• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nur Aprilia Harahap - 14030098P.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Nur Aprilia Harahap - 14030098P.pdf"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang (KPK) dengan partisipasinya sebagai pendukung KB di desa Ujung Padang tahun 2016. Terima kasih kepada peneliti atas kehadirannya. Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menulis skripsi yang berjudul “Hubungan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Alat Kontrasepsi Jangka Panjang Dengan Partisipasinya Sebagai Penerima KB Di Setting II Kecamatan Ujung Padang, 2016.". Alprida Harahap, SKM, M.Kes selaku penguji II yang banyak memberikan kritik dan saran kepada peneliti dalam menyelesaikan tugas ini.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Jadi, sebagian besar pasangan usia subur yang sedang merencanakan keluarga menggunakan alat kontrasepsi selain IUD. Berdasarkan wawancara terhadap 10 pasangan usia subur mengenai metode kontrasepsi jangka panjang, hanya 4 pasangan usia subur yang mengetahui tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Dari keterangan di atas terlihat masih rendahnya pengetahuan pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang di setting II kecamatan Ujung Padang dan kesulitan dalam menentukan pilihan atau penggunaan alat kontrasepsi.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian 1 Tujuan Umum

  • Tujuan Khusus

Untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang dengan partisipasi mereka sebagai pengadopsi KB di Lingkungan II Kecamatan Ujung Padang Tahun 2016.

Manfaat Penelitian

Konsep Pengetahuan 1 Defenisi Pengetahuan

  • Tingkat Pengetahuan
  • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan 1. Umur

Penerapan dapat diartikan sebagai kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari dalam situasi atau kondisi nyata (aktual). Analisis adalah kemampuan menguraikan suatu materi atau suatu objek secara komponen-komponen, namun tetap dalam satu struktur organisasi, dan masih berkaitan satu sama lain. Kemampuan analisis ini terlihat dari penggunaan kata kerja seperti mendeskripsikan (membuat diagram), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya. Mengenai kemampuan untuk membenarkan atau menilai suatu materi atau objek Kajian tersebut didasarkan pada kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang ada.

Pendidikan

Semakin bertambahnya usia, semakin berkembang pemahaman dan pola pikir Anda, sehingga meningkatkan pengetahuan yang Anda peroleh (Prohealt, 2009). Pendidikan adalah suatu proses pertumbuhan dan perkembangan seluruh kemampuan dan tingkah laku manusia melalui pendidikan, sehingga dalam pendidikan perlu memperhatikan umur (proses berkembangnya seseorang) dan hubungannya dengan proses pendidikan. Tingkat pendidikan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang untuk lebih menerima ide dan teknologi baru (Notoatmodjo, 2007).

Pekerjaan

  • Konsep Pasangan Usia Subur .1 Pengertian Pasangan Usia Subur
  • Konsep Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) .1 Pengertian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
    • Jenis-jenis Alat Kontrasepsi MKJP .1 Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)

Pasangan usia subur adalah usia antara 15 sampai 49 tahun, dimana pasangan tersebut (laki-laki dan perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal, terutama organ reproduksinya berfungsi dengan baik. Pada saat ini pasangan usia subur harus mampu menjaga dan memanfaatkan reproduksinya, yaitu dengan menurunkan angka kelahiran melalui program KB, sehingga dapat diperhitungkan jumlah dan jangka waktu kehamilannya sehingga dapat meningkatkan kualitas reproduksi dan kualitas masa depan. generasi untuk ditingkatkan (Suparyanto, 2012). Menurut Mubarak (2012), pelayanan kesehatan di PUS dapat mencakup keikutsertaan dalam program keluarga berencana, dengan tujuan sebagai berikut.

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, menunda kehamilan, dan menghentikan kesuburan, yang digunakan dalam jangka panjang. Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang penggunanya mempunyai efektivitas yang tinggi dan tingkat kesinambungan penggunaan yang tinggi dengan tingkat kegagalan yang rendah. Jika implan dipasang setelah hari ketujuh siklus menstruasi, klien tidak boleh melakukan hubungan seksual atau menggunakan metode kontrasepsi lain hanya selama tujuh hari.

Apabila klien tidak sedang menstruasi, pemasangan dapat dilakukan kapan saja, selama dipastikan ibu tidak hamil, melakukan hubungan seksual atau menggunakan metode kontrasepsi lain hanya selama 7 hari. Jika klien menggunakan kontrasepsi hormonal dan ingin menggantinya dengan implan, maka pemasangannya dapat dilakukan kapan saja, asalkan aman. Apabila alat kontrasepsi sebelumnya adalah alat kontrasepsi hormonal (kecuali IUD) dan ingin menggantinya dengan implan, maka pemasangannya dapat dilakukan kapan saja, selama dipastikan ibu tidak hamil. tunggu sampai haid berikutnya.

Apabila alat kontrasepsi sebelumnya adalah IUD dan ingin menggantinya dengan implan, pemasangannya dapat dilakukan pada hari ke 7 haid dan tidak berhubungan badan selama 7 hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain hanya selama 7 hari, segera IUD. DIHAPUS.

Vasektomi

  • Konsep Akseptor KB .1 Pengertian Akseptor KB
  • Kerangka Konsep

Menurut Maria (2013), indikasi kontrasepsi vasektomi antara lain: Vasektomi merupakan upaya menghentikan kesuburan dimana fungsi reproduksi menjadi ancaman atau gangguan terhadap kesehatan laki-laki dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga. Penerima KB adalah pasangan usia subur (PUS) yang salah satunya menggunakan salah satu metode atau alat kontrasepsi dalam rangka mencegah kehamilan, baik melalui program maupun non program. Pelaku baru KB adalah pasangan usia subur (PUS) yang pertama kali menggunakan alat kontrasepsi setelah mengalami kehamilan yang berakhir dengan keguguran atau lahir mati. 2) Pengadopsi keluarga berencana yang lebih tua.

Pelaku KB lanjut usia adalah pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi kemudian beralih atau berganti ke metode atau alat lain atau. Penerima KB aktif adalah pasangan usia subur (PUS) yang saat ini masih menggunakan metode atau alat kontrasepsi. 4) Penerima KB aktif kembali. Penerima kontrasepsi reaktif adalah pasangan usia subur (PUS) yang telah menghentikan penggunaannya selama tiga bulan atau lebih tanpa gangguan kehamilan dan kembali menggunakan kontrasepsi baik dengan cara yang sama atau dengan mengganti metode setelah penghentian atau istirahat. minimal tiga bulan dan bukan karena hamil.

Kerangka Konsep

  • Hipotesa Penelitian
  • Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian .1 Lokasi Penelitian
    • Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel .1 Populasi
    • Sampel
  • Alat Pengumpulan Data
  • Prosedur Pengumpulan Data
  • Definisi Operasional
  • Pengolahan dan Analisa Data .1 Pengolahan Data
  • Analisis Data .1 Univariat
    • Bivariat
    • Data Demografi
  • Karakteristik Responden
  • Analisa Univariat
    • Pengetahuan Responden Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
    • Keikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS)
  • Analisa Bivariat
    • Hubungan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Metode Kontrasepsi Jangka PanjangDengan Keikutsertaan Menjadi Akseptor KB
  • Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan kerangka konseptual di atas maka hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang dengan partisipasi menjadi akseptor KB di Lingkungan II Kecamatan Ujung Padang Tahun 2016. Ho ditolak dan Ha diterima. diterima, adakah hubungan antara pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang dengan keikutsertaan sebagai akseptor KB di Bangsal II Desa Ujung Padang Tahun 2016. Ha ditolak dan Ho diterima, tidak ada hubungan pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang dan partisipasi sebagai akseptor KB di Bangsal II Desa Ujung Padang tahun 2016.

Sesuai dengan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasangan usia subur (PUS) tentang metode kontrasepsi jangka panjang (KPK). ) dan partisipasi mereka. sebagai pendukung keluarga berencana. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini karena masih minimnya penggunaan penerima KB yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang di wilayah Lingkungan II kecamatan Ujung Padang. Populasinya adalah seluruh subjek penelitian (Arikunto, 2006), dan populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) di Lingkungan II Kecamatan Ujung Padang yang berjumlah 162 orang.

Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan wawancara langsung pada pasangan usia subur, dimana variabel bebasnya untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur tentang MKJP dengan menggunakan kuesioner berupa 20 pertanyaan. Jika α < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka ada hubungan antara pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang dengan partisipasinya sebagai akseptor KB di Lingkungan II Kecamatan Ujung Padang Tahun 2016. Jika α > 0,05, setelah itu Ha ditolak dan Ho diterima, maka tidak ada hubungan antara pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang dengan partisipasinya sebagai akseptor KB di Lingkungan II Kecamatan Ujung Padang Tahun 2016.

Adakah hubungan antara pengetahuan pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi jangka panjang dengan partisipasi dalam adopsi KB di setting II kecamatan Ujung Padang seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 3.1 Waktu Penelitian
Tabel 3.1 Waktu Penelitian

PEMBAHASAN

  • Karakteristik Responden Pasangan Usia Subur di Lingkungan II Kelurahan Ujung Padang Tahun 2016
  • Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Lingkungan II Kelurahan Ujung Padang
  • Keikutsertaan Pasangan Usia Subur Menjadi Akseptor KB di Lingkungan II Kelurahan Ujung Padang Tahun 2016
  • Analisa Bivariat
    • Hubungan antara pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang dengan keikutsertaan menjadi akseptor
  • Kesimpulan
  • Saran

Pengetahuan yang baik mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (LTCs) sangat diperlukan agar responden memahami manfaat dan kelebihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (LTCs) serta menggunakan atau menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (LTC) yang sangat efektif. Terkait kepesertaan sebagai penerima KB terlihat mayoritas penerima KB menggunakan non MCP sebanyak 24 orang (75%) dan paling sedikit penerima KB menggunakan MCP sebanyak 8 orang (25%). Rendahnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (LTC) di Bangsal II Kecamatan Ujung Padang diduga disebabkan oleh rendahnya pengetahuan pasangan usia subur tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (LTC) sehingga mengalami kesulitan. . dalam menentukan pemilihan atau penggunaan alat kontrasepsi.

Ikut serta menjadi penerima KB berarti turut serta dan ikut serta menjadi penerima KB atau pengguna alat kontrasepsi dengan menggunakan alat kontrasepsi pilihan Anda dan telah mengetahui kegunaan alat tersebut. Dari hasil penelitian pengetahuan perempuan dan partisipasinya sebagai penerima KB diperoleh informasi cukup sebanyak 9 orang (28,1%), partisipasi penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebanyak 7 orang (21,8%) dan 3 orang (21,8%) ( 28,1%). orang (9,3%) menyatakan tidak ikut serta dalam penggunaan kontrasepsi jangka panjang (Non MKJP). Dari hasil survei diatas terlihat bahwa masih banyak pasangan usia subur yang belum memiliki pengetahuan, dan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang masih rendah atau sedikit karena masih kurangnya pengetahuan pasangan usia subur. usia tentang waktu penggunaan metode kontrasepsi.

Karena tingkat pendidikan responden yang masih rendah maka pengetahuan responden tentang MKJP masih kurang sehingga banyak responden yang bukan akseptor KB, hal ini terlihat dari persentase penggunaan MKJP yang hanya berjumlah 8 orang (25%). ) . Partisipasi pasangan usia subur sebagai akseptor KB, akseptor KB yang menggunakan non-MKJP terbanyak sebanyak 24 orang (75%) dan akseptor KB yang menggunakan MKJP paling sedikit sebanyak 8 orang (25%). Diharapkan kepada para tenaga medis atau kesehatan untuk lebih sering memberikan edukasi atau promosi kepada masyarakat khususnya kepada pasangan usia subur (PUS) tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), sehingga pengetahuan masyarakat khususnya pasangan usia subur (PUS) umurnya, sudah lebih baik, dan bersedia menjadi akseptor KB, maka diharapkan bagi tenaga kesehatan dilakukan safari KB secara gratis.

Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penelitian selanjutnya, serta referensi mengenai hubungan pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi jangka panjang (KPK) dengan partisipasinya sebagai penerima KB.

PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Melati Tidak; 61 Kelurahan Ujung Padang Kota Padangsidimpuan Inilah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes Aufa Royhan Padangsidimpuan yang akan melakukan penelitian dengan judul. “Hubungan Pengetahuan PUS Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KPK) Dengan Partisipasi Penerimaan KB Di Setting II Kecamatan Ujung Padang Tahun 2016.” Penelitian ini tidak akan memberikan dampak yang merugikan bagi Anda sebagai responden dan segala informasi yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan digunakan untuk kepentingan penelitian saja.

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN

Identitas Responden

  • SD 2. SMP

KEIKUTSERTAAN

Gambar

Tabel 3.1 Waktu Penelitian
Tabel 3.2 Defenisi Operasional
Tabel 4.2 : Karakteristik Responden Pasangan Usia Subur di Lingkungan II Kelurahan Ujung Padang Tahun 2016
Tabel 4.3.2: Distribusi Responden Berdasarkan Keikutsertaan Pasangan Usia Subur Menjadi Akseptor KB di Lingkungan II Kelurahan Ujung Padang Tahun 2016
+2

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Menurut (Arsyad, 2013), berpendapat bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, motivasi