Nyeri Kepala Sekunder, Vertigo dan Ganguan
Keseimbangan
Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala yang berkaitan dengan penyakit lain misalnya :
1. Arteritis temporalis 2. Tumor otak
3. Neuralgia trigeminal (sudah dibahas di kuliah lumpuh wajah)
4. Meningitis (sudah dibahas pada blok infectious disease) 5. Encefalitis (sudah dibahas pada blok infectious disease) 6. Perdarahan subarachnoid (sudah dibahas di kuliah lemah
separuh tubuh)
7. Toksoplasmosis serebri (sudah dibahas pada blok infectious
disease)
Arteritis temporalis
Adalah suatu inflamasi pada arteri temporalis
Etiologi : Autoimun
Gejala-gejalanya :
1. Nyeri kepala berdenyut pada satu sisi kepala (unilateral) 2. Nyeri waktu mengunyah
3. Pada perabaan ada daerah yang nyeri dan keras seperti tali di
sepanjang arteri temporalis
Tumor Otak
Adalah suatu neoplasma pada jaringan otak
Etiologi : belum diketahui
Dapat dibagi atas :
1. Tumor otak primer yang berasal dari sel otak sendiri misalnya glioma, ependimoma, meningioma
2. Tumor otak sekunder (metastase) yang dapat berasal dari tumor
paru, carcinoma mamae, gastrointestinal, dan traktus urogenitalis
• Gejala nyeri kepala pada tumor otak timbul akibat adanya tekanan intracranial yang meningkat.pada tumor otak
• Gejala-gejala tekanan intracranial meningkat dari tumor otak adalah:
1. Nyeri kepala, terutama pagi hari (bangun tidur) 2. Muntah proyektil
3. Gangguan okuler : papil edema yang terlihat pada pemeriksaan
funduskopi.
PEMERIKSAAN PENUNJANG :
• CT Scan kranioserebral
• MRI
VERTIGO DAN GANGGUAN
KESEIMBANGAN
Keseimbangan tubuh dikendalikan secara reflektoris oleh alat keseimbangan tubuh yang terdiri dari:
1. Sistem vestibular dengan reseptor di labirin
2. Sistem visual dengan reseptor di retina
3. Sistem somatosensori dengan reseptor proprioseptif di otot, tendon, dan sendi
Gangguan pada alat keseimbangan tubuh akan menimbulkan gejala
Vertigo
Gangguan keseimbangan
DEFINISI
Vertigo adalah gerakan sebenarnya atau hanya rasa gerakan, linier atau sirkuler yang disebabkan oleh gangguan alat
keseimbangan tubuh.
Perception
Vestibulo-ocular reflex
Vestibulo-spinal reflex
Gejala vertigo timbul akibat gangguan persepsi di korteks serebri yang patofisiologinya dapat diterangkan melalui
Teori konflik sensoris
Teori neural mismatch
Teori sinaf
1. Teori Konflik Sensorik.
Menurut teori ini, sindrom vertigo muncul bila ada masukan sensorik yang tidak sinkron dari ketiga reseptor alat keseimbangan tubuh (retina, vestibulum dan proprioseptik) baik dari sisi kanan maupun sisi kiri akibat rangsangan gerakan.
Masukan sensorik yang tidak sinkron ini menimbulkan kebingungan di pusat AKT dan membangkitkan respons :
Saraf otonom : mual dan muntah
Otot penggerak mata : nistagmus
Otot penyangga tubuh : gangguan keseimbangan
Korteks : vertigo
2. Teori Neural Mismatch.
Menurut teori ini sindrom vertigo timbul akibat adanya ketidak
sesuaian (mismatch) antara
pengalaman gerakan yang sudah
disimpan di otak dengan gerakan
yang sedang berlangsung/dihadapi.
Rangsangan gerakan yang sedang
dihadapi dirasakan asing tidak sesuai dengan pengalaman gerakan masa lalu yang polanya disimpan di otak dan
merangsang kegiatan yang berlebihan dari susunan saraf pusat yang
menimbulkan sindrom vertigo. Namun bila gerakan ini berlangsung terus maka pola gerakan yang baru akan merevisi pola gerakan yang sudah ada sehingga sesuai dengan gerakan yang sedang
dihadapi dan sindrom vertigo akan menghilang(teradaptasi).
3. Teori Sinap.
Menurut teori ini munculnya sindrom vertigo berawal dari pelepasan corticotropin
releasing factor (CRF) dari hipotalamus akibat rangsangan gerakan atau stres psikik (pada vertigo psikogenik). Kemudian CRF
merangsang kegiatan susunan saraf
simpatik di lokus coeruleus, hipokampus, korteks limbik.
Dalam hal ini mekanisme kerja CRF diduga lewat peningkatan influx kalsium kedalam sel saraf pra-sinap karena dapat diambat
dengan pemberian obat golongan calcium entry blocker.
Peningkatan kegiatan lokus coereleus oleh CRF menyebabkan keseimbangan
saraf otonom mengarah ke dominasi saraf simpatik dan timbul gejala-gejala pucat, dingin di kulit, keringat dingin dan vertigo.
Bila dominasi berubah ke arah saraf
parasimpatik, maka muncul gejala mual, hipersalivasi dan muntah. Rangsangan terhadap lokus coeruleus juga
menyebabkan gejala panik.
Rangsangan terhadap kortek
limbik/hipokampus menimbulkan gejala
ansietas dan atau depresi.
Bila sindrom tersebut berulang akibat rangsangan/ terapi latihan, maka siklus perubahan dominasi saraf simpatis
dan prasimpatis yang bergantian
tersebut juga berulang sampai suatu saat terjadi perubahan sensitifitas
reseptor serta jumlah ion Ca dalam sel saraf pra-sinap akan kian berkurang
bersamaan dengan kian
menyempitnya kanal ca (kalsium) yang mempersulit masuknya ion Ca
(Ca influx), maka sindrom vertigo akan
menghilang atau teradaptasi.
Gejala gangguan keseimbangan timbul akibat terganggunya refleks vestibulo-spinal, sedangkan gangguan refleks
vestibulo-okular menimbulkan gejala nistagmus.
Gangguan keseimbangan saraf otonom menimbulkan gejala pucat, rasa dingin di kulit, keringat dingin, mual, dan
muntah.
Rangsangan terhadap korteks limbik/hipokampus menimbulkan gejala ansietas dan/atau depresi.
Vertigo yang timbul akibat gangguan sistem vestibular disebut vertigo vestibular
Vertigo yang timbul akibat gangguan alat keseimbangan tubuh lainnya disebut vertigo non vestibular.
1. SISTEM VESTIBULAR BAGIAN PERIFER:
A. Vestibulum.
B. Nervus vestibularis.
2. SISTEM VESTIBULAR BAGIAN SENTRAL:
A. Nukleus vestibularis.
B. Serabut-serabut yang menghubungkan nukleus vestibularis dengan pusat-pusat di
serebelum dan di korteks serebri.
SISTEM VESTIBULAR TERDIRI DARI :
ANATOMI SISTEM VESTIBULAR
Vertigo vestibular dapat dibagi atas 2 macam yaitu
vertigo vestibular perifer yang timbul akibat gangguan sistem vestibular bagian perifer (vestibulum atau nervus vestibularis)
vertigo vestibular sentral yang timbul akibat gangguan sistem vestibular bagian sentral (Nukleus vestibularis).
Gejala gangguan keseimbangan :
dapat kitaketemukan antara lain pada pasien dengan penyakit Parkinson, disamping gejala resting tremor, rigiditas dan
akinesia/bradikinesia.
PERBEDAAN KLINIS VERTIGO VESTIBULER (TRUE VERTIGO) DAN VERTIGO NON VESTIBULER (PSEUDO VERTIGO)
Gejala Vertigo vestibuler Vertigo non vestibuler (true vertigo) (pseudo vertigo)
Sifat vertigo Rasa berputar Seolah-olah melayang, kepala kosong, hilang keseimbangan
PERBEDAAN KLINIS VERTIGO VESTIBULAR TYPE PERIFER DAN TYPE SENTRAL
Gejalanya Tipe Perifer Tipe sentral
Bangkitan vertigo Lebih
mendadak Lebik lambat
Derajat vertigo Berat Ringan
Dapat timbul pada gerakan
kepala tertentu (+) ( - )
Gejala Otonom (mual,
muntah) ( ++ ) ( - )
Gangguan pendengaran Bisa terganggu Tidak ada Gejala kelainan neurologi
lainnya dari otak Tidak ada Ada
VERTIGO VESTIBULAR TIPE PERIFER
Dapat dijumpai pada pasien dengan :
•
Benign Paroxysmal Posisional Vertigo (B.P.P.V.) (sudah dibahas pada blok
ENT)
•
Penyakit Meniere (sudah dibahas pada
blok ENT)
VERTIGO VESTIBULAR TIPE
SENTRAL
•
Vertigo vestibular tipe sentral adalah vertigo yang timbul akibat
gangguan sistem vestibular bagian sentral (nukleus vestibularis yang
ada di batang otak)
ETIOLOGI :
1. GANGGUAN PEREDARAN DARAH OTAK (STROKE) DI KAWASAN SISTEM VERTEBRO-BASILER YANG DAPAT BERUPA:
- INFARK
- PERDARAHAN
2. TUMOR INTRAKRANIAL:
- Tumor batang otak.
- Tumor lobus temporalis.
3. SKLEROSIS MULTIPLEK.
VERTIGO VESTIBULAR SENTRAL AKIBAT GANGGUAN PEREDARAN
DARAH OTAK (STROKE).
GEJALA-GEJALANYA:
1. Vertigo.
2. Disamping vertigo juga ada gejala-gejala neurologi lain dari otak :
- Lesi nervus IX di sisi ipsilateral (kesukaran menelan)
- Hemihipalgesia dan hemitermhipestesia alternans.
- Hemiataksia disisi ipsilateral.
- Horner tidak lengkap di sisi ipsilateral.
MISALNYA INFARK AKIBAT TROMBOSIS ARTERIA SEREBELARIS POSTERIOR INFERIOR
(SINDROM WALLENBERG)
3. Pemeriksaan penunjang : - CT.Scan kranioserebral - MRI / MRA
- Arteriografi vertebralis
Terapi Simtomatik misalnya:
betahistin mesilat 3x6 mg,
obat golongan calcium entry blocker (misalnya flunarizin).
Rehabilitasi / terapi latihan misalnya :
Metode Brandt Daroff.
Terapi kausal