• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI PENGGUNAAN E-BOOK DALAM PENGAJUAN SPP-LS DI KELURAHAN CANGKREPLOR, KECAMATAN PURWOREJO,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "OPTIMALISASI PENGGUNAAN E-BOOK DALAM PENGAJUAN SPP-LS DI KELURAHAN CANGKREPLOR, KECAMATAN PURWOREJO, "

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR,

KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG SMART GOVERNANCE

OPTIMALISASI PENGGUNAAN E-BOOK DALAM PENGAJUAN SPP-LS DI KELURAHAN CANGKREPLOR, KECAMATAN PURWOREJO,

KABUPATEN PURWOREJO

Disusun oleh:

NAMA : Yulia Astuti, A.Md

NIP : 199307182020122003

NO. DAFTAR HADIR : 06

JABATAN : Verifikator Keuangan

INSTANSI : Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo

COACH : Santosa, S.Kep., MM

MENTOR : Hidayatusibyan, S.IP

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XLIV BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022

(2)

II

ABSTRAK

OPTIMALISASI PENGGUNAAN E-BOOK DALAM PENGAJUAN SPP-LS DI KELURAHAN CANGKREPLOR, KECAMATAN PURWOREJO , KABUPATEN PURWOREJO

Oleh : Yulia Astuti, A.Md

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan penting dalam mengelola kondisi Indonesia saat ini mulai dari sektor perencanaan, pelayanan, maupun pengambil kebijakan strategis negara. Untuk memainkan peran tersebut dibutuhkan sosok PNS yang profesional dan berintegritas. Pelatihan Dasar (Latsar) dilaksanakan rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS yang tergabung dalam singkatan BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta kedudukan dan peran PNS untuk mendukung Smart Governance mulai dari Manajemen ASN hingga Smart ASN. Selama bekerja penulis mengidentifikasi isu-isu yang ada pada unit kerja dan melakukan analisis isu.

Berdasarkan analisis isu tersebut ditemukan bahwa proses pengajuan dokumen SPP LS kurang optimal maka gagasan pemecahan isu pada aktualisasi ini adalah Optimalisasi Penggunaan E- book dalam Pengajuan SPP LS di Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.

Aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar ASN sebagai Veriifikator Keuangan dilaksanakan di Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.

Aktualisasi ini dilaksanakan selama off campus terhitung mulai tanggal 21 April 2022 sampai dengan 10 Juni 2022. Kegiatan aktualisasi dan habituasi ini melaksanakan 5 kegiatan diantaranya: (1) Melakukan sosialisasi terkait syarat kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi dalam pengajuan SPP LS (2) Membuat buku panduan dalam bentuk e-book menggunakan Canva (3) Membuat daftar dan lembar checklist dengan menggunakan Microsoft Excel tentnag kelengkapan bukti fisik yang harus dilengkapi (4) Diadakannya pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP LS oleh Bendahara SKPD (5) Melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan e-book dalam pengajuan dokumen SPP LS. Selama pelaksanaan aktualisasi, penulis juga menerapkan hasil pembelajaran yang diperoleh selama pembelajaran (on campus) berupa nilai-nilai BerAKHLAK, Manajemen ASN, dan Smart ASN.

Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh data bahwa penggunaan media e-book prosedur pengajuan SPP LS telah memberikan dampak positif terhadap efektivitas kinerja. Kegiatan aktualisasi dan habituasi yang dilandasi dengan semangat melaksanakan seluruh nilai-nilai dasar BerAKHLAK juga terbukti memberikan dampak positif, baik untuk pribadi, verifikator keuangan, rekan kerja maupun masyarakat.

Kata Kunci: E-book, SPP LS

(3)
(4)
(5)

V

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi dan Habituasi yang berjudul ”Optimalisasi Penggunaan E-book Dalam Pengajuan SPP LS di Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo”. Kegiatan yang ada dalam Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (BerAKHLAK) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi dalam mengaplikasikan sasaran kinerja pegawai.

Penulis menyadari bahwa pembuatan Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini tidak dapat terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak R.H Agus Bastian, SE., MM selaku Bupati Purworejo beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Golongan II angkatan 44 oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kepegawaian dan Pelatihan Pegawai Daerah Kabupaten Purworejo

2. Bapak Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si. selaku Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan 44.

3. Bapak Fitri Edhi Nugroho, S.E., M.M selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusisa Kabupaten Purworejo yang selalu mendukung peserta selama mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan 44 Kabupaten Purworejo Tahun 2022

4. Bapak Dwijo Mudiarto, S.Sos., MM selaku Camat Kecamatan Purworejo yang telah memberikan izin pelatihan Dasar CPNS.

5. Bapak Wisnu Graha, S.P selaku Lurah Kelurahan Cangkreplor yang telah memberikan motivasi, dukungan selama kegiatan Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ini.

6. Bapak Hidayatusibyan, S.IP selaku mentor sekaligus atasan langsung yang selalu memberikan arahan, bimbingan, pencerahan, dan semangat serta motivasi yang tiada henti dalam menyusun Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini

(6)

vi

7. Bapak Sukardi S.T yang selalu memberikan doa, dukungan dan senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya untuk tetap semangat dalam menyusun Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini.

8. Bapak Santosa, S.Kep., M.M selaku Coach yang telah memberikan inspirasi, dorongan, masukan dan bimbingannya dalam menyusun Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini.

9. Keluarga besar Kelurahan Cangkreplor atas doa, motivasi, dan kerjasamanya.

10. Keluarga besar peserta Latsar Golongan II Angkatan 44 Kabupaten Purworejo Tahun 2022 atas kerjasama dan kekompakannya.

11. Anggota kelompok 1 peserta Latsar Golongan II Angkatan 44 Kabupaten Purworejo Tahun 2022 atas kerjasama dan kekompakannya.

12. Keluarga tercinta yaitu orang tua, suami, anak, dan keluarga besar atas dukungan, doa, dan motivasinya.

Penulis sadar bahwa Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini belum sempurna. Penulis berharap adanya masukan yang membangun dari berbagai pihak guna membuat Laporan Aktualisasi dan Habituasi ini menjadi lebih baik serta memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Purworejo, 10 Juni 2022

Yulia Astuti, A.Md Peserta

NIP. 19930718 202012 2003

(7)

vii

DAFTAR ISI

ABSTRAK ……… ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iError! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. PRAKATA ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA ... 1

A. Gambaran Umum Organisasi ... 1

1. Dasar Hukum ... 3

2. Tugas Fungsi Organisasi ... 4

3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dasar ... 5

4. Visi-Misi Kepala Daerah ... 7

5. Tujuan Organisasi ... 7

6. Nilai-nilai Budaya Organisasi ... 9

B. Tupoksi Jabatan Peserta ... 9

C. Role Model (Harus mencakup core value BerAKHLAK) ... 10

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI ... 12

A. Identifikasi Isu dan Deskripsi ... 12

B. Analisis Isu ... 17

C. Analisis Isu USG (Urgency, Seriousness, and Growth) ... 18

D. Analisis Penyebab Isu ... 19

E. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan ... 21

F. Gagasan Pemecahan Isu ... 21

G. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 23

H. Jadwal Rancangan Aktualisasi ……… ……….40

BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI ……….. 42

A. Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal ……… 45

B. Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi ……….. 45

C. Gambaran Kondisi Sebelum dan Sesudah Aktualisasi Habituasi ……………. 61

BAB IV KESIMPULAN ………. 62

DAFTAR PUSTAKA ……… 63

CURRICULUM VITAE……….. 64

LEMBAR KOMITMEN ………. 65 LAMPIRAN

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Daftar Nominatif Pegawai Kelurahan Cangkreplor ………. 3

Tabel 2.1 Identifikasi Isu ………... 12

Tabel 2.2 Analisis Isu (APKL) ……….. …..16

Tabel 2.3 Analisis Isu (USG) ……….. 17

Tabel 2.4 Gagasan Pemecahan Isu ………... 21

Tabel 2.5 Rancanngan Aktualisasi dan Habituasi ………. 21

Tabel 2.6 Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi ………. 26

Tabel 2.7 Jadwal Rancangan Kegiatan Aktualisasi ……….. 43

Tabel 3.1 Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal……….. 42

Tabel 3.2 Pelaksanaan Aktualisasi ………. 42 Tabel 3.3 Gambaran kondisi sebelum dan sesudah kegiatan aktualisasi dan habituasi … 61

(9)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Foto Kantor Kelurahan Cangkreplor ……… 1

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Kelurahan Cangkreplor ……… 5

Gambar 1.3 Role Model 1 ……….. 10

Gambar 1.4 Role Model 2 ……….. 11

Gambar 2.1 Analisi Fishbone Isu Prioritas ………. 19

Gambar 3.1 Rancangan Materi Sosialisasi SPP LS ………. 43

Gambar 3.2 Kegiatan konsultasi dengan mentor ……….. 44

Gambar 3.3 Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat kepada penyedia dan pokmas … 45 Gambar 3.4 Diskusi dengan teman sejawat ……….. 45

Gambar 3.5 Hasil sosialisasi yang telah disempurnakan ……… 45

Gambar 3.6 Materi e-book ………. 47

Gambar 3.7 Draf e-book dan lembar konsultasi mentor ………... 48

Gambar 3.8 Proses pembuatan e-book menggunakan Canva ……… 48

Gambar 3.9 Diskusi dengan teman sejawat………. 48

Gambar 3.10 Pendistribusian e-book yang telah disempurnakan ………... 49

Gambar 3.11 Daftar dokumen yang harus dilengkapi saat pengajuan SPP LS ………… 51

Gambar 3.12 Kegiatan konsultasi dan lembar hasil konsultasi dengan mentor ………… 51

Gambar 3.13 Lembar checklist dokumen pengajuan SPP LS ………. 51

Gambar 3.14 Diskusi dengan teman sejawat ……… 52

Gambar 3.15 Lembar checklist yang telah disempurnakan ………. 52

Gambar 3.16 Rancangan jadwal pendampingan oleh Bendahara SKPD ………. 54

Gambar 3.17 Kegiatan konsultasi dan lembar hasil konsultasi dengan mentor ………... 54

Gambar 3.18 Pendampingan pengajuan SPP LS oleh Bendahara SKPD ……….. 55

Gambar 3.19 Monitoring dokumen pengajuan SPP LS oleh Bendahara SKPD ……….. 55

Gambar 3.20 Hasil evaluasi dari Bendahara SKPD ………. 56

Gambar 3.21 Lembar evaluasi ………. 57

Gambar 3.22 Evaluasi terkait penggunaan e-book ………... 58

Gambar 3.23 Lembar konsultasi mentor dan kegiatan konsultasi dengan mentor ……. 59

Gambar 3.24 Laporan Aktualisasi ………. 59

(10)

1

BAB I

PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA

A. Gambaran Umum Organisasi

Gambar 1.1 Foto Kantor Kelurahan Cangkreplor

Berdasarkan Perbup Kabupaten Purworejo No. 108 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Tata Kerja Kelurahan di Lingkungan Kabupaten Purworejo, kelurahan berkedudukan sebagai perangkat kecamatan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Camat. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah.

Rincian Profil Kantor Kelurahan Cangkreplor : a. Lokasi Kantor

Alamat Kantor : Jalan Goa Seplawan No. 266 Purworejo Kecamatan : Purworejo

Kabupaten : Purworejo

Provinsi : Jawa Tengah

(11)

2

Kode Pos : 54117

b. Info Geografis

Luas Wilayah : 2.34 ha Batas Wilayah :

a. sebelah utara : Kelurahan Tambakrejo b. sebelah selatan : Kelurahan Cangkrepkidul c. sebelah barat : Kelurahan Kedungsari d. sebelah timur : Desa Brenggong

c. Orbitasi (Jarak Pusat Pemerintahan Kelurahan Ke)

a. Jarak Pusat Pemerintahan Kecamatan : 0.3 km b. Jarak dari Pemerintahan Kota Administrasi : - c. Jarak dari Ibukota Kabupaten : 4.3 km d. Jarak dari Ibukota Provinsi : 97 km e. Jarak dari Ibukota Negara : 600 km d. Jumlah Pegawai Kelurahan

a. Pegawai PNS : 6 orang b. Pegawai CPNS : 1 orang c. Pegawai Honorer : 2 orang

Tabel 1.1 Daftar Nominatif Pegawai Kelurahan Cangkreplor

No Nama NIP Pendidikan

Terakhir

Jabatan

1. Wisnu Graha, S.P 198106082009121001 Sarjana Lurah

2. Hidayatusibyan, S.IP 196902192009061001 Sarjana Sekretaris Kelurahan 3. Sapto Budi Lasono, S.Sos.,

MM

197206291993091001 Magister Kasi Pemerintahan

4. Suharningsih, S.Sos 196607311986022002 Sarjana Kasi Pembangunan

5. Cahyo Hidayat, S.Pd 197406012009021004 Sarjana Kasi Pemberdayaan Masyarakat

6. Leni Suharti 196703262007012016 SLTP Pramu bakti

7. Yulia Astuti, A.Md 199307182020122003 Diploma Verifikator Keuangan

8. Nur Khotimah - SLTA Petugas Kebersihan

9. Senen Hadi Prayitno - SLTA Petugas Keamanan

(12)

3 1. Dasar Hukum

Dasar hukum pembentukan kelurahan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 Bab II Pasal 2, yang berbunyi :

1) Kelurahan dibentuk di wilayah kecamatan

2) Pembentukan kelurahan dapat berupa penggabungan beberapa kelurahan atau bagian kelurahan yang bersanding, atau pemekaran dari satu kelurahan menjadi dua kelurahan atau lebih

3) Pembentukan kelurahan harus memenuhi syarat :

a. jumlah penduduk paling sedikit 2000 jiwa atau 900 KK b. luas wilayah

c. bagian wilayah kerja

d. sarana dan prasarana pemerintahan

4) Kelurahan yang kondisi masyarakat dan wilayahnya tidak lagi memenuhi persyaratan dapat dihapus atau digabung

5) Pemekaran dari satu kelurahan menjadi dua kelurahan atau lebih dapat dilakukan setelah mencapai paling sedikit 5 (lima) tahun penyelenggaraan pemerintahan kelurahan.

Berdasarkan PP No. 73 Tahun 2005, Kelurahan Cangkreplor memenuhi syarat diantaranya:

1) Jumlah penduduk di Kelurahan Cangkreplor 3.919 orang atau 1.164 KK 2) Luas wilayah 2,34 ha

3) Keanekaragaman mata pencaharian dan jumlah usaha dan produksi di wilayah Kelurahan Cangkreplor

a. Jumlah industri kecil : 2 buah

b. Jumlah industri rumah tangga : 150 buah c. Jumlah pasar lingkungan : 1 buah

d. Jumlah supermarket/pasar swalayan : 3 buah e. Jumlah usaha jasa notaris : 1 buah

f. Jumlah Rumah Sakit Swasta : 1 buah g. Jumlah Puskesmas : 1 buah

4) Prasarana dan sarana pemerintahan yang memadai bagi terselenggaranya Pemerintahan Kelurahan

a. Jarak Kelurahan ke Kecamatan :0.3 km

b. Jarak Kelurahan ke Ibukota Kabupaten : 4.3 km 5) Kondisi sosial budaya masyarakat :

a. Berdasarkan mata pencaharian

 PNS

(13)

4

 ABRI/TNI/POLRI

 Swasta

 Tani

 Buruh

 Pensiunan

b. Berdasarkan tingkat Pendidikan

 Taman kanak-kanak

 Sekolah Dasar

 SMP

 SMA/K

 Akademi (D1-D3)

 Sarjana (S1-S3)

2. Tugas Fungsi Organisasi

Menurut Perbup 108 Tahun 2021, Kelurahan merupakan perangkat kecamatan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Camat.

Kelurahan mempunyai tugas membantu Camat dalam : a. melaksanakan kegiatan pemerintahan kelurahan b. melaksanakan kegiatan evaluasi kelurahan

c. melaksanakan pemberdayaan masyarakat di kelurahan d. melaksanakan pelayanan masyarakat

e. memelihara ketentraman dan ketertiban umum

f. memelihara sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan umum

g. melaksanakan peningkatan partisipasi masyarakat dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan di Kelurahan

h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat

i. melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan

(14)

5

3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dasar

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Kelurahan Cangkreplor

Dari gambar 1.2 tentang struktur organisasi di Kelurahan Cangkreplor, dapat dijelaskan secara singkat terkait tugas pokok masing-masing bagian yaitu sebagai berikut:

a. Tugas Lurah :

1) Menyelenggarakan urusan pemerintahan kelurahan 2) Menyelenggarakan urusan pembangunan

3) Menyelenggarakan urusan pemberdayaan masyarakat LURAH

SEKRETARIS KELURAHAN

VERIFIKATOR KEUANGAN Peserta Latsar PRAMU BAKTI

SEKSI PEMBANGUNAN

SEKSI PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT SEKSI

PEMERINTAHAN BAGAN ORGANISASI

KELURAHAN CANGKREPLOR

KECAMATAN PURWOREJO

KABUPATEN PURWOREJO

(15)

6

4) Menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum 5) Menyelenggarakan pembinaan lembaga kemasyarakatan

6) Melaksanakan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati/Walikota b. Tugas Sekretaris Kelurahan :

1) Mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis 2) Menyelenggarakan tugas-tugas Seksi secara terpadu

3) Menyelenggarakan pelayanan dan pengendalian administrasi yang meliputi program, keuangan, umum dan kepegawaian di lingkungan kelurahan

4) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas dan fungsi

c. Tugas Seksi Pemerintahan :

1) Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis kelurahan 2) Melaksanakan kebijakan teknis kelurahan

3) Melakukan pembinaan di bidang pemerintahan 4) Melaksanakan kegiatan pemerintahan kelurahan 5) Melaksanakan kegiatan evaluasi kelurahan

6) Melaksanakan tugas kedinasann lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas dan jabatannya

d. Tugas Seksi Pembangunan :

1) Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pembangunan kelurahan 2) Melaksanakan kebijakan teknis pembangunan kelurahan

3) Melakukan pembinaan dan bimbingan di bidang pembangunan 4) Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan

5) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas dan jabatannya

e. Tugas Seksi Pemberdayaan Masyarakat :

1) Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pemberdayaan masyarakat 2) Melaksanakan kebijakan teknis pemberdayaan masyarakat

3) Melakukan pembinaan dan bimbingan di bidang pemberdayaan masyarakat 4) Melaksanakan peningkatan partisipasi masyarakat dalam forum musyawarah

perencanaan pembangunan di kelurahan

5) Melaksanakan pemberdayaan masyarakat di kelurahan

6) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas dan jabatannya.

(16)

7 4. Visi-Misi Kepala Daerah

a. Visi-Misi Pemerintah Kabupaten Purworejo

Visi Pemerintah Kabupaten Purworejo yaitu “Purworejo Berdaya Saing 2025“.

Misi Pemerintah Kabupaten Purworejo

1) Meningkatkan daya saing Sumberdaya Manusia yang Unggul dalam arti luas mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuwan yang berbasis pada religiusitas masayarakat

2) Meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang sinergi dengan pengembangan UMKM, perdagangan dan industri

3) Meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM, perdagangan, industry serta potensi pariwisata dan seni budaya

4) Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik

5) Meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi.

b. Visi-Misi Kelurahan Cangkreplor

Visi Pemerintah Kelurahan Cangkreplor, yaitu “Profesional Dalam Membina, Melayani dan Memfasilitasi Menuju Kesejahterain Masyarakat.”

Misi Pemerintah Kelurahan Cangkreplor

1) Menyelenggarakan tugas pemerintahan di Kelurahan Cangkreplor 2) Menyelenggarakan tugas pembangunan di Kelurahan Cangkreplor 3) Menyelenggarakan tugas kemasyarakatan di Kelurahan Cangkreplor 4) Menyelenggarakan administrasi umum di Kelurahan Cangkreplor

5) Melaksanakan sebagian kewenangan Bupati yang dilimpahkan kepada Lurah

5. Tujuan Organisasi

a. Tujuan Organisasi sesuai renstra Kabupaten Purworejo

Berdasarkan Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2021, tujuan organisasi sesuai dengan Renstra (Rencana Strategi) jangka Panjang tahun 2021-2026 adalah:

1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia a. Meningkatkan Kualitas Pendidikan

b. Meningkatkan Literasi

c. Meningkatkan Kualitas Kesehatan d. Menguatkan Ketersediaan Pangan

(17)

8 e. Mengendalikan Angka Kelahiran f. Meningkatkan Pemberdayaan Gender

g. Meningkatkan Pembangunan Pemuda dan Olahraga 2. Penurunan Angka Kemiskinan

Strategi yang dilakukan adalah meningkatkan penanganan social penduduk miskin

3. Pengurangan Tingkat Pengangguran

Strategi yang dilakukan untuk mengurangi tingkat pengangguran adalah dengan memperluas kesempatan kerja

4. Peningkatan Pertumbuhan Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Strateginya adalah meningkatkan nilai tambah pertanian, kehutanan, dan perikanan

5. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi

a. Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Industri Pengolahan

b. Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Perdagangan, Koperasi, dan UMKM c. Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Pariwisata

d. Meningkatkan Pertumbuhan Investasi Daerah e. Meningkatkan Pembangunan Pedesaan

6. Tata Kelola Kelembagaan Berkelas Dunia Tata Kelola Kelembagaan Berkelas Dunia

a. Manajemen Berbasis Resiko

b. Manajemen Pengelolaan Keuangan Daerah

c. Meningkatkan Kualitas Perencanaan Pembangunan d. Menerapkan Sistem Merit dalam Manajemen ASN e. Meningkatkan kualitas Pelayanan Publik

f. Meningkatkan Inovasi Daerah

7. Peningkatan Infrastruktur Berbasis Kebencanaan dan Lingungan Hidup Berkelanjutan

a. Meningkatkan Akses Infrastruktur

b. Meningkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup Secara Berkelanjutan c. Meningkatkan Ketahanan Daerah terhadap Bencana

b. Tujuan Organisasi Kelurahan Cangkreplor

Tujuan dari organisasi adalah penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang berisi tentang apa yang akan dicapai atau dihasilkan. Tujuan organisasi Kelurahan Cangkreplor adalah sebagai berikut:

a. Terselenggaranya secara optimal tugas pemerintahan

(18)

9

b. Terselenggaranya secara optimal tugas pembangunan c. Terselenggaranya secara optimal tugas kemasyarakatan

d. Terselenggaranya secara optimal tugas administrasi pemerintah kelurahan e. Terselenggaranta pelimpahan wewenang Bupati kepada Lurah

6 Nilai-nilai Budaya Organisasi

Nilai Budaya Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo yaitu bersih, ikhlas, melayani, akuntabel, dan professional yang disingkat “BERIMAN- PROFESIONAL”, yang mengandung maksud sebagai berikut :

a. Bersih, mengandung arti bersih dalam berpikir, bertindak, dan bekerja, mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku

b. Ikhlas, yaitu dalam norma etika dan agama dapat diartikan rela sepenuh hati, dating dari lubuk hati, tidak mengharapkan imbalan atau balas jasa atau suatu perbuatan, khususnya yang berdampak positif pada orang lain, dan semata- mata karena menjalankan tugas/amanah demi Yang Maha Kuasa

c. Melayani, yaitu memberikan pelayanan kepada public secara jujur, tanggap, cepat, akurat, berdaya guna dan berhasil guna yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan

d. Akuntabel, yaitu dalam melaksanakan tugas dapat mempertanggungjawabkan baik segi proses maupun hasil

e. Profesional, yaitu dalam melaksanakan tugas selalu menyelesaikan secara baik, tuntas dan sesuai kompetensi/keahlian, orang yang terampil, andal dan sangat bertanggungjawab dalam menjalankan profesinya.

B. Tupoksi Jabatan Peserta

Menurut Permenpan No. 41 Tahun 2018 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah, Tupoksi Jabatan Verifikator Keuangan adalah “Melakukan kegiatan verifikasi terhadap dokumen usulan pencairan anggaran”. Dimana uraian tugas verifikator keuangan yaitu sebagai berikut:

1. Menerima bukti-bukti pengeluaran dan penerimaan serta Buku Kas untuk disusun sesuai dengan mata anggaran agar mempermudah dalam pemeriksaan.

(19)

10

2. Meneliti bukti-bukti pengeluaran dan penerimaan dengan laporan realisasi keuangan dan Buku Kas sesuai dengan prosedur yang berlaku agar diketahui apakah telah sesuai dengan peruntukkannya.

3. Menyiapkan bahan pengujian dan pengendalian SPP/SPM sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas.

4. Menyiapkan SPM yang telah ditandatangani PA/KPA sesuai SPP dari bendahara pengeluaran guna pencairan dana kegiatan.

5. Melaporkan hasil temuan pemeriksaan hasil verifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk memperoleh tindak lanjut sebagai bahan laporan pimpinan.

6. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku sebagai bahan evaluasu dan pertanggungjawaban.

7. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan baik lisan maupun tertulis.

C. Role Model (Harus mencakup core value BerAKHLAK)

Role Model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu “Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh”.

1. Bapak Wisnu Graha, S.P

Penulis memilih Bapak Wisnu Graha, S.P sebagai role model. Beliau adalah seorang Kepala Kelurahan (Lurah) di Kelurahan Cangkreplor. Penulis belajar banyak hal dari Beliau. Menurut penulis, Bapak Wisnu memiliki integritas yang tinggi. Beliau selalu berusaha melaksanakan tugas dengan penuh semangat dan bertanggungjawab (Akuntabel). Bapak Wisnu sangat kompeten dalam memimpin baik di organisasi maupun di masyarakat. Setiap pagi sebelum jam bekerja dimulai, beliau Gambar 1.3 Role Model 1

selalu melakukan apel pagi, saling tukar pendapat tanpa membedakan latar belakang Pendidikan ataupun pangkat dan jabatan (Harmonis). Dalam kesempatan apel pagi,

(20)

11

beliau selalu menekankan untuk selalu melayani masyarakat dengan ramah, solutif dan dapat diandalkan (Berorientasi Pelayanan) karena menurut beliau, pegawai kelurahan merupakan tangan panjang nya pemerintahan. Bapak Wisnu Graha, menjabat sebagai Kepala Kelurahan Cangkreplor sejak bulan September 2021, beliau terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas (Adaptif) dalam melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah Kelurahan Cangkreplor. Langkah utama dan paling nyata perubahan yang beliau berikan untuk Kelurahan Cangkreplor adalah dengan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan bersama (Kolaboratif), seperti melakukan kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang ada di Kelurahan Cangkreplor untuk bersinergi memajukan Kelurahan Cangkreplor. Hal ini sebagai wujud dedikasi beliau (Loyal) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga sebagai Pimpinan kepada bawahan dan masyarakat.

2. Bapak Sukardi, S. ST

Penulis memilih Bapak Sukardi S, S.T sebagai role model. Beliau adalah seorang Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi Pelaporan dan Umum Kecamatan Purworejo. Penulis belajar banyak hal dari Beliau. Beliau sangat ahli di Bidang Perencanaan (Kompeten), selalu membangun lingkungan kerja yang kondusif (Harmonis) serta memiliki responsivitas (Berorientasi Pelayanan) yang tinggi terhadap rekan kerja tanpa memandang jabatan dan pangkat hal ini dapat kami lihat dengan cara beliau dalam hal keterbukaan dalam bekerja sama (Kolaboratif), beliau selalu memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk mengutarakan pendapatnya. Tentunya, hal ini berdampak positiv terhadap tim perencanaan Kecamatan Purworejo dan Kelurahan se-kecamatan Purworejo dalam yaitu cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan (Adaptif), perubahan disini dalam hal perubahan regulasi yang berkaitan dengan bagian perencanaan. Dalam hal perencanaan, beliaupun tidak mementingkan organisasinya sendiri, beliau selalu menimbang kebutuhan dari tingkat urgensinya (Akuntabel). Hal ini sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila (Loyal) yaitu sila ke-3, Persatuan Indonesia.

Gambar 1.4 Role Model 2

(21)

12

BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI A. Identifikasi Isu dan Deskripsi

Isu adalah segala sesuatu yang menghambat kinerja suatu organisasi dalam melakukan pelayanan publik yang bersumber dari internal, organisasi maupun eksternal.

Oleh karena itu dalam mengatasi isu yang ada dan meminimalisir hambatan yang ada dalam melakukan pelayanan publik, maka harus ada prioritas dalam menyelesaikan isu atau dapat dikatakan sebagai isu strategis. Isu strategis kontemporer ini merupakan suatu kelompok isu yang mendapatkan perhatian dan sorotan publik secara luas dan memerlukan penanganan sesegera mungkin dari pengambil keputusan. Dalam menyelesaikan isu kontemporer pun menggunakan beberapa teknis analisis.

Hasil observasi selama bekerja di Kelurahan Cangkreplor dalam proses pengajuan dan pengujian dokumen SPP-LS belum optimal. Beberapa penyebab kurang optimalnya pengajuan dan pengujian dokumen SPP-LS diantaranya dokumen dinyatakan tidak lengkap dan/atau tidak sah dan pengeluaran tersebut melebihi pagu anggaran. Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap prosedur harus dilalui satu persatu untuk mempercepat pencairan dana sehingga semua kegiatan yang ada berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu dirancang buku panduan yang berisi tentang tahapan teknis pengajuan dan pengujian dokumen fisik SPP-, sehingga nantinya buku panduan ini dapat dipergunakan untuk Verifikator Keuangan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, memungkinkan setiap orang untuk belajar dan mengembangkan diri secara mandiri. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini, penulis akan merancang buku panduan dalam bentuk e-book yang nantinya dapat diunduh secara gratis, dan praktis untuk dibawa.

Berdasarkan hasil pengamatan serta konsultasi dengan mentor dan rekan sejawat diperoleh beberapa isu yang mendapat perhatian dan perlu dicarikan pemecahan masalahnya. Isu-isu tersebut dianalisis penyebab serta mencari solusi penyelesainnya melalui aktualisasi nilai-nilai dasar PNS. Beberapa isu yang ditemukan adalah sebagai berikut :

(22)

13

Tabel 2.1 Identifikasi Isu

No. Isu dan Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan Bukti Isu 1. Belum optimalnya

pengelolaan dokumen arsip dokumen SPJ di Kelurahan Cangkreplor.

Sumber Isu : Manajemen ASN

Arsip-arsip SPJ di Kelurahan Cangkreplor disimpan di ruang kosong yang juga digunakan sebagai ruang komputer.

Sehingga tidak ada kendali keamanan terhadap arsip SPJ karena ruangan tersebut dapat diakses siapa saja.

Arsip SPJ di Kelurahan Cangkreplor disimpan di ruangan tertentu menggunakan kardus Arsip dengan menggunakan kode nomor SPJ sehingga dalam pencarian arsip mudah dan tidak dapat diakses dengan

bebas. Arsip SPJ yang diletakkan diatas meja tanpa menggunakan kardus arsip dan kode pengarsipan SPJ

(23)

14

No. Isu dan Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan Bukti Isu 2. Belum optimalnya

pengajuan dokumen fisik SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor.

Sumber Isu : Manajemen ASN

Tidak ada buku panduan teknis ataupun sistematika yang jelas terhadap prosedur pengajuan dokumen SPP-LS sehingga dalam proses pencairan dana anggaran terhambat yang berdampak pada kegiatan yang sudah direncanakan juga terhambat.

Pengajuan dokumen fisik SPP-LS tidak ada kendala

sehingga dalam

pelaksanaan rencana kegiatan tepat waktu.

.

Beberapa dokumen pengajuan SPP-LS yang tercecer.

(24)

15

No. Isu dan Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan Bukti Isu 3. Belum adanya digitalisasi

dalam penyimpanan dokumen keuangan lainnya.

Sumber Isu : Manajemen ASN

Saat ini penyimpanan dokumen keuangan lainnya seperti;

dokumen kontrak dengan pihak ketiga, dan DPA masih berupa dokumen fisik, tanpa adanya backup disimpan di Google Drive

Dilakukannya backup data di Google Drive untuk mengantisipasi kejadian bencana alam yang dapat merusak dokumen.

Kondisi ruang penyimpanan di Kelurahan Cangkreplor dengan tanpa adanya backup data secara digital. Hal tersebut memiliki resiko tinggi apabila terjadi bencana alam seperti banjir ataupun kebakaran

4. Belum optimalnya pelaksanaan verifikasi SPJ di Kelurahan Cangkreplor

Sumber Isu : Manajemen ASN

Saat ini dalam verifikasi SPJ belum ada checklist yang memberi tanda bahwa dokumen tersebut telah diperiksa dan diverifikasi sesuai peruntukkan dan tidak melebihi pagu anggaran

Adanya dokumen kendali dan lembaran checklist

verifikasi yang

mempermudah dalam pemeriksaan/penelitian yang sesuai dengan mata anggaran.

Dokumen SPJ yang belum ada checklist bahwa dokumen dan lampiran tersebut telah diperiksa dan diverifikasi kebenarannya antara penggunaan dan anggaran kas.

(25)

16

No. Isu dan Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan Bukti Isu

5. Belum tersedianya penggunaan aplikasi untuk pembuatan kwitansi dinas sebagai lampiran SPJ di Kelurahan Cangkreplor

Sumber Isu : Manajemen ASN

Saat ini dalam pembuatan kwitansi dinas untuk lampiran SPJ masih manual menggunakan

Microsoft Excel belum menggunakan aplikasi yang langsung sinkronisasi dengan dokumen kendali, hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja sebagai verifikator keuangan.

Adanya aplikasi penunjang untuk pembuatan kwitansi dinas sehingga kinerja verifikator keuangan lebih efektif dan efisien.

Format Kwitansi Dinas menggunakan Microsoft Excel yang penggunaannya masih manual.

(26)

17

B. Analisis Isu

1. Analisis Isu APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan)

Berdasarkan kelima permasalahan atau isu yang ditemukan di Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, maka dilakukan analisis uji kelayakan untuk memilah isu/permasalahan tersebut dengan menggunakan metode APKL. Metode APKL memiliki kriteria penilaian yaitu Aktual, yang berarti isu sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat;

Problematik, yang merupakan masalah mendesak yang memerlukan berbagai upaya alternative jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata; Kekhalayakan, yang berarti isu menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat pada umumnya, bukan untuk seseorang atau kelompok; serta Logis, Pantas, Realitas dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, kewenangan dan tanggung jawab. Hasil pembobotan yang ada dapat dilihat di Tabel 2.2 berikut ini:

Tabel 2.2 Analisis Isu (APKL)

No Isu Kriteria

Total Ranking A P K L

1 Belum optimalnya pengelolaan dokumen arsip dokumen SPJ di Kelurahan Cangkreplor.

5 4 4 4 17 II

2 Belum optimalnya pengajuan dokumen fisik

SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor. 5 5 5 5 20 I 3 Belum adanya digitalisasi dalam

penyimpanan dokumen keuangan lainnya. 4 4 4 3 15 IV 4 Belum optimalnya pelaksanaan verifikasi

SPJ di Kelurahan Cangkreplor 5 4 4 3 16 III

5 Belum tersedianya penggunaan aplikasi untuk pembuatan kwitansi dinas sebagai lampiran SPJ di Kelurahan Cangkreplor.

4 4 3 3 14 V

Keterangan:

Skor 5 = Sangat Besar Skor 1 = Sangat Kecil Skor 4 = Besar

Skor 3 = Sedang Skor 2 = Kecil

(27)

18

C. Analisis Isu USG (Urgency, Seriousness, and Growth)

Setelah mendapatkan peringkat dengan indicator APKL, selanjutnya adalah analisis dengan menggunakan indicator USG agar mendapat isu utama yang memang diprioritaskan harus segera ditangani.

1. Urgency, yaitu seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dan dihubungkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.

2. Seriousness, yaitu seberapa serius isu perlu dibahas dan dihubungkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah lain kalua masalah penyebab isu tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.

3. Growth, yaitu seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makan memburuk kalau dibiarkan.

Tabel 2.3 Analisis Isu (USG)

No. Isu U S G Jumlah Rangking

1. Belum optimalnya pengelolaan dokumen arsip

dokumen SPJ di Kelurahan Cangkreplor. 4 4 3 11 II 2. Belum optimalnya pengajuan dokumen fisik

SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor. 5 5 4 14 I

3. Belum optimalnya pelaksanaan verifikasi SPJ

di Kelurahan Cangkreplor 4 3 3 10 III

Keterangan :

Skor 5 = Sangat besar Skor 4 = Besar

Skor 3 = Sedang Skor 2 = Kecil

Skor 1 = Sangat kecil

Berdasarkan hasil penilaian isu melalui pendekatan USG di atas makan isu tentang belum optimalnya pengajuan dokumen fisik SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor yang memiliki total skor tertinggi sehingga menjadi isu prioritas utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

(28)

19

D. Analisis Penyebab Isu

Berdasarkan penyebab masalah selanjutnya didiagnosa menggunakan fishbone diagram. Diagram ini merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi manpower (sumber daya manusia), material (bahan baku), method (metode), dan milieu (lingkungan) atau melalui pendekatan lain yang dimantapkan melalui brainstorming bersama rekan kerja di instansi, sehingga gaslinya dirumuskan sebagai berikut (analog):

(29)

20 Berikut ini gambar analisis fishbone

Gambar 2.1 Analisi Fishbone Isu Prioritas

Belum optimalnya pengajuan dokumenfisik SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor

MAN

MILIEU

METHOD

MATERIAL

Belum pernah diadakannya monitoring dan

pendampingan terhadap pengajuan SPP-LS Belum adanya sarana media online untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan SPP-LS

Belum tersedianya buku panduan pengajuan SPP-LS

Kurangnya pemahaman pelaksana kegiatan mengenai syarat kelengkapan dokumen

Kurangnya kerjasama Verifikator Keuangan dengan Bendahara Pengeluaran SKPD

Tidak ada rincian daftar dokumen tentang persyaratan kelengkapan bukti fisik SPP LS Verifikator keuangan kurang optimal dalam memanfaatkan plaform digital

Belum tersedianya pelatihan dan sosialisasi proses pengajuan SPP-LS

(30)

21

Setelah dilakukan analisis penyebab terhadap isu prioritas dengan menggunakan Fishbone Diagram, diperoleh penyebab-penyebab prioritas yang perlu diselesaikan, yaitu:

1. Man : Kurangnya pemahaman pelaksana kegiatan mengenai syarat kelengkapan dokumen

2. Material : Belum tersedianya buku panduan pengajuan SPP-LS 3. Method : Tidak ada rincian daftar dokumen tentang persyaratan

kelengkapan bukti fisik SPP LS

4. Milieu : Belum pernah diadakannya monitoring dan pendampingan terhadap pengajuan SPP-LS

E. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan

Dampak apabila isu utama belum optimalnya pengajuan dokumen fisik SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor tidak segera diselesaikan, maka terhambatnya proses penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Dalam cakupan yang lebih luas, pelayanan di bagian keuangan menjadi kurang optimal karena pencairan anggaran yang terhambat hal ini juga berdampak pada rencana kegiatan yang tidak dapat terealisasikan tepat waktu

F. Gagasan Pemecahan Isu

Untuk mengatasi core issue, yaitu belum optimalnya pengajuan dokumen fisik SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor ditentukan rancangan aktualisasi dengan judul Optimalisasi Penggunaan E-book dalam Pengajuan SPP LS di Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.

Gagasan kegiatan yang dipilih untuk memecahkan isu yan diprioritaskan berdasarkan analisis akar penyebab, maka penulis menyususn gagasan pada rancangan aktualisasi, sebagai berikut :

Tabel 2.4 Gagasan Pemecahan Isu

No. Gagasan Kegiatan Tahapan Kegiatan

1. Melakukan sosialisasi terkait syarat kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi dalam pengajuan SPP LS.

Menyelesaikan penyebab:

Kurangnya pemahaman pelaksana kegiatan mengenai syarat kelengkapan dokumen

a.

b.

c.

d.

e.

Menyusun rancangan sosialisasi Melakukan konsultasi dengan mentor Melakukan kegiatan sosialisasi

Mengkaji hasil sosialisasi dengan memperhatikan feedback yang diberikan.

Menyempurnakan hasil sosialisasi

(31)

22 (Man)

2. Membuat buku panduan dalam bentuk e-book menggunakan aplikasi Google Docs

Menyelesaikan penyebab:

Belum tersedianya buku panduan pengajuan SPP-LS (Material)

a.

b.

c.

d.

e.

Mengumpulkan materi untuk draf rancangan pembuatan e-book

Melakukan konsultasi dengan mentor terkait dengan draf rancangan pembuatan e-book Membuat e-book

Melakukan diskusi dengan rekan sejawat terkait e-book yang telah dibuat

Melakukan perbaikan dan penyempurnaan e- book

3. Membuat daftar dan lembar checklist dengan menggunakan Microsoft Excel tentang kelengkapan bukti fisik yang harus dilengkapi

Menyelesaikan penyebab:

Tidak ada rincian daftar dokumen tentang persyaratan kelengkapan bukti fisik SPP LS (Method)

a.

b.

c.

d.

e.

Menyusun daftar dokumen yang harus dilengkapi

Melakukan konsultasi dengan mentor terkait susunan daftar dokumen yang harus dilengkapi

Membuat daftar dan lembar checklist kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS dengan menggunakan Microsoft Excel

Melakukan diskusi dengan rekan sejawat terkait daftar dan lembar checklist kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS yang telah dibuat.

Melakukan perbaikan dan penyempurnaan daftar dan lembar checklist kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS

4. Diadakannya pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP-LS oleh Bendahara SKPD

Menyelesaikan penyebab:

Belum pernah diadakannya monitoring dan pendampingan terhadap pengajuan SPP-LS (Milieu)

a.

b.

c.

d.

e.

Menyusun rencana pendampingan dan monitoring pengajuan SPP-LS

Melakukan konsultasi dengan mentor terkait usulan pendampingan dan monitoring pengajuan SPP-LS dari Bendahara SKPD Pendampingan pengajuan SPP-LS oleh Bendahara SKPD

Monitoring dokumen pengajuan SPP-LS oleh Bendahara SKPD

Evaluasi hasil dari pendampingan dan monitoring dari Bendahara SKPD

(32)

23 5. Melakukan evaluasi tehadap

efektivitas penggunaan e-book dalam pengajuan dokumen SPP LS

a.

b.

c.

d.

e.

Menyiapkan lembar evaluasi

Melakukan monitoring terkait pelaksanaan kegiatan

Merekap dan mencatat

kendala/permasalahan yang ada pada saat kegiatan dilaksanakan

Konsultasi dan meminta saran/masukan dengan mentor terkait hasil kegiatan

Menyusun laporan kegiatan

G. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi

Berdasarkan hasil identifikasi isu dan gagasan pemecahan isu yang telah dilakukan di atas, maka untuk melaksanakan gagasan pemecahan isu disusun rancangan aktualisasi dan habituasi yaitu sebagai berikut:

Unit Kerja : Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo Identifikasi

Isu

: - Belum optimalnya pengelolaan dokumen arsip dokumen SPJ di Kelurahan Cangkreplor.

- Belum optimalnya pengajuan dokumen fisik SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor.

- Belum adanya digitalisasi dalam penyimpanan dokumen keuangan lainnya.

- Belum optimalnya pelaksanaan verifikasi SPJ di Kelurahan Cangkreplor

- Belum tersedianya penggunaan aplikasi untuk pembuatan kwitansi dinas sebagai lampiran SPJ di Kelurahan Cangkreplor.

Isu yang diangkat

: Belum optimalnya pengajuan dokumen fisik SPP-LS di Kelurahan Cangkreplor.

Penyebab Isu : 1. Man : Kurangnya pemahaman pelaksana kegiatan mengenai syarat kelengkapan dokumen

2. Material : Belum tersedianya buku panduan pengajuan SPP-LS 3. Method : Tidak ada rincian daftar dokumen tentang persyaratan

kelengkapan bukti fisik SPP LS

4. Milieu : Belum pernah diadakannya monitoring dan pendampingan terhadap pengajuan SPP-LS

(33)

24 Gagasan

Pemecahan Isu

: Optimalisasi Penggunaan E-book dalam Pengajuan SPP LS di Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui rincian kegiatan sebagai berikut :

1. Melakukan sosialisasi terkait syarat kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi dalam pengajuan SPP LS

Tahapan Kegiatan

a. Menyusun rancangan sosialisasi b.

c.

Melakukan konsultasi dengan mentor Melakukan kegiatan sosialisasi

d. Mengkaji hasil sosialisasi dengan memperhatikan feedback yang diberikan

e. Menyempurnakan hasil sosialisasi.

2. Membuat buku panduan dalam bentuk e-book menggunakan aplikasi Google Docs

Tahapan Kegiatan:

a. Mengumpulkan materi untuk draf rancangan pembuatan e- book

b. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait dengan draf rancangan pembuatan e-book

c. Membuat e-book

d. Melakukan diskusi dengan rekan sejawat terkait e-book yang telah dibuat

e. Melakukan perbaikan dan penyempurnaan e-book

3. Membuat daftar dan lembar checklist dengan menggunakan Microsoft Excel tentang kelengkapan bukti fisik yang harus dilengkapi

a. Menyusun daftar dokumen yang harus dilengkapi

b. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait susunan daftar dokumen yang harus dilengkapi

c. Membuat daftar dan lembar checklist kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS dengan menggunakan Microsoft Excel d. Melakukan diskusi dengan rekan sejawat terkait daftar dan

lembar checklist kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS yang telah dibuat

(34)

25

e. Melakukan perbaikan dan penyempurnaan daftar dan lembar checklist kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS

4. Diadakannya pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP-LS oleh Bendahara SKPD

a. Menyusun rencana pendampingan dan monitoring pengajuan SPP-LS

b. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait usulan pendampingan dan monitoring pengajuan SPP-LS oleh Bendahara SKPD

c. Pendampingan pengajuan SPP-LS oleh Bendahara SKPD d. Monitoring dokumen pengajuan SPP-LS oleh Bendahara

SKPD

e. Evaluasi hasil dari pendampingan dan monitoring dari Bendahara SKPD

5. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan e-book dalam pengajuan SPP LS

a. Menyiapkan lembar evaluasi b.

c.

Melakukan evaluasi terkait penggunaan e-book

Merekap dan mencatat kendala/permasalahan yang ada pada saat kegiatan dilaksanakan

d. Konsultasi dan meminta saran/masukan dengan mentor terkait hasil kegiatan

e. Menyusun laporan kegiatan

(35)

26 Tabel 2.5 Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1. Melakukan sosialisasi terkait syarat kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi dalam pengajuan SPP LS

Sumber Kegiatan : SKP

Terlaksananya

sosialisasi terkait syarat kelengkapan dokumen

Keterkaitan dengan Agenda III Keterkaitan kegiatan dengan Manajemen ASN:

Pelaksanaan sosialisasi terkait syarat kelengkapan dokumen dilakukan dalam rangka untuk melaksanakan kode etik ASN yaitu memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan (Kode Etik dan Perilaku ASN No. 9)

Keterkaitan kegiatan dengan Smart ASN:

Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait syarat kelengkapan dokumen , saya menggunakan kemampuan literasi digital dengan memanfaatkan Laptop, dan Microsoft Excel (Digital Skill)

Dengan terlaksananya

kegiatan sosialisasi tentang syarat kelengkapan

dokumen akan memberikan

kontribusi pada:

Visi Kabupaten Purworejo yaitu:

Purworejo Berdaya Saing 2025 dan Misi : Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan public dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (Good

Governance)

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi tentang syarat kelengkapan

dokumen akan memberikan

penguatan nilai organisasi sesuai dengan Peraturan Bupati Purworejo No. 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja di Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Purworejo, yaitu:

Ikhlas, yaitu dengan melakukan kegiatan sosialisasi dengan sepenuh hati, tidak mengharapkan imbalan atau balas jasa atas suatu perbuatan,

khususnya yang a. Menyusun

rancangan

Tersedianya

rancangan sosialisasi

Saya dalam menyususn rancangan sosialisasi menjaga

(36)

27 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

sosialisasi mutu rancangan sehingga tidak

memberikan informasi yang keliru (Kompeten : Menjaga Mutu)

Rancangan untuk pedoman sosialisasi disusun dengan cermat dan disiplin (Akuntabel)

berdampak positif pada orang lain, dan semata-mata karena menjalankan

tugas/amanah demi Yang Maha Kuasa.

Melayani, yaitu dengan melakukan kegiatan sosialisasi, saya sebagai ASN sudah memberikan pelayanan kepada public secara jujur, tanggap, cepat, akurat, berdaya guna dan berhasil

guna yang

memenuhi kepuasan pemangku

kepentingan.

b. Melakukan

konsultasi dengan mentor

Catatan Hasil konsultasi berupa saran dan masukan dari mentor

Saya ramah dan sopan Ketika melakukan konsultasi dengan mentor (Berorientasi Pelayanan :Sopan, Ramah)

Dan mendengarkan arahan dan masukan dari mentor (Loyal : Mengikuti perintah atasan) c. Melakukan kegiatan

sosialisasi

Terlaksananya kegiatan sosialiasasi

Saya efektif dan efisien waktu dalam melaksanakan kegiatan

(37)

28 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

sosialisasi (Akuntabel : Efektif dan Efisien Waktu) Serta pada saat melakukan kegiatan sosialisasi, saya memberikan kualitas perfoma terbaik saya (Kompeten: Kualitas terbaik) d. Mengkaji hasil

sosialisasi dengan memperhatikan feedback yang diberikan.

Adanya masukan dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan kegiatan sosialisasi

yang akan

dilaksanakan dimasa mendatang

Saya memberikan kesempatan kepada teman sejawat untuk memberikan masukan dan saran sebagai bahan evaluasi terhadap kegiatan sosialisasi yang saya lakukan (Kolaboratif : Memberikan kesempatan kepada oranglain untuk memberi masukan) tanpa memandang latar belakang yang dimiliki oleh teman sejawat (Harmonis: Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya)

e. Menyempurnakan hasil sosialisasi.

Adanya laporan hasil sosialisasi

Saya dalam membuat laporan hasil sosialisasi memperhatikan masukan dan saran dari teman sejawat dan mentor. (Harmonis : Menghargai Masukan Orang lain) serta laporan yang saya hasilkan harus dapat dipercaya

dan dapat

dipertanggungjawabkan

(38)

29 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

(Akuntabel : Jujur dan tanggungjawab)

2. Membuat buku

panduan dalam bentuk e-book menggunakan aplikasi Google Docs

Sumber kegiatan : Inovasi

Tersedianya e-book menggunakan aplikasi Google Docs

Keterkaitan dengan Manajemen ASN :

Sesuai dengan kewajiban sebagai ASN sebagai pelayan publik, saya harus terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas dalam hal ini berwujud penyusunan e-book panduan pengajuan dokumen fisik SPP- LS yang berguna untuk meningkatkan kinerja seorang Verifikator Keuangan. (Kode Etik dan Perilaku No.1, Melaksanakan tugasnya

dengan jujur,

bertanggungjawab, dan berintegritas tinggi).

Keterkaitan dengan Smart ASN Membuat buku panduan dalam bentuk e-book yang memanfaatkan aplikasi Google Docs, kemudian membagikan melalui web pribadi, ataupun media soaial (Digital Safety)

Dengan adanya buku panduan pengajuan SPP-LS dalam bentuk

e-book akan

memberikan kontribusi pada:

Visi Kabupaten Purworejo yaitu:

Purworejo Berdaya Saing 2025 dan Misi : Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan public dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (Good

Governance)

Dengan adanya buku panduan pengajuan SPP-LS dalam bentuk e-book akan memberikan penguatan nilai organisasi sesuai dengan Peraturan Bupati Purworejo No. 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja di Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Purworejo, yaitu:

Melayani, yaitu dengan pro aktif dan cepat tanggap terhadap berbagai kendala yang mempengaruhi kinerja dengan tetap berpedoman pada standar pelayanan yang berlaku.

a. Mengumpulkan materi untuk draf rancangan

Tersedianya materi untuk draf rancangan pembuatan e-book

Materi yang saya kumpulkan untuk penyusunan rancangan e- book harus dapat dipastikan

(39)

30 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

pembuatan e-book bahwa materi tersebut berasal dari sumber yang terpercaya (Akuntabel : Sumber terpercaya) dan memiliki kualitas mutu terbaik ; Kompeten: Menjaga mutu)

Profesional, yaitu dengan mengikuti perkembangan teknologi dan kreatif, inovatif dan produktif yang diwujudkan dengan penyusunan buku panduan dalam bentuk e-book yang memanfaatkan aplikasi Google Docs.

b. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait dengan draf rancangan

pembuatan e-book

Catatan Hasil konsultasi berupa saran dan masukan dari mentor

Saya ramah dan sopan terhadap mentor ketika melakukan konsultasi (Berorientasi Pelayanan : Sopan, ramah ) dan menerima saran dan masukan dari mentor (Harmonis : Menghargai masukan dari mentor)

c. Membuat e-book Adanya e-book dalam bentuk Google Docs

Saya memberikan kualitas terbaik saya dalam penyusunan e-book (Kompeten : Kualitas Terbaik) yang bertujuan untuk menunjang kinerja Verifikator Keuangan (Harmonis:Suka menolong oranglain)

d. Melakukan diskusi dengan rekan sejawat terkait e- book yang telah dibuat

Adanya Catatan Hasil Diskusi

Saya berdiskusi dengan teman sejawat untuk evaluasi terhadap e-book yang saya susun (Akuntabel : Menerima masukan dari teman sejawat dengan jujur)

Serta bersedia untuk melakukan inovasi terhadap e-book (Adaptif : Terus berinovasi dan mengembangkan diri)

e. Melakukan perbaikan dan pendistribusian

Tersedianya buku panduan dalam

Saya melakukan perbaikan dan inovasi (Adaptif : Terus

(40)

31 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

e-book bentuk e-book yang

sudah diperbaiki dan disempurnakan

berinovasi dan

mengembangkan diri) terhadap e-book dengan tetap mempertahankan kualitas mutu e-book (Kompeten:Menjaga mutu)

3. Membuat daftar dan lembar checklist dengan menggunakan Microsoft Excel tentang kelengkapan bukti fisik yang harus dilengkapi

Sumber Kegiatan : SKP

Tersedianya daftar dan lembar checklist dengan menggunakan Microsoft Excel

Keterkaitan dengan Manajemen ASN:

Pembuatan daftar dan lembar checklist sebgai dokumen kendali kelengkapan merupakan wujud bahwa ASN harus melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin. (Kode Etik dan Perilaku No. 2 yaitu melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin) Keterkaitan dengan Smart ASN:

Membuat daftar dan lembar checklist dengan memanfaatkan fitur yang ada di Microsoft Excel dengan desain yang semenarik mungkin. (Digital Ethics)

Dengan adanya daftar dan lembar checklist dengan menggunakan

Microsoft Excel yang digunakan untuk kendali kelengkapan dokumen pengajuan

SPP-LS akan

memberikan kontribusi pada:

Visi Kabupaten Purworejo yaitu:

Purworejo Berdaya Saing 2025 dan Misi : Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan public dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (Good

Governance)

Dengan adanya daftar dan lembar checklist dengan menggunakan Microsoft Excel yang digunakan untuk kendali kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS akan memberikan

penguatan nilai organisasi sesuai dengan Peraturan Bupati Purworejo No. 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja di Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Purworejo, yaitu:

Melayani, yaitu dengan pro aktif dan

(41)

32 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

cepat tanggap terhadap berbagai kendala yang mempengaruhi kinerja dengan tetap berpedoman pada standar pelayanan yang berlaku.

Profesional, yaitu dengan mengikuti perkembangan teknologi dan kreatif, inovatif dan produktif yang diwujudkan dengan penyusunan daftar dan lembar checklist dengan menggunakan Microsoft Excel.

a. Menyusun daftar dokumen yang harus dilengkapi

Tersusunnya rincian daftar kelengkapan dokumen pengajuan SPP-LS yang harus dilengkapi

Saya menyusun rincian daftar kelengkapan dokumen menggunakan Microsoft Excel dengan jelas (Akuntabel : Jelas)

b. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait susunan daftar dokumen yang

Adanya lembar evaluasi dari mentor

Dalam melakukan konsultasi saya memberikan susunan daftar dokumen yang harus dilengkapi dengan jelas dan

(42)

33 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

harus dilengkapi jujur (Akuntabel: Jelas dan

Jujur)

Saya mengikuti perintah atasan terhadap susunan daftar

dokumen yang saya

konsultasikan (Loyal : Mengikuti perintah atasan)

c. Membuat daftar dan lembar checklist kelengkapan

dokumen pengajuan SPP-LS dengan menggunakan Microsoft Excel

Adanya hasil print out daftar dan lembar checklist kelengkapan dokumen SPP-LS

Saya dalam membuat dokumen kendali pengajuan SPP-LS selalu memberikan kualitas terbaik sehingga tidak menimbulkan informasi yang rancu dan sulit untuk dipahami (Kompeten:

Kualitas terbaik) d. Melakukan diskusi

dengan rekan sejawat terkait daftar dan lembar checklist kelengkapan

dokumen pengajuan SPP-LS yang telah dibuat

Adanya hasil diskusi Dalam berdiskusi dengan teman sejawat, saya terbuka untuk menerima masukan dan saran terhadap dokumen kendali yang saya buat (Kolaboratif : Terbuka dalam bekerja sama) Dan saya menghargai masukan dari teman sejawat terhadap lembar checklist kelengkapan dokumen (Harmonis : Menghargai setiap orang) e. Melakukan perbaikan

dan penyempurnaan daftar dan lembar checklist

Adanya hasil print out daftar dan lembar checklist kelengkapan dokumen SPP-LS

Saya melakukan perbaikan terhadap dokumen kendali (Berorientasi Pelayanan:

Perbaikan tiada henti) sehingga

(43)

34 No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

Kegiatan

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi Dan

Misi Organisasi

Penguatan Nilai- Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

kelengkapan

dokumen pengajuan SPP-LS

yang siap digunakan menghasilkan dokumen kendali kelengkapan SPP-LS dengan kualitas terbaik (Kompeten:

Kinerja terbaik) 4. Diadakannya

pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP-LS oleh Bendahara SKPD

Sumber Kegiatan : Inovasi

Keterkaitan dengan Manajemen ASN:

Pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP LS oleh bendahara SKPD merupakan wujud bahwa seorang ASN harus memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN (Kode Etik dan Perilaku No. 11)

Keterkaitan dengan Smart ASN:

Melakukan koordinasi dengan bendahara SKPD baik secara tatap muka ataupun melalui aplikasi Whatsapp dalam pembuatan dokumen kendali pengajuan SPP-LS merupakan penerapan wujud dari penerapan Digital Culture

Dengan adanya pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP-LS oleh Bendahara

SKPD akan

memberikan kontribusi pada:

Visi Kabupaten Purworejo yaitu:

Purworejo Berdaya Saing 2025 dan Misi : Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan public dan penyelenggaraan pemerintahan yang

baik (Good

Governance)

Dengan adanya pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP-LS oleh Bendahara

SKPD akan

memberikan

penguatan nilai organisasi sesuai dengan Peraturan Bupati Purworejo No. 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja di Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Purworejo, yaitu:

Bersih, yaitu dengan adanya pendampingan dan monitoring terhadap pengajuan SPP-LS a. Menyusun rencana

pendampingan dan monitoring

pengajuan SPP-LS

Adanya jadwal rencana

pendampingan dan monitoring pengajuan

Dalam Menyusun jadwal pendampingan oleh Bendahara

SKPD, saya harus

memperhatikan waktu yang tepat (Akuntabel :Efektif dan Efisien

Gambar

Gambar 1.1 Foto Kantor Kelurahan Cangkreplor
Tabel 1.1 Daftar Nominatif Pegawai Kelurahan Cangkreplor
Gambar 1.2 Struktur Organisasi Kelurahan Cangkreplor
Tabel 2.1 Identifikasi Isu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Focus: Personal safety and wellbeing cont Outcomes: LS.5, LS.11, LS.17 Students learn about: Students learn to: Integrated learning experiences, instruction and assessment