opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Oleh:
Mohammad Masykuri
Pengambilan Sampel Air
(Water
Sampling)
Program Studi Ilmu Lingkungan PPs UNS, Feb 2020
Manajemen Limbah (Waste Management)
Sampling Limbah B3
masykuri@yahoo.com
Definisi Definisi
mengumpulkan sejumlah volume air, sedimen dll yang akan diteliti, dengan jumlah sekecil mungkin, tapi
masih representatif, masih mempunyai sifat2 yang sama dengan yang sebenarnya
No measurement no data No data no information
No information no management No management no policy
No measurement no data No data no information
No information no management No management no policy
Sampling adalah:
Sampling adalah:
Copyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Definisi Definisi
Peralata n
Peralata n
Bahan Bahan
Wadah Sampel Wadah Sampel
Lokasi dan Titik
Pengambilan Sampel
Lokasi dan Titik
Pengambilan Sampel
Cara Pengambilan Sampel
Cara Pengambilan Sampel
Pengujian Parameter
Lapangan Pengujian Parameter
Lapangan
Pengawetan dan Tindakan Pra UJi Pengawetan dan
Tindakan Pra UJi
1 1
2 2
3 3
4 4 5 5
6 6
7 7
masykuri@yahoo.com
Definisi Definisi
1. Perencanaan pengambilan contoh uji 2. Persiapan pengambilan contoh uji 3. Pelaksanaan pengambilan contoh uji 4. Penanganan/perlakuan contoh uji
Prinsip sampling air
Prinsip sampling air
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Perencanaan Sampling Perencanaan Sampling
a. Tujuan pengambilan contoh b. Penentuan lokasi sampling c. Penentuan titik sampling
d. Penentuan jumlah titik sampling
e. Penentuan parameter yang akan dianalisis f. Penentuan metode sampling
g. Penentuan volume sampel
h. Penentuan jenis wadah/botol sampel uji Download: Indowebster,com
“Standard methods for water and waste water analysis”
Langkah-langkah Perencanaan
Langkah-langkah Perencanaan
masykuri@yahoo.com
Obyek Sampling Air Obyek Sampling Air
Macam obyek sampling
Macam obyek sampling
Badan Air (Sungai)
Air Laut
Air Tanah
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Obyek Sampling Obyek Sampling
Metoda pengambilan contoh air permukaan:
SNI 6989.57:2008 – Bagian 57: Metoda pengambilan contoh air permukaan
Badan Air (Sungai) Badan Air (Sungai)
Air permukaan:
air yang terdiri atas air sungai, air danau, air waduk, air saluran, mata air, air rawa dan air gua.
masykuri@yahoo.com
Obyek Sampling Obyek Sampling
Metoda pengambilan contoh air tanah:
SNI 6989.58:2008 – Bagian 58:
Metoda pengambilan contoh air tanah
Air Tanah Air Tanah
Air tanah:
air yang terdapat dalam
lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah, antara lain sumur bor, sumur gali dan sumur pantek
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Obyek Sampling Obyek Sampling
Metoda pengambilan contoh air limbah:
SNI 6989.59:2008 – Bagian 59: Metoda
pengambilan contoh air limbah
Outlet IPAL Outlet IPAL
Air Limbah:
sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair
masykuri@yahoo.com
Tujuan Sampling Tujuan Sampling
• Pengumpulan data rona awal lingkungan (exploratory)
Utk Dokumen UKL/UPL, Amdal
• Pemantauan lingkungan (monitoring)
Uji petik kualitas air sungai
• Penegakan hukum lingkungan
• Penelitian di bidang lingkungan
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Persiapan Sampling Persiapan Sampling
• Personil
• Botol-botol/wadah tempat contoh uji
• Alat Pengambil Contoh Uji
• Peralatan pengukur parameter lapangan
• Peralatan penunjang
• Pengawetan
• Pengendalian Mutu Lapangan
• Rekaman Lapangan
Outlet IPAL
Outlet IPAL
masykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Botol/wadah untuk analisis senyawa anorganik : botol/tempat contoh terbuat dari polietilen.
Tata cara pencucian : Cuci botol dan tutupnya dengan deterjen bebas fosfat dan bilas dengan air bersih dan kemudian bilas 3 kali dengan akuades, kemudian keringkan dan tutup botol rapat, untuk menghindari kontaminasi.
Botol/wadah untuk analisis senyawa organik : botol /tempat contoh dari bahan logam atau gelas berwarna gelap. Bagian dalam dari tutup botol harus dilapisi dengteflon atau alumunium foil
Tata cara pencucian : Cuci botol dan tutupnya dengan deterjen bebas fosfat dan bilas dengan air bersih dan kemudian bilas 3 kali dengan akuades, keringkan. Selanjutnya, bilas botol tersebut dengan aseton 3 kali, dan hexan 3 kali. Keringkan dan botol ditutup, untuk menghindari
Persyaratan Alat dan Wadah
Persyaratan Alat dan Wadah
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
1. Terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat contoh uji (misalnya untuk keperluan pemeriksaan logam, wadah contoh uji tidak terbuat dari logam);
2. Tidak mudah pecah atau bocor akibat reaksi yang ditimbulkan oleh limbah tersebut;
3. Tidak mudah rusak atau berubah secara fisik;
4. Mempunyai ketebalan yang memadai sehingga layak untuk diangkut oleh kendaraan
Persyaratan Alat dan Wadah
Persyaratan Alat dan Wadah
masykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Persyaratan Alat dan Wadah Persyaratan Alat dan Wadah
Alat pengambil sampel harus memenuhi persyaratan:
5. Mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya 6. Mudah dan aman dibawa
7. Kapasitas alat tergantung pada tujuan pengujian 8. Contoh mudah dipindahkan ke dalam wadah
penampung tanpa ada sisa bahan tersuspensi di dalamnya
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Terjadi ketidaktepatan dalam memilih wadah dan prosedur pewadahan sampel
gelas gelas
????
Untuk senyawa ORGANIK:
plastik plastik
atau
masykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Jenis Alat Sampling
Jenis Alat Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
• Botol biasa atau ember plastik untuk permukaan air secara langsung
• Botol biasa yang diberi pemberat untuk kedalaman tertentu
Jenis Alat Sampling
Jenis Alat Sampling
masykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Jenis Alat Sampling Jenis Alat Sampling
Keterangan gambar:
A adalah pengambil contoh terbuat dari polietilen
B adalah handle (tipe teleskopi yang terbuat dari aluminium atau
stanlestil
A B
Gayung bertangkai panjang
Botol biasa
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Jenis Alat Sampling Jenis Alat Sampling
Botol biasa dengan pemberat
masykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Jenis Alat Sampling Jenis Alat Sampling
Keterangan gambar:
A adalah pengait
B1 adalah tuas posisi tertutup B2 adalah tuas posisi terbuka C1 adalah tutup gelas botol
contoh posisi tertutup
C2 adalah tutup gelas botol contoh posisi terbuka
D adalah tali penggantung E adalah rangka metal botol
contoh
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Point Sampler Point Sampler
Point
sampler tipe vertikel
(Ruttner)
Alat pengambil contoh untuk kedalaman tertentu atau point sampler:
digunakan untuk mengambil contoh air pada kedalaman yang telah ditentukan pada sungai yang relatif dalam, danau atau waduk. Ada dua tipe point sampler yaitu tipe vertikal dan horisontal
Point sampler tipe horisontal (Wohlenberg)
masykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Alat pengambil contoh gabungan kedalaman digunakan untuk mengambil contoh air pada sungai yang dalam, dimana contoh yang diperoleh merupakan gabungan contoh air mulai dari permukaan sampai ke dasarnya Alat pengambil contoh
gabungan kedalaman
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Pengambil sampel otomatis Pengambil sampel otomatis
Alat pengambil contoh jenis ini digunakan untuk mengambil contoh air dalam rentang waktu tertentu secara otomatis
masykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
Point Sampler Point Sampler
Alat pengambil contoh gabungan kedalaman digunakan untuk mengambil contoh air pada sungai yang dalam, dimana contoh yang diperoleh merupakan gabungan contoh air mulai dari permukaan sampai ke dasarnya
Alat pengambil contoh gabungan kedalaman
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Alat dan Wadah Sampling Alat dan Wadah Sampling
• Jenis alat pengambil contoh lainnya : botol Nansen,
Knudsen, Niskin, Van Dorn, Rossette Sampler dan lain- lain.
Jenis Alat Sampling Jenis Alat Sampling
botol Nansen
Rossette Sampler Van Dorn
masykuri@yahoo.com
Ice box
Alat pengukur parameter lapangan : pH meter, Thermometer, dll
Pengawet/dry ice
Sepatu boot, jas hujan, masker, sarung tangan dll
Label, selotif, spidol, lakban, buku lapangan dll
Alat dokumentasi
Alat P3K
Tool kit (obeng, tang dll)
Surat Tugas dan surat pemberitahuan
Peralatan Penunjang
Peralatan Penunjang
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Catatan Sampling Catatan Sampling
RENCANA PENGAMBILAN CONTOH UJI
Tujuan Pengambilan Contoh uji*:
Tanggal pengambilan :
Waktu pengambilan:
Petugas Pengambil contoh uji :
Surat tugas :
Biaya :
Alat pengambil contoh uji :
Peralatan K3 :
Kalibrasi peralatan lapangan :
Titik pengambilan contoh uji*
- jumlah :
- lokasi :
Jenis contoh uji* :
Jumlah sampel :
Acuan Standar sampling :
Frekuensi :
Metode pengambilan contoh uji*: komposit/ waktu/ komposit/ tempat/ grab/
terpadu/berkelanjutan
Nama industri/ sungai * :
Blanko : peralatan/ wadah contoh/ penyaringan/ perjalanan/ lapangan/ lab
Diagram, sketsa, foto :
masykuri@yahoo.com
Mencari informasi tentang sumber dan asal limbah untuk menjamin bahwa contoh uji yang dikumpulkan atau diambil merupakan limbah yang dapat mewakili keseluruhan limbah yang dihasilkan oleh suatu
kegiatan.
Perhatikan cuaca disekitar lokasi,
Pelaksanaan Sampling
Pelaksanaan Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Titik pengambilan sampel air sungai
Debit < 5 m3/detik
Debit 5-150 m3/detik
Debit > 150 m3/detik
Pelaksanaan Sampling
Pelaksanaan Sampling
masykuri@yahoo.com
Titik pengambilan sampel air danau/waduk
Debit < 5 m3/detik
Debit 5-150 m3/detik
Pelaksanaan Sampling Pelaksanaan Sampling
kedalamannya kurang dari 10 m
kedalamannya 11 - 30 m
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Pelaksanaan Sampling Pelaksanaan Sampling
Air Sungai Air Sungai
Lokasi pengambilan sampel perlu digambarkan dalam form pengambilan sampel
masykuri@yahoo.com
Pelaksanaan Sampling
Pelaksanaan Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Pelaksanaan Sampling
Pelaksanaan Sampling
masykuri@yahoo.com
Pelaksanaan Sampling
Pelaksanaan Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
1.
Limbah Cair- treatment : influent dan efluent
- monitoring : effluent sebelum masuk ke badan air
(sungai, danau, dan laut)
Penentuan lokasi tergantung pada :
Homogenitas limbah cair
Densiti limbah cair
Adanya bahan terapung
Zat padat mengendap
Reaksi kimia /biologi yang mungkin terjadi
Lokasi Sampling
Lokasi Sampling
masykuri@yahoo.com
Lokasi Sampling Lokasi Sampling
Air Tanah
Air Tanah
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Lokasi Sampling Lokasi Sampling
Air Limbah
Air Limbah
masykuri@yahoo.com Keterangan :
= lokasi pengambilan sampel
Daerah hilir (Muara)
Pantai
Gambar 4.2 Lokasi pengambilan sampel air sungai
Daerah hulu
Daerah rekreasi Daerah perkotaan
Daerah industri
Daerah pertanian
Lokasi Sampling
Lokasi Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Gambar 4.3 Lokasi pengambilan sampel air danau/waduk
Daerah rekreasi
Air keluar Air masuk
Daerah pertanian
Daerah perikanan
Danau
Lokasi Sampling
Lokasi Sampling
masykuri@yahoo.com
B
A1 A5
A2 A4
A3
Keterangan :
1) Sumur pantau A1, A2, A3, A4, A5 untuk mengetahui arah sebaran pencemar (leachate plume)
2) pemantauan kualitas air sumur B sebagai kontrol (background level)
Gambar 4.7 Lokasi sumur pantau pada sekitar daerah pemanfaatan tempat pembuangan akhir sampah perkotaan berdasaran sebaran pencemar
Tempat pembuangan akhir sampah
perkotaan
Lokasi Sampling
Lokasi Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Lokasi pengambilan air sampel pada air permukaan dapat berasal dari daerah pengaliran sungai dan
danau/waduk, sbb :
1. Pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai (DPS), berdasarkan pada :
a. sumber air alamiah, yaitu lokasi pada tempat yang belum terjadi atau masih sedikit pencemaran;
b. sumber air tercemar, yaitu lokasi pada tempat
yang telah mengalami perubahan atau dihilir sumber pencemar;
c. sumber air yang dimanfaatkan, yaitu lokasi pada tempat penyadapan pemanfaatan sumber air
Lokasi Sampling Lokasi Sampling
Air permukaan
Air permukaan
masykuri@yahoo.com
2. Pemantauan kualitas air pada danau/waduk berdasarkan pada :
a. tempat masuknya sungai ke danau/waduk;
b. di tengah danau/waduk;
c. lokasi penyadapan air untuk pemanfaatan;
d. tempat keluarnya air danau/waduk;
Lokasi Sampling Lokasi Sampling
Air permukaan
Air permukaan
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
masykuri@yahoo.com
Lokasi pengambilan sampel air tanah bebas (tidak tertekan) dan air tanah tertekan dengan penjelasan sbb :
a. air tanah bebas (tidak tertekan) : - disebelah hulu dan hilir dari lokasi
penimbunan/pembuangan sampah kota/industri;
- disebelah hilir daerah pertanian yang intensif menggunakan pestisida danpupuk kimia;
- didaerah pantai dimana terjadi penyusupan air asin; dll
Lokasi Sampling Lokasi Sampling
Air Tanah
Air Tanah
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
b. air tanah tertekan :
- di sumur produksi air tanah untuk pemenuhan kebutuhan perkotaan, pedesaan, pertanian dan industri;
- disumur produksi air tanah PAM maupun sarana umum;
- di sumur-sumur pemantauankualitas air tanah;
- di lokasi kawasan industri;
- pada sumur observasi air diwilayah pesisir dimana terjadi penyusupan air asin;
- pada sumur observasi penimbunan/pengolahan limbah industri B3; dll
Lokasi Sampling Lokasi Sampling
Air Tanah
Air Tanah
masykuri@yahoo.com
Lokasi Sampling Lokasi Sampling
Air Tanah
Air Tanah
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Badan Air (sungai)
- Bagian permukaan, tengah dan terhindar dari aliran turbulen
- Bagian kiri, kana dan tengah sungai - Bagian hulu dan hilir
- Sebelum dan sesudah bercampur dengan limbah
Untuk sungai yang menerima limbah cair, saat ini dikenal 3 pendekatan sampling point :
- judgmental : jml titik sedikit, bias relatif besar - systematic : jml titik banyak, bias relatif kecil
- random : jml titik lebih banyak, bias relatif lebih kecil
Titik Sampling
Titik Sampling
masykuri@yahoo.com
Sesaat (Grab)
Gabungan waktu (Composite time sample)
Gabungan tempat (Composite place sample)
Pengambilan terpadu (integrated sample)
Metode Sampling
Metode Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
1. Sampel sesaat (Grab)
- sampel yang diambil dari titik
pengambilan sampel yang ditentukan untuk dikumpulkan ke dalam sebuah wadah pada waktu tertentu.
- tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat suatu keputusan
kebijakan
- hanya dapat dilakukan apabila kondisi lokasi pengambilan sampel diasumsikan homogen atau konstan.
Metode Sampling
Metode Sampling
masykuri@yahoo.com
2. Sampel gabungan (Composite)
- merupakan campuran dua atau lebih sampel sesaat ke dalam sebuah wadah untuk diuji
- sangat bermanfaat untuk menentukan rata- rata konsentrasi parameter yang diuji
selama periode waktu tertentu
- harus memperhatikan jenis parameter yang akan dianalisis dan dilakukan oleh petugas pengambil sampel yang kompeten serta
mempunyai intuitive dan technical judgment yang cukup, bila tidak akan memberikan
Metode Sampling
Metode Sampling
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
3. Sampel gabungan terpadu
- dapat dibedakan berdasarkan sampel
gabungan waktu (time composite sample) dan sampel gabungan tempat (location
composite sample).
- Jika alirannya bervariasi, maka sampel gabungan proposional aliran (flow
proportional composite sample) harus dipertimbangkan.
Metode Sampling
Metode Sampling
masykuri@yahoo.com
Pengendalian mutu di lapangan (Field Quality Control)
Blanko wadah
Blanko peralatan
Blanko lapangan
Blanko Perjalanan
Contoh duplikat
Jaminan Mutu
Jaminan Mutu
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Terimakasih
masykuri@yahoo.com
Penanganan Contoh Uji
Pengawetan: HNO3, NaOH, HCl atau didinginkan (4oC) dll
tergantung parameter yang akan dianalisis
Pelabelan : titik sampling, lokasi sampling, tanggal, dll
Pengepakan : disimpan dalam ice box
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Bahan dan volume botol, cara pengawetan dan waktu maksimum penyimpanan contoh, yang diperbolehkan sebelum dilakukan pengujian contoh
No. PENETAPAN TEMPAT PENYIMPANA
N
KEPERLUAN CONTOH
(mL) PENGAWETAN LAMA
PENYIMPANA N
1. Temperatur - - Tanpa pengawet Analisa segera
2. Daya hantar listrik - - Tanpa pengawet Analisa segera
3. Zat Padat Terlarut P,G (B) - Pendinginan (es) 7 hari
4. Zat tersuspensi P,G (B) - Tanpa pengawet Analisa segera
5. Kekeruhan P,G 1) Tanpa pengawet 1) Analisa
segera 2) Simpan di tempat
gelap 2) 1 hari
6. Warna G 100 - 500 Pendinginan (es) 24 jam
7. PH P,G (B) - Tanpa pengawet Analisa segera
8. Alkaliniti P,G (B) 200 Pendinginan (es) 24 jam
9. Asiditi P,G (B) 100 Pendinginan (es) 24 jam
10. Oksigen terlarut Botol BOD 300 Tanpa pengawet Analisa segera
11. Natrium (Na) P,G (B) 50 Pendinginan (es) 6 bulan
12. Kalium (K) P,G (B) 50 Pendinginan (es) 6 bulan
13. Kalsium (Ca) - 25 - 100 Tanpa pengawet 7 hari
14. Magnesium (Mg) - 25 - 100 Tanpa pengawet 7 hari
15. Klorida (Cl) P,G 25 - 100 Tanpa pengawet 7 hari
16. Sulfat (SO4) P,G - Pendinginan (es) 28 jam
17. Amonia - NH3 P,G 500 1) Tanpa pengawet 1) Analisa
segera 2) Tambahkan 0.8 mL
H2SO4/L sampai pH =2 2) 7 hari
18. Nitrit - NO2 P,G 100 Pendinginan (es) Analisa segera
19. Nitrat - NO3 P,G 100 Tambahkan H2SO4
sampai pH < 2, pendinginan (es)
48 jam
20. Organik - N P, G 500 - 100 1) Pendinginan (es) 2) Tambahkan 0.8 mL H2SO4/L sampai pH<2
21. Boron (B) P 100 Tanpa Pengawet -
22. Fluorida (F) P 200 - 300 Tanpa Pengawet 28 hari
23. Silika (SiO2) P 25 - 100 Pendinginan (es) 28 jam
24. Orto Fosfat (PO4) G (A) 100 Fosfat terlarut disaring segera dinginkan (es) atau + 40 gram HgCl/L
2 hari
25. Total Fosfat 25 - 100 -
26. Deterjen P,G 100 -200 Tanpa Pengawet -
27. KOB (BOD) P,G 300 -1000 Pendinginan (es) 6 jam
28. KOK (COD) P,G 50 - 100 1) Tanpa Pengawet
2) Tambahkan H2SO4
sampai pH<2
1). Analisa segera 2). 7 hari
masykuri@yahoo.com
Tabel 2.1 Bahan dan volume botol, cara pengawetan dan waktu maksimum penyimpanan contoh, yang diperbolehkan sebelum dilakukan pengujian contoh (lanjutan)
No. Penetapan Tempat
Penyimpanan Keperluan Contoh
(ml)
Pengawetan Lama
Penyimpanan
29. KO - KMnO4 P,G 50 - 100 1) Tanpa Pengawet
2) Tambahkan H2SO4
sampai pH<2
1). Analisa segera 2). 7 hari
30. Koli Tinja G (St) 300 Pendinginan (es) Analisa segera
31. Kadmium (Cd) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
32. Kromium (Cr) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
33. Tembaga (Cu) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
34. Besi (Fe) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
35. Mangan (Mn) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
36. Nikel (Ni) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
37. Timbal (Pb) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
38. Seng (Zn) 25 Tambah 5 mL HNO3/L 6 bulan
39. Karbon Organik
Total G (coklat) !00 Tambah HCl/H2SO4
sampai pH < 2 1). Analisa segera 2). 7 hari
40. Karbon dioksida P,G 100 - Analisa segera
41. Klorin residual P,G 200 - 500 - Analisa segera
42. Klorofil - a P,G 500 Ruang gelap dan
dibekukan (es) 30 hari
43. Sianida P,G 500 Tambah NaOH sampai
pH = 12, pendinginan (es), ruang gelap
24 jam
44. Minyak dan lemak G 1000 Tambah HCL/H2SO4
sampai pH < 2 28 hari
45. Bau G 100 - 500 1) Tanpa pengawet
2) Pendinginan 4 C 1). Analisa segera 2). 6 hari
46. Pestisida G (s) - Tanpa pengawet -
47. Fenol G 500 Tambah NaPO sampai
pH < 4 dan 1 gram CuSO4.5H2O/L, pendinginan 4 oC
24 jam
48. Saliniti G 240 1)Tanpa pengawet
2) Cegah penguapan 1) Analisa segera 2) 6 bulan
49. Sulfida P,G 100 Tambah 4 tetes Zn-
asetat 2N/100 mL 28 hari
50. Sulfit P,G - Tanpa pengawet Analisa segera
51. Rasa G 500 1) Tanpa pengawet
2) Pendinginan (es) 1). Analisa segera 2). 24 jam
opyright by ® mmasykuri@yahoo.com
Debit: m3/detik
= laju alir x luas penampang
Laju alir: m/det
Luas penampang badan air: m2
Pendekatan penampang sungai:
1) persegi, L: lxt
2) segitiga, L=1/2 x lxt