Ketimpangan akses terhadap pendidikan menjadi salah satu permasalahan pendidikan Indonesia saat ini. Dalam dunia pendidikan sekitar tahun 1960an, muncul para pemikir pendidikan yang mengusung teori pendidikan kritis.
Tokoh Pedagogik Luar Negeri 1. Paulo Freire Tahun 1970
Henry Giroux: 2018) Di Miami ia juga menjabat sebagai kepala pusat penelitian pendidikan dan studi budaya. Pada tahun 2004, ia pindah ke Universitas McMaster di Kanada sebagai profesor di bidang pendidikan dan kepentingan umum.
Tokoh Pedagogik Dalam Negeri (Indonesia) 1. Mochtar Buchori
Tujuan akhir dari Pedagogi Kritis adalah untuk menciptakan praktik pendidikan yang egaliter, humanistik, dan demokratis berdasarkan pemikiran kritis di kalangan siswanya. Gerakan sosial yang diusung oleh Pedagogi Kritis bertujuan untuk membongkar praktik pendidikan yang terikat dan dilaksanakan oleh status quo.
Memetakan Pemikiran Perubahan Sosial Untuk Pedagogi Transformatif
Meskipun tujuan pendidik transformasional tidak banyak berubah dalam beberapa dekade terakhir, situasi di mana mereka bekerja pun mengalami perubahan. Dalam pendidikan konselor, memfasilitasi strategi baru dan inovatif antara instruktur dan siswa memerlukan praktik pengajaran yang berkisar pada penciptaan komunitas kelas yang bermakna di mana siswa menganalisis dan terlibat dengan apa yang mereka pelajari bersama guru.
Pedagogi Disruptif: Pendekatan Kritis Terhadap Kompetensi
Pengajaran online adalah metodologi yang berpusat pada siswa yang meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam kelas virtual. Versi seluler dari aplikasi pengajaran langsung telah membantu meningkatkan kehadiran dan pendaftaran siswa ("Pengajaran Online - Makna dan Definisi - Teachmint", d.d.).
Perencanaan Skenario Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran Online
Ketiga jenis interaksi yang terjadi dalam pembelajaran daring ini akan menciptakan suatu pengalaman belajar (Belawati, 2019). Interaksi ini terbukti penting untuk pengalaman belajar yang bermakna dan efektivitas dalam pembelajaran online].
Pembelajaran Transformatif Dan Pendekatan Pedagogis Dalam Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Generasi ini juga melahirkan model pembelajaran jarak jauh korespondensi yang sudah ada sejak pertengahan abad ke-18, yaitu menggunakan model korespondensi dengan mengirimkan bahan pembelajaran tercetak melalui pos. Baik mereka pekerja penuh waktu, ibu yang bekerja di rumah, tua atau muda, mereka harus menerima perlakuan dan standar akademis yang sama.
Penjaminan Kualitas Implementasi Pedagogi Transformatif Pendidikan transformatif dibedakan oleh proses relasional dari
Transformasi manajemen pendidikan nasional di era kemandirian belajar hendaknya dilakukan melalui teks akademik tingkat sekolah, yakni kurikulum. Oleh karena itu, transformasi manajemen pendidikan nasional di era kemandirian belajar diawali dengan transformasi kurikulum. Transformasi kurikulum era kemandirian belajar di tingkat sekolah berfokus pada persoalan terkait literasi, numerasi, dan kecakapan hidup.
Model pembelajaran merupakan suatu proses, sehingga proses pembelajaran berpusat pada pendidik atau pada peserta didik. Jadi dalam strategi pembelajaran ini kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dosen dan mahasiswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efisien dan efektif. Menurut Mukrimah, ada beberapa metode pembelajaran yang terbagi menjadi: a) metode pembelajaran berdasarkan pemberian informasi, dalam metode ini guru dapat mendorong inspirasi bagi pendengarnya dari informasi yang disampaikan kepada siswa.
Misalnya dua orang pendidik sedang berdemonstrasi dalam situasi dan kondisi yang sama, maka gaya bahasa yang digunakan kedua pendidik tersebut tentu akan berbeda untuk menyampaikan materi kepada peserta didik agar tertarik untuk menyimaknya. Pendekatan pembelajaran yang awalnya bersumber dari pendidik kemudian terfokus pada peserta didik adalah perubahan paradigma pembelajaran. Pendekatan ini pada hakikatnya adalah bagaimana pendidik memahami cara terbaik mengajar dan memahami ciri-ciri cara belajar siswa.
Pedagogi
Guru memilih topik dan strategi pembelajaran, sedangkan siswa mempunyai sedikit atau tidak ada pilihan sama sekali dalam menentukan terjadinya pembelajaran. Teknik mengajar yang digunakan guru pada kelas yang jumlah siswanya terbatas tentu berbeda dengan yang jumlah siswanya banyak. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas dari guru untuk menemukan taktik penggunaan gaya bahasa yang menarik saat menyampaikan materi kepada siswa.
Andragogi
Oleh karena itu, sebagai suatu proses pembelajaran, siswa harus mempunyai motivasi belajar yang bersifat internal dari dalam dirinya. Dalam pendekatan andragogi, guru mengubah cara pandang terhadap proses pembelajaran agar siswa termotivasi untuk belajar. Pada prinsipnya andragogi memerlukan kerjasama antara guru dan siswa untuk aktif melaksanakan proses pembelajaran.
Heudagogi
Mengapa demikian, karena prinsip andragogi adalah peserta didik harus aktif, mempunyai banyak pengalaman dalam proses pembelajaran yang dibangun di kelas sehingga pendidik lebih berperan sebagai fasilitator. Pendidik membantu dengan memberikan konteks bagi pembelajaran siswa dan menciptakan peluang untuk mengeksplorasi mata pelajaran sepenuhnya. Dalam gaya belajar ini, siswa tidak hanya memikirkan secara mendalam suatu masalah dan tindakan yang telah dilakukannya.
Cybergogi
Selama ini siswa dalam proses pembelajaran hanya sebatas ruangan sekolah dan terjadwal sesuai waktu belajar yang telah ditentukan. Hal ini dapat merangsang konektivitas siswa dengan pendidik terbaik di jaringan regional dan global. Sehingga media pembelajaran dapat membantu pendidik untuk menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan mudah diakses oleh siswa.
Pedagogi Kritis: Dalam Proses Pembelajaran
Ia percaya bahwa siswa harus memahami masalah sosial mereka dan menemukan diri mereka sebagai agen kreatif. Siswa dianggap sebagai inti utama pendidikan dan berperan aktif dalam memilih program studi dan mata pelajaran. Pada saat itu, Freire mengusulkan, sebagai pendekatan pendidikan alternatif, agar masyarakat tertindas harus sadar secara kritis, yang menurutnya merupakan langkah pertama menuju pembebasan dan perubahan sosial.
Kritik Terhadap Hegomoni
Pembebasan
Maka Freire memilih pendidikan liberal yang harus dilaksanakan ke arah kerjasama antara pendidik dan peserta didik. Mengapa demikian, karena konsep perbankan dimana mahasiswa diposisikan sebagai celengan dan dosen sebagai orang yang menabung. Hal ini menimbulkan harapan dalam proses pembelajaran di kelas dimana siswa menemukan permasalahannya sendiri dan solusinya melalui interaksi dengan dunia berdasarkan pengalamannya.
Penyadaran
Siswa juga tidak melakukan tindakan kognitif apapun karena objek tindakannya adalah milik pendidik yang mempunyai ilmu. Proses pembelajaran ala perbankan inilah yang Freire anggap sebagai penindasan terhadap siswa dan mereka belum menjadi manusia bebas karena guru melakukan praktik penindasan di dalam kelas. Peran pendidik adalah membantu siswa menemukan solusi atas permasalahannya dengan terus-menerus dan permanen mentransformasikan realitas, yang mendukung penemuan pengetahuan baru.
Dialog
Pengajuan/lontar masalah
Dengan terbentuknya kesadaran kritis, peserta didik akan mampu membaca secara kritis situasi penindasan yang membelenggu dirinya dan kemudian bersama-sama melakukan gerakan pembebasan. Pendidik memberikan dan memfasilitasi pembelajaran aktif melalui berbagai kegiatan bagi siswa sesuai pemahamannya masing-masing. Dalam rangka pemahaman kesadaran kritis, pendidik mengajak peserta didik menyelidiki permasalahan secara tematis.
Bahasa Kritik
Pendidikan multikultural akan menjadi salah satu solusi pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter kuat dan toleran terhadap budaya lain. Mengingat pentingnya peran pendidikan dalam kehidupan masyarakat, maka pemerintah saat ini memberikan perhatian yang besar terhadap seluruh aspek pendidikan yang ada dan perlu dikembangkan. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan yang menghambat perkembangan mutu pendidikan.
Tantangan Guru Sebagai Agen Perubahan
Lebih lanjut (Teague, 2021) mengatakan bahwa guru sebagai agen perubahan harus mampu beradaptasi dan berkolaborasi baik dengan individu maupun kelompok masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup. Artinya, kompetensi personal guru dan kompetensi sosial merupakan hal yang penting dan juga harus diterapkan dengan baik oleh guru itu sendiri, sehingga guru mampu memposisikan dirinya sebagai agen perubahan untuk mempersiapkan generasi di abad 21. Tantangan guru sebagai agen perubahan di abad 21 menuntut guru untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Kepekaan Guru Di Era 4.0 Dan Masyarakat 5.0
Guru yang profesional bukan hanya guru yang dapat mengajar dengan baik, tetapi juga guru yang dapat menjadi pembelajar dan agen perubahan sekolah, serta mampu menjalin dan mengembangkan hubungan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolahnya. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami kondisi kehidupan ke depan, termasuk tantangan yang dihadapi dan peluang yang dapat dimanfaatkan, agar siswa dapat berjaya. Hal ini menjadi landasan penting dalam orientasi dalam pengambilan keputusan pembelajaran (Pujiono, 2021). Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh dunia pendidikan di Indonesia untuk menghadapi society 5.0, yaitu: Pertama, dari segi infrastruktur, pemerintah harus berupaya mendorong pemerataan pembangunan dan memperluas koneksi internet ke seluruh wilayah Indonesia, karena seperti kita ketahui , saat ini belum seluruh wilayah Indonesia bisa terkoneksi dengan koneksi Internet.
Peran Pemerintah Dalam Membantu Guru Sebagai Agen Perubahan
Sangat penting bagi guru untuk melaksanakan dan berpartisipasi dalam pendidikan profesional ini sebagai bentuk tanggung jawab untuk menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas. Mereka meluncurkan platform online Berbagi Guru dan aplikasi yang dapat diunduh bagi para guru untuk berbagi metode dan sumber daya yang mereka gunakan selama pandemi, baik untuk kelas online atau pembelajaran campuran. Pada tahun 2022, pemerintah juga meluncurkan platform pengajaran mandiri yang juga dapat diunduh oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran berkualitas.
Membangun Komunikasi Dengan Pihak Orangtua
Dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam strategi komunikasi, sekolah dapat dengan cepat menjangkau sebanyak mungkin orang tua. Lebih lanjut (Graham-Clay, 2005) mengatakan bahwa guru hendaknya berusaha membangun komunikasi dengan orang tua untuk mendukung siswa dalam belajar. Di masa yang terus berubah ini, guru harus terus mengembangkan dan memperluas keterampilannya untuk memaksimalkan komunikasi yang efektif dengan orang tua.
Kesimpulan
Model pembelajaran transformatif ini dikembangkan berdasarkan sejumlah kerangka teori pembelajaran yang muncul. Model pembelajaran transformatif berbasis life-based learning yang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan sintesa dari 5 teori pembelajaran berikut, yaitu (1) teori psikososial, (2), teori strukturalis kognitif (konstruktivis), (3)) teori belajar mandiri, (4) teori lapangan dan (5) teori andragogi. Masing-masing teori pembelajaran tersebut mendasari model pengembangan model pembelajaran transformatif berbasis pembelajaran berbasis kehidupan.
Pendahuluan
Berdasarkan data kasus pengaduan anak Komisi Perlindungan Anak di Indonesia pada tahun 2016-2020, terdapat 3.178 kasus kasus pornografi dan cyber yang melibatkan anak, sedangkan pada tahun 2020 terdapat 419 kasus anak menjadi korban kekerasan seksual (pemerkosaan/pencabulan). sedangkan kasus perdagangan manusia dan eksploitasi anak pada tahun 2016-2020 sebanyak 419 kasus sebanyak 1409 kasus. Angka tersebut bukanlah angka yang kecil, Ali (2016:2) menjelaskan bahwa angka kekerasan seksual saat ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa atau remaja saja, namun juga terjadi pada anak usia dini. Meningkatnya kasus kekerasan seksual harus segera ditangani secara intensif, salah satunya dengan melakukan upaya preventif melalui konseling seks sejak kecil.
Gender dalam Pendidikan
Nadya dan Syahrul mengenalkan pendidikan seks pada anak usia dini sejak anak mengenali bagian tubuh, anak mengetahui bagian tubuh dan fungsinya. Roziqoh, proses pelaksanaan pendidikan berwawasan gender pada anak usia dini dilakukan melalui pembiasaan, dengan memberikan teladan dan tidak membeda-bedakan jenis permainan bagi anak. Masyarakat seringkali berpandangan bahwa anak kecil belum memahami dengan baik segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
Pendidikan Sebagai Hak Dasar Manusia
Meski pandangan tersebut kurang tepat digunakan, namun sebaiknya anak-anak diberikan konseling seks sejak dini agar mereka sadar akan perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan mampu terhindar dari berbagai kemungkinan pelecehan seksual. Pendidikan seksual merupakan program pendidikan yang melibatkan siswa untuk memperoleh pengalaman khusus yang berhubungan dengan kesehatan dan berbagai keterampilan yang dapat digunakan untuk menghindari masalah seksual di lingkungannya. Hak atas pendidikan juga telah dimasukkan ke dalam instrumen hak asasi manusia internasional yang universal untuk melindungi hak pendidikan bagi pengungsi, perempuan, anak-anak, migran, penyandang disabilitas dan masyarakat adat”.
Ekualitas Kesempatan Pendidikan
Trisakti dan Sugiarti (2008:5) menjelaskan bahwa dalam pendidikan gender terdapat kesetaraan kedudukan antara laki-laki dan perempuan, yang membedakan hanya identitas diri dan tugas fungsionalnya yang disesuaikan dengan gendernya. Konsep gender merupakan karakteristik yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan dan dibentuk oleh faktor sosial budaya sehingga menimbulkan perbedaan asumsi mengenai peran sosial budaya laki-laki dan perempuan. Pendidikan sosial laki-laki dan perempuan meliputi; Wanita dikenal sebagai makhluk yang lemah, lembut, cantik, emosional atau keibuan.
Kacamata Budaya Patriarki
Diakses pada 9 April 2022, dari https://www.iitms.co.in/blog/importance-of-pedagogy-in-teaching-and-learning-process.html. Pentingnya pengasuhan anak bagi tumbuh kembang anak. Mengelola pendidikan karakter bagi santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Imron Marbesar Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Padang Lawas Utara (Disertasi Doktor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).