• Tidak ada hasil yang ditemukan

OEJA - Laporan KEHATI 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "OEJA - Laporan KEHATI 2020"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

Laporan 'Pemantauan Lingkungan Hidup (Keanekaragaman Flora dan Fauna) Semester II Tahun 2020' berisi tentang survei keberadaan dan kondisi komunitas flora dan fauna yang ada yang terdapat di kawasan Fasilitas Penerima Lahan (ORF) dan PT berbasis lahan. Pertamina Gas OEJA semester II Beberapa spesies mamalia liar ditemukan di kawasan ORF dan. Pertamina Gas OEJA semester II Beberapa jenis ikan ditemukan di kawasan PT ORF.

Gambar  Judul  Hal.
Gambar Judul Hal.

LATAR BELAKANG

Area Pertamina Gas Operation Jawa Timur (PT.Pertamina Gas OEJA) melaksanakan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sebagai implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan (ERP) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Pertamina Gas OEJA salah satunya adalah pemantauan keanekaragaman hayati yang dilakukan dua kali dalam setahun yaitu pada semester I dan II. Pemantauan mata pelajaran dilakukan pada semester II (Oktober) tahun 2018 dan semester I (Mei) dan semester II (November) tahun 2019 serta pada semester I (Juni) tahun 2020.

LANDASAN HUKUM

Pemantauan lebih lanjut dilakukan pada semester II (November) 2020 berupa 'Pemantauan Lingkungan Hidup (Keanekaragaman Flora dan Fauna) Semester II Tahun 2020' yang hasilnya diuraikan lebih lanjut dalam dokumen ini.

MAKSUD DAN TUJUAN

RUANG LINGKUP

KONSEP DAN SISTEMATIKA PELAPORAN

Bagian ini memuat tentang latar belakang, dasar hukum, tujuan, ruang lingkup dan konsep, serta sistematika penyajiannya. Bagian ini menjelaskan tentang metodologi penelitian, pengamatan biota, pengambilan sampel biota, dan analisis sampel biota. Bagian ini memuat kesimpulan, saran dan rekomendasi mengenai status keanekaragaman hayati atau keanekaragaman hayati flora dan fauna di kawasan ORF dan Landfall PT.

LOKASI DAN WAKTU STUDI

PENGAMATAN FLORA DARAT

PENGUMPULAN DATA

ANALISIS DATA

ANALISIS VEGETASI MANGROVE

PENGUMPULAN DATA

Bila sistem percabangan berada di bawah tinggi dada, atau tunas/cabang dari batang utama yang berada di atas atau di atas tanah, maka masing-masing cabang diukur sebagai batang tersendiri b. Apabila batang membengkak, bercabang atau berbentuk tidak normal pada titik pengukuran, pengukuran dilakukan sedikit di atas atau di bawah hingga diperoleh bentuk normal. Karena bentuk pengukurannya ada beberapa, maka tidak menutup kemungkinan dalam satu tegakan akan terdapat beberapa data pengukuran diameter, terutama untuk petak-petak yang bercabang pada ketinggian <1,3 meter dari permukaan tanah.

Gambar 2.5 Petunjuk pengukuran diameter atau keliling batang pada  berbagai bentuk tegakan
Gambar 2.5 Petunjuk pengukuran diameter atau keliling batang pada berbagai bentuk tegakan

ANALISIS DATA

Hal ini dinyatakan sebagai persentase dari jumlah total sampel yang mengandung suatu spesies yang diteliti. Atau dapat digambarkan sebagai proporsi tutupan lahan menurut spesies yang menghuninya jika dilihat dari atas. Ca = tutupan absolut spesies ke-i Cr = tutupan relatif spesies ke-i BAi = luas bidang dasar total suatu spesies L = luas persegi total.

PENGAMATAN FAUNA

KOMUNITAS FAUNA BURUNG (AVIAFAUNA)

Data yang diperoleh berupa data kualitatif komposisi dan sebaran jenis burung serta data kuantitatif berupa kelimpahan individu, jumlah jenis dan nilai indeks ekologi. Nilai J yang mendekati 0,00 (nol) menunjukkan adanya kecenderungan adanya pengaruh faktor lingkungan terhadap kehidupan organisme yang menyebabkan persebaran populasi tidak merata akibat selektivitas dan menimbulkan dominansi oleh satu atau lebih biotaspesies. Nilai J mendekati 1,00 (satu) yang menunjukkan kondisi lingkungan normal ditandai dengan sebaran penduduk cenderung merata dan tidak ada dominasi.

Gambar 2.7 Pengamatan burung dengan alat bantu teropong binokular  dan monokuler di area ORF PT
Gambar 2.7 Pengamatan burung dengan alat bantu teropong binokular dan monokuler di area ORF PT

KOMUNITAS FAUNA BUKAN BURUNG

Nilai D bervariasi antara semakin tinggi nilai D (mendekati 1,00) yang berarti tingkat keanekaragaman dalam masyarakat semakin rendah (ada taksa tertentu yang mendominasi); sebaliknya jika nilai D mendekati 0,00 berarti tingkat keberagaman masyarakat semakin tinggi (Ferianita-Fachrul, 2007). Informasi tambahan mengenai keberadaan fauna juga diperoleh dari literatur yang representatif dan wawancara dengan warga setempat. Seperti halnya pengamatan burung, data pengamatan fauna non burung berupa data kualitatif komposisi dan sebaran jenis, serta data kuantitatif berupa kelimpahan individu, jumlah jenis dan nilai indeks ekologi seperti pada burung. komunitas fauna.

Gambar 2.8 Sampling fauna arthropoda menggunakan insect net untuk  diidentifikasi, didokumentasikan dan dilepaskan kembali (foto atas) dan  pengamatan malam (foto bawah) di area ORF PT
Gambar 2.8 Sampling fauna arthropoda menggunakan insect net untuk diidentifikasi, didokumentasikan dan dilepaskan kembali (foto atas) dan pengamatan malam (foto bawah) di area ORF PT

KOMUNITAS NEKTON

Kawasan ORF terletak di wilayah Desa Parmesan, sedangkan wilayah Landfall termasuk dalam wilayah administratif Desa Permisan dan Tanjungsari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.

Secara keseluruhan, lokasi ORF dan Ladfall memiliki karakteristik habitat yang relatif berbeda, meskipun keduanya merupakan vegetasi buatan. Luas ORF ±6,3 ha dan lebih dekat dengan pemukiman serta ±16 km dari pantai; Terdapat banyak rawa, kolam dan/atau sawah di sekitar ORF. Tepi luar area ORF, mulai dari pintu depan hingga sekeliling pipa dan flare, berbatasan dengan badan air berupa kolam, empang, atau rawa.

Vegetasi di wilayah Pengiriman dibatasi pada tanggul di sekitar kolam dan/atau tepi saluran air. Perbedaan karakter habitat antara ORF dan wilayah Laut menyebabkan perubahan kondisi flora yang ada, seperti terlihat pada Tabel 3.1. Pertamina Gas OEJA sehingga hasil observasi semester II tahun 2018 (P.II.2018) hingga semester II tahun 2020 (P.II.2020) menunjukkan relatif tidak ada perubahan komposisi dan struktur komunitas flora yang ada. .

Di kawasan ORF, semua jenis pohon yang ditanam mempunyai fungsi utama sebagai pohon peneduh dan/atau pelindung, misalnya pohon trembesi (Samanea saman), kayu mangium (Acacia mangium), mahoni (Swietenia macrophylla dan S. mahagoni), Nyamplung ( Calophyllum inofilum). ), jati (Tectona grandis) dan Ketapang (Terminalia catappa). Selain jenis pohon pelindung atau peneduh, beberapa jenis pohon lain juga merupakan penghasil buah seperti Mangga (Mangifera indica), Jamblang (Syzygium cumini), Jambu Air (S. aqueum), Cermai (Phyllanthus acidus), Jambu biji (Psidium guajava) dan Belimbing (Averrhoa spp.). Beberapa jenis pohon lain lebih berfungsi sebagai unsur peningkat estetika yang meningkatkan keanekaragaman flora, seperti Pulai (Alstonia Scholaris), Pinus Kipas (Thuja orientalis) dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendra).

Berbagai jenis pohon palem juga termasuk dalam kategori estetika, di antaranya jenis yang paling umum adalah palem kuning (Dypsis lutescens), palem putri (Adonidia merrillii) dan kelapa (Cocos nucifera); seperti terlihat pada Gambar 3.1.

Tabel 3.1 Komposisi dan Kelimpahan Spesies Flora di Area ORF dan Landfall PT. Pertamina  Gas Operation East Java Area di Jabon, Sidoarjo pada Semester Kedua 2020
Tabel 3.1 Komposisi dan Kelimpahan Spesies Flora di Area ORF dan Landfall PT. Pertamina Gas Operation East Java Area di Jabon, Sidoarjo pada Semester Kedua 2020

MANGROVE DESKRIPSI UMUM

Pertamina Gas OEJA menunjukkan luas hutan mangrove di kawasan Landval ±26,92 ha dengan dataran lumpur di depan hutan mangrove ±4,29 ha. Mengacu pada Tabel 3.2, maka status hutan mangrove di lokasi penelitian termasuk dalam kategori ‘BAIK’ atau ‘SANGAT MUNGKIN’, berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 201 Tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Pengelolaan Hutan Mangrove. Penetapan Kerusakan Mangrove; Dinamika nilai kepadatan jenis mangrove di kawasan daratan antara semester I tahun 2018 (P.I.2018) hingga P.II.2020 disajikan pada Tabel 3.3 dan Gambar 3.7.

Dalam hal ini, model reproduksi seperti ini berpotensi memberikan dampak positif berupa peningkatan kekayaan spesies mangrove di wilayah studi. Peningkatan kelimpahan tegakan bibit juga dikatakan memberikan pengaruh positif terhadap reproduksi pohon mangrove di lokasi penelitian. Pertamina Gas OEJA di Teluk Permisan, Jabon, Sidoarjo yang berbatasan langsung dengan farm pada semester II tahun 2020 (survei primer, 2020).

Pertamina Gas OEJA di Teluk Permisan, Jabon, Sidoarjo pada semester II tahun 2020; menunjukkan harapan akan regenerasi hutan mangrove di masa depan (Studi Primer, 2020). Pada periode P.I.2018 hingga P.II.2020, relatif tidak terdapat perbedaan tren nilai INP vegetasi mangrove di lokasi penelitian; seperti terlihat pada gambar 3.11 dan tabel 3.4. Sebelumnya, zonasi mangrove di wilayah studi dianggap sama dengan zona Asia-Pasifik pada umumnya; Hanya saja zona mangrove payau dan mangrove daratan tidak terbentuk karena bagian belakang mangrove berbatasan langsung dengan tambak masyarakat.

Pertamina Gas OEJA telah melaksanakan program penanaman mangrove di sekitar jalur pipa, sekitar 2 km dari batas hutan mangrove ke arah darat; dengan ditanam jenis mangrove jantan (Rhizophora mucronata) dan api-api putih (Avicennia marina).

Gambar 3.5 Citra satelit pada Mei 2018 (gambar atas) dan November  2019 (gambar bawah) yang menunjukkan gambaran umum dan adanya  penambahan luasan (garis kuning) dan penurunan luasan (garis merah)  hutan mangrove di area sekitar Landfall PT
Gambar 3.5 Citra satelit pada Mei 2018 (gambar atas) dan November 2019 (gambar bawah) yang menunjukkan gambaran umum dan adanya penambahan luasan (garis kuning) dan penurunan luasan (garis merah) hutan mangrove di area sekitar Landfall PT

KOMUNITAS FAUNA DARAT

  • KOMUNITAS FAUNA BURUNG
  • KOMUNITAS FAUNA MOLLUSCA KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN SPESIES
  • KOMUNITAS FAUNA ARTHROPODA KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN SPESIES
  • KOMUNITAS HERPETOFAUNA

Di kedua lokasi tersebut terjadi penurunan kelimpahan dibandingkan periode P.I.2020 (183 dan 240 individu) dan P.II.2019 (174 dan 251 individu). Pada P.II.2019 diamati beberapa jenis burung migran yang termasuk dalam famili Charadriidae (Plover), Laridae (Terns) dan Scolopacidae (Trinil, Gajahan dan sebagainya), yang ketiganya merupakan anggota ordo Charadriiformes. Pada P.II.2020 juga diamati beberapa jenis burung yang sebelumnya hanya ditemukan pada P.I.2018, yaitu Itik Benjut (Anas gibberifrons) dan Gading punai (Treron vernans).

Meskipun beberapa jenis burung telah teramati pada periode sebelumnya, namun pada P.II.2020 tidak teramati; Peningkatan jumlah jenis pada periode P.I.2018 hingga P.II.2020 kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain; Pada P.II.2020 dilihat dari nilai J sebesar 0,882 pada daerah ORF dan 0,896 pada daerah Landval menunjukkan bahwa sebaran kelimpahan cenderung merata.

Pada P.II.2020 tercatat 3 spesies yang ditemukan di kedua lokasi; Masing-masing 3 spesies di lokasi ORF dan 2 spesies di area PT Landval. Nilai H' komunitas gastropoda pada daerah Landfall sebesar 1,089 pada ORF (MEDIUM DIVERSITY) dan 0,693 pada Landfall (LOW DIVERSITY). Junonia orithya – Nymphalidae Junonia atlites – Nymphalidae Gambar 3.23 Beberapa spesies Lepidoptera subordo Rhopalocera (kupu-kupu) ditemukan di kawasan ORF dan PT Landval.

Pada penelitian ini, lebih banyak spesies kupu-kupu dan ngengat yang ditemukan di zona ORF. Nilai H' komunitas artropoda pada daerah Landfall sebesar 3.788 pada ORF dan 3.220 pada Landfall pada P.II.2020, menunjukkan bahwa level tersebut berada pada level yang sama seperti pada Gambar 3.25 Beberapa spesies artropoda non Lepidoptera atau Odonata. Nilai J pada P.II.2020 mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya (0,923 pada ORF dan 0,931 pada Landfall).

Tabel  3.5  Komposisi  dan  Kelimpahan  Spesies  Fauna  Burung  di  di  Area  ORF  dan  Landfall  PT
Tabel 3.5 Komposisi dan Kelimpahan Spesies Fauna Burung di di Area ORF dan Landfall PT

Appendix II; I Appendix III)

  • KOMUNITAS MAMALIA
  • KOMUNITAS NEKTON
  • RINGKASAN
  • KESIMPULAN
  • SARAN DAN REKOMENDASI

Spesies reptil yang ditemukan di kawasan daratan tetapi tidak ditemukan di ORF adalah ular kolam Cerberus rhynchops. Komposisi jenis mamalia yang diamati di wilayah ORF dan daratan relatif tidak berbeda dengan periode sebelumnya (P.I.2020), namun terdapat satu catatan pertemuan baru dengan tikus heather (Rattus exulans). Semakin kompleksnya habitat di kawasan ORF berarti jumlah spesies mamalia yang teramati lebih banyak yaitu 8 spesies dibandingkan di areal pendaratan yang berjumlah 5 spesies.

Kekayaan jenis flora darat di kawasan ORF terdiri dari 46 jenis pohon dan palem serta 54 jenis tumbuhan bawah tanah (semak, herba, dan penutup tanah); sedangkan di kawasan Landfall terdapat 12 jenis pohon dan palem serta 29 jenis tumbuhan bawah tanah; terjadi peningkatan nilai kekayaan jenis dibandingkan semester I tahun 2020. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') komunitas flora di kawasan ORF sebesar 2.923 untuk pohon dan 2.955 untuk tumbuhan bawah (keduanya termasuk dalam kategori keanekaragaman 'sedang'); sedangkan di Landfall sebanyak 1.445 dan 2.704 (termasuk dalam kategori keanekaragaman 'sedang'); Terjadi peningkatan nilai H' dan tingkat keanekaragaman di lokasi ORF dibandingkan semester I tahun 2020 khususnya pada kelompok tumbuhan bawah, sedangkan di lokasi Landfall cenderung tetap f. Jenis burung yang dominan di kawasan ORF pada semester I tahun 2020 adalah burung walet linci (Collocalia linchi), burung pipit jawa (Lonchura leucogastroides) dan burung capinis (Apus nipalensis) serta cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), burung pipit Eurasia. (Passer montanus) dan ngengat Peking (L. . punctulata) dan wagtail biasa (Sterna hirundo).

Jenis burung yang dominan di kawasan Landval pada semester I tahun 2020 adalah Bangau Kecil, Blekok Sawah, Linchi Walet dan Burung Dara Kecil (Chlidonias hybridus). Nilai H' komunitas burung sebesar 3,162 pada kawasan ORF dan pada kawasan Landval sebesar 3,392 (keduanya masuk kategori keanekaragaman 'tinggi'); Tercatat satu jenis burung baru pada semester II tahun 2020, yaitu tangkar-sentrong (Crypsirina temia) yang teramati di sekitar hutan bakau di kawasan pendaratan.

Terjadi peningkatan nilai H' dan/atau tingkat keanekaragaman flora baik di kawasan ORF maupun Landfall pada semester II tahun 2020 dibandingkan semester I tahun 2020 serta semester I dan II tahun 2019.

Gambar 3.26 Beberapa spesies herpetofauna yang dijumpai di area ORF  dan Landfall PT. Pertamina Gas OEJA pada semester kedua 2020  (Survei primer, 2020)  Fejervarya limnocharis – Dricoglossidae Polypedates leumystax – Rhacophoridae
Gambar 3.26 Beberapa spesies herpetofauna yang dijumpai di area ORF dan Landfall PT. Pertamina Gas OEJA pada semester kedua 2020 (Survei primer, 2020) Fejervarya limnocharis – Dricoglossidae Polypedates leumystax – Rhacophoridae

Gambar

Gambar 2.1 Peta ilustrasi lokasi pengamatan flora dan fauna area ORF PT.
Gambar 2.2 Peta ilustrasi lokasi pengamatan flora dan fauna area Landfall PT.
Gambar 2.4 Pengamatan flora dengan teknik inventarisasi spesies di area  ORF (foto atas) dan area Landfall (foto bawah) PT
Tabel  2.2  Kriteria  Penilaian  Tingkat  Keanekaragaman  berdasarkan  Nilai  Indeks Diversitas Shannon-Wiener (H’)
+7

Referensi

Dokumen terkait

6B In respect of the number of units of benefits for which a member of the Police Force is required to contribute pursuant to sub- section 1, or subsections 1 and 2, of this section,

Terrestrial wireless sensor networks, where sensors are deployed on earth surface and where the height of the network is smaller than the transmission radius of a node, can usually be