Solusi dari permasalahan yang dipilih yaitu belum optimalnya pengelolaan sarana prasarana alat olah raga di SD Negeri Tridadi yang diidentifikasi berdasarkan keterkaitannya dengan manajemen ASN dan ASN pintar. Penataan kembali peralatan olahraga yang ada di SD N Tridadi; 4. Pembuatan mekanisme peminjaman alat olahraga di SD N Tridadi; 5. Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya telah memberikan kelancaran bagi penulis untuk menyelesaikan Laporan Pemutakhiran yang bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Prasarana Alat Olah Raga di Sekolah Dasar Negeri Tridad”.
Hasil pemilihan permasalahan prioritas dengan metode USG menunjukkan bahwa permasalahan yang perlu segera diselesaikan adalah: “Pengelolaan sarana prasarana alat olah raga di SD N Tridadi belum optimal. Sarana prasarana di SD N Tridadi belum bisa berjalan maksimal, salah satu penyebabnya adalah SD N Tridadi mengalami kekosongan guru mata pelajaran PJOK sejak tahun 2016-2020. Penyimpanan alat olah raga yang tercampur dengan barang lain membuat alat olah raga tidak tertata rapi. terorganisir.
Belum diketahuinya jenis dan jumlah peralatan olah raga di SD N Tridadi sehingga menyulitkan operator dalam mendata prasarana alat olah raga pada aset yang dimiliki SD N Tridadi. Peralatan olah raga yang belum dimiliki SD N Tridadi masih banyak sehingga menyebabkan pembelajaran praktik mata pelajaran penjas belum maksimal.
TUJUAN
Berdasarkan dampak pernyataan di atas, maka permasalahan ini hendaknya segera diatasi atau diselesaikan karena dapat mempengaruhi berlangsungnya proses pembelajaran olahraga.
Profil Instansi
Meningkatkan daya saing sumber daya manusia unggul dalam arti luas, dengan mengutamakan keterampilan dan kompetensi keilmuan berdasarkan religiusitas masyarakat. Meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang disinergikan dengan pengembangan UMKM, perdagangan dan industri. Nilai-nilai budaya kerja pada Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo adalah bersih, ikhlas, suka menolong, bertanggung jawab dan profesional yang disingkat “BERIMAN-PROFESIONAL”.
Ikhlas masing-masing dalam norma etika dan agama dapat diartikan bersedia dengan sepenuh hati, datang dari lubuk hati yang paling dalam, tidak mengharapkan imbalan atau imbalan atas suatu perbuatan, apalagi yang berdampak positif bagi orang lain, dan hanya karena itu. pelaksanaan kewajiban iman demi Yang Maha Kuasa; Profesional yaitu dalam melaksanakan tugas, selalu melaksanakannya dengan baik, tuntas dan sesuai dengan kompetensi/keahliannya, orang yang cakap, dapat diandalkan, dan sangat bertanggung jawab dalam melaksanakan profesinya.
Profil Peserta
Nilai-nilai Dasar PNS
Berbeda-beda tapi tetap satu”, seorang PNS harus bisa menghargai semua orang, apapun latar belakangnya. Loyalitas merupakan suatu sikap kesetiaan ASN yang terletak pada ideologi negara dan dasar Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintahan yang sah. ASN harus bisa menjaga nama baik sesama ASN, nama baik pengurus, nama baik instansi dan tentunya selalu nama baik negara.
Konsekuensi logis dari kesetiaan dan kesetiaan adalah setiap ASN harus selalu menjaga jabatan dan rahasia negara. Sikap adaptif adalah sikap dimana seorang petugas harus mampu cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Kita harus selalu ingat bahwa istilah yang sering kita dengar, “Yang abadi adalah perubahan itu sendiri”, artinya siapa pun yang tidak bisa beradaptasi akan tertinggal.
Sinergi dan pemberian kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan akan mempercepat pencapaian visi dan cita-cita. Keterbukaan dalam bekerja sama dan mencari solusi bersama akan menciptakan nilai tambah dan mempercepat pencapaian tujuan bersama.
Kedudukan dan Peran PNS dalam mendukung terwujudnya Smart Govermance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
ASN cerdas merupakan pegawai yang memiliki kompetensi, kinerja, dan profesionalisme yang tinggi, sehingga mampu beradaptasi dan lebih tanggap terhadap perubahan dan pencapaian tujuan organisasi. ASN dituntut untuk tidak buta teknologi dan informatif yaitu mampu mengoperasikan dan menggunakan aplikasi produk TI, termasuk dapat bijak dalam memanfaatkan Internet yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas guna meningkatkan kinerja guna meningkatkan kualitas pegawai. tugas dan fungsi dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Seorang ASN selain menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar juga mempunyai kemampuan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, Mandarin dan lain sebagainya.
Keramahtamahan/kebaikan adalah mempunyai sifat baik hati dan ramah tamah dalam bahasa, tutur kata, dan sikap manis dalam setiap kegiatan melaksanakan tugas dan pekerjaan, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. ASN wajib memiliki jiwa wirausaha yaitu jiwa wirausaha yang ditandai dengan memiliki keberanian, kreativitas, inovasi, pantang menyerah dan cerdas dalam menangkap dan menciptakan peluang serta bertanggung jawab.
Pengertian Pengelolaan dan Sarpras Alat Olahraga 1. Pengelolaan
Hasil aktualisasi Hasil aktualisasi
- Pembahasan Hasil Kegiatan Aktualisasi
- Manfaat Kegiatan Aktualisasi
- Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS
- Rencana Tindak Lanjut (RTL) Aktualisasi Table 4. RTL
Kegiatan tahap pertama adalah konsultasi dengan pendamping mengenai mekanisme penyewaan alat olahraga. Perwujudan nilai moral yang digunakan adalah saya menjalankan tata cara penyewaan alat olah raga dengan cermat dan teliti (Akuntable). Tahap keempat kegiatan yang dilakukan adalah melaporkan kepada mentor mengenai mekanisme penyewaan alat olahraga.
PENUTUP
Saran
Pihak yang bertugas merencanakan, menyusun dan mengelola anggaran diharapkan dapat mengalokasikan anggaran untuk tambahan peralatan olahraga yang belum dimiliki sekolah. Selain itu, seluruh warga sekolah juga diharapkan mampu bertanggungjawab terhadap pemeliharaan sarana prasarana dan alat olah raga yang dimilikinya, dimana alat olah raga merupakan aset milik sekolah atau negara. Pengumpulan data peralatan olahraga di SD N Tridadi bekerjasama dengan sesama guru (Kegiatan 2).
Membersihkan ruangan yang akan digunakan dan menata peralatan olah raga bekerjasama dengan sesama guru (Kegiatan 3). Kepala sekolah/mentor memberikan masukan dan membantu penataan peralatan olahraga (Kegiatan 3). Melaporkan kepada mentor tentang hasil pembuatan peraturan dan ketentuan peminjaman alat olah raga (Kegiatan 4).
Konsultasi dengan mentor mengenai kegiatan sosialisasi kepada siswa mengenai mekanisme penggunaan kartu pinjaman alat olahraga (Kegiatan 6). Melaporkan kepada pendamping mengenai kegiatan sosialisasi mekanisme penggunaan kartu pinjaman alat yang telah dilakukan (Kegiatan 6).