• Tidak ada hasil yang ditemukan

optimalisasi pelaksanaan screening penyakit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "optimalisasi pelaksanaan screening penyakit"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

Ganjar Pranowo, SH, M.IP., Gubernur Jawa Tengah yang memberikan kesempatan mengikuti Diklat Dasar CPNS tahun 2022. Agus Bastian, SE,MM., Bupati Kabupaten Purworejo yang memfasilitasi pelaksanaan Diklat Dasar CPNS tahun 2022 Mohamad Arief Irwanto, M.Sc., Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah yang memfasilitasi peserta dalam pelaksanaan Diklat Dasar CPNS Tahun 2022.

Fithri Edhi Nugroho, S.E., M.M., Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Purworejo yang memotivasi dan memfasilitasi peserta Diklat Dasar CPNS Tahun 2022 6. MM., selaku Pembina yang memberikan bimbingan, arahan dan masukan selama persiapan pelaksanaan Laporan Update Kegiatan Diklat Dasar CPNS Tahun 2022. MPH., Kepala Puskesmas Kaligesing dan Pendamping yang telah memberikan masukan dan arahan yang membangun kepada penulis.

Seluruh Widyaiswara yang memberikan bimbingan kelas virtual pada saat blended learning Diklat Dasar CPNS 2022. Rekan-rekan peserta Diklat Dasar CPNS 2022 yang memberikan motivasi dan ilmu baru kepada saya.

Gambaran Umum Organisasi

Wilayah kerja Puskesmas Kaligesing terdiri dari 21 desa, 83 desa, 83 RW (Rukun Warga) dan 275 RT (Rukun Tetangga). Dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai Puskesmas Utama, jumlah dokter yang bertugas di Puskesmas Kaligesing berjumlah 2 orang. Puskesmas Kaligesing mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.

Struktur organisasi Puskesmas Kaligesing didasarkan pada bagan organisasi Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dalam Peraturan Bupati Purworejo Nomor 115 Tahun 2021 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Puskesmas Kaligesing. Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Kepala Pejabat Tata Usaha mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan administrasi dan perkantoran Puskesmas Kaligesing. Visi Puskesmas Kaligesing adalah : “Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu profesional menuju terwujudnya budaya hidup bersih dan sehat.”

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 43 tahun 2019 tentang Puskesmas, Puskesmas Kaligesing melaksanakan pembangunan bidang kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam suatu lingkungan yang sehat. cara untuk mencapai tingkat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Rencana aktualisasi ini terdiri dari dua nilai budaya organisasi, yaitu nilai budaya Pemerintah Kabupaten Purworejo dan nilai budaya Puskesmas Kaligesing.

Gambar 1.2 Denah Wilayah Puskesmas Kaligesing
Gambar 1.2 Denah Wilayah Puskesmas Kaligesing

Tupoksi Jabatan Peserta

Role model

Nilai yang berorientasi pada pelayanan ini membuat saya meniru karakter dan perilakunya dalam menghadapi pasien dengan sebaik-baiknya. Nilai akuntabilitas yang dimilikinya adalah menjalankan tugasnya dengan jujur, penuh tanggung jawab, hati-hati, disiplin, dan integritas yang tinggi. Ia tidak menyalahgunakan kewenangan jabatannya dalam memberikan pelayanan keperawatan jika ada pasien yang mengenalinya.

Di era Covid 19, beliau turut andil dalam pelaksanaan kegiatan vaksin Covid 19, dan terkadang harus merelakan liburan sebagai bentuk pengabdian kepada negara Indonesia agar masyarakat Indonesia sehat. Saat Covid 19 melanda, seluruh aktivitas beralih ke digital, ia dengan cepat berusaha beradaptasi dengan perubahan. Sebagai seorang perawat, beliau selalu membangun kerjasama yang sinergis dengan perawat lain, dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk berkolaborasi memberikan hasil terbaik bagi pasiennya.

Identifikasi dan Deskripsi Isu

Petugas kesehatan dapat mengoptimalkan skrining PTM dengan menggunakan media edukasi digital di masa pandemi Covid 19, sehingga masyarakat dapat teredukasi meski tidak bisa bertatap muka (keterampilan digital). Hingga saat ini, kasus positif Covid 19 masih tercatat, meski tidak sebanyak saat pertama kali Covid 19 muncul. Pemerintah Indonesia mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia untuk menerima vaksin Covid 19 hingga dosis ketiga atau booster.

Berdasarkan data hasil vaksinasi Covid 19 di Puskesmas Kaligesing tahun 2022, tingkat pencapaian vaksinasi Covid 19 3 dosis di Desa Donorejo masih rendah yaitu sebesar 22,92% dari target ketercapaian 40%. Pejabat kesehatan hendaknya meningkatkan upayanya dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 sebagai bentuk pelayanan publik dan penerapan kebijakan publik ASN SMART. Tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan pelaksanaan imunisasi catch up dengan menggunakan media edukasi digital di era pandemi Covid 19, sehingga masyarakat dapat memperoleh edukasi meski tidak dapat bertemu langsung (digital skill).

Tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan rasa malas dengan menggunakan media edukasi digital di era pandemi Covid 19 sehingga masyarakat dapat teredukasi meski tidak bisa bertatap muka (digital skill). Tenaga kesehatan dapat mengoptimalkan peran petugas lansia dengan menggunakan media edukasi digital di masa pandemi Covid 19, sehingga masyarakat dapat teredukasi meski tidak bisa bertatap muka (digital skill).

Tabel 2.1 Deskripsi Isu
Tabel 2.1 Deskripsi Isu

Analisis Isu

Rendahnya pencapaian vaksinasi Covid 19 3 dosis di Desa Donorejo wilayah kerja Puskesmas Kaligesing Kabupaten Purworejo. Urgency (U): Derajat kepentingan atau urgensi topik yang dibicarakan dan dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa sulit tekanan waktu untuk menyelesaikan masalah yang menimbulkan masalah tersebut. Severity (S): Tingkat keparahan masalah harus didiskusikan dan dikaitkan dengan akibat yang timbul dari keterlambatan penyelesaian masalah yang menimbulkan masalah, atau akibat yang timbul dari kegagalan penyelesaian masalah yang menimbulkan masalah.

Pertumbuhan (G): Tingkat perkembangan masalah dan dikaitkan dengan masalah yang menyebabkan masalah, yang akan semakin parah jika tidak diselesaikan. Kemudian, ketiga permasalahan tersebut dinilai berdasarkan kriteria evaluasi metode USG dan prioritas permasalahan ditentukan berdasarkan hasil akhir. 2 Rendahnya persentase vaksinasi Covid 19 dosis ketiga terjadi di Desa Donorejo wilayah kerja Puskesmas Kaligesing Kabupaten Purworejo.

Setelah metode APKL dan USG dilaksanakan, dilakukan identifikasi permasalahan pokok dan disusun ide rencana kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hasil dari rumusan topik yang dipilih adalah: “Pelaksanaan skrining PTM pada pasien usia produktif di Puskesmas Kaligesing Kabupaten Purworejo belum optimal.”

Tabel 2.3 Skor Kriteria APKL
Tabel 2.3 Skor Kriteria APKL

Analisis Penyebab Isu

Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan

Meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, DM, stroke dan kanker di wilayah kerja Puskesmas Kaligesing Kabupaten Purworejo. Meningkatnya angka kejadian komplikasi akibat penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Kaligesing Kabupaten Purworejo.

Gagasan Pemecahan Isu

Rancangan Aktualisasi dan Habituasi

Gagasan untuk mengatasi permasalahan tersebut: Optimalisasi pelaksanaan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) pada pasien usia produktif dengan tersedianya Layanan PTM Corner di Puskesmas Kaligesing Kabupaten Purworejo. Saya membuat media pendidikan dengan kewajiban memberikan informasi yang benar dan tidak menyesatkan (kode etik dan perilaku ASN no. 9). Saya tidak menjiplak dan memberikan informasi yang benar dan valid dalam proses pembuatan media pendidikan (etika digital).

Purworejo berdaya saing hingga tahun 2025” dan mendukung misi ke 4 yaitu “Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraannya. Keberadaan media edukasi, poster dan flyer semakin menguatkan nilai-nilai organisasi Puskesmas Kaligesing yaitu kompetensi dan profesionalisme. a) Mencari referensi untuk membuat media pendidikan. Kegiatan PTM Corner meneguhkan nilai-nilai organisasi Puskesmas Kaligesing yaitu kompetensi dan profesionalisme. a) Konsultasi dengan Kepala Puskesmas mengenai PTM Corner.

Saya akan menyelenggarakan PTM Corner dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan berintegritas tinggi (ACUNTABLE) dengan kualitas terbaik (COMPETEN) untuk menjaga nama baik instansi (LOYAL). Pelaksanaan evaluasi kegiatan mempertegas nilai-nilai organisasi Puskesmas Kaligesing yaitu Terampil, Objektif dan Profesional. budaya digital) terwujudnya masyarakat Kaligesing yang sehat dan mandiri” dan misi Puskesmas Kaligesing yang ke-4 yaitu “Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, komunitas dan lingkungan”.

Tabel 2.6 Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi
Tabel 2.6 Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi

Jadwal Rancangan Aktualisasi dan Habituasi

Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal

Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi

Saya menggunakan aplikasi Canva untuk membuat media edukasi dengan flyer untuk pembuatan poster dan flyer (keterampilan digital). Tidak menjiplak dan memberikan informasi yang benar dan valid dalam proses pembuatan media pendidikan (etika digital) dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam pembuatan media pendidikan (budaya digital). Adanya media edukasi, leaflet dan poster berkontribusi terhadap terwujudnya visi Puskesmas Kaligesing yaitu “Terwujudnya pelayanan kesehatan profesional yang bermutu menuju terwujudnya masyarakat Kaligesing yang sehat dan mandiri” dan misi lain dari Puskesmas Kaligesing . Home kesehatan yaitu “Mendorong hidup sehat keluarga dan masyarakat”.

Adanya media edukasi, leaflet dan poster semakin menguatkan nilai-nilai organisasi Puskesmas Kaligesing yaitu Terampil dan Profesional. Adanya media edukasi, leaflet dan poster semakin mempertegas tujuan organisasi Puskesmas Kaligesing, yaitu melaksanakan pembangunan bidang kesehatan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kesiapan dan kemampuan hidup sehat bagi semua orang. mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Luaran/Hasil Kegiatan: Tersedianya media video edukasi yang diposting pada channel YouTube Puskesmas Kaligesing.

Saya menggunakan bahasa Indonesia yang baik ketika membuat media pendidikan (budaya digital).. a) Tahap kegiatan 1: Mencari referensi untuk membuat video pendidikan Tahap Output: Mendapatkan referensi video pendidikan.

Gambar 3.1 Mencari referensi leaflet dan poster
Gambar 3.1 Mencari referensi leaflet dan poster

Ganbaran Kondisi Sebelum dan Sesudah

Tercapainya kegiatan aktualisasi dan sosialisasi yang dilakukan adalah 100% karena seluruh kegiatan telah terlaksana dan hasil/hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Nilai moral yang diterapkan dalam setiap kegiatan adalah berorientasi pada pelayanan, bertanggung jawab, kompeten, harmonis, setia, adaptif dan kooperatif. Hal ini sesuai dengan aktualisasi kegiatan yang dilakukan karena berkaitan dengan ilmu yang harus disampaikan kepada masyarakat untuk menambah pengetahuan masyarakat dan juga erat kaitannya dengan integritas dan tanggung jawab baik dalam perencanaan kegiatan, dalam proses pembuatan, penyusunan. dan pendistribusian media pendidikan, dan terwujudnya komunikasi.

Adanya media edukasi berupa poster dan leaflet yang dibagikan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Kaligesing terhadap PTM. Video edukasi yang dipublikasikan di channel YouTube Puskesmas Kaligesing dapat menjadi sarana penunjang promosi kesehatan dan dapat dilihat kapan saja. Diselenggarakan di Gedung Puskesmas Kaligesing, PTM Corner mendapat respon positif dari pengunjung PTM Corner dan meningkatkan pencapaian target screening PTM.

Hasil evaluasi dan pemantauan, Pojok PTM telah dioperasikan dengan melakukan skrining terhadap 30 pasien, sehingga tidak ada satu pun pasien yang diskrining yang diduga PTM. Indikator keberhasilan kegiatan pemutakhiran dan sosialisasi ini dalam jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan pencapaian target screening PTM usia kerja (15-59 tahun). Kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang PTM.

Jadwal Pelaksanaan 1 Memasukkan folder. dan poster serta media edukasi lainnya pada platform digital Puskesmas Kaligesing. Saya mengunggah e-leaflet dan e-poster PTM, serta mengunggah media edukasi lainnya di media sosial dengan jujur. Pojok PTM dilaksanakan untuk melaksanakan tugas sesuai perintah atasan (kode etik dan perilaku ASN nomor 5) dengan jujur, tanggung jawab, dan integritas tinggi (kode etik dan perilaku ASN nomor 1) serta dengan sikap hormat dan santun ( Kode etik dan perilaku ASN nomor 3).

Saya menggunakan Microsoft Word untuk memasukkan data log dan menyimpan data log PTM Corner ke Google Drive (keamanan digital). Pemeriksaan PTM di luar gedung Puskesmas Kaligesing dilaksanakan untuk melaksanakan tugas sesuai perintah atasan (kode etik dan perilaku ASN nomor 5) dengan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas yang tinggi (kode etik dan perilaku ASN nomor 5) 1) dan dengan sikap hormat dan sopan (kode etik dan perilaku ASN nomor 3).

Gambar

Gambar 1.1 Puskesmas Kaligesing
Gambar 1.2 Denah Wilayah Puskesmas Kaligesing
Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Kaligesing
Tabel 2.4 Kriteria Penilaian USG
+7

Referensi

Dokumen terkait

Application of Al-Ghazali:s view in the educational arena Elements of Al-Ghazalis views can be incorporated in the educational arena in the following manner: A teacher especially at

Copyright © 2000 by W.B, Saunders Company T HE D I A G N O S T I C CRITERIA for diabetes mellitus have been recently modified by the American Diabetes Associa- tion ADA Expert