• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI KUALITAS PERWIRA JAGA DI ANJUNGAN PADA SAAT BERLAYAR DI CUACA BURUK SUPAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "OPTIMALISASI KUALITAS PERWIRA JAGA DI ANJUNGAN PADA SAAT BERLAYAR DI CUACA BURUK SUPAYA "

Copied!
39
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Optimalisasi
  • Pengertian Perwira Jaga Laut
  • Pengertian Nakhoda
  • Pengertian Anak Buah Kapal
  • Pengertian Dinas Jaga
  • Faktor Penyebab Kecelakaan
  • Pengertian Keselamatan
  • Definisi Pengamatan
  • Perusahaan
  • Kerangka Penelitian

Perwira jaga angkatan laut adalah orang yang bertanggung jawab atas tugas jaga navigasi yang aman selama bertugas; yang mana pada saat itu petugas jaga yang bersangkutan harus berada di atas anjungan atau di lokasi yang berhubungan langsung seperti di ruang peta atau di atas anjungan. ruang kendali. Komandan mendelegasikan tugas pengamanan kepada seluruh bawahannya, dalam hal ini kepada seluruh perwira, yaitu kepada perwira di bagian dek dan para insinyur di bagian teknik. Agar tugas jaga tetap dilaksanakan sesuai dengan tata cara, baik kapal sedang berlabuh jangkar, tambat di pelabuhan, maupun sedang berlayar, maka pembagian tugas jaga dilaksanakan sesuai dengan STCW 1978 amandemen 2010, yaitu waktu jaga adalah 4 jam dengan selang waktu 24 jam untuk setiap periodenya. minimal 10 jam, dibagi 2 periode, setelahnya tidak dikurangi 6 jam.

Untuk menjamin petugas jaga dapat melaksanakan tugas jaga dengan baik selama pelayaran, maka pihak yang melakukan jaga harus benar-benar memahami dan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap keselamatan muatan, awak kapal dan kapal itu sendiri, sehingga dapat sampai dengan selamat di tempat tujuan. pelabuhan tujuan. Komposisi personel jaga harus selalu memadai dan sesuai dengan keadaan dan keadaan yang ada, dan harus mempertimbangkan kewajibannya untuk memberikan pengawasan yang tepat dan efektif. Namun dalam pelaksanaannya diharapkan petugas yang bertugas tidak segan-segan mengambil tindakan yang sesuai dengan apa yang dilakukannya.

Sistem keselamatan harus sedemikian rupa sehingga kelelahan tidak mengganggu efektivitas petugas jaga geladak dan jaga mesin. Tugas dibagikan untuk memastikan bahwa jaga pertama pada awal pelayaran dan jaga pengganti untuk jaga berikutnya mendapat istirahat yang cukup dan sebaliknya agar tetap fit untuk bertugas. Semua orang yang ditunjuk sebagai petugas jaga atau sebagai bawahan yang ikut serta dalam tugas jaga harus diberikan istirahat sekurang-kurangnya 10 jam dalam setiap jangka waktu 24 jam.

Pegawai jam tangan yang diganti menyerahkan jam tersebut dengan memberikan maklumat yang diperlukan seperti kedudukan terakhir, cuaca dan lain-lain kapal. Sebagai makluman, pegawai jam tangan itu dijangka membuat rondaan di kapal tersebut selepas selesai menontonnya terutama pada waktu malam contohnya pemeriksaan menetas, pili air, cerobong asap, kargo dan lain-lain. Pegawai jam tangan mesti membaca dan menandatangani pesanan jam tangan sebelum jam pertamanya, berada di dalam bilik kad sekurang-kurangnya 30 minit sebelum jam tangan dan mengetahui kad yang akan digunakan.

Jika jaga malam, petugas jaga harus membaca dan menandatangani perintah malam serta memberikan waktu untuk penyesuaian penglihatan malam. Sebab, pelaksanaan tugas jaga di anjungan memerlukan kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas jaga oleh personel yang terlibat dalam pelaksanaan tugas jaga, berdasarkan penyelidikan yang dibahas. Dengan memperhatikan dan membandingkan beberapa tata cara yang baik dalam melakukan jaga jembatan, diharapkan hambatan-hambatan dalam melakukan jaga jembatan dapat dikurangi meskipun dalam kondisi cuaca buruk.

Disiplin dalam melaksanakan tugas jaga di anjungan merupakan salah satu penunjang keselamatan jiwa di atas kapal. MENGOPTIMALKAN KUALITAS PERANGKAT DI JEMBATAN SAAT BERLAYAR DALAM CUACA BURUK UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN HIDUP DI KAPAL MT.CELYN.

Tabel 1. Pembagian Jam Jaga
Tabel 1. Pembagian Jam Jaga

METODE PENELITIAN

  • Waktu dan Lokasi Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Pemilihan Informan
  • Metode Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Pengumpulan data merupakan suatu tahapan dalam proses penelitian, karena hanya dengan memperoleh data yang benar maka proses penelitian akan berlangsung hingga peneliti memperoleh jawaban dari rumusan masalah yang telah ditetapkan. Data primer merupakan data yang diperoleh pada saat dilakukan wawancara terhadap petugas yang bertugas saat itu. Data sekunder yang diperlukan tidak menekankan kuantitas tetapi kualitas dan kesesuaian, oleh karena itu harus selektif dan hati-hati dalam penggunaannya.

Data sekunder biasanya digunakan untuk menunjang data primer, oleh karena itu keduanya dijadikan sebagai sumber informasi untuk melengkapi penelitian ini. Pengumpulan informasi dan data merupakan langkah penting dalam suatu penelitian yang harus dijadikan bahan analisis dan pengujian kesimpulan. Oleh karena itu, pemilihan informan dan alat pengumpul data yang tepat dapat membantu mencapai hasil atau menyelesaikan permasalahan secara tepat dan benar.

Dalam suatu penelitian, penggunaan teknik pengumpulan data dan bahan pengumpulan data yang tepat dapat membantu mencapai hasil yang akurat atau memecahkan suatu masalah. Menurut Abdurrahman, observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi disertai dengan catatan keadaan atau perilaku suatu objek sasaran. Dalam penyusunan karya penelitian ilmiah ini, studi kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan yang akan penulis bahas dalam karya penelitian ilmiah ini.

Buku yang dimaksud dalam hal ini adalah buku yang dijadikan acuan dalam penyusunan karya ilmiah terapan. Wawancara merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab sehingga dapat dibangun makna dalam data tertentu. Dalam metode wawancara, data yang diperoleh diperoleh dari seorang ahli atau orang yang berkompeten dalam suatu permasalahan atau pihak-pihak yang terkena dampak dari materi yang disiapkan penulis.

Menurut Patton dalam Lexy J. Moelang, analisis adalah proses pengorganisasian rangkaian data, mengorganisasikannya ke dalam satuan pola, kategori dan uraian Prinsip dasar teknik analisis kualitatif adalah mengolah dan menganalisis data yang terkumpul secara sistematik, teratur, terstruktur. dan data yang bermakna. Penyajian data merupakan kumpulan informasi yang disusun secara terpadu dan mudah dipahami sehingga memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan. Menarik kesimpulan adalah kemampuan peneliti menyimpulkan berbagai temuan data yang diperoleh selama proses penelitian.

GAMBARAN UMUM, HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian

Pembahasan

PENUTUP

Saran

Gambar

Tabel 1. Pembagian Jam Jaga
Tabel 2. Checklist Tugas Jaga
Tabel 3. Kerangka Pemikiran Kecelakaan Kapal

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, dalam penelitian ini membatasi permasalahan yang akan diteliti untuk menghindari terlalu luasnya objek permasalahan maka