NOTULENSI PRESENTASI MK KAPITA SELEKTA KELOMPOK 2
Hari/Tanggal : Senin, 4 Maret 2024
Waktu : 14.40 – 16.20
Moderator : Nindita Agitaliza (21010714069)
Notulen : Vina Eka Diana (21010714063)
Topik : Sistem Makro Manajemen Pendidikan Di Sistem Pendidikan Indonesia
Nama penyaji : 1. Lili Dwi Galuh V (21010714062) 2. Aprilia Andra S (21010714066) 3. Ahda Sabila (21010714073) Peserta : 35 Peserta
Tanya Jawab
1. Nama Penanya : Rany Santoso
NIM : 21010714040
Pertanyaan : Apa tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi kebijakan manajemen pendidikan secara makro, dan bagaimana cara mengatasinya?
Nama Penjawab : Lili Dwi Galuh V NIM : 21010714062
Jawaban : Tantangan utama dalam implementasi kebijakan manajemen pendidikan secara makro meliputi:
1. Koordinasi Antarstakeholder: Koordinasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum sering kali kompleks dan sulit diimplementasikan.
2. Keterbatasan Sumber Daya: Terbatasnya sumber daya manusia, finansial, dan infrastruktur dapat menghambat implementasi kebijakan pendidikan makro.
3. Perubahan Kebijakan: Kebijakan pendidikan sering kali mengalami perubahan karena perubahan kebutuhan sosial, ekonomi, dan politik, yang dapat mengganggu implementasi yang berkelanjutan.
4. Ketidakpastian Politik : Perubahan pemerintahan dan ketidakstabilan politik dapat mengganggu konsistensi implementasi kebijakan pendidikan makro.
Cara mengatasinya termasuk:
1. Penguatan Koordinasi : Membangun mekanisme koordinasi yang efektif antara semua pemangku kepentingan terlibat dalam pendidikan.
2. Optimalisasi Sumber Daya: Mengidentifikasi dan mengalokasikan sumber daya secara efisien, serta mencari sumber daya tambahan melalui kemitraan publik-swasta atau dukungan internasional.
3. Kontinuitas Kebijakan: Membangun kebijakan pendidikan yang berkelanjutan dan fleksibel, serta mempertimbangkan evaluasi terus menerus untuk penyesuaian yang diperlukan.
4. Penguatan Institus : Membangun kapasitas institusi pendidikan dan kelembagaan yang stabil untuk menangani perubahan politik dan sosial.
2. Nama Penanya : Revi Rahmadian P
NIM : 21010714079
Pertanyaan : Disebutkan bahwa Manajemen pendidikan secara makro akan mempengaruhi dalam proses kegiatan pendidikan berlangsung. Lalu apakah ada kendala atau masalah makro saat pendidikan berlangsung?
Nama Penjawab : Aprilia Andra S
NIM : 21010714066
Jawaban : Permasalahan atau kendala pendidikan makro disebabkan karena pemberian peranan yang kurang proporsional terhadap sekolah, kurang memadainya perencanaan, pelaksanaan, dan ketidaksesuaian pengelolaan sistem kurikulum, lingkungan kerja yang tidak kondusif, tidak cukupnya jam pelajaran, kurangnya sumber daya, dan pengadaan staf, serta tidak merata secara nasional.
3. Nama Penanya : Jelita Jernih Aristu
NIM : 21010714036
Pertanyaan : berdasarkan yang sudah dijelaskan oleh kelompok tadi kan salah satu karakteristik pendidikan makro yaitu pendidikan berlangsung dimana pun dan salah satunya di lingkungan keluarga. namun pada faktanya, masih banyak orang tua hanya menyerahkan seluruh aspek pendidikan kepada pihak sekolah saja. nah itu menurut kelompok, apa upaya yang harus dilakukan untuk memberi pemahaman kepada orang tua siswa bahwa anak tetap harus memperoleh pendidikan non akademik di lingkungan rumahnya juga.
Nama Penjawab : Ahda Sabila
NIM : 21010714073
Jawaban : Upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa bahwa anak tetap harus memperoleh pendidikan non akademik di lingkungan rumahnya juga antara lain:
1. Meningkatkan komunikasi antara sekolah dan orang tua melalui pertemuan, seminar, atau workshop yang membahas pentingnya pendidikan di lingkungan keluarga.
2. Memberikan contoh konkret kepada orang tua tentang bagaimana mereka dapat terlibat dalam pendidikan non akademik anak di rumah, misalnya dengan membaca bersama, melakukan aktivitas kreatif, atau berdiskusi tentang nilai-nilai moral.
3. Membuat panduan atau brosur yang memuat informasi tentang pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak di rumah, serta memberikan tips dan saran tentang cara melakukannya.
4. Mengadakan program pelatihan atau kelompok diskusi bagi orang tua untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam melibatkan diri dalam pendidikan anak di rumah.
5. Melibatkan orang tua dalam proses pengambilan keputusan terkait pendidikan di sekolah, sehingga mereka merasa lebih memiliki dan peduli terhadap perkembangan pendidikan anak secara menyeluruh.
Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan orang tua dapat lebih menyadari pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak di lingkungan rumah dan aktif terlibat dalam memberikan pendidikan non akademik kepada anak