• Tidak ada hasil yang ditemukan

NGRAYUN KABUPATEN PONOROGO TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "NGRAYUN KABUPATEN PONOROGO TESIS "

Copied!
157
0
0

Teks penuh

Apa itu Kajian Etnografi dan Jaminan Sosial Tentang Perjanjian Hukum Timbal Balik dalam Tradisi Mbeček pada Masyarakat Ngerayun Provinsi Ponorogo. Penelitian ini disusun oleh penulis dengan judul STUDI ETNOGRAFI DAN JAMINAN SOSIAL TRADISI MASYARAKAT MBECEK KECAMATAN NGRAYUN KABUPATEN PONOROGO.

Rumusan Masalah

Untuk mengetahui kajian etnografi dan jaminan sosial perjanjian hukum timbal balik dalam tradisi mbecek pada masyarakat Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Untuk mengetahui kajian etnografi dan jaminan sosial tentang nilai-nilai tradisional mbecek di desa Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo.

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

Tinjauan Hukum Islam Sistem Buwuhan Dalam Penyelenggaraan Perayaan (Studi di Desa Kendayakan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu), Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014. Penelitian ini mengambil tempat di Desa Temon Kecamatan Ngrayun , Kabupaten Ponorogo, karena desa tersebut masih memegang teguh tradisi lumpur.

Metode Penelitian

  • Pendekatan dan jenis penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Teknik Pengolahan Data
  • Metode Analisis Data

Pada saat tradisi mbecek dilakukan oleh masyarakat pedesaan Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, jika ditelusuri lebih dalam penerapannya mirip dengan model sistem pengelolaan asuransi syariah. Pemahaman tersebut memberi makna pada nilai-nilai yang mempunyai kesamaan dengan asuransi syariah, yaitu tindakan masyarakat Ngrayun dalam model tradisi mbecek sebagai sarana simbol gotong royong dalam pemberian bantuan jaminan sosial.

Sistematika Pembahasan

Begitu pula dalam penerapan model mbecek, asuransi syariah memberikan bantuan kepada mereka yang bersifat ta’wun (gotong royong dan gotong royong). Dari analisis tersebut akan ditarik kesimpulan mengenai pemahaman tradisional hukum adat dalam perspektif ekonomi syariah, yaitu berupa adanya timbal balik dan adanya sanksi sosial.

PENDAHULUAN

KAJIAN ETNOGRAFI TERHADAP BUDAYA DAN ASURANSI SYARI’AH SEBAGAI PENJAMINAN

Ngrayun sebagai wujud sederhana dalam kehidupan masyarakat sebagai jaminan sosial dalam pelaksanaan gawe pada masyarakat desa kecamatan Ngrayun kabupaten Ponorogo, penulis berjudul Kajian Etnografi Tradisi Mbeček Terhadap Jaminan Sosial. Pada bab ini penulis menganalogikan tradisi Mbeček dengan sistem perekonomian modern yaitu asuransi syariah sebagai nilai pertolongan dalam menghadapi suatu kecelakaan.

KAJIAN ETNOGRAFI DAN PENJAMINAN SOSIAL TERHADAP TRADISI MBECEK PADA MASYARAKAT

Dalam bab ini kami mencoba mendeskripsikan letak geografis, jumlah penduduk, sumber penghidupan dan tradisi gawe masyarakat. Dilihat dari variasi dan penerapan hukum timbal balik, nilai-nilai yang timbul dalam suatu masyarakat dan prinsip-prinsip filosofis yang ada dalam masyarakat tersebut.

ANALISIS KAJIAN ETNOGRAFI DAN PENJAMINAN SOSIAL TERHADAP TRADISI MBECEK PADA

KESIMPULAN

Kajian Etnografi Terhadap Budaya 1. Pengertian Etnografi

  • Asal Mula Etnografi
  • Etnografi modern
  • Etnografi Baru
  • Etnografi Baru Ala Spradley
  • Konsep Kebudayaan Dalam Masyarakat
  • Penafsiran Makna Budaya dari Teks

Mereka bekerja keras mengungkap realitas yang dicapai di masyarakat dan secara sistematis mengumpulkan gambaran budaya-budaya yang ada di masyarakat tersebut.189. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, pada akhirnya dapat dipahami sebagai kumpulan pola perilaku manusia yang mengandalkan kreativitas dan keyakinannya untuk kebutuhan hidup di masyarakat.

Asuransi Syari’ah Sebagai Penjaminan Sosial 1. Pengertian Asuransi Menurut Hukum Islam

Sedangkan dalam bahasa Arab asuransi disebut al-ta’mi>n, penjamin disebut mu’amin, sedangkan tertanggung disebut mu’aman lahu atau musta’min. Istilah al-ta‟mi>n diambil dari kata “ama>na” yang berarti memberikan perlindungan, kedamaian, rasa aman dan bebas dari rasa takut. Dalam bahasa Arab asuransi disebut al-ta’mi>n, penanggung disebut mu’amin, sedangkan tertanggung disebut mu’aman lahu atau musta’min.

  • Konsep Tabarru’ dalam Asuransi Syari’ah (Hiba>h/Dana Kebajikan)
  • Konsep Taka>ful Dalam Asuransi Syari’ah )Tolong Menolong) Di Indonesia sendiri, asuransi Islam sering dikenal dengan istilah
  • Aqd (akad) pada Asuransi Syari’ah
  • Dasar Hukum Asuransi Syari’ah

Dalam akad tabarru, peserta memberikan bingkisan yang akan digunakan untuk membantu peserta lain yang terkena musibah. Dengan kata lain, kolam tabarru hanya dapat dimanfaatkan untuk memberi manfaat bagi peserta yang bersyukur mengalami musibah. Asuransi syariah (ta'mi>n taka>ful, tad}amun) adalah upaya saling melindungi dan membantu antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru'yang.

Asal Mula Asuransi Syari’ah

Menurut sebagian ulama, cikal bakal konsep asuransi syariah adalah al-diyd `alā al-`āqilah. Sementara itu, santunan yang dibayarkan pada al-`āqilah sama dengan nilai pertanggungan dalam praktik asuransi saat ini, karena merupakan bentuk perlindungan finansial bagi ahli waris terhadap kematian mendadak korban.251 Padahal, konsep asuransi syariah adalah bukan hal yang baru bukan, karena sudah ada sejak zaman Rasulullah yang dikenal dengan sebutan al-`āqilah, merupakan adat istiadat suku arab sejak jaman dulu yaitu jika salah satu anggota suku dibunuh oleh anggota suku yang lain. suku, ahli waris korban akan dibayar sejumlah uang darah, diyat, sebagai ganti rugi oleh kerabat terdekat si pembunuh yang disebut al-`āqilah.252. Amalan al-`āqilah yang dilakukan masyarakat Arab sama dengan praktek asuransi saat ini, dimana sekelompok orang membantu menanggung kerugian orang lain yang tertimpa musibah.

Manfaat Asuransi Syari’ah

Misalnya dari sudut pandang perusahaan, prinsip asuransi syariah tidak hanya itu saja. Namun lebih dari itu, niat awalnya adalah menerapkan nilai-nilai syariah dalam dunia asuransi. Asuransi syariah tidak boleh menindas nasabah dengan hal-hal yang menyulitkan atau merugikan nasabah.

Jenis-jeni s Asuransi Syari’ah

Asuransi Syari’ah Keluarga (Asuransi Jiwa)

Apa pun yang mengubah keadilan menjadi penindasan, belas kasihan menjadi kesulitan, kemakmuran menjadi kesengsaraan, dan hikmah menjadi kebodohan, tidak ada hubungannya dengan syariat.268. Asuransi syariah dengan unsur tabungan meliputi asuransi syariah terencana atau dana investasi, asuransi syariah dana haji, asuransi pendidikan atau dana pelajar. Asuransi syariah tanpa unsur tabungan meliputi asuransi syariah berjangka, asuransi majlis taklim syariah, asuransi syariah keluarga, asuransi pembiayaan syariah, asuransi syariah kecelakaan diri, asuransi syariah wisata dan perjalanan, asuransi kecelakaan pelajar, asuransi syariah perjalanan haji dan umrah.

Asuransi Syari’ah Umum (Asuransi Umum)

Pengelolaan Dana Asuransi Syari’ah ( Premi )

Peserta asuransi syariah berperan sebagai pemilik modal, dan perusahaan asuransi syariah berperan sebagai klien pengelola modal. Sistem operasional asuransi syariah (taka>ful) adalah saling tanggung jawab, saling membantu, saling melindungi antar peserta. Kumpulan dana tersebut kemudian diinvestasikan di bank syariah atau investasi syariah lainnya, setelah itu biaya operasional (seperti piutang, reasuransi, biaya perantara, dll.) dipotong.

Konsep Tradisi Mbecek Di Masyarakat Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Begitu sampai di rumah orang yang mempunyai uang, biasanya sudah ada petugas yang akan menuliskan jumlah uangnya dan memberikan sebuah amplop dan juga menuliskan jumlah uang yang diberikan oleh orang yang memiliki uang tersebut. Buku tersebut nantinya akan menjadi buku hutang bagi orang-orang yang memiliki gadget bagi sebagian orang. Karena jika di kemudian hari yang mengacau memainkan permainan tersebut, barang dan uangnya harus dikembalikan dengan jumlah yang sama persis.

Deskripsi Geografis Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Desa yang terluas adalah Desa Baosan Kidul dengan luas wilayah 25,62 km2 atau 13,87% dari luas wilayah Kecamatan Ngrayun. Sedangkan Desa Binade merupakan wilayah terkecil dengan luas wilayah 7,23 km2 atau 3,91% dari luas wilayah Kecamatan Ngrayun. Desa terjauh adalah Desa Wonodadi, dengan jarak 17,6 km2 dari ibu kota kabupaten 276 C.

Tingkat Populasi Pada Masyarakat Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Dilihat dari pendidikan, ternyata perangkat desa mayoritas berpendidikan SMA atau sederajat, namun tidak ada lagi perangkat desa yang berpendidikan SD atau sederajat 277. Kepadatan penduduk di Kecamatan Ngrayun tercatat sebesar 255 jiwa/km2 pada tahun 2015. Desa Wonodadi memiliki kepadatan tertinggi yaitu 505 jiwa/km2, sedangkan Desa Temon memiliki kepadatan penduduk paling sedikit yaitu 230 jiwa/km2. Berdasarkan kondisi geografis, mayoritas penduduk Kecamatan Ngrayun bermatapencaharian pada sektor pertanian yaitu mencapai 90,88%.278.

Tingkat Kesejahteraan Sosial Masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat agar mereka yang berada di dekat miskin dan rentan miskin tidak menjadi miskin, dan jumlah rumah tangga miskin dan sangat miskin dapat dikurangi.279.

Sumber Mata Pencarian Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Tanaman palawija yang menjadi andalan Kabupaten Ngrayun adalah ubi kayu, padi dan jagung dengan total produksi pada tahun 2014 masing-masing sebesar 97.605,9 ton singkong, 15.742,1 ton padi, dan jagung 3.785 ton. Untuk subsektor peternakan, hewan ternak yang paling banyak dipelihara adalah kambing, ayam kampung, dan sapi potong. Hukum Adat dan Pemahaman akan pentingnya tradisi Mbecek pada masyarakat Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo.

Hukum Adat Istiadat Seta Pemahaman Makna Pada Tradisi Mbecek Pada Masyarakat Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Setelah ditelaah, makna dari tradisi berdonasi ini ternyata mempunyai nilai sosial atau rasa aman bagi masyarakat Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Namun dalam hal ini, ketika tiba saatnya mertua (nikah), terasa memberatkan ketika masyarakat menengah ke bawah datang. Oleh karena itu, menurut sebagian kalangan, hal ini memunculkan buah delima karena tradisi mbecek jika dilakukan di kalangan masyarakat menengah ke bawah akan terasa memberatkan bila harus mbecek dalam sehari bersama ditinggalkan, itu akan menyebabkan pergeseran makna jaminan sosial untuk mempererat tali persaudaraan.

Pelaksanaan Dan Variasi Terhadap Tradisi Mbecek Pada Masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo

  • Nilai dan Bentuk Sumbangan Mbecek Masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Bahasa buwuh yang lebih dikenal dan sangat akrab di telinga masyarakat Ngrayun yang tinggal di pinggiran kota Ponorogo disebut mbecek atau bisa juga disebut “sumong” merupakan tradisi yang dilakukan oleh warga kota Kecamatan Ngrayun. , Kabupaten Ponorogo untuk menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh salah satu warga setempat. 284 Bambang Triyono, wawancara, Dukuh Kedung RT 02 RW 10 Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, 7 April 2017. Pentingnya investasi bagi masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo, seperti tabungan sosial, bisa diibaratkan seperti menerima perjalanan berupa uang yang dimasukkan ke dalam amplop oleh laki-laki – kebanyakan laki-laki.

Masyarakat Kabupaten Ponorogo menjelaskan bahwa tradisi mbecek merupakan kegiatan saling membantu dengan menggunakan prinsip paseduluran (persaudaraan) dalam bidang ekonomi, yang terlihat dengan saling membantu memenuhi kebutuhan menjaga' untuk memenuhi suatu perayaan atau pesta dalam bentuk. bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengadakan perayaan tersebut. Kegiatan berikut ini melahirkan tradisi yang berakar dari budaya saling membantu, namun kenyataannya terjadi perubahan nilai-nilai tersebut menjadi nilai investasi. Kearifan budaya lokal Ponorogo dalam kegiatan perayaan seperti buwuh adalah peran serta warga untuk saling membantu menutupi rasa malu karena datang ke suatu festival dengan tangan kosong dan sebagai bentuk timbal balik dari kerabat dekat, tetangga dan teman dekat.

Analisis Kajian Etnografi dan Penjaminan Sosial Terhadap Perjanjian Hukum Timbal Balik Pada Tradisi Mbecek di Masyarakat

Analisis kajian etnografi dan jaminan sosial terhadap perjanjian hukum timbal balik dalam masyarakat tradisi Mbecek. Gotong royong dalam tradisi mbecek ini diwujudkan dalam sumbangan dana kebajikan (dana tabarru’) yang dibawa para tamu yang besarnya ditentukan oleh adat setempat. Analisis kajian etnografi dan jaminan sosial terhadap nilai-nilai tradisi Mbecek pada masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo.

Analisis kajian etnografi dan penjaminan sosial terhadap nilai-nilai Tradisi Mbecek di masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo

Nilai-nilai yang dianut dalam tradisi yang masih tersisa pada masyarakat Ngrayun Kabupaten Ponorogo akan menunjukkan baik atau buruknya tindakan individu dalam suatu masyarakat. Makna tradisi mbecek dalam budaya Jawa di kalangan masyarakat Ngrayun pada mulanya mempunyai nilai-nilai tersendiri melihat bentuk makna dari tradisi mbecek sebagai berikut. Nilai-nilai tradisi yang tersisa hendaknya memberikan manfaat seperti tabungan sosial untuk gotong royong dan kerjasama.

Kesimpulan

Saran-saran

Penulis berharap semoga karya ini, walaupun belum sempurna, dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan kajian tambahan untuk menambah manfaat dan kontribusi bagi masyarakat serta menjadikan acuan bahwa nilai-nilai budaya mbecek merupakan nilai-nilai luhur dan tidak boleh ditinggalkan.

Referensi

Dokumen terkait

dengan keikutsertaan masyarakat di Desa Tegalsari Ponorogo dalam Jaminan.

MAKNA RITUAL DALAM PEMENTASAN SENI TRADISI REOG PONOROGO (Studi Kasus di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo).. Skripsi Fakultas Keguruan

Kelompok Kerja (POKJA) Paket Kegiatan PENYEDIAAN JASA JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN NON PNS Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Ponorogo Tahun Anggaran 2014 akan

Dari hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif didapatkan pada faktor perubahan sosial budaya didapatkan sebagian besar 26 responden

Makna tradisi sema‘an al-Qur‘an Sabtu Legi perspektif masyarakat Sooko Ponorogo secara fenomenologis dari makna satu melahirkan makna selanjutnya yang lebih dalam, yakni 1

Kota Ponorogo bila dilihat dari kebudayaan khususnya kesenian Reog, mestinya ketokohan patung yang dijadikan simbol- simbol di Ponorogo dapat dijadikan sumber

Berangkat dari banyaknya ungkapan-ungkapan mengenai Kabupaten Ponorogo yang sebenarnya sudah banyak diketahui melalui seni Reyog nya.Tetapi hanya sebatas dikenal namun belum sampai

Penelitian ini bertujuan 1 untuk mengetahui tingkat variasi metode pembelajaran yang ada di kelas X SMA Pemberdayaan Bangsa Ngrayun Ponorogo, 2 untuk mengetahui tingkat variasi media