• Tidak ada hasil yang ditemukan

P8. ALAT PENGAMAN PENGGUNA JALAN - PAGAR PENGAMAN

N/A
N/A
15 Muhammad Fauzan Dwinanda

Academic year: 2025

Membagikan "P8. ALAT PENGAMAN PENGGUNA JALAN - PAGAR PENGAMAN"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

ALAT

PENGAMAN PENGGUNA

JALAN – PAGAR PENGAMAN

TEKNIK PERLENGKAPAN JALAN

(2)

Alat Pengaman Penggunan Jalan

Pagar pengaman

Kaku (rigid)

Semi kaku

Fleksibel

Lainnya

Cermin tikungan

Setengah lingkaran

Lingkaran penuh

Patok lalu lintas

(delineator) Pulau lalu lintas

Kerb, tanah urugan, tanaman, dan utilitas

lainnya

Marka tanda

Pita penggaduh

Rumble strip

Shoulder rumble

Rumble area

Jalur penghentian darurat

Kelandaian tanjakan

Kelandaian turunan

Kelandaian datar

Timbunan pasir

Pembatas lalu lintas

Kerucut lalu lintas

Water barrier

Concrete barrier

Stick barrier/turbular

markers Lainnya

(3)

Pagar Pengaman

Kelengkapan jalan yang berfungsi sebagai pencegah pertama bagi kendaraan bermotor yang tidak dapat dikendalikan agar tidak keluar dari jalur lalu lintas.

Fungsi:

Sebagai pencegah pertama bagi kendaraan bermotor agar tidak keluar dari jalur lalu lintas.

Untuk melindungi daerah atau bagian jalan yang membahayakan bagi pengguna jalan.

Kaku (rigid) Semi Kaku

Fleksibel Lainnya

(4)

Kriteria lokasi untuk dipasang Pagar Pengaman

• Jurang atau lereng atau tempat tertentu dengan

kedalaman lebih dari 3,5 meter dan kelandaian lebih dari 33 %.

• Tikungan pada bagian luar jalan dengan radius tikungan lebih dari 30 meter dimana di sisi jalan terdapat

potensi bahaya (hazard).

• Ruang milik jalan (rumija) yang terdapat bangunan struktur di sisi bahu jalan seperti pilar jembatan, tiang lampu, atau bangunan lain yang berpotensi

mambahayakan.

(5)

Penempatan dan Pemasangan

Dipasang pada tepi luar badan jalan dengan jarak paling dekat 60 cm dari tepi bahu jalan.

Sejajar dengan sumbu jalan

Dilengkapi dengan tanda dari bahan bersifat reflektif berbentuk lingkaran dengan ukuran diameter min 80 mm dengan warna:

merah pada sisi kiri arah lalu lintas.

putih pada sisi kanan arah lalu lintas.

Memiliki jarak pemasangan tanda sbb:

4 meter untuk jalan menikung dengan radius tikungan < 50 meter.

8 meter untuk jalan menikung dengan radius tikungan lebih dari 50 meter.

12 meter untuk jalan lurus dengan kecepatan antara 60 – 80 km/jam.

20 meter untuk jalan lurus kecepatan > 80 km/jamjam.

(6)

Pagar Pengaman Kaku (Rigid)

Kokoh serta tidak berubah bentuk dan/atau tetap di posisinya saat ditabrak oleh kendaraan.

Bahan atau material berupa beton cor dengan kualitas mutu K-350.

Dipasang pada lokasi dimana:

ruang defleksi yang tersedia < 1 meter

tepi jalan yang tidak memiliki bahu jalan

perbedaan ketinggian yang sangat curam.

Dapat difungsikan sebagai:

median jalan.

penampang melintang jalan terbatas.

penutup jalan.

separator pemisah jalur.

(7)

Pagar Pengaman Kaku (Rigid)

New Jersey Shape

desain dengan bentuk miring pada bagian bawah

guna menghindari kerusakan lebih pada kendaraan saat tertabrak

Single Slope

desain dengan bagian bawah lebih lebar dibandingkan bagian atas

F Shape

desain sisi miring bagian bawah dibuat lebih rendah

guna memberikan low impact saat tabrakan

Vertikal Shape

desain menerus dengan penampang bagian atas dan penampang bagian bawah mempunyai ukuran

yang sama.

(8)

Pagar Pengaman Kaku (Rigid)

Acuan Pemilihan Pagar Pengaman Kaku

(9)

New Jersey Shape

Ketinggian: min 810 mm.

Lebar penampang atas: 152 mm.

Lebar penampang bawah: 610 mm.

Dipasang pada jalan dengan kecepatan rata – rata:

maks 50 km/jam.

(10)

Single Slope

Ketinggian: min 1.067 mm.

Lebar penampang atas: min 200 mm.

Lebar penampang bawah: 610 mm.

Dipasang pada jalan dengan kecepatan rata – rata: 70-80 km/jam pada kondisi bahu jalan yang tidak diperkeras

(11)

F Slope

Ketinggian: min 810 mm.

Lebar penampang atas: 200 mm.

Lebar penampang bawah: 610 mm.

Dipasang pada jalan dengan kecepatan rata – rata: 80- 100 km/jam.

(12)

Vertical Shape

Ketinggian: min 810 mm.

Lebar penampang atas & bawah: 300 mm.

Dipasang hanya sebagai pagar tepi jalan dengan bahu jalan yang tidak diperkeras dan memiliki jarak yang cukup lebar antara tepi badan jalan dengan pagar.

(13)

Reflektor

(14)

Pagar Pengaman Semi Kaku

• Berupa lempengan baja profil yang dipasang melintang terhadap tiang penyangga dan dipasang sejajar dengan sumbu jalan.

• Bahan: besi baja galvanis dilapisi proteksi anti korosi berupa proses galvanisasi dengan ketebalan min 70 mikron.

• Dirancang dapat mengalami deformasi dan menyerap energi atau beban benturan saat tertabrak kendaraan.

(15)

Pagar Pengaman Semi Kaku

W beam Pagar Pengaman semi kaku jenis lempeng balok dua lengkung

Thrie beam Pagar Pengaman semi kaku jenis lempeng balok tiga lengkung

(16)

Penempata n Pagar

Pengaman Semi Kaku

• Pengamanan pada tikungan jalan

• Pagar yang ditempatkan pada jalan bebas hambatan harus dipasang secara menerus.

• Jika tidak dapat dipasang secara menerus, desain pemasangan dan penempatan bagian ujung Pagar Pengaman harus berdasarkan aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

• Melindungi obyek berbahaya seperti jembatan atau bangunan lainnya.

(17)

Lempeng balok 2 lengkung (w beam)

Komponen w beam:

Beam: komponen yang dipasang sejajar dengan sumbu jalan, baja profil W, ketebalan 2,7 – 3,0 mm

Tiang penyangga (supporting post): baja profil U dan berfungsi sebagai tiang penyangga utama beam, lebar min 175 mm, tebal 4,5 - 6 mm, panjang total 1800 mm, ketinggian tiang efektif diatas permukaan tanah 650 – 800 mm.

Besi pengikat (blocking piece): bantalan pengikat antara tiang penyangga dengan beam, baja profil U, ketebalan 4,5-6 mm, panjang 350 mm, lebar 175-178 mm.

Terminal end: komponen yang dipasang pada ujung beam, baja ketebalan 2,7-3,0 mm, berbentuk menyerupai sendok, berfungsi sebagai penutup ujung dari beam yang tajam.

Reflektor/alat pemantul cahaya: retroreflektif yang dipasang pada beam beam

(18)
(19)

Pemasangan pagar pengaman w beam

Tinggi bagian permukaan atas pagar terhadap permukaan perkerasan min 650 mm dan maks 800 mm.

Jarak pemasangan antar tiang penyangga maks 2 meter.

Tiang penyangga ditanam dalam tanah dengan kedalaman antara 1.100-1.150 mm.

Permukaan pondasi bagian atas rata atau lebih tinggi daripada permukaan perkerasan dengan ketinggian paling tinggi 100 mm.

Permukaan sisi atas harus rata antara tiang penyangga, besi pengikat, dan beam.

Pada bagian sambungan antar beam yang berupa sambungan mur baut, beam yang dipasang di sisi luar merupakan beam yang ujungnya searah arus lalu lintas.

Bagian ujung Pagar Pengaman terminal (end dipasang) di ujung awal dan di ujung akhir Pagar Pengaman.

Alat pemantul cahaya dipasang pada lekukan beam tegak lurus dengan sumbu jalan

(20)
(21)
(22)

Metode Penyambungan Beam

(23)

Terminal End

(24)

Pondasi

(25)

Lempeng balok 3 lengkung (Thrie beam)

Komponen Pagar Pengaman:

Beam: komponen yang dipasang sejajar dengan sumbu jalan, baja profil bentuk penampang 3 lengkung (1,5 W), ketebalan 2,7-3,0 mm

Tiang penyangga (supporting post): baja profil U, berfungsi sebagai tiang penyangga beam, lebar 175-178 mm, tebal 4,5 - 6 mm, panjang total 2.000-2.150 mm, ketinggian tiang efektif diatas permukaan tanah 655 mm.

Besi pengikat (blocking piece): pengikat antara tiang penyangga dengan lempengan besi (beam), baja profil U, ketebalan 4,5-6,0 mm, panjang 550-570 mm, lebar 175-178 mm.

Asimetrik beam: beam transisi untuk menyambungkan beam dengan penampang yang berbeda.

Balok penghubung (blocking asimetrik beam): profil U, bantalan pengikat asimetrik beam, ketebalan 4,5-6,0 mm, panjang 420-440 mm, lebar 175-178 mm.

Terminal end: komponen yang dipasang pada ujung beam, baja ketebalan 2,7-3,0 mm, berbentuk menyerupai sendok, berfungsi sebagai penutup ujung dari beam yang tajam.

Reflektor/alat pemantul cahaya: retroreflektif yang dipasang pada beam

(26)
(27)

Pemasangan lempeng balok 3 lengkung (thrie beam)

Tinggi bagian permukaan atas pagar terhadap permukaan perkerasan min 895 mm dan maks 970 mm.

Jarak pemasangan antar tiang penyangga maks 2 meter.

Jarak pemasangan antar tiang penyangga pada asimetrik beam 1 meter.

Jarak pemasangan tiang penyangga beam menuju sambungan dengan beton pembatas atau parapet jembatan 1 meter.

Pada sambungan langsung antara beam dan beton pembatas atau parapet jembatan, jarak pemasangan antar tiang 50 cm dengan jumlah min 1 tiang penyangga.

Tiang penyangga ditanam dalam tanah dengan kedalaman antara 1.030-1.105 mm.

Permukaan pondasi bagian atas rata atau lebih tinggi daripada permukaan perkerasan dengan ketinggian paling tinggi 100 mm.

Permukaan sisi atas harus rata antara tiang penyangga, besi pengikat, dan beam.

Pada bagian sambungan antar beam yang berupa sambungan mur baut, beam yang dipasang di sisi luar merupakan beam yang ujungnya searah arus lalu lintas.

Sambungan antar-beam, tiang penyangga, dan besi pengikat ( blocking piece) menggunakan baut, mur, dan ring (washer) yang harus dipasang sesuai dengan tempat dan jumlahnya.

Bagian ujung Pagar Pengaman iterminal end) dipasang di ujung awal dan di ujung akhir Pagar Pengaman.

Alat pemantul cahaya dipasang pada lekukan beam tegak lurus dengan sumbu jalan

(28)
(29)
(30)

Pagar Pengaman Fleksibel

Berupa Pagar Pengaman fleksibel jenis wire rope yang direntang untuk menahan dan mengarahkan kembali kendaraan yang lepas kendali.

Fungsi:

pengamanan sisi kiri dan kanan pada jalan lurus

pengamanan sisi kiri dan kanan pada jalan menikung dengan radius min 750 meter

pengamanan pada jalan bebas hambatan atau pada jalan yang hanya diperuntukkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih

Ruang bebas yang tersedia minimal 4 meter di belakang pagar pengaman.

(31)

Komponen Pagar Pengaman

Fleksibel

Kabel baja

Tiang penyangga (supporting post)

Pengunci kabel (cable hook)

Penutup tiang penyangga (post cap)

Rumah pondasi tiang penyangga (post socket)

Reflektor.

(32)

Kabel Baja

• Bahan yang tahan terhadap korosi dan temperatur sinar matahari yaitu dengan pelapisan galvanis.

• Diameter Kabel Baja:

• Jalan bebas hambatan: 3/4 - 7/8 inci

• Dipasang pada ketinggian maks 750 mm dan min 550 mm dari permukaan perkerasan.

• Dipasang dengan jarak 2,0-4,8 meter antar tiang penyangga.

(33)

Pagar Pengaman Fleksibel

(34)

Pagar Pengaman Fleksibel

(35)

Pagar Pengaman Lainnya

Pagar Pengaman Lainnya

crash cushion

terminal dengan bantalan tabrakan

safety roller

pengaman silinder putar

visual barrier

penghalang pandangan

sound/noise barrier

peredam suara

(36)

Terminal dengan bantalan tabrakan (crash cushion)

• Dirancang untuk menyerap atau meredam energi

benturan yang terjadi pada saat kendaraan menabrak.

• Dipasang pada lokasi:

• ujung pagar median beton;

• pilar jembatan; dan

• hazard di simpang bercabang pada jalan bebas hambatan/jalan tol.

(37)

Terminal

dengan

bantalan

tabrakan

(crash

cushion)

(38)

Safety roller

Pagar Pengaman yang menyerap energi kejut dengan gesekan minim sehingga mampu mengarahkan gerak kendaraan akibat dari benturan.

Dipasang dengan ketentuan:

dalam satu poros dipasang min 1 silinder putar (roller).

ketinggian pemasangan roller paling tinggi 850 mm dari permukaan perkerasan, dan dapat dipasang lebih tinggi dengan toleransi kelebihan sebesar 10%.

jarak pemasangan poros antar roller min 500 mm s.d maks 700 mm

kedalaman pemasangan pondasi 1.050-1.250 mm.

jarak antar pondasi maks 2 meter, dengan toleransi sekitar 10 mm.

silinder putar (roller) dilengkapi dengan stiker yang bersifat reflektif warna putih dipasang melingkar badan silinder putar (roller)

permukaan luar atau kulit silinder putar (roller) menggunakan warna yang bersifat reflektif berwarna kuning atau jingga.

(39)

Safety roller

Dipasang pada:

jalan menikung

median jalan dengan lebar min 1 meter.

area masuk ke terowongan dengan Panjang pemasangan min 60 meter.

jalan lurus dengan dengan lebar bahu min 2 meter yang memiliki lereng di sampingnya dengan kedalaman lebih dari 3,5 meter dan kelandaian lebih dari 33%.

(40)

Safety roller

• Komponen:

• roller

• poros

• rail

(41)

Safety roller

(42)

Penghalang Pandangan (Visual Barrier)

• Pagar Pengaman yang dapat menghalangi pandangan pengguna jalan pada kiri dan/atau kanan ruang lalu lintas.

• Komponen utama:

• Panel (beton/besi/alumunium/karet/bangunan tembok/bahan lainnya yang tahan terhadap panas matahari dan korosi atau lingkungan yang bersifat asam)

• tiang

• baut dan mur pengikat

• rangka penguat papan panel.

(43)

Visual barrier

Pemasangan:

• ketinggian pemasangan maks 4 meter dari permukaan jalan.

• dilengkapi dengan rangka yang mampu menahan beban angin dengan kecepatan min100 km/jam.

• sambungan antara panel dan rangka bersifat mudah dilepas dan dipasang untuk keperluan perawatan maupun perbaikan.

• permukaan tidak dilapisi dengan pelapis berwarna gelap yang dapat mengurangi visibilitas pengguna jalan.

(44)

Visual barrier

dapat dipasang di jembatan layang, jalan layang, atau di jalan yang berdekatan dengan:

• sekolah, pusat perbelanjaan, atau perkantoran

• pusat penelitian

• perkampungan

• perumahan

• pasar.

(45)

Visual barrier

(46)

Peredam Suara (Sound/noise barrier)

Pagar Pengaman yang menyerap dan/ atau mengurangi polusi suara akibat aktivitas kendaraan berdasarkan tingkat kebisingan dalam satuan decibel (dB(A)) sesuai dengan kebutuhan.

Komponen:

Panel (beton/besi/alumunium/karet/bahan lainnya yang tahan terhadap panas matahari dan korosi atau lingkungan yang bersifat asam)

bahan peredam atau penyerap suara (optional, jika dibutuhkan penurunan tingkat kebisingan yang nilainya besar serta tidak dapat dicapai tanpa bahan peredam)

tiang

baut dan mur pengikat

rangka penguat.

(47)

Sound/noise barrier

Bahan peredam atau penyerap suara harus memiliki:

• kotak panel yang diisi dengan lapisan bahan peredam atau penyerap suara berupa polister, wol kaca, atau bahan lainnya yang bersifat menyerap dan meredam suara.

• kotak panel yang dapat dibuka dan ditutup untuk memudahkan penggan tian bahan peredam atau penyerap suara.

• mampu menahan beban angin dengan kecepatan paling rendah 100 km/jam.

(48)

Sound/noise barrier

dapat dipasang di jembatan layang, jalan layang, atau di jalan yang berdekatan dengan:

perumahan

sekolah

perkantoran

pusat penelitian

rumah sakit.

(49)

Sound/noise barrier

(50)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait