• Tidak ada hasil yang ditemukan

' Nationa Conference - Ubaya Repository - Universitas Surabaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "' Nationa Conference - Ubaya Repository - Universitas Surabaya"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

:. '

.....

~ ... .,., ... ..

~

. ..., ... ..

'

Nationa

ISSN 1412-3525

Proceedings

Conference

urabaya, 20 - 22 · February 2002

·•.

(2)

DAFTARISI

Makalah yang ditampilkan dalam bentuk presentasi

Perancangan Usaha Peningkatan Kualitas Pelayanan Jasa Di Hotel Bakung Beach Cottages. A-1 NLP Hariastuti

Pendekatan Fuzzy Dalam Menentukan Parameter Kontrol Genetic Algorithm. A-13 Novita Sakundarin' Miftahol Arifin

Mo Evalua Program Sister City Dengan Menggunakan Data Envelopment Analysis. A-22

· Tambunan

A Change Of The Human Resource Behaviour Is A Must To Start Management Of Change, A-30 Special Experience With The Integrated Ergonomics "Ship" Approach Workshops.

Manuaba

Modifikasi House Of Quality: Pendekatan Integratif Gun a Mengembangkan Produk Jasa A-34 Yang lnovatif.

Theresia Amelia Pawitra

Perbaikan Metode Dan Perancangan Fasilitas Kerja Pada Departemen Finishing Di Pabrik A-43 Jamu Dhoho.

Andree A Sritomo W i Y uniati

ksp plementasi TQM (Studi Kasus di PPL) A-51

udi

Evaluasi Dan Usulan Perbaikan Proses Bisnis Psb (Pasang Barn Telepon) Untuk Pencapaian A-60 Kriteria Wco Di Pt. Telkom Kandatel Denpasar.

Marianti . Sri

w· .

Idham Chalid

Penentuan Strategi Arsitektur Platform Produk Dengan Memanfaatkan Data Karakteristik A-68 Konsumen.

Titah v'"'"''"'~'~"'

A-83

A-87

A-93 A-101 A-111 Sikap Kerja Statis Pembuat Menur Dan Betaka Meningkatkan Keluhan Otot Skeletal Dan A-116 Menurunkan Produktivitas Kerja Perajin Tedung Di Desa Mengwi.

Ni Made Swasti W I Ketut Gde Juli Suarbawa

Model Relationship Benchmarking untuk Perbaikan Kualitas Supplier Manufaktur Komponen A-123 Automatif di Indonesia

Tienna Gustina Budi Santoso

Sikap Kerja Weedging (Ulet) Menyebabkan Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Keramik A-135 (Studi Kasus Pada Perusahaan "Caluk Ceramics" di Denpasar - Bali)

Ida Made Sri Ni N · I Made Yasana

Paparan Suhu Dingin Menurunkan Frekuensi Kerja Bagian Proses Produksi di Perusahaan A-139 Eksportir lkan Beku

Lilik

s

re Information from the Supplier to Reduce Inventory Related Costs Tinjauan Ergonomi Terhadap Intensitas Penerangan Ruang Kerja Perajin Perak di Desa Celuk Sukawati

Ida Sri Lilik Antarini

ii

A-149 A-156 A-162

(3)

!!

l st National Industrial Engineering Conference

A-166 cangan Sistem Penyimpanan dan Penyediaan Pisau Saw Mill dan Moulding dengan A-170 p rhatikan Aspek Keselamatan Kerja dan Ergonomi di CV. Cahaya Sejati

Herawati Gunawan

ian Resiko Cedera/Sakit Akibat Kerja pada Pekerjaan Angkat dan Angkut di Pelabuhan A-178

emampuan Proses Barn untuk Distribusi Non-Norm~l A-186

wati

..,. _ _ ngan Ulang Tata Letak Suatu Produk di Supermarket dengan Mempertimbangkan A-194

-..~.~..., Konsumen

--~~tkan Kepuasan Pelanggan Universitas Surabaya dengan Pendekatan Integrasi dan QFD

Kostawan. Theresia A. P E1viera L""'-~u~l.llll

novation Characteristics of Information Technology-based Firms

manusia-Mesin dan Pemecahan Masalah Ergonomi Melalui Pendekatan . . . . - ' " ~m.dl.a Rnang Pengendali Lalulintas udara Ban dar Udara Ngurah Rai

. A.Bakrie.

istem Kerja pada Departemen Extruder dan Mariana

rancangan Kursi Makan Ergonomis dan Penentuan Waktu Operasi utalaksana

I Ergonomis untuk Rumah Tangga Sederhana Guna Mendukung Aktivitas Z. Sutalaksana

A-202 A-211 A-216

A-227 A-234

A-243 A-249 A-267

A-283 uality Costs dan Quality Loss Sebagai Indikator Peningkatan Kualitas A-293 ction Deployment untuk Perbaikan Kualitas Laboratorium (Studi Kasus : A-30 1 ndalian Kualitas dan Laboratorium Analisis Perancangan Kerja &

eknik Industri Universitas Kristen Maranatha) Yulianti

••••~~~~~~ Perubahan dalam Upaya Pencapaian Sertifikasi ISO 9000 dan Penerapan A-313 utu ISO 9000

A-336 Manajerial Di A-343

A-353

'erja Pembuat Kacang Goreng Di Desa Nyanglan Yang Tidak Adekuat A-362 erja dan Gangguan Otot Skeletal

o;;;:r-.,..-+,."1,"a

_ Based Costing pada Quality Cost dalam Perbaikan Kualitas Proses A-367

iii

(4)

alisis Ekonomis dan Sensitivitas Proyek Pengembangan Produk Baru Lianto

Penerapan Quality Function Deployment dengan Metode Fuzzy untuk Operator Telepon A-38 Seluler

Joice Dian Pawe · Erwin Widodo

Efektivitas dan Efisiensi Pengelolaan Laboratorium Biologi SMU Negeri di Kabupaten Buleleng Propinsi Bali

I Made ·

Rumah Penduduk di Kota Palembang

Makalah yang ditampilkan dalam bentuk poster

Tinjauan Ergonomis pada Alat Pemarut Kelapa sebagai Sarana Upacara Adat di Desa 8-1 Tenganan, Kabupaten Karangasem

Made Susila Patra dan I Made ~ .. L,., ... ,.,

Rancangan Tangga Kerja yang Ergonomis untuk Pengecoran Plat Lantai Beton Pada Beton 8-5 Bertingkat

Lilik S

Perencanaan dan Perancangan Alat Pembuka Kuaci dengan Konsep Generasi dan Konsep B-13 Seleksi

Hendra Y

Posisi Duduk pada Perajin Perak di Desa Celuk Menyebabkan Kelelahan dan Gangguan Otot B-21 Skeletal

Made S Luh Made Indah Sri H.A.

bust Parameter pada Weighted Application Blank (W AB) B-25

· amin Tam hunan

Peraj bu di Desa Belega Menimbulkan Gangguan Musculoskeletal B-33 Sri

(Studi Kasus di Kawasan Objek Wisata Bali) B-36

1\J'""'""~l" Murniasih

Modifikasi agang Alat Tekan (Penindesan) untuk Perajin Perak di Desa Celuk, Sukawati 8-41 Ni N Rusmini, Toto Noerasto

Kancing Baju Jenis Ceples, Paling Praktis untuk Lansia, Telaah di Pusat Kegiatan Lansia B-44 'Aisyiyah-Solo

Solichul Hadi, Muchlison Anis dan Etika Muslimah

IV

(5)

*

. 1st National Industrial Engineering Conference

Analisis Sensitivitas untuk Service Level Pada Multi-echelon de Permintaan Berkorelasi

Dina Natalia Prayogo

Jurusan Teknik Industri - Fakultas Teknik Universitas Surabaya

E-mail: [email protected]

Abstrak

Makalah ini membahas ana/isis sensitivitas untuk service level pada sistem inventori

11Dlr::=-c:~•

dengan permintaan yang berkorelasi. Multi-echelon system yang difokuskan di sini

menq.;.:x;;a-_~

hubungan rantai suplai antara supplier-pusat distribusi-retailers. Baik pada lokasi p maupun masing-masing retailer menerapkan kebijakan inventori periodic review order- di mana permintaan konsumen pertama kali timbul pada tingkat retailer. Pada kondisi

r,

permintaan tersebut memiliki korelasi baik antar periode maupun antar retailer.

sensitivitas menunjukkan bahwa performansi dari customer service level sangat ter·J.!.Cllt.'lll!llr"

kondisi parameter sistem secara keseluruhan serta dipengaruhi oleh besarnya korelas

i pe1~11D1-

Abstract

This paper studies the sensitivity analysis of customer service level in multi-echelon lm· · with correlated demands. The multi-echelon which considered here is a supply c relationship among supplier-distribution center-retailers. Both stock points operate a

TlPP""'Yl ....

order-up-to level S echelon inventory policy in which demand occurs at the retailer most of the time the demands have correlations both between successive periods f

or

correlations between demands for an item at different retailer. The sensitivity demonstrate that the customer service level performance most depend on the parameters setting and the effects of the magnitude of demand correlation.

Keywords: sensitivity analysis, service level, multi-echelon system, correlated demand.

1. Pendahuluan

Saat ini, persaingan yang terjadi dalam dunia bisnis bukan lagi antar individual

~-•

namun karena performansi dari suatu organisasi akan berdampak langsung kep

organisasi lain yang terkait dalam suatu rantai suplai, maka persaingan bisnis

t~_...-..

antar rantai suplai. Oleh karena itu; antar anggota rantai suplai perlu ada koor sama yang baik dalam seluruh aspek logistik [1].

Customer service level merupakan salah satu ukuran performansi pelayanan

~~t"i:_::sll&

dianggap penting oleh banyak organisasi agar dapat unggul be berkesinambungan. Customer service level dalam sistem inventori dapat din a banyak cara, salah satunya menggambarkan kemampuan suatu organisasi un

permintaan konsumen dalam suatu periode tertentu. Makalah ini membahas

pe!~--~~~

model sistem inventori dalam suatu rantai suplai yang dikenal dengan istilah

".410"-""l-

system dan melakukan analisis sensitivitas terhadap pencapaian Customer servi Multi-echelon system yang difokuskan di sini merupakan sistem hubungan pusat distribusi-retailers, di mana permintaan konsumen pertama kali timb retailer.

A-336

(6)

tahun-tahun terakhir ini telah banyak penelitian yang dilakukan dalam pengembangan sistem inventori untuk multi-echelon system yang membahas pula pengukuran service di antaranya adalah seperti yang dilakukan oleh Lagodimos [2]. Namun model sistem

· untuk multi-echelon system tersebut sebagian besar mengasumsikan permintaan yang terjadi independen antar retailer dan tidak memperhitungkan adanya permintaan antar periode waktu. Oleh karena pada kondisi rii1, sering ka1i konsumen tersebut berkorelasi baik antar periode waktu maupun antar retailer maka analisis sensitivitas pengaruh besarnya korelasi permintaan tersebut terhadap level akan dipelajari dalam pembahasan berikut ini.

system model yang dibahas dalam makalah ini menggambarkan sistem antara single supplier yang menyalurkan produknya melalui suatu pusat distribusi g berfungsi sebagai koordinator dalam melakukan pemesanan seluruh permintaan dari retailer di bawahnya, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Baik pada pusat maupun seluruh retailer menerapkan kebijakan inventori periodic review order up- dengan interval review inventori yang sama yaitu R peri ode [3].

L periode

Pus at Distribusi

l periode

Gambar 1. Multi-echelon system

Retailers (N)

yang dibutuhkan untuk mengirimkan produk dari supplier ke pusat distribusi periode, sedangkan waktu pengiriman dari pusat distribusi ke setiap retailer sama yaitu l periode. Oleh karena itu, pada setiap retailer memiliki maksimum

Rj

untuk mengantisipasi perirnntaan konsumen selama lead-time pemesanan l interval review inventori, R periode. Sedangkan pada pusat distribusi melakukan

So yang digunakan untuk memenuhi permintaan selama R+L+l periode.

permintaan konsumen yang diterima oleh setiap retailer j pada periode t dengan korelasi permintaan antar waktu dan antar retailer yang ada dapat sebagai berikut:

A

djt

=

PjDtLt +Ejt (1)

= fraksi permintaan produk pada retailer j dari total permintaan seluruh retailer

= jumlah retailer yang ada di bawah kooordinasi pusat distribusi

--.~

...

~··

agregat pennintaan produk dari seluruh retailer pada periode

t.

A-337

(7)

t.

I st National Industrial Engineering Conference

11

= variabel acak index permintaan produk pada periode mengikuti proses autoregresive orde 1, AR (1 ), [ 4].

11 =

crLzt +

1 ;

dengan z

1 =

pzH + Ez

1

11

mengikuti distribusi Normal dengan mean 1 dan standard deviasi crL z

1

mengikuti distribusi Normal dengan mean 0 dan standard deviasi 1- p

2

p = koefisien autokorelasi permintaan dari periode ke periode;

-1 :::::;

p :::::; +

1

E jt = variabel acak kesalahan prediksi · permintaan produk pada retailer j untuk E jt mengikuti distribusi Normal dengan mean 0 dan standard deviasi cr j Variabel acak index permintaan

11

dipengaruhi oleh koefisien autokorelasi permin periode ke periode , p. Jika p > 0, maka 1

1

akan lebih besar dari

1

(satu) yang

artin.

rata permintaan produk pada periode tersebut akan lebih tinggi dari yang diantisi retailer, demikian pula untuk kondisi sebaliknya.

Berdasarkan persamaan (1), maka agregat permintaan produk dari seluruh retailer . pada periode t dapat dinyatakan sebagai berikut:

N A N

Dt = Idjt = DtLt + LEjt

j=l j=l

Jadi ekspektasi dan varians dari agregat permintaan produk dari seluruh retailer yan._

periode t dapat dinyatakan sebagai berikut [5]:

E(Dt) = DtE(Lt )+ IE(E jt )= Dt

j=l

( ) A2 2

(N )

A2 2

N

2

V AR D

1

= D

1

cr L + V AR IE jt = D

1

cr L + I cr j

J=l J=l

2.2 Model sistem inventori multi-echelon

Kebijakan inventori yang diterapkan baik oleh pusat distribusi maupun mas u..L-... - retailer yang dibahas di sini adalah periodic review order up-to-level S. Pada · _ distribusi, maksimum inventori yang dimiliki harus dapat digunakan untuk

.u ... u:-:...w . .

permintaan dari seluruh retailer yang ada di bawah koordinasinya selama R+L- Total permintaan produk selama R + L + l peri ode dari seluruh retailer yang dinyatakan sebagai berikut: ·

R+L+I N . R+L+l A

V = I I d jt = I D t

t=l j=l t=l

Ekspektasi dan varians untuk total permintaan produk selama R+L +l periode retailer yang ada dapat dinyatakan sebagai berikut:

R+L+l A

E(V) = L D

t

= (R + L + 1 )~

D

= ~

D, R + L + 1 t=l

A-338

edan jjgunaJd

roduk

Ekspekta .fupat d'

VA

_·ntuk m1

· pektasi kuranga yatakru

TRC

y

Xj

yang'

P(y

~ (12)

(8)

(7)

'""'"'<U'•E>"'"'"'

pada masing-masing retailer, maksimum inventori yang dimiliki harus dapat

untuk mengantisipasi permintaan konsumen selama R +l periode . Total permintaan selama

R

+l periode pada retailer j dapat dinyatakan sebagai berikut:

R+L+I R+L+I

A

wj = Idjt = I PjDtLt +Ejt

t= L t=L (8)

U'-'-"''""'

dan varians untuk total permintaan produk pada retailer j selama R+l periode dari dinyatakan sebagai berikut:

( ) R+L+I

A

E wj =Pj I Dt =Pj(R+l}!.!o =!J.Rj,R + I

t=L (9)

(- 1 0)

mengevaluasi performansi dari multi-echelon system ini, maka dapat ditentukan

m~ek1tasi·

total biaya inventori relevan per periode yang terdiri dari biaya simpan dan biaya yang terjadi baik di tingkat pusat distribusi maupun seluruh retailer yang dapat

a•aJt\.au

sebagai berikut:

l ) so

oo

TRC\S

0

,SRj = H

0

f{S

0

-yf(y:kfy+A

0

J{y- S

0

f(y)dy+

y = O y=S o

~[ H•i :J:, (s.i -x ;{{xi ~xi+ A•i J.i (xi- s.J(xi~x i]

ana: Ho = biaya simpan per unit produk per periode pada pusat distribusi Ao = biaya kekurangan per unit produk pada pusat distribusi

HRj = biaya simpan per unit produk per peri ode pada retailer j.

ARj = biaya kekurangan per unit produk pada retailer j.

(11)

y = variabel acak permintaan produk pada pusat distribusi selama R+L+l periode Xj = variabel acak permintaan produk pada retailer j selama R+l periode

ekspektasi total biaya inventori relevan per periode dapat diperoleh melalui

ana/y.f'i.f'

{J] sebagai berikut:

ada tingkat pusat

distribusi~

probabilitas pemenuhan permintaan selama peri ode R+L+l g optimal adalah:

) Ao

\

~

So =

---"=---

~

Ao +Ho => orderup-to-levelS

0

=!J.o,R + L + t +z

0

.cro,R + L + I

A-339

(9)

/.l\' ~ A

- £~

t 1st National Industrial Engineering Conference

Di mana: mean f.!D

,R+

L

+

I dan standar deviasi cr D

,R+L+I

seperti ditunjukkan persamaan ( 6) dan (7)

Pada setiap retailer j, j = 1, ... , N, probabilitas pemenuhan permintaan selama peri R+l yang optimal adalah:

( ) AR

.

P xj

~SR.

=

1

J

AR

. +HR.

J J

(13)

~

order up- to -level: SR

. =

llR R+I + zR .. cr R ; _

J J j-

Di mana: mean llR j.R+I dan standar deviasi .cr R j.R

+

I seperti ditunjukkan persamaan (9) dan ( 1 0)

2.3 Model service level

Customer service level yang digunakan sebagai ukuran performansi dari sistem in untuk multi-echelon system dalam pembahasan berikut ini menyatakan kemampuan baik pada tingkat pusat distribusi maupun pada masing-masing retailer untuk mem::•

permintaan yang ada selama periode lead-time dan interval review inventori, yang dengan service level per unit demanded, dengan formulasi sebagai berikut [6]:

SL = l- Ekspektasi jumlah unit kekurangan = 1 _ E(M > S) Ekspektasi permintaan per siklus R.Jl

Di mana: M = variabel acak permintaan produk selama periode lead-time dan intervat inventori.

R = interval review inventori S = maksimum inventori

ll =rata-rata permintaan produk per periode

Jadi service level pada tingkat pusat distribusi dapat dinyatakan sebagai berikut:

SLo = 1- E(y >So)= 1- crD,R

+

L

+

I·E(zo)

R.Jlo R

.Jlo

dan service level pada setiap retailer j adalah:

E~x j >SR

.

} crR

. R+I.EtzR.}

SLR

. = 1- J

= 1-

J

J

R.Pj·f.lo R.Pj

·llo

3. Ilustrasi numerik dan pembahasan

Pada bagian ini akan diberikan ilustrasi penerapan model sistem inventori untuk mu' dengan permintaan berkorelasi beserta pembahasan mengenai analisis sensiti\ · pengaruh besamya korelasi permintaan terhadap service level baik pada tin ...

distribusi maupun pada masing-masing retailer.

3.1 Studi kasus.

Suatu supplier bahan kimia memiliki distributor tunggal yang berfungsi untuk koordinasi pemesanan produk dan meyalurkannya ke 5 (lima) retailer yang berada daerah pemasarannya. Rata-rata agregat prediksi permintaan yang ada pada sebesar 2000 ton per minggu. Prediksi permintaan pada masing-masing retail standard deviasi kesalahan sebesar 1 0 ton per minggu, dengan variansi index

A-340

(10)

0.01. Data proporsi besamya prediksi permintaan yang terdapat pada retailer 1:

2: ,retailer 3: retailer 4: retailer 5 adalah: 0.10 : 0.15 : 0.20 : 0.25 : 0.30. Baik pada distributor maupun masing-masing retailer menggunakan kebijakan inventori periodic order up-to-level S, dengan interval review inventori yang sama yaitu setiap minggu Lead-time pemesanan dari distibutor ke supplier selama 1 0 minggu, sedangkan lead-

produk dari distribuotr ke setiap retailer sama yaitu selama 3 minggu.

-impan produk di distributor sebesar Rp. 200.000,- per ton per minggu, sedangkan simpan pada setiap retailer sama yaitu sebesar Rp. 400.000,- per ton per minggu.

biaya kekurangan yang terjadi pada distributor Rp. 1.000.000,- per ton sedangkan ap retailer sama yaitu sebesar Rp. 800.000,- per ton. Berikut ini hasil perhitungan level baik pada tingkat distributor maupun masing-masing retailer beserta ekspektasi . ·a inventori relevannya.

a e as1 per 1 ungan service eve an o a 1aya mven on.

T b I 1 H 'I h't . I 1 d t t 1 b' t .

I P SLn SLRI SLR2 SLR3 SLR4 SLRs TRC

0.8 91.73% 91.94% 92.11% 92.17% 92.20% 92.21%

777.175.347,9

0.4 95.12% 93.70% 93 .92% 94.00% 94.04% 94.06%

750.474.675,6

0.0 96.68% 95.07% 95.36% 95.46% 95.51% 95.53%

735.681.262,9

-0.4 97.74% 96.11% 96.48% 96.61% 96.68% 96.72%

725.604.455,6

-0.8 98.69% 97.10% 97.61% 97.81% 97.91% 97.97%

718.833.482,0

yang sama, dilakukan perhitungan service level serta minimum ekspektasi total

· relevan per periode untuk berbagai nilai rasio antara besamya biaya simpan kekurangan baik pada tingkat distributor maupun retailer.

hasil perhitungan service level baik pada tingkat distributor maupun masing- ler tampak bahwa besamya koefisien autokorelasi permintaan antar waktu yang

masing-masing retailer berpengaruh terhadap pencapaian service level serta ekspektasi total biaya inventori relevan per periode, di samping adanya pengaruh parameter dari model sistem inventori secara keseluruhan. Adanya korelasi di antara retailer berpengaruh terhadap pencapaian service level, di mana retailer

· permintaan semakin tinggi akan mencapai service level yang relatif lebih tinggi

~.J..l5,,._ ...

dengan retailer lainnya di bawah koordinasi sautu pusat distribusi.

biaya simpan dengan biaya kekurangan pada suatu lokasi yang semakin tinggi at semakin rendahnya pencapaian service level, namun akan menghasilkan

·-""~-'''""""'"'i

total biaya inventori relevan yang semakin rendah pula.

ini telah dikembangkan model sistem inventori untuk multi-echelon system lmlPelrh'tungkan adanya korelasi permintaan baik antar retailer maupun antar Selanjutnya berdasarkan analisis sensitivitas yang dilakukan terhadap

A-341

(11)

·~

~

~

1st National Industrial Engineering Conference

besarnya service level per unit demanded baik pada tingkat pusat distribusi maupun masing retailer tampak bahwa keseluruhan parameter pada model sistem inventori berpengaruh terhadap besamya service level, namun koefisien autokorelasi permintaan periode waktu memiliki pengaruh paling signifikan terhadap pencapaian service level.

Daftar Rujukan

[1] Simchi, L.D., et al., (2000), Designing and Managing The Supply Chain Strategy and Case Studies, McGraww-Hill

[2] Lagodimos, A.G., (1992), Multi-echelon Service Models for Inventory Systems Different Rationing Policies, International Journal of Production Research, Vol.

939-958

[3] Silver, E.A., David, P. and Peterson, R., (1998), Inventory Management and Planning and Scheduling, ·New York, John Wiley and Sons

[4] Bowerman, B.L. and O'Connell, R.T., (1993), Forecasting and Time Applied Approach, Third Edition, Belmont, Calif

[5] Hogg, R.V. and Craig, A.T., (1978), Introduction to Mathematical Statistics, Edition, New York, Macmillan

[6] Tersine, R.J., (1994), Principles of Inventory and Materiald Manageme Edition, New Jersey, Prentice Hall

A-342

PEM(

Pl

p

pemeri konsu dan

1

demand

m1

me1

. ·ang tepat

Pust

dasar P'

untuk

f

alah:

Referensi

Dokumen terkait

Judul Jumal Ilrniah {Artikel Jumlah Penulis Status Pengusul ldentitas Jumal ilmiah LEMBAR HASIL PENILAIAN SEJAWAT SEBIDANG ATAU PEEJT REVIEW KARYA ILMIAH : JURNAL ILMIAH Analisis