PERANCANGAN SEKOLAH ALAM DENGAN PENEKANAN KONSEP ECO-ARSITEKTUR DI KABUPATEN MAROS SEKOLAH ALAM DIRANCANG DENGAN PENEKANAN ECO-. Judul tugas akhir adalah : “DESAIN SEKOLAH ALAM DENGAN PENEKANAN KONSEP EKO-ARSITEKTUR DI KABUPATEN MAROS”.
Latar Belakang
Dengan demikian, arsitektur ekologi diyakini menjadi tema yang tepat untuk dijadikan acuan dalam perancangan sekolah alam di Kabupaten Maros, karena arsitektur ekologi merupakan arsitektur yang... Perancangan sekolah alam ini akan berlangsung di Desa Mattiro Deceng, Kecamatan Lau , Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Sasaran
Tujuan
Sasaran
Metode Perancangan
Pengumpulan Data
Data dan referensi diperoleh dari studi literatur (perpustakaan dan internet) terkait pembuatan konsep bangunan sekolah alam di Kabupaten Maros, antara lain:
Analisa
Sintesa
Skema Pemikiran
Sistematika Penulisan
STUDI PUSTAKA
Sekolah Alam
- Pengertian
- Definisi Sekolah Alam
- Konsep Belajar di sekolah Alam
- Metode Pembelajaran
Dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa sekolah alam adalah sekolah yang memanfaatkan alam sebagai sumber pengalaman belajar siswa. Konsep pembelajaran natural school menjadikan lingkungan sekolah sebagai lingkungan alami yang berinteraksi langsung dengan siswa.
Kurikulum Pendidikan Sekolah Alam
- Kurikulum Sekolah Dasar
Lingkungan di sekolah alam merupakan kesatuan antara kelas yang satu dengan kelas yang lain, sekolah alam memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bekerjasama dengan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dalam proses belajar mengajar terdapat keseimbangan peran serta siswa, guru. dan anggota lain dalam komunitas sekolah alam yang dilaksanakan oleh sekolah alam itu sendiri dan sekolah lain. Sekolah alam selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat, siswa dapat memanfaatkan lingkungan di luar sekolah alam sebagai tempat belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain itu, sekolah alam menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan lain di tingkat nasional dan internasional.
Lingkungan fisik sekolah alam dirancang dengan tujuan agar siswa dan guru dapat melakukan kegiatan untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Sekolah dasar di sekolah alam menjamin siswanya kreatif dan inovatif, berakhlak mulia, mandiri, berani dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik, serta menjadi pemimpin ramah lingkungan Islam di masa depan. Fokus pembelajaran di sekolah dasar didasarkan pada lima kurikulum inti pendidikan alam, yaitu kognitif, afektif, psikomotorik, Islami dan emosional.
Ekologi Arsitektur
- Definisi Ekologi
- Ekologi Arsitektur
- Prinsip-prinsip Arsitektur Ekologi
Oleh karena itu, bangunan akan berinteraksi dengan lingkungan untuk memenuhi fungsi utamanya sebagai makhluk organik. Arsitektur yang pada awalnya hanya mengandalkan keindahan dan kekuatan, mulai merambah pada aspek kenyamanan pengguna dan kondisi lingkungan dan mulai menjadi aspek penting dalam perancangan bangunan selain keindahan bangunan, hal ini memunculkan dan biasa disebut dengan sebagai desain ekologi yang disebut ekologi arsitektur. Ekologi arsitektur merupakan proses pembangunan yang terus berkembang yang melibatkan interaksi antara manusia dan lingkungan tempat mereka tinggal untuk menjaga keseimbangan antara keduanya.
Ekologi arsitektur juga bertujuan untuk menghasilkan arsitektur berkualitas yang memberikan perlindungan bagi manusia dan selaras dengan lingkungan (Frick, 1997). Ekologi arsitektur juga mencakup waktu, lingkungan alam, sosial budaya, ruang dan teknik bangunan, sehingga dapat dikatakan bahwa ekologi arsitektur lebih kompleks dibandingkan arsitektur pada umumnya. Oleh karena itu, aktivitas dan perilaku manusia juga harus diperhatikan agar tercipta sistem yang berkelanjutan antara manusia dan lingkungan binaan.
Konsep Perancangan Dalam Islam
Sekolah alam mengajarkan siswa untuk membaca dan memahami peristiwa yang terjadi di lingkungan, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan dari hal-hal yang dialaminya. Mengalami peristiwa alam secara langsung dan mengaitkannya dengan ilmu yang terkandung dalam buku akan memberikan dampak yang lebih besar bagi siswa dibandingkan sekadar membacanya dari buku. Kepedulian dan kepedulian terhadap lingkungan akan membantu manusia menjadi individu yang selalu mensyukuri nikmat Tuhan.
Mereka adalah orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata: “Ya Tuhan kami. Surah Ali Imron ayat 190-191 mengandung kewajiban bagi umat Islam untuk mencari ilmu dan menggunakan akal serta pikiran untuk mampu membaca dan memahami alam semesta guna menciptakan ilmu pengetahuan. Orang yang memiliki pemahaman yang mendalam dan pemikiran yang tajam adalah orang yang rela menggunakan pikirannya untuk memperoleh makna dan manfaat ilmu.
Studi Literature
- Green School Bali
- Sekolah Alam Indonesia
- Sekolah Alam Bosowa Makassar
Pada tahun 2004, Alam School menyelenggarakan kelas inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus yang dipadukan dengan kelas reguler. Tahun ini seiring dengan banyaknya sekolah alam di Indonesia, sekolah alam ini berganti nama menjadi Sekolah Alam Indonesia. Pada tahun 2010, Sekolah Alam Indonesia mengalami peningkatan jumlah peminat yang sangat besar, sehingga sekolah alam ini akhirnya memperluas wilayahnya dengan mendirikan cabang di berbagai tempat yaitu Studio Alam (Depok), Meruyung (Depok), Cibinong (Bogor) , Bukit Siguntang (Palembang), dan JAC (Bengkulu).
Pada tahun 2011, Sekolah Alam Indonesia meningkatkan kebutuhan pendidikannya dengan mendirikan SAI BLESS (Sekolah Alam Indonesia Business Leadership School). Selama ini Sekolah Alam Indonesia menerapkan konsep pendidikan dari usia 4 tahun (PAUD) sampai dengan usia 18 tahun (SAI BLESS) dan mempunyai 6 cabang sekolah dengan jumlah siswa kurang lebih 500 orang (“Sekolah Alam Indonesia”, 2015). Sekolah yang berlokasi di Jalan Danau Tanjung Bunga, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan ini memadukan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam pengembangan minat, bakat untuk membangun karakter dasar siswa yang mendapat pendidikan di Alam. Sekolah Bosowa Makassar.
ANALISIS PERENCANAAN
Analisis Tapak
- Keadaan Geografis
- Keadaan Topografi
- Administrasi
- Analisis Lokasi
- Analisis Tapak
- Potensi Lokasi
- Analisis Sirkulasi
- Analisis Orientasi Matahari
- Analisis Kebisingan
Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Maros mempunyai wilayah daratan dengan kemiringan 0 – 2%, hal ini merupakan wilayah dominan dengan luas sekitar 70.882 Ha atau 43,8% dari total luas wilayah Kabupaten Maros, sedangkan wilayah yang memiliki lahan sempit berada pada kemiringan 2 – 5% dengan luas 9.165 Ha atau 6% dari total luas wilayah. Daerah yang mempunyai kemiringan diatas 40% atau daerah pegunungan mempunyai luas 49.869 Ha atau 30,8% dari luas wilayah Kabupaten Maros yang terletak di sebelah timur wilayah Kabupaten Maros. Secara umum luas wilayah Kabupaten Maros kurang lebih 1.619,12 km2 dan secara administratif pemerintahannya terdiri atas 14 wilayah kelurahan dan 103 desa/kelurahan.
Pemilihan lokasi pembangunan sekolah alam mempunyai kriteria agar dapat menunjang kegiatan pada sekolah alam itu sendiri. Berdasarkan RTRW Kabupaten Maros, Kecamatan Lau, Desa Mattiro Deceng dipilih sebagai lokasi sekolah alam yang akan direncanakan. Pola sirkulasi dibedakan antara: sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki di dalam kawasan sekolah alam.
Analisis Fungsi dan Program Ruang
- Fungsi
- Pengguna dan Aktifitas
- Kebutuhan Ruang
- Besaran Ruang
- Pola Organisasi Ruang
- Bubble Diagram
Dari hasil analisa kebisingan pada lokasi diatas dapat diperoleh respon desain yaitu dengan menggunakan penghalang suara (filter) berupa pagar atau tumbuhan yang mampu memecah dan meredam suara. Sekolah alam ini juga akan mendidik siswa dengan cara belajar langsung dari pengalaman, oleh karena itu diharapkan siswa lebih semangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut. Fungsi lain dari sekolah alam ini adalah untuk mendidik siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan alam.
Bagaimana menjaga lingkungan sekitar agar tidak rusak, mengetahui makhluk hidup apa saja yang hidup disekitarnya, dan bagaimana cara mengoptimalkan lingkungan sekitar agar bermanfaat bagi siswa 2. Kegiatan pengguna dalam perencanaan sekolah alam di kabupaten Maros disesuaikan dengan fungsinya analisis yang dijelaskan sebelumnya. Secara umum pengguna di sekolah alam diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu siswa SD, guru dan karyawan, tidak menutup kemungkinan akan adanya tambahan pengguna di sekolah alam di luar kelompok pengguna tersebut.
Analisis Tampilan Bentuk Bangunan
- Tata Massa Bangunan
- Bentuk dan Tampilan Bangunan
Namun karena bangunan sekolah alam ini membutuhkan kurang dari 2 lantai, maka tangga menjadi alternatif yang dipilih. Penggunaan material pada perancangan sekolah alam ini berkaitan dengan tema yang digunakan yaitu arsitektur ekologi. Konsep dasar tersebut nantinya akan menjadi acuan pelaksanaan proses perancangan di sekolah alam ini.
Sekolah Alam ini memilih bentuk dasar persegi karena bentuk tersebut dirasa sesuai dengan kebutuhan karakteristik bentuk masif sekolah alam. Suprastrukturnya akan menggunakan struktur kaku dan rangka bambu seukuran bangunan sekolah alam guna mengoptimalkan potensi kawasan tempat ditemukannya material bambu agar terasa lebih efisien. Penggunaan kedua jenis struktur tersebut menyesuaikan bentuk alami sekolah yang sederhana dengan bentuk atapnya.
Analisis Kelengkapan Bangunan
- Sistem Struktur
- Sistem Penghawaan
- Sistem Pencahayaan
- Sistem Sanitasi dan Plumbing
- Sistem Keamanan
- Sistem Sirkulasi vertikal
- Analisis Bahan/Material
Analisis Pendekatan Perancangan
Konsep dasar perancangan sekolah alam di Kabupaten Maros dihasilkan dari eksplorasi tema, objek dan integrasi Islam. Ruang kelas akan menggunakan konsep terbuka sehingga angin sepoi-sepoi masuk ke dalam kelas. Beberapa ruang di sekolah alam yang memaksimalkan bukaan sehingga tidak terlindung tembok akan sangat rentan terkena air hujan saat hujan.
Bahan dinding bangunan sekolah alam menggunakan batu bata dan bambu yang dipadukan dengan bambu dan kayu sebagai elemen dekoratif. Sistem distribusi air bersih pilihan Alam School menggunakan air PAM, air tanah dan air hujan dari tangki daur ulang. Dengan adanya Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam di kabupaten Maros dapat memberikan pendidikan lingkungan hidup dan membentuk generasi masa depan yang selalu menjaga alam.
KONSEP PERANCANGAN SEKOLAH ALAM DENGAN
Konsep Tapak
- Konsep Entrance
- Konsep Pencahayaan
- Konsep Penghawaan
- Konsep Terhadap Hujan
- Konsep Kebisingan
- Konsep Tata Massa
- Konsep Sirkulasi…
- Konsep Bentuk
Pintu masuk utama (ME) akan menerapkan akses langsung sehingga memungkinkan pengguna untuk memasuki gedung dengan lebih mudah. Pada sisi timur, sinar matahari diperbolehkan masuk ke dalam bangunan sebagai penerangan alami dengan memberikan banyak bukaan pada sisi-sisinya. Penggunaan sun blinds dapat menjadi elemen pengatur sinar matahari agar tidak langsung masuk ke dalam bangunan.
Ruang kelas akan ditempatkan di bagian timur tapak dan akan menggunakan konsep ruang terbuka agar sinar matahari pagi dapat masuk secara maksimal ke dalam ruangan. Salah satu ruangan yang dapat memanfaatkan pergerakan angin untuk memberikan penghawaan alami adalah ruang kelas. Sedangkan perpustakaan merupakan ruang tertutup, sehingga untuk meredam intensitas suara cukup menggunakan material dinding yang dapat meredam suara.
Konsep Struktur Dan Material Bangunan
- Konsep Struktur
- Konsep Struktur
Konsep Utilitas
- Konsep Utilitas Air Bersih
- Konsep Utilitas Air Kotor
- Konsep Pemadam Kebakaran
- Konsep Jaringan Listrik
- Konsep Pembuangan Sampah
Zona anaerobik terdiri dari dua ruangan berisi batu pecah berukuran 2-3 cm. Pada zona anaerobik pertama, air limbah mengalir dengan arah aliran dari atas ke bawah, sedangkan pada zona anaerobik kedua, air limbah mengalir dengan arah aliran dari bawah ke atas. Selanjutnya air limpasan dari zona anaerobik kedua dialirkan ke zona aerobik melalui lubang (basah).
Pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung jenis sampahnya, yaitu sampah yang dapat didaur ulang dan yang tidak dapat didaur ulang. Sedangkan sampah yang tidak dapat didaur ulang akan diangkut oleh petugas kebersihan dan kemudian dibuang ke tempat sampah di luar gedung. Kemudian, sampah tersebut akan diangkut dengan truk untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
PENUTUP
Kesimpulan