat identitas timbangan pegas // (didetailkan), ITP dijelaskan hanya utk tera.

Kemudian, tentukan kelas timbangan pegas //

(didetailkan)

Hitung Batas Kesalahan yang Diizinkan atau BKD // (didetailkan)

Tentukan minimal 5 titik uji yang meliputi

minimum menimbang, perubahan BKD, dan maksimum menimbang //

(didetailkan)

(3)

● Slide/Infographic Tabel BKD Tera dan Tera Ulang

Terakhir, tentukan kelas anak timbangan standar yang akan digunakan //

(didetailkan)

Oiya, pengujian

timbangan pegas dalam video ini adalah contoh pengujian dalam rangka tera yaa // (tera ulang)

Apa sih yang

membedakan pengujian dalam rangka tera dan tera ulang?

Yuk, perhatikan Tabel Perbedaan BKD untuk Tera dan Tera Ulang berikut ini. (didetailkan)

Untuk tera timbangan pegas, di setiap

pengujian batas

kesalahan yang diizinkan adalah 1 BKD,

sedangkan tera ulang s selain pengujian

kepekaan dan repeatability batas kesalahana yang diizinkan adalah 2 kali BKD.

Alternatif VO:

Sebelum masuk ke tahap

(4)

pengujian, yuk kita simak dulu Tabel Perbedaan BKD untuk Tera dan Tera Ulang berikut ini.

● Shoot talent

mengamati skala nol timbangan

● Shoot dekat jarum penunjuk tidak menunjuk skala nol

● Shoot talent mengulir alat penyetel nol

● Shoot dekat uliran alat penyetel nol

● Shoot dekat jarum penunjuk tepat pada skala nol.

VO : “Sebelum memulai pengujian, pastikan jarum penunjuk sudah tepat menunjuk 0 pada kondisi timbangan tidak

bermuatan //

Apabila jarum penunjuk tidak tepat menunjuk pada skala 0, lakukan setting 0 terlebih dahulu //

Putar alat penyetel nol pada pegas sampai jarum penunjuk tepat pada skala 0.”

● Animasi/Motion Graphic :

Menghindari Kesalahan Paralaks

● Shoot pada berbagai posisi talent melihat jarum penunjuk, misal : dari atas, dari bawah, dari samping kanan, dari samping kiri. Terakhir shoot posisi yang benar, dari depan tegak lurus jarum penunjuk skala. (bisa

ditambahkan text pointer/animasi)

VO: “Nah, ada hal penting yang harus bapak/ibu ketahui sebelum kita memulai pengujian //

Sudah tahu apa itu kesalahan paralaks?

Bagaimana kesalahan paralaks mempengaruhi pembacaan hasil

penimbangan pada timbangan pegas? //

Kesalahan paralaks

terjadi apabila posisi

mata pengamat tidak

tegak lurus dengan skala

pada saat membaca hasil

penimbangan.

(5)

Kesalahan ini dapat diatasi dengan cara memposisikan mata pengamat tegak lurus dengan skala yang ditunjuk oleh timbangan pegas.”

3 Pengujian Timbangan Pegas

Insert text ke video sesuai VO >> start dari

“sesuai …eksentrisitas”

Animasi/Motion Graphic

“Pengujian Timbangan Pegas

1. Uji Kebenaran”

Shoot talent ketika memperlihatkan 5 titik uji yang akan diambil (misal memperlihatkan hasil penentuan titik uji pada papan tulis, lalu menunjukkan AT Standar yang

digunakan) / Alternatif dapat menggunakan textpointer/animasi/

motion

graphic/Infographic / Fast rewind dan

playback pada saat

VO : “Sekarang, mari kita simak Pengujian Timbangan Pegas //

Sesuai dengan Syarat Teknis Nomor 131 Tahun 2015, Prosedur Kerja

Tera/Tera Ulang Timbangan Pegas dan Timbangan Cepat terdiri dari 4 Pengujian, yaitu 1. Uji Kebenaran 2. Uji Kepekaan

3. Uji Kemampuan Ulang (Repeatability), dan 4. Uji Eksentrisitas //

Pertama kita akan lakukan uji kebenaran terlebih dahulu //

1. Tentukan titik uji penimbangan dengan minimal 5 titik uji dalam

rentang ukur

penimbangan yang harus mencakup:

Minimum menimbang;

Perubahan BKD; dan Maksimum menimbang

(6)

menampilkan

penentukan titik-titik uji

Shoot talent mengamati posisi jarum dan

melakukan penyetelan nol.

Shoot talent pada saat meletakkan AT Standar untuk pengujian

pertama (misal pada titik minimum 1 kg)

Shoot Talent pada saat mengamati posisi penunjukan

Insert text hasil penimbangan

Shoot cerapan untuk titik uji 1 / Alternatif insert text di video

Video langkah 2 s.d. 5 dibuat dalam 1 frame

Shoot talent

meletakkan muatan uji

Shoot hasil penimbangan

Insert cerapan pada masing-masing titik uji

atau boleh kurang

sampai 5e dari

maksimumnya (Max-5e) //

2. Pastikan jarum penunjuk tepat menunjuk pada skala nol. Jika tidak, lakukan penyetelan nol terlebih dahulu //

3. Muati dengan anak timbangan standar pada titik uji yang diperiksa.

Titik uji pertama yaitu minimum menimbang, 1000 g //

4. Amati posisi jarum penunjuk //

5. Apabila kesalahan penunjukkannya tidak melebihi BKD, maka pengujian kebenaran pada titik uji ini dinyatakan “SAH”. Jika melebihi BKD, maka dinyatakan “BATAL” //

(7)

Shoot cerapan uji kebenaran

Beri highlight pada kesimpulan sah atau batal

6. Lakukan angka 2 sampai dengan 5 untuk titik uji lainnya //

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji kedua, 5000 g //

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji ketiga, 15000 g //

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji keempat, 20000 g //

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji kelima, 30000 g //

Apabila kesalahan

penunjukan pada semua titik uji tidak melebihi BKD, maka pengujian kebenaran timbangan pegas

dinyatakan “SAH”.

Namun, apabila terdapat titik uji yang memiliki kesalahan penunjukan melebihi BKD, maka pengujian kebenaran timbangan pegas dinyatakan “BATAL”.

Animasi/Motion Graphic

“Pengujian Timbangan Pegas

2. Uji Kepekaan”

sesuaikan ST

VO : Berikutnya yaitu uji kepekaan //

(8)

Animasi/Motion Graphic/Text Pointer Titik Uji Kepekaan dan BKD-nya.

Alternatif: Shoot cerapan uji kepekaan yang sudah diisi titik ujinya

Shoot talent mengamati posisi jarum dan

melakukan penyetelan nol

Shoot talent menaikkan AT 1000 g

Shoot dekat

penunjukan timbangan

Shoot talent

menambahkan imbuh

Shoot dekat imbuh

Shoot talent mengamati penunjukan

Shoot dekat

penunjukan timbangan

Add text di video - Pawal = …

- Pakhir = … - ∆P = …

- Syarat kepekaan muatan uji 1000 g adalah min. 0,7 BKD = 0,7 x 50g = min.

35g

Pengujian ini dilakukan pada 3 tiga uji, yaitu pada muatan minimum

menimbang, 50%

maksimum, dan maksimum menimbang atau boleh kurang 5e dari

maksimumnya Max-5e // (3 titik)

1.

Pastikan jarum penunjuk tepat

menunjuk pada skala nol. Jika tidak, lakukan penyetelan nol terlebih dahulu //

2. Muati dengan muatan uji pertama, yaitu minimum menimbang 1000 g.

Amati penunjukan awal timbangan //

3. Tambahkan imbuh sebesar BKD; muatan uji //

4. Amati penunjukan timbangan setelah ditambah imbuh //

Apabila perubahan penunjukan minimal 0,7 BKD, maka dinyatakan

“SAH”. Jika tidak

bergerak atau bergerak kurang dari 0,7 BKD,

(9)

- SAH/BATAL

Video langkah 2 s.d. 5 dibuat dalam 1 frame

Shoot talent menaikkan AT 15000g

Shoot talent mengamati jarum penunjuk, shoot dekat penunjukan awal

Shoot talent menambah imbuh, shoot dekat imbuh

Shoot talent mengamati jarum penunjuk, shoot dekat penunjukkan akhir

Add text di video - Pawal = …

- Pakhir = … - ∆P = …

- Syarat kepekaan muatan uji 1000 g adalah min. 0,7 BKD = 0,7 x 50g = min.

35g

● - SAH/BATAL

● Idem seperti titik uji kedua (15000 g)

maka dinyatakan

“BATAL” //

5. Lakukan angka 2 s.d. 4 untuk titik uji lainnya //

Berikut ini adalah pengujian kepekaan pada titik uji kedua, 15000g. Imbuh yang digunakan sebesar BKD muatan uji, 100g. Pengujian dinyatakan sah apabila jarum penunjuk bergeser sebanyak 0,7 BKD atau 70g pada saat ditambahkan imbuh //

(10)

Shoot cerapan uji kepekaan, beri highlight pada resume hasil pengujian ketiga titik uji dan kesimpulan

SAH/BATAL

Berikut ini adalah pengujian kepekaan pada titik uji ketiga, 30000g atau 29500g. Imbuh yang digunakan sebesar BKD muatan uji, 150g. Pengujian dinyatakan sah apabila jarum penunjuk bergeser sebanyak 0,7 BKD atau

105g pada saat

ditambahkan imbuh //

Apabila ketiga titik uji kepekaan memenuhi syarat minimal pergerakan skala sebesar 0,7 BKD, maka uji kepekaan dinyatakan SAH.

Namun, apabila salah satu atau lebih titik uij ternyata hasilnya tidak peka, maka pengujian kepekaan dinyatakan BATAL.”

Animasi/Motion Graphic “Pengujian Timbangan Pegas 3. Uji Repeatability”

Shoot talent mengamati posisi jarum dan melakukan penyetelan nol

Shoot talent

meletekkan AT 24 kg

Shoot dekat AT

VO : “Pengujian selanjutnya adalah uji repeatability atau kemampuan ulang //

1. Jangan lupa untuk selalu memastikan jarum

penunjuk tepat

menunjuk pada skala nol pada saat timbangan belum bermuatan. Jika

tidak, lakukan

penyetelan nol terlebih dahulu //

2. Muati dengan anak timbangan standar pada

(11)

Shoot talent melakukan

perubahan/gangguan pada muatan

Insert text di video:

“Pengulangan 1”

Shoot talent mengamati posisi jarum penunjukan, shoot dekat

penunjukan (diberikan text pointer hasil penunjukannya)

Text

Pointer/Animasi/Motion Graphic :

“Dilakukan min. 3 x”

Shoot talent memberi gangguan pada

muatan

Insert text:

“Pengulangan 2”

Shoot talent mengamati penunjukan

Shoot dekat

penunjukan (add text hasil penimbangan)

Idem seperti

pengulangan kedua

muatan 0,8 Max.

Untuk timbangan pegas kapasitas 30 kg, maka muatan ujinya adalah 24 kg //

3. Lakukan perubahan atau gangguan pada lantai muatan //

4. Amati posisi jarum penunjukan //

5. Untuk mengetahui kesalahannya lakukan minimal 3 (tiga) kali //

Berikut ini adalah penunjukan timbangan pegas pada pengulangan kedua //

(12)

Shoot cerapan

Berii highlight pada perhitungan ∆P dan kesimpulan

Berikut ini adalah penunjukan timbangan pegas pada pengulangan ketiga //

Selisih penunjukan yang terbesar tidak boleh melebihi BKD untuk muatan uji.”

Slide Posisi Pengujian Eksentrisitas

Insert gambar letak titik uji eksentrisitas.

Shoot talent mengamati posisi jarum dan melakukan penyetelan nol

Shoot talent pada saat meletakkan AT pada lantai muatan posisi 1

VO : Terakhir kita lakukan uji eksentrisitas

Ingat, prosedur ini Hanya diperuntukan untuk timbangan pegas bukan gantung //

Pada timbangan pegas titik – titik uji eksentrisitasnya adalah sebagai berikut.

(sesuaikan dg ST)

Langkah-langkah pengujian eksentrisitas adalah //

1. Selalu pastikan jarum

penunjuk tepat

menunjuk pada skala nol pada saat timbangan belum bermuatan //

2. Muati dengan anak

(13)

Add text Posisi 1

Shoot dekat AT (Ditambah text pointer 1/3 max = ..kg dan BKDnya)

Shoot Talent ketika mengamati

penunjukan, dan shoot dekat penunjukan (+

text pointer BKD- nya)

Text pointer :

Kesalahan Penunjukan E = P-L

E …. BKD SAH/BATAL

Insert gambar posisi titik uji eksen, beri highlight warna pada posisi 2, 3, 4, dan 5

Shoot AT pada posisi 2,3,4,5

Shoot dekat penunjukannya

Text pointer :

Kesalahan Penunjukan E = P-L

E …. BKD SAH/BATAL

timbangan standar pada muatan minimal 1/3 maksimum pada posisi yang diuji, misalkan titik uji satu.

Untuk timbangan pegas kapasitas 30kg, kita dapat menggunakan muatan uji eksentrisitas sebesar 10 kg //

3. Amati penunjukanya //

4. Apabila kesalahan penunjukannya tidak melebihi BKD, maka timbangan dinyatakan

“SAH”. Jika melebihi BKD

maka timbangan

dinyatakan “BATAL” //

5. Lakukan angka 2 s.d.

4 untuk posisi lain yang diuji.

Berikut ini adalah hasiil pengujian eksentrisitas pada posisi 2 //

Berikut ini adalah hasiil

(14)

Shoot cerapan bagian uji eksentrisitas dan beri highlight pada kesimpulan

pengujian eksentrisitas pada posisi 3 //

Berikut ini adalah hasiil pengujian eksentrisitas pada posisi 4 //

Berikut ini adalah hasiil pengujian eksentrisitas pada posisi 5 //

Apabila kesalahan

penunjukan pada semua posisi uji tidak melebihi BKD, maka pengujian eksentrisitas dinyatakan SAH. Namun, apabila ada salah satu atau lebih titik uji yang kesalahan penunjukannya melebihi BKD, maka pengujian eksentrisitas dinyatakan BATAL.

Insert any picture yang related. Ketika VO >>

“masih ingat kan?”, di video insert text ttg pengujian-pengujian pegas

Shoot pada pengisian kesimpulan di cerapan

VO : “Kita sudah melakukan empat jenis pengujian timbangan pegas. Masih ingat kan? Menurut

bapak/ibu, apakah

timbangan pegas yang sudah kita uji layak untuk dibubuhi tanda tera sah? //

Pengujian dikatakan sah dan dapat dibubuhi Cap Tanda Tera apabila keempat jenis pengujian, yaitu uji kebenaran, kepekaan,

repeatability dan

eksentrisitas pada

timbangan pegas

dinyatakan SAH. Jika terdapat satu atau lebih pengujian yang batal maka

(15)

timbangan pegas harus direparasi terlebih dahulu untuk kemudian diuji kembali.

4. Pembubuhan CTT

Shoot talent membawa timbangan pegas yang telah diuji ke tempat pembubuhan CTT

Keluar Judul

“Pembubuhan CTT”

VO : “Setelah dinyatakan sah, langkah selanjutnya yaitu Pembubuhan CTT pada timbangan pegas.

Yang perlu diperhatikan yaitu tempat pembubuhan dan CTT apa saja yang dibubuhkan pada saat tera dan tera ulang “

Shoot talent

menunjukkan posisi CTT untuk tera pertama kali dan posisi CTT untuk tera ulang serta jenis dan ukuran CTT-nya

VO : “Pada saat tera pertama kali, CTT yang dibubuhkan yaitu tanda daerah ukuran 8 mm, pegawai berhak dan sah logam ukuran 6 mm.

(sesuaikan deg

CTT tersebut dibubuhkan

pada lemping

alumunium/logam dengan kualitas sejenis yang tahan karat.

Lemping dipasang pada display bagian dalam timbangan pegas //

Selain itu dibubuhkan pula tanda jaminan plombir (JP8) pada sekrup dibagian samping kanan dan kiri pegas untuk menghindari adanya perubahan pada settingan pegas di dalam timbangan //

Kemudian untuk tera ulang dilakukan dengan cara mengganti tanda jaminan plombir dengan tanda sah

(16)

plombir ukuran 6 mm.

Closing

1 Penutup

Cuplikan video-video dibuat kecil

VO : “Sekian video

peneraan timbangan pegas sesuai dengan ST Nomor 131 Tahun 2015. Semoga videonya bermanfaat”

NARASI : Opening :

(Musik Pengiring)

(Tujuan Pembelajaran dkk oleh Pengajar) Main :

Video ini akan menjelaskan mengenai prosedur dan langkah-langkah peneraan timbangan pegas sesuai Syarat Teknis Nomor 131 Tahun 2015 tentang Timbangan Bukan Otomatis.

Peralatan yang diperlukan yaitu :

-

Anak Timbangan Standar

Dan dokumen yang diperlukan yaitu : - Instruksi Kerja,

- dan Cerapan.”

Sebelum memulai pengujian, pastikan timbangan pegas dalam keadaan bersih, kering dan tidak berkarat.

Pertama-tama, catat identitas timbangan pegas Kemudian, tentukan kelas timbangan pegas Hitung Batas Kesalahan yang Diizinkan atau BKD

(17)

Tentukan minimal 5 titik uji yang meliputi minimum menimbang, perubahan BKD, dan maksimum menimbang //

Terakhir, tentukan kelas anak timbangan standar yang akan digunakan //

Oiya, pengujian timbangan pegas dalam video ini adalah contoh pengujian dalam rangka tera yaa //

Apa sih yang membedakan pengujian dalam rangka tera dan tera ulang?

Yuk, perhatikan Tabel Perbedaan BKD untuk Tera dan Tera Ulang berikut ini.

Untuk tera timbangan pegas, di setiap pengujian batas kesalahan yang diizinkan adalah 1 BKD, sedangkan tera ulang selain pengujian kepekaan dan repeatability batas kesalahan yang diizinkan adalah 2 kali BKD.

Sebelum memulai pengujian, pastikan jarum penunjuk sudah tepat menunjuk 0 pada kondisi timbangan tidak bermuatan

Apabila jarum penunjuk tidak tepat menunjuk pada skala 0, lakukan setting 0 terlebih dahulu.

Putar alat penyetel nol pada pegas sampai jarum penunjuk tepat pada skala 0.

Nah, ada hal penting yang harus bapak/ibu ketahui sebelum kita memulai pengujian.

Sudah tahu apa itu kesalahan paralaks? Bagaimana kesalahan paralaks mempengaruhi pembacaan hasil penimbangan pada timbangan pegas?

Kesalahan paralaks terjadi apabila posisi mata pengamat tidak tegak lurus dengan skala pada saat membaca hasil penimbangan.

Kesalahan ini dapat diatasi dengan cara memposisikan mata pengamat tegak lurus dengan skala yang ditunjuk oleh timbangan pegas.”

Sekarang, mari kita simak Pengujian Timbangan Pegas

Sesuai dengan Syarat Teknis Nomor 131 Tahun 2015, Prosedur Kerja Tera/Tera Ulang Timbangan Pegas dan Timbangan Cepat terdiri dari 4 Pengujian, yaitu :

1. Uji Kebenaran 2. Uji Kepekaan

3. Uji Kemampuan Ulang (Repeatability), dan 4. Uji Eksentrisitas

Pertama kita akan lakukan uji kebenaran terlebih dahulu.

1. Tentukan titik uji penimbangan dengan minimal 5 titik uji dalam rentang ukur penimbangan yang harus mencakup:

- Minimum menimbang;

- Perubahan BKD; dan

- Maksimum menimbang atau boleh kurang sampai 5e dari maksimumnya (Max-5e) //

2. Pastikan jarum penunjuk tepat menunjuk pada skala nol. Jika tidak, lakukan penyetelan nol terlebih dahulu //

(18)

3. Muati dengan anak timbangan standar pada titik uji yang diperiksa. Berdasarkan perhitungan sebelumnya, titik uji pertama adalah 1000 g //

4. Amati posisi jarum penunjuk //

5. Apabila kesalahan penunjukkannya tidak melebihi BKD, maka pengujian kebenaran pada titik uji ini dinyatakan “SAH”. Jika melebihi BKD, maka dinyatakan “BATAL” //

6. Lakukan angka 2 sampai dengan 5 untuk titik uji lainnya //

-

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji kedua, 5000 g //

-

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji ketiga, 15000 g //

-

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji keempat, 20000 g //

-

Berikut ini adalah hasil penimbangan pada titik uji kelima, 30000 g //

Apabila kesalahan penunjukan pada semua titik uji tidak melebihi BKD, maka pengujian kebenaran timbangan pegas dinyatakan “SAH”.

Namun, apabila terdapat titik uji yang memiliki kesalahan penunjukan melebihi BKD, maka pengujian kebenaran timbangan pegas dinyatakan “BATAL”.

Berikutnya yaitu uji kepekaan

Pengujian ini dilakukan pada 3 tiga titik uji, yaitu pada muatan minimum menimbang, 50%

maksimum, dan maksimum menimbang atau boleh kurang 5e dari maksimumnya Max-5e //

1. Pastikan jarum penunjuk tepat menunjuk pada skala nol. Jika tidak, lakukan penyetelan nol terlebih dahulu //

2. Muati dengan muatan uji pertama, yaitu minimum menimbang 1000 g. Amati penunjukan awal timbangan //

3. Tambahkan imbuh sebesar BKD muatan uji //

4. Amati penunjukan timbangan setelah ditambah imbuh. Apabila perubahan penunjukan minimal 0,7 BKD, maka dinyatakan “SAH”. Jika tidak bergerak atau bergerak kurang dari 0,7 BKD, maka dinyatakan “BATAL” //

5. Lakukan angka 2 s.d. 4 untuk titik uji lainnya //

-

Berikut ini adalah pengujian kepekaan pada titik uji kedua, 15000g. Imbuh yang digunakan sebesar BKD muatan uji, 100g. Pengujian dinyatakan sah apabila jarum penunjuk bergeser sebanyak 0,7 BKD atau 70g pada saat ditambahkan imbuh //
(19)

-

Berikut ini adalah pengujian kepekaan pada titik uji ketiga, 30000g atau 29500g. Imbuh yang digunakan sebesar BKD muatan uji, 150g. Pengujian dinyatakan sah apabila jarum penunjuk bergeser sebanyak 0,7 BKD atau 105g pada saat ditambahkan imbuh //

Apabila ketiga titik uji kepekaan memenuhi syarat minimal pergerakan skala sebesar 0,7 BKD, maka uji kepekaan dinyatakan SAH. Namun, apabila salah satu atau lebih titik uij ternyata hasilnya tidak peka, maka pengujian kepekaan dinyatakan BATAL.”

Pengujian selanjutnya adalah uji repeatability atau kemampuan ulang

1. Jangan lupa untuk selalu memastikan jarum penunjuk tepat menunjuk pada skala nol pada saat timbangan belum bermuatan. Jika tidak, lakukan penyetelan nol terlebih dahulu //

2. Muati dengan anak timbangan standar pada muatan 0,8 Max. Untuk timbangan pegas kapasitas 30 kg, maka muatan ujinya adalah 24 kg //

3. Lakukan perubahan atau gangguan pada lantai muatan //

4. Amati posisi jarum penunjukan //

5. Untuk mengetahui kesalahannya lakukan minimal 3 (tiga) kali //

-

Berikut ini adalah penunjukan timbangan pegas pada pengulangan kedua //

-

Berikut ini adalah penunjukan timbangan pegas pada pengulangan ketiga //

Selisih penunjukan yang terbesar tidak boleh melebihi BKD untuk muatan uji.”

Terakhir kita lakukan uji eksentrisitas

Ingat, prosedur ini hanya diperuntukan untuk timbangan pegas ini ya. Bukan timbangan pegas gantung!

Pada timbangan pegas titik – titik uji eksentrisitasnya adalah sebagai berikut.

Langkah-langkah pengujian eksentrisitas adalah //

1. Selalu pastikan jarum penunjuk tepat menunjuk pada skala nol pada saat timbangan belum bermuatan //

2. Muati dengan anak timbangan standar pada muatan minimal 1/3 maksimum pada posisi yang diuji, misalkan titik uji satu. Untuk timbangan pegas kapasitas 30kg, kita dapat menggunakan muatan uji eksentrisitas sebesar 10 kg //

3. Amati penunjukanya //

4. Apabila kesalahan penunjukannya tidak melebihi BKD, maka timbangan dinyatakan “SAH”.

Jika melebihi BKD maka timbangan dinyatakan “BATAL” //

5. Lakukan angka 2 s.d. 4 untuk posisi lain yang diuji.

(20)

-

Berikut ini adalah hasiil pengujian eksentrisitas pada posisi 2 //

-

Berikut ini adalah hasiil pengujian eksentrisitas pada posisi 3 //

-

Berikut ini adalah hasiil pengujian eksentrisitas pada posisi 4 //

-

Berikut ini adalah hasiil pengujian eksentrisitas pada posisi 5 //

Apabila kesalahan penunjukan pada semua posisi uji tidak melebihi BKD, maka pengujian eksentrisitas dinyatakan SAH. Namun, apabila ada salah satu atau lebih titik uji yang kesalahan penunjukannya melebihi BKD, maka pengujian eksentrisitas dinyatakan BATAL.

Kita sudah melakukan empat jenis pengujian timbangan pegas. Masih ingat kan? Menurut bapak/ibu, apakah timbangan pegas yang sudah kita uji layak untuk dibubuhi cap tanda tera sah?

Pengujian dikatakan sah dan dapat dibubuhi Cap Tanda Tera sah apabila keempat jenis pengujian, yaitu uji kebenaran, kepekaan, repeatability dan eksentrisitas pada timbangan pegas dinyatakan SAH. Jika terdapat satu atau lebih pengujian yang batal maka timbangan pegas harus direparasi terlebih dahulu untuk kemudian diuji kembali.

Setelah dinyatakan sah, langkah selanjutnya yaitu Pembubuhan CTT pada timbangan pegas.

Yang perlu diperhatikan yaitu tempat pembubuhan dan CTT apa saja yang dibubuhkan pada saat tera dan tera ulang.

Pada saat tera pertama kali, CTT yang dibubuhkan yaitu tanda daerah ukuran 8 mm, pegawai berhak dan sah logam ukuran 6 mm.

CTT tersebut dibubuhkan pada lemping alumunium/logam dengan kualitas sejenis yang tahan karat.

Lemping dipasang pada display bagian dalam timbangan pegas.

Selain itu dibubuhkan pula tanda jaminan plombir (JP8) pada sekrup dibagian samping kanan dan kiri pegas untuk menghindari adanya perubahan pada settingan pegas di dalam timbangan //

Kemudian untuk tera ulang dilakukan dengan cara mengganti tanda jaminan plombir dengan tanda sah plombir ukuran 6 mm.

Closing

Sekian video peneraan timbangan pegas sesuai dengan ST Nomor 131 Tahun 2015. Semoga videonya bermanfaat

Referensi

Dokumen terkait