• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : - SISKA SAPTA RINI 105381104716

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Oleh : - SISKA SAPTA RINI 105381104716"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat membuka pikiran para suami yang mabuk agar lebih peduli terhadap keharmonisan bersama istri dalam rumah tangga.

Definisi Operasional

KAJIAN PUSTAKA

Konsep Rumah Tangga

Konsep Pemabuk

Seseorang mengkonsumsi minuman beralkohol dengan tujuan tertentu secara individu, yaitu memenuhi kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi. Penggunaan alkohol jenis ini bersifat patologis, setidaknya dalam sebulan terakhir ia mulai rutin mengonsumsinya. Pengguna juga mengalami penyimpangan dalam kehidupan sehari-hari dan terganggunya peran dalam kehidupan sosial.

Tingkat adiksi pasangan orang yang mendukung, berdasarkan kategorisasi yang dilakukan oleh Stuart dan Sundeen, sudah berada pada tingkat kekerasan dan ketergantungan, dengan pasangan orang yang mendukung dalam penelitian ini pernah mengalami gejala ketergantungan dan perannya di dalamnya. kehidupan sosial dan keluarga terganggu.

Konsep Pengalaman Istri Suami Pemabuk

Jika cara ini gagal, tidak jarang suami melakukan tindakan kekerasan terhadap istrinya karena merasa dikontrol dan diatur (Mahima Nayar et al, 2012). Banyak permasalahan yang muncul pada pasangan suami istri jika pria sudah kecanduan alkohol atau menjadi peminum berat. Hal ini terjadi karena sebagian besar pecandu alkohol akan mengalami perubahan perilaku dan mengakibatkan hilangnya peran dalam kehidupan sosial termasuk kehilangan pekerjaan.

Tak jarang, perempuan kemudian kehilangan tabungan yang dimilikinya, karena laki-laki tidak hanya menafkahi kebutuhan keluarga saat laki-laki tidak bekerja, tetapi juga menggunakan minuman beralkohol untuk keperluan pribadinya. Mereka merasa sulit untuk memberikan penjelasan yang baik kepada anak-anak mereka tentang alasan ayah mereka menganiaya ibu mereka. Salah satu ibu mengungkapkan dampak negatif terhadap anak berupa konflik dengan ayah, isolasi sosial, tangisan, dan perilaku agresif.

Anak-anak yang melihat hal ini cenderung mengembangkan sikap kebencian terhadap ayahnya yang sulit dijelaskan (Seilhamer, 1993). Sebagian besar peserta mengungkapkan perasaan lemah secara emosional dan terkuras serta tertekan (Mahima Nayar et al, 2012).

Kajian Teori

  • Teori Struktural Fungsional

Dalam kejadian yang disoroti peneliti dalam penelitian ini, sang istri membina rumah tangga dengan seorang pemabuk. Berdasarkan peristiwa yang peneliti amati, terdapat beberapa perempuan di desa Pabundukang yang menjalin rumah tangga dengan laki-laki mabuk. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan naratif, karena penulis bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendeskripsikan secara mendalam berbagai pengalaman terkait pengalaman perempuan yang membangun rumah tangga dengan laki-laki mabuk.

Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari informan penelitian yaitu wanita yang tinggal dalam keluarga dengan suami pecandu alkohol. “Jika keluarga hidup dari pertanian, maka ia juga menjual gas untuk menambah pendapatan” (Kehidupan keluarga berasal dari pertanian dan menjual gas untuk menambah pendapatan) (D.2 WW, IW. Dari hasil wawancara diketahui bahwa konflik sering terjadi dalam keluarga, suami seorang peminum dan suasana di rumah juga tidak mendukung.

Istri merupakan orang pertama yang akan berusaha menyelesaikan konflik yang muncul dalam rumah tangga. Hasil wawancara sebagian besar menunjukkan bahwa mereka sering menggunakan bantuan pihak ketiga untuk menyelesaikan konflik yang muncul dalam rumah tangga. Rumah tangga, umumnya juga disebut keluarga, tinggal bersama dalam satu apartemen dan juga berbagi makanan atau tempat tinggal.

Saat menyelesaikan konflik dalam rumah tangga yang pasangannya mabuk, penyelesaiannya dilakukan secara internal dan terkadang membutuhkan pihak ketiga untuk menyelesaikan konflik tersebut. Wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa pertengkaran atau konflik sering terjadi dalam rumah tangga. Dalam rumah tangga seperti itu ada strukturnya dan setiap orang mempunyai perannya masing-masing. Jika salah satu anggota keluarga melakukan kekerasan dan tidak memenuhi kedudukan dan perannya, maka komponen lainnya akan merasa terganggu dan hal ini akan menimbulkan permasalahan yang berujung pada konflik.

Hasil wawancara sebagian besar menunjukkan bahwa mereka sering menggunakan bantuan pihak ketiga untuk menyelesaikan konflik yang muncul dalam rumah tangga. Keluarga dari suami pecandu alkohol cenderung menghadapi permasalahan ekonomi karena banyaknya permasalahan yang muncul dan konflik yang sering terjadi dalam rumah tangga. Dibutuhkan pihak ketiga untuk menyelesaikan konflik rumah tangga dengan suami yang mabuk, jika kedua belah pihak tidak bisa lagi menyelesaikan masalah dengan kepala dingin atau dengan perbincangan yang baik.

Gambar 2.1 Bagan kerangka konsep
Gambar 2.1 Bagan kerangka konsep

Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Pengalaman yang terekam terdiri dari aspek kognitif, afektif, dan konatif yang dialami subjek selama tinggal serumah dengan pria pecandu alkohol dan rutin meminumnya.

Informan Penelitian

Jenis dan Sumber Data Penelitian

"Kalau gak mabuk ya enak, tapi kalau mabuk ya beruntung" (Kalau gak mabuk ya enak, tapi kalau mabuk menyebalkan) (D .1 WW, IW.10/22/20). “Kalau datang ya enak, tapi kalau sudah minum ya enak, tapi kalau habis minum sering kena”) (D.3 WW, MJ.10/ 25/20). “Kalau mabuk diam saja padahal sebenarnya sedang emosi, karena kalau mabuk mudah tersinggung, jadi lebih baik diam” (Kalau mabuk istri diam, padahal malah emosi, karena kalau orang mabuk makin gugup, jadi lebih baik diam saja) (D.1 WW, IW. 22/10/20).

Banyak yang bilang kalau habis minum suka pareque, trus kalau dimarahi disuruh diam terus mereka marah, Sayami yang lagi marah mending diam” (banyak yang diam kalau laki-lakinya minum-minum karena suka bikin onar, kalau dimarahi, dimarahi istrinya) (D.2 WW, SG 22/10/20) Iya, kalau pukul saya, tidak, tapi kalau mabuk sering ngomong sesuatu" (Iya, saya tidak memukulnya, tetapi dia sering berkata kasar kepada saya ketika sedang mabuk) (D.2 WW, SG. 22/10/20). Kalau aku benar-benar mabuk, aku akan membereskan tempat tidur supaya aku bisa langsung tidur, atau kalau aku pulang dalam keadaan mabuk dan suasananya tidak bagus, aku akan diam di situ saja." Baiklah, aku tinggalkan saja. .sendirian) (D.1 WW, IW. 22/10/20).

“Kalau kamu mau pergi minum, aku akan melarangmu, tetapi jika kamu tidak melihat, aku akan pergi” (Saya sering melarang kamu minum, namun tetap saja kamu pergi diam-diam) (D.2 WW, SG.10/22/ 20). Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk berhenti mabuk" (Saya tidak mengerti apa lagi yang bisa dilakukan untuk berhenti mabuk) (D.1 WW, IW. Kalau perekonomian sedang ketat karena pekerjaan suami saya adalah bertani pekerja dan tidak semua orang mendapat penghasilan harian” (Kalau perekonomian pas-pasan karena suami saya bekerja sebagai buruh tani yang tidak mendapat penghasilan setiap hari) (D.3 WW, MJ. 23/10/20) .

“Suami saya buruh tani atau biasa kerja bangunan” (Suami saya buruh tani atau biasa juga kerja konstruksi) (D.1 WW, SG. 22/10/20). “Karena masih sayang kalau gak suka disambeimi (diganti) tapi masih ada perasaan bisa dikasih kesempatan lagi, siapa tahu masih bisa berubah” (Karena masih sayang kan kalau kurang suka sudah diganti, tapi masih ada rasa masih bisa dikasih kesempatan, siapa tau masih bisa ganti)() D.1 WW, IW 22/10/20) . “Saat itulah saya melarang minum minuman keras karena saya lebih memilih minum daripada mencari uang” (saat saya melarang minum karena suami saya lebih suka minum daripada mencari uang) (D.2 WW, SG. 22/10/20).

"Itu kalau aku gak kasih uang buat minum, kalau ngomong keras-keras kamu jadi emosi dan biasanya bertengkar" (Itu kalau aku gak kasih uang untuk pergi minum, kalau ngomong keras-keras kamu emosi dan biasanya bertengkar) (D.3 WW, MJ. 23/10/20). “Bicaralah baik-baik, tapi diam dulu satu sama lain, tenangkan dirimu, lalu bicarakan lagi” (Bicaralah baik-baik, tapi diam dulu satu sama lain agar suasana tenang dan keesokan harinya kita bisa dibicarakan lagi)(D .1 WW, IW. 22/10/20). Saling bicara baik-baik atau diam, keesokan harinya, lalu saling bicara lagi” (Saling bicara baik-baik atau diam, lalu keesokan harinya kita pamit lagi) (D.2 WW, MJ. 23/10 /20).

Instrument Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Biasanya aku tidak menanggapinya karena kalau aku melakukannya akan menimbulkan masalah yang berkepanjangan jadi lebih baik aku biarkan saja) (D.3 WW, MJ. Kadang aku memarahinya dan kadang aku membiarkannya sendiri sampai dia tenang atau pergi ke tetangga dulu untuk menenangkan diri sebelum suamiku pulang" (Kadang aku ditegur, kadang aku tinggalkan dia sendiri sampai dia tenang, atau aku ke tetangga dulu, kalau dia sudah tenang, baru pulang) (D .2 WW, SG.22/10/20).Kebutuhan sehari-hari bisa dikatakan tercukupi, namun suami saya terkadang suka berhutang, sehingga terkadang perekonomian menjadi tidak stabil) (D.1 WW, IW.

“Saya dan suami juga bekerja untuk menambah penghasilan, namun penghasilan terbesar datang dari suami saya dan bukan dari saya” (Suami saya dan juga saya yang bekerja, namun penghasilan terbesar tetap datang dari suami saya) (D.2 WW, SAYA 25/10/20). Mungkin ini ujian dari Allah untuk memberikanku suami yang seperti itu” begitulah)(D.2 WW, SG. Lalu suamiku menyuruh ibunya pergi mencariku untuk kembali ke rumahnya) (D.1 WW, IW.

Analisis Data

  • Teknik Keabsahan Data

Etika Penelitian

Seorang peneliti wajib berpegang pada etika penelitian yang merupakan standar moral peneliti dalam melaksanakan proses pengumpulan data.

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Keadaan Penduduk

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengalaman kehidupan rumah tangga bersuami pemabuk di

Pola penyelesaian konfik rumah tangga bersuami pemabuk

PENUTUP

Saran

  • Pedoman Wawancara
  • Transkip Wawancara
  • Dokumentasi
  • Riwayat Hidup

Hanya saja aku sensitif saat minum, jadi kadang enak, kadang tidak. Biasanya aku gak ngomong soalnya kalau direspon bakalan diperpanjang, tapi kalau disuruh diam, aku bakalan marah lagi, jadi aku diam saja. Kalau aku gak kasih uang buat keluar minum, kalau ngomong kasar nanti emosi dan biasanya bertengkar.

Foto bersama setelah wawancara dengan informan MJ
Foto bersama setelah wawancara dengan informan MJ

Gambar

Gambar 4.1          Peta Desa Pabundukang .............................................
Gambar 2.1 Bagan kerangka konsep
Tabel 3.1 Lokasi penelitian 2. Waktu penelitian
Tabel 3.2 Waktu penelitian C. Fokus Penelitian
+5

Referensi

Dokumen terkait

Pengajian atau bimbingan Agma Islam adalah ceramah Agama yang diberikan Ustadz H. Masjidi, A.M.a yang kegiatan rutinitas setiap malam Sabtu atau dua minggu sekali, dalam