NOTULEN RAPAT DISKUSI CAMP AKREDITASI
Rapat Tanggal : Sabtu, 27-28 April 2024 Nomor Undangan Rapat : F11.01/077/J.3/IV/
2024
Hal : Diskusi Camp Akreditasi Halaman : 1-4
No. Topik Pembahasan RTL
1. SK Mengajar Stase IKM
1. Pembekalan secara teori lebih baik tidak terlalu banyak.
2. Refleksi kasus dengan 1 dosen saat ujian ada tim penguji 2 orang
3. Apabila mau dimasukkan ke profesi harus ada SK mengajar dan dimasukkan PDDIKTI
4. Jika satu kelas, sama seperti tutorial, jika dalam satu blok 1 pengampu maka SKS nya 2
5. SK mengajar dari BCC (Bu Heny) 6. Kadep 3 SKS, jika dosen saja hanya dari
kegiatan mengajar minimal 9 SKS.
7. Ada 4 kelompok rotasi, jika masing2 dosen dibebani 1 kelompok rotasi, bebannya hanya 3 SKS
8. Penulisan academic writing, jika 3 hal itu dimasukkan ke IKM sama dengan di Blok 3.1. jika semua dosen bisa dan tidak bisa di klaim oleh IKM maka diserahkan ke yang bisa mengampu. Waktu Angkatan pertama kedua bisa diikuti di blok 1.
Sebenarnya ada keberlanjutan jika diampu oleh IKM dan di Blok 1 berlanjut dengan penulisan proposal. (dr. Yuni) 9. Sementara yang bisa kita lakukan dalam
BKD adalah kegiatan di Blok dan Kuliah 10. Pengalaman semester kemari agak susah
untuk mendapat 9 SKS
11. Kesimpulan : Ada 6 dosen yang belum ada jabfung dan NIDN dan ditambah 1 dosen dimasukkan karena sudah ada NIDN. Jadi total ada 49 dosen tetap (48 dosen aktif di S1 dan 34 aktif di profesi) dan 5 dosen tidak tetap.
12. Koordinasi dengan kriteria 5, 7, 8 dan 9 : Kriteria 7 pembaginya kelebihan 1 karena
1. Dipertimbangkan lagi agar menjadi lebih adil bagi masing-masing dosen 2. Satu rotasi dalam satu
semester. Ada 4 rotasi bisa dibagi untuk dosen IKM dan FKM. Dosen2 IKM
memegang 3 Rotasi. Satu kelas dibagi Bersama biar dosen FKM juga mendapat jatah SKS. Sehingga dosen IKM dapat 3 SKS lebih dan 6 SKS nya bisa dipenuhi di S1 (dr. Tejo)
3. Perlu kita pikirkan untuk persebaran di kurikulum sehingga masing-masing departemen memiliki porsi yang tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit (dr. Tejo) 4. Untuk kriteria yang berkaitan
dilakukan update data Kembali (5, 7, 8 dan 9)
jumlahnya 50. Kriteria 8 belum dihitung pembaginya. Kriteria 9 akan diupdate untuk publikasinya sudah sesuai atau belum
2. Kriteria 1 dr. uma (UII)
1. yang perlu dilihat Bersama setiap PJ adalah siklus PPEPP. Contoh sederhana dalam
Menyusun LED harus selesai DKPS. Tujuannya adalah selain menyiapkan juga me list bukti.
2. Kriteria 1 pakai tahun fiscal. Latar belakang (bagaiman kondisi), Aturan dan Strategi 3. Diperkaya dengan data evaluasi pada setiap
kriteria. Dapat ditunjukkan data2 misal terkait minat bakat misalnya. Jadi kita melihat diri kita secara komprehensif, potret utuh tidak hanya berdasar data angka pada dokumen kinerja. Jadi bisa diketahui potret apa saja yang kita
butuhkan.
4. Terkait hasil evaluasi : setiap sasaran mutu menjadi indicator utama berdasarkan masing masing kriteria. Indicator tambahan dari rencana mutu kita. Kalau belum ada rencana mutu maka dibuat rencana mutu.
5. Dibandingkan antar tahun, sehingga selain indicator utama, ada indicator tambahan yang berasal dari rencana mutu.
6. Tentang Kepuasan pengguna. Apakah ada kuesionernya ? sehingga ada buktinya.
7. Untuk kriteria 1 tidak ada dokumen kinerja, tetapi tentang bagaiman penurunan renstra.
Prinsipnya kita akan menunjukkan semua kelebihan. Termasuk kaitannya evaluasi renstra per tahun, bagaimana capaiannya ? capaian RKAT tiap dekan, wadek dst. Jadi kita ingin menunjukkan bagaiman visi misi itu diturunkan.
8. Rencana mutu tidak harus dari dekan, prodi.
Tetapi bisa cukup dari fakultas.
9. Evaluasi dokumen per tahun bisa ditampilkan.
10. Implementasi visi misi termasuk stakeholder terkait pemahaman visi misi.
11. Di akhir LED nanti akan dibuat SWOT sebagai rangkuman dari semua kriteria. Setiap kriteria membuat rencana strategi dan membuat solusinya sebagai oportunity dan nanti akan ditemukan program pengembangan apa, Evalusinya seperti apa, serta Gabungan SWOT 12. Dari hasil SWOT ada strategi. Memilih strategi
dari SWOT. Strategi yang dibuat apakah ada kaitannya dengan SWOT. Strategi harus muncul
1. Dibuat keseluruhan indicator mutu
2. Semua dokumen yang ditunjukkan perlu divalidasi 3. Dibuat tabel sasaran mutu
dari hasil SWOT.
13. IKU dan IKT
Contoh : teakreditasi jurnal UAD adalah sebuah capaian yang bisa dijadikan indicator tambahan FK UAD
Indicator tambahan bisa dari sasarna mutu FK UAD yang tidak termasuk kinerja utama LAMPTKES.
3. Kriteria 6 1. Kendala Beberapa RPS lama belum lengkap tabel CPL dan CPMK belum ada. Persebaran Kriteria pembelajaran belum merata Poin IPE/
Etika belum eksplisit di semua modul
2. Variasi kasus data 3 tahun terakhir harus ada.
Harus ada verifikasi dari direktur RS
3. Tabel Kegiatan tenaga ahli harus dilengkapi.
4. Pelaksanaan pembelajaran Bimbingan Skripsi.
Dosen yang belum berjabatan tidak boleh membimbing.
5. Ditinjau kembali, untuk pembimbingnya apakah sudah asisten ahli semua atau belum ?
6. Dosen yang diakukan dosen tetap dan sudah jabfung diberikan bimbingan saja.
7. Indicator kinerja harus ditambahkan.
8. Data AMI yang indicator mutu dan tidak menjadi indicator utama bisa ditambahkan.
9. Berjalannya dua kurikulum sebenarnya adalah menebus kekurangan di kurikulum sebelumnya, yang perlu ditonjolkan adalah kurikulum baru dengan mempersiapkan keunggulan, MOU-nya dan bukti-bukti lainnya. Termasuk buku blok sampai panduan stase harus disiapkan (dr.
Umma)
10. Data evaluasi secara umum, misalnya mengukur lingkungan belajar di FK UAD maka
ditunjukkan dengan data.
11. Wahana praktik Profesi. Dokumen variasi kasus harus ada verifikasi dari direktur RS
12. Kegiatan tenaga ahli. Harus dilengkapi sebagai apa guest lecture atau apa, acaranya apa?
13. Khusus kurikulum banyak on konsep tapi bukti konsepnya harus sudah ada. Ketika S1 mulai kurikulum baru, yang co ass langsung diganti yang baru juga. (saran dari dr. uma )
1. Dosen yang masih NIDK segera dijabfungkan
4. Kriteria 2 1. Pengkuran capaian kerja UPPS standar tata pamong, tata Kelola, standar SPM internal dan Kerjasama
UPPS, jangan mencontohkan yang terlalu kecil.
Salah satu bukti pengorganisasian adalah
bagaimana mengorganisasi tugas masing-masing.
Contoh adanya rapat pimpinan yang bertahap.
Bagaimana alur atau system mekanisme delegasi itu turun.
2. Capaian indicator mutu terkait tata pamong.
Indikaator mutu di fakultas yang terkait tata pamong. Perlu dipilih yang bagian dari tata pamong.
3. DKKS, kendala, Instrumen AMI ada yang belum sesuai dan bersurat ke BPM untuk instrumennya dan PSMF untuk follow up
4. MoU Kerjasama di tingkat universitas juga bisa diakukan tetapi yang penting implementasinya.
5. RTL-nya akan membuat SK Dekan untuk SOTK yang secara rinci Rekap IK S1 dan Profesi, Pengukuran capaian kerja UPPS
6. Laporan kinerja dekan disahkan di senat.
Bagaimana mampu mengimplementasikan visi misi dan harus ditunjukkan PPEPP nya.
Termasuk rapat kerja, evaluasi akhir tahun.
7. Alat ukur (bukti yang sahih dari implementasi) System secara umumnya bagaimana mekanisme jaminan mutu selalu ada di setiap elemen di semua unit FK UAD.
Jika ada catatan kelemahan nanti dimasukkan di program kerja selanjutnya.
8. Kerjasama
Misalnya rekognisi internasional, Kerjasama dengan calon pengguna lulusan bisa dimasukkan dalam indicator tambahan. Untuk kerjasama yang diminta adalah kepuasannya. Maka dibuat quesioner untuk mitra agar dapat melihat kepuasan.
9. Sortir SAMI untuk Fakultas dari Universitas 10. SOTK level UPPS (SK Dekan) terdiri dari irisan
MEU dan PSM, lalu Identifikasi kebutuhan 11. Dokumen-dokumen RTM
12. Rencana implementasi MOU (min 20) 13. Siklus PPEPP kerjasama
14. Deskripsi 5 pilar lalu kredibel, transparan, dll
5. Kriteria 9 1. Kompilasi dari hasil Pendidikan, penelitian dan Pendidikan. Dalam 3 tahun terakhir juga akan mengacu tahun TS
2. Jika untuk pembelajaran, lulusan pakai tahun akademik tetapi kalau untuk keuangan pakai tahun fiscal.
3. Bagaimana mensiasati untuk penelitian dan publikasi ?
Dibuatkan laoprannya saja 4. Planning UKMPPD Agustus
5. RTM proses pembelajaran, penelitian, PKM
6. Kriteria 5 1. Keuangan dan sarpras
Bagaimana strateginya di bagian keuangan untuk dana dari mahasiswa dan dari sendiri, supaya mendapatkan skor 4 ?
Pendapatan Yayasan dimasukkan. Unit usaha BPH dimasukkan.
Misal pemakaian Lab, penggunaan CBT dan OSCE diadakan pembiayaan sehingga masuk ke dalam usaha sendiri.
Beasiswa mahasiswa, dosen dari kemendikbud bisa dimasukkan juga
Serdos juga bisa diakukan dihitung pendapatan dari pemerintah pusat dan daerah
2. Update pemasukan (yang penting cap dan suket) 3. Dokumen audit keuangan
4. Update dokumen pagu 5. Audit internal sarpras
6. Interventarisasi dan maintenance sarpras (umum, tab)
Siklus PPEPP keuangan dan sarpras lalu dokumen pendukung
7. Kriteria 4 1. LED, Roadmap rencana pengembangan dosen di UPPS, Kualifikasi kecukupan tenaga
kependidikan. Apakah itu sudah tepat
2. EWMP menghitungnya jangan sampai melebihi.
Bukti mengajar dosen prof akrom da bu solikhah mau dibuatkan semester ini
3. Dosen tidak tetap dipilih yang banyak publikasinya
4. Rasio dosen dan mahasiswa harus dilihat KMFR dan Rehabilitasi medik dan gizi harus ada 5. Roadmap pengembangan karir dosen dan tendik
laboran (studi dan jabfung) 6. Tim SPM
7. Rekruitmen tendik
8. Monev kinerja dosen terhadap tridharma
8. Kriteria 7 dan 8 1. Ketika membuat proposal ada form dari LPPM kemudia divalidasi ketua LPPM. Jadi semua laporan harus ada kesesuaian dengan roadmap pembelajaran
2. Validasi disiapkan dengan siapa yang menghandel, menyiapkan form dan bukti dokumen yang menyatakan pernyataan bahwa integrasi matakuliah tersebut penelitian
terintegrasi dengan blok berapa 3. epastian roadmap penelitian lalu
kelengkapannya kurang apa 4. PPEPP penelitian (monev?) 5. Jobdesk tim P2KM
9. Kriteria 3 1. Short course mahasiswa asing (?)
2. Tim kemahasiswaan lalu layanan meliputi (penalaran, minat bakat, kesehatan, beasiswa, BK, asrama)
Lampiran Kriteri
a Program PIC
Priorita s
Keteranga n